<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690</id><updated>2011-06-11T05:01:55.706-07:00</updated><title type='text'>Pancaran Sinar Qolbu</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>364</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-5860039369440531617</id><published>2008-12-01T17:43:00.001-08:00</published><updated>2008-12-01T17:43:46.278-08:00</updated><title type='text'>Nasihat untuk Pekerja Otak; Jangan 'Bakiah'</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh &lt;strong&gt;Ahmad Syafii Maarif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tulis Resonansi ini sambil berbaring di Jogja International Hospital, setelah dapat izin dari dokter ahli THT yang sangat ramah. Tetapi tulislah, katanya, yang tidak melibatkan emosi, sebab jika otak biasa bekerja, dibiarkan &lt;em&gt;nganggur&lt;/em&gt;, malah stres. Dengan izin dokter ini, sedikit kesulitan teknis dapat saya atasi. Fasilitas yang saya pakai adalah sarana &lt;em&gt;e-mail&lt;/em&gt; Blackberry di ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan November ini saya dua kali ambruk, pertama tidak dibawa ke rumah sakit, bisa pulih sendiri dengan istirahat total di rumah; kedua lebih berat, terpaksa diadukan kepada dokter ahli penyakit dalam THT. Tidak tahu saya harus berapa lama dirawat, akan saya terima dengan sabar dan tenang. Penyebab utama sakit ini sesungguhnya tidak perlu tanya dokter, istri saya pasti akan menjawab karena 'bakiah'. Saya dikatakan 'bakiah' (bahasa Minang: keras kepala) atau mungkin lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa buktinya saya 'bakiah'? Bila lagi menulis sedang didesak &lt;em&gt;deadline&lt;/em&gt;, sering tidak kenal waktu, siang malam. Tidak jarang melampaui tengah malam. Akibatnya, ternyata bisa fatal, apalagi dalam usia senja seperti saya. Jika kehendak pikiran diperturutkan, rasanya sehari semalam terlalu pendek. Maunya bergelut terus dengan komputer untuk mendapatkan informasi terakhir tentang berbagai masalah global dan nasional, tidak habis-habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah bulan November ini, di samping untuk Resonansi, Perspektif, juga harus menulis makalah untuk Ikatan Sarjana Katolik Indonesia, Kementerian Polhukam, dan Habibie Center. Selain itu, ada pula dialog dengan forum studi kemasyarakatan di Jakarta. Sekalipun tanpa makalah, energi terkuras juga di forum ini. Forum ini ternyata anti-Obama, dengan menghadirkan seorang Amerika sebagai salah seorang narasumber. Tidak tanggung-tanggung, menurut si bule ini, bagi dunia Islam, Obama lebih berbahaya dari Bush. Padahal, belum dilantik, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja sampai batas itu. Umat Islam jangan lagi belajar ke Amerika, pergilah ke negara-negara lain agar otak tidak tercuci oleh virus kapitalisme. Anda bisa bayangkan suasana dalam forum itu. Ini semua sedikit banyak telah menguras energi, sekalipun di ujung pertemuan pekik &lt;em&gt;Allahu Akbar&lt;/em&gt; sudah tidak terdengar lagi, iklim anti-Obama mulai melemah. Tetapi, akumulasi beban otak saya selama beberapa hari ini telah memaksa saya harus masuk rumah sakit. Teman-teman dari Maarif Institute telah cukup berperan untuk membuat forum itu lebih dewasa dalam bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, nasihat saya kepada para pekerja otak, khususnya yang sudah lanjut usia, hanya satu: jangan 'bakiah'! Hargai saran istri, anak, dan teman. Manusia terbatas, sementara jelajah otak tanpa batas. Perlu dicari keseimbangan antara keterbatasan dan yang takterbatas, tetapi saya tidak selalu berhasil. Semoga yang lain lebih berhasil. Kerja otak sangat penting untuk mencegah kepikunan. Seorang Rosihan Anwar dalam usia 86 tahun, otaknya masih encer dan tulisannya terus mengalir, seperti tak terbendung dan memang jangan dibendung. Dunianya memang berada di sana, sebuah dunia yang teramat luas, luas sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan sakit, sulit juga menghentikan kerja otak, sekalipun harus dibatasi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; (-)      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-5860039369440531617?