Minggu, 16 Maret 2008

Manfaatkan Kemajuan Zaman untuk Mengefektifkan Dakwah


19-June-2006

Dakwah menjadi langkah penting dalam penyebaran ajaran Islam. Ini terkait dengan bagaimana umat Islam mampu memahami ajarannya dan melaksanakannya dalam laku kehidupan sehari-hari. Meski jalan dakwah memang tak semudah yang dibayangkan.

Jalan dakwah mesti ditempuh dengan cara-cara yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Lalu apa sebenarnya dakwah itu dan bagaimana pula dakwah itu harus dilakukan. Berikut petikan wawancara mantan Menteri
Agama, KH Dr Tarmizi Taher, mengenai hal ihwal dakwah:

Menurut Anda apa yang dimaksud dengan dakwah?

Dakwah merupakan proses untuk mengubah kehidupan manusia atau masyarakat dari yang tidak Islami ke kehidupan yang Islami. Bagi yang belum Islam diajak menjadi Muslim dan bagi mereka yang telah Islam diajak untuk menyempurnakan keIslamannya.

Dalam praktiknya, dakwah itu mestinya dilakukan tak sebatas penyampaian yang dilakukan dari mulut ke telinga. Namun, harusnya dakwah itu dari hati ke hati. Ini merupakan upaya untuk memanggil kembali hati nurani guna menghilangkan sifat-sifat yang buruk. Selain itu, dakwah juga mestinya dilakukan dengan cara yang moderat dan bersifat kontekstual.

Dalam sejarah perkembangan Islam, bagaimana dakwah Islam dilakukan?

Kini, Islam menjadi agama yang membumi dan menjelma menjadi kekuatan pembebas bagi umat manusia. Kondisi seperti ini terwujud karena metode-metode dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya.
Ajaran Islam mereka sebarkan dengan cara yang begitu menyentuh.

Mereka dengan santun menyampaikan ajaran Islam, menebar empati, berpihak pada kaum yang lemah sehingga mengakar di kalangan bawah. Tak kalah pentingnya, dalam upaya penyebaran ajaran Islam, mereka
menghindari cara-cara kekerasan dan pemaksaan kehendak.

Berdasarkan pengalaman sejarah tersebut, bagaimana mestinya dakwah Islam dilakukan?

Ada tiga cara dakwah yang dapat kita lakukan dalam menjalankan kegiatan dakwah. Pertama adalah hikmah, yaitu berdakwah dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi sasaran dakwah. Artinya, dakwah dilakukan sesuai dengan tingkat intelektualitas, kondisi budaya, maupun kebiasaan kelompok masyarakat yang didakwahi.

Kedua, dakwah mestinya dilakukan secara mau’izhah hasanah. Ini berarti kegiatan dakwah dilakukan melalui penyampaian nasihat-nasihat atau ajaran Islam dengan rasa kasih sayang. Sehingga apa yang disampaikan itu dapat menyentuh hati.

Sedangkan yang ketiga yaitu mujadalah. Kegiatan dakwah dilakukan melalui cara bertukar pikiran dan melakukan pembantahan dengan cara yang baik dan santun.

Agar dakwah tetap relevan dengan kehidupan yang mengalami perubahan begitu cepat, hal apa yang penting diperhatikan?

Pada dasarnya, dakwah itu tak sekadar mengajak umat Islam untuk mengakui keberadaan akan Tuhannya. Tetapi juga bagaimana dakwah mampu melahirkan kesadaran bagi umat Islam untuk mengaktualisasikan akidah, akhlak, maupun syariah dalam kehidupannya sehari-hari.

Dengan demikian, isi dari dakwah akan sangat memberikan pengaruh atas keberhasilan sebuah kegiatan dakwah. Ini berarti bahwa dakwah Islam tak hanya melulu berisikan bagaimana cara menjalankan shalat atau zakat, tetapi juga harus bermuatan wawasan kontemporer yang dihadapi umat Islam.

Dampak apa yang mungkin muncul ketika hal tersebut diabaikan?

Menurut saya, dampaknya akan sangat besar. Bila isi pesan dakwah hanya bersifat monoton dan tak mampu memperluas wawasan umat Islam maka dakwah hanya akan melahirkan daya khayal, bukan daya amal. Dakwah
mestinya mampu mengasah intelektualitas objek dakwahnya.

Mestinya, dakwah mampu menggerakkan umat Islam untuk mengamalkan ajaran agamanya dengan baik. Selain itu, dakwah Islam juga mestinya mampu menggerakkan umat Islam untuk merespons kondisi zamannya sesuai dengan
ajaran-ajaran Islam.

Dengan tantangan zaman yang ada sekarang ini, apa langkah yang harus ditempuh seorang dai atau lembaga dakwah agar bisa berdakwah secara efeketif?

Mereka harus meningkatkan profesionalitas. Baik dalam artian manajemen maupun sumber daya manusianya. Ini dilakukan agar, penyampaian dakwah dapat sesuai dengan kondisi masyarakat yang memiliki pemikiran yang begitu kompleks dan munculnya kemajuan di berbagai bidang.

Selain itu, lembaga dakwah pada khususnya, mestinya mampu menggandeng para pakar teknologi komunikasi dan informasi Muslim untuk bergabung dalam barisan dakwah. Saya yakin, mereka dapat membantu untuk mengembangkan metode dakwah yang memadai.

Perlu juga adanya dorongan agar generasi-generasi muda Islam untuk lebih banyak menguasai teknologi komunikasi dan informasi. Termasuk dengan mengembangkan bidang teknologi dan informasi di lembaga pendidikan Islam.

Dari sinilah kita berharap lahirnya teknolog Muslim yang juga mampu mengemban amanat dakwah. Lembaga dakwah juga mestinya secara aktif melibatkan para seniman dan budayawan dalam medan dakwah. Ini juga
merupakan langkah yang penting agar bisa berdakwah melalui kesenian.

Bisa Anda contohkan keberhasilan dakwah melalui media kesenian?

Film The Messenger yang dibintangi Antoni Quinn mestinya menjadi contoh yang baik dalam kegiatan dakwah melalui media kesenian. Film ini ternyata telah membuka mata orang-orang Barat tentang keagungan
ajaran Islam. Bahkan film ini berada di papan atas selama beberapa waktu, baik di bioskop di Amerika maupun negara-negara Eropa.

Di Jepang, misalnya, banyak orang yang masuk Islam setelah melihat film ini. Dengan demikian, kini kita harus menentukan langkah apakah kita mampu memanfaatkan segala kemajuan yang ada untuk berdakwah pada masyarakat yang juga mengalami perubahan atau malah sebaliknya. (cmm)

Tidak ada komentar: