Selasa, 11 September 2007

Berbuka dengan yang Sahih



Oleh : Karyanto Wibowo

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS Al-Ahzab(33): 21).

Ayat di atas menunjukkan betapa Allah SWT memudahkan kita menjalani hidup. Telah diturunkan manusia istimewa bernama Muhammad bin Abdullah untuk menjadi panutan terakhir bagi seluruh umat manusia.

Ketika yakin akan kebenaran Alquran dan semua perintah-Nya, kita harus konsekuen melaksanakan. Demikian pula dalam menjalankan puasa, cara puasa Rasulullah SAW yang harus jadi teladan.

Ada beberapa hal penting dalam puasa. Niat, diwajibkan berniat saat puasa sebelum terbit fajar. ''Barangsiapa yang tidak menetapkan untuk berpuasa sebelum fajar, maka tiadalah puasa baginya.'' (Sahih Abi Daud). ''.... Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar ...'' (QS Albaqarah (2): 187).

Rasulullah SAW bersabda, ''Makan sahur adalah berkat, maka janganlah kamu meninggalkannya walau hanya meminum seteguk air, karena sesungguhnya malaikat bershalawat atas orang yang bersahur.'' (Hadis Hasan riwayat Imam Ahmad).

Ketika sampai terbenam matahari, tibalah saat berbuka. Apa yang Rasulullah SAW makan sewaktu berbuka?

Dari Anas bin Malik RA berkata, ''Nabi SAW berbuka dengan rutbaat (kurma matang) sebelum shalat, dan jika tidak ada kurma matang, maka beberapa biji kurma biasa, dan jika tiada kurma biasa, cukuplah dengan beberapa teguk air.'' (Hadis sahih Abi Daud).

Apa yang baginda ucapkan tentang berbuka berpuasa? Nabi SAW hanya mengajarkan satu doa saat berbuka puasa, ''Dzahaba al-dhoma'u wabtali al-'uruuqu watsabbati al-ajru insya Allah.'' (telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala). (Hadis sahih Abi Daud).

Nabi SAW berkata, ''Bagi orang yang berbuka, doanya tidak akan tertolak.'' (Hadis sahih Ibn Majah). Sungguh sangat merugi orang yang berbuka tanpa doa, karena ini termasuk waktu berdoa yang makbul. Wallahu a'lam bishawab.

1 komentar:

are_sure mengatakan...

Ternyata berbuka itu ada tata caranya.. Beruntung sekali saya telah membaca artikel"Berbuka dengan Shahih"