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/5860039369440531617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=5860039369440531617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/5860039369440531617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/5860039369440531617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/12/nasihat-untuk-pekerja-otak-jangan.html' title='Nasihat untuk Pekerja Otak; Jangan &apos;Bakiah&apos;'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-2088082776602109532</id><published>2008-12-01T17:41:00.001-08:00</published><updated>2008-12-01T17:41:48.218-08:00</updated><title type='text'>Benarkah NU dan Muhammadiyah Gagal?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Salahuddin Wahid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengasuh Pesantren Tebuireng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The Jakarta Post&lt;/em&gt; edisi 26 November 2008 memberitakan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Ciputat mengadakan survei pada Oktober 2008. Respondennya ustadz, termasuk dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, dua ormas Islam terbesar di Indonesia yang dikenal moderat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survei mengungkap 62,4 persen responden menolak dipimpin oleh seorang non-Muslim, 68,6 persen responden menolak non-Muslim menjadi kepala sekolah dan 33,8 persen menolak guru non-Muslim mengajar di sekolah. Lalu, 73,1 persen menolak pemeluk agama lain membangun rumah ibadah di dalam lingkungan rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat    85,6 persen dari guru melarang siswa mereka merayakan peristiwa besar yang dipersepsikan sebagai tradisi Barat, 87 persen responden melarang siswa mempelajari agama lain, dan 48 persen responden menyukai siswa dan siswi dipisah ruang kelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur PPIM Jajat Burhanuddin mengatakan pandangan antipluralis akan tercermin dalam pendidikan yang mereka berikan. Katanya, ustadz itu akan memainkan peran penting dalam memajukan konservatisme dan radikalisme di kalangan Muslim pada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdata 75,4 persen dari responden meminta siswa mengajak guru non-Muslim pindah ke agama Islam, 61,1 persen menolak sekte baru Islam, 67,4 persen merasa menjadi Muslim terlebih dulu baru menjadi orang Indonesia. Mayoritas mendukung penerapan hukum Islam di Indonesia untuk memerangi kriminalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut survei, 58,9 persen responden mendukung rajam (dilempari batu) sebagai hukuman terhadap semua tindak pidana, 47,5 persen mengatakan pencuri harus dipotong sebelah tangan dan 21,3 persen menghendaki hukuman mati bagi yang murtad dari Islam. Hanya tiga persen yang mengatakan mereka punya tugas menghasilkan siswa yang toleran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, 44,9 persen dari ustadz mengaku anggota NU dan 23,8 persen mengaku pendukung Muhammadiyah. PPIM berkesimpulan kedua ormas Islam yang dikenal moderat itu gagal menanam nilai moderat kepada pengikutnya di tingkat akar rumput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata moderasi dan pluralisme hanya dimiliki oleh para elite. Jajat khawatir fenomena semacam ini akan menyumbang pada meningkatnya radikalisme dan terorisme. Benarkah kesimpulan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hukum agama vs hukum negara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak dijelaskan berapa banyak sekolah di mana para ustadz itu mengajar adalah sekolah negeri (MIN, MTsN, dan MAN). Kalau sekolah itu milik swasta (yayasan, ormas  atau pesantren), rasanya tidak aneh mereka menolak kepala sekolah non-Islam. Sekolah NU dipimpin oleh kepala sekolah dari Muhammadiyah atau Persis dan sebaliknya, tampaknya juga ditolak. Untuk sekolah swasta, angka 68,6 persen menurut saya terlalu rendah. Kondisi ini bukanlah pembangkit radikalisme, apalagi terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menolak presiden non-Islam bukan hanya ustadz di tingkat akar rumput. Ulama terkenal tingkat nasional, seperti Kiai Ali Yafie juga menolak. Penolakan itu didasari dalil kuat dari Alquran dan Hadis. Yang perlu kita permasalahkan ialah apakah dalam penyusunan UU para tokoh Islam memperjuangkan penolakan itu atau tidak? Apakah karena itu Kiai Ali Yafie dapat disebut meningkatkan radikalisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau 58,9 persen menghendaki rajam untuk pelaku zina, tampaknya juga bisa dipahami karena itu diajarkan dalam fikih di pesantren dan madrasah. Yang cukup mengejutkan, 21,3 persen menghendaki hukuman mati bagi yang murtad. Yang penting mereka paham UU kita tidak menentukan hukuman  itu untuk kedua masalah di atas dan tidak melakukannya dalam praktik sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya cukup banyak yang tidak bisa (atau tidak mau?) membedakan antara hukum Islam dan hukum negara. Contohnya ialah Puji yang menikahi Ulfah (12 tahun) berdasar pemahaman Islam yang kurang matang dan tidak mengetahu itu dilarang oleh UU Perkawinan dan UU Perlindungan Anak. Juga mereka yang menikah kedua kali atau lebih tanpa alasan yang sesuai UU. Pernikahan itu melanggar UU Perkawinan, tetapi tidak ada sanksinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut survei, hanya tiga persen responden yang merasa punya tugas menghasilkan siswa toleran. Tidak dijelaskan apakah toleran itu dalam masalah sosial atau masalah akidah. Kalau toleransi masalah akidah, tampaknya ditolak oleh hampir semua ustadz dan kiai. Tetapi, toleransi sosial tidak ada masalah, sudah banyak diterapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Indonesia vs Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut survei, 67,4 persen merasa sebagai Muslim dahulu baru sebagai warga negara. Dalam tulisan di &lt;em&gt;Republika&lt;/em&gt; berjudul ”&lt;em&gt;Keindonesiaan dan Keislaman&lt;/em&gt;” saya katakan sepanjang hidup saya tidak pernah dihadapkan pada tuntutan apakah memilih Islam atau Indonesia. Menanggapi tulisan itu, seorang kawan dosen UI yang sedang mengambil S3 mengatakan baginya Muslim dahulu baru warga negara Indonesia karena Muslim mencakup kehidupan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, banyak kalangan terdidik Islam yang berpikir mereka adalah orang Indonesia yang beragama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi NU, Deklarasi Hubungan Islam dengan Pancasila (1983) telah mengakhiri pertentangan antara Islam dan Indonesia. Prinsip itu telah diikuti oleh banyak ormas Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirinya partai berasas Pancasila dengan basis massa Islam, seperti PKB dan PAN, adalah buah dari deklarasi itu. Tetapi, kita juga melihat adanya PPP dan PMB yang tetap berasas Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan, masih terdapat pertentangan pendapat yang amat tajam kalau kita menghadapi problem seperti RUU Pornografi, Ahmadiyah, yang biasa   diselesaikan dengan demo oleh kedua kelompok. Demo itu biasanya akan diikuti dengan konflik fisik. Masih akan ada pertentangan yang lebih hebat kalau kita membahas RUU yang menyangkut perkawinan lintas agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka atau tidak, mayoritas umat Islam tidak setuju apabila ada gereja dibangun di lingkungan tempat mereka. Yang menjadi masalah, apakah kalau ada gereja yang dibangun dengan memenuhi seluruh ketentuan dalam Perber Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri 2005 tentang Pendirian Rumah Ibadah, bagaimana sikap mereka? Jangan sampai mereka menggunakan kekerasan.&lt;br /&gt;                                                                 &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gagal memerangi korupsi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut Direktur PPIM, hanya elite Muhammadiyah dan NU yang meyakini moderasi dan pluralisme. Menurutnya, NU dan Muhammadiyah telah gagal menanamkan nilai-nilai tersebut kepada pengikut di tingkat akar rumput. Apakah kesimpulan itu benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pluralisme dalam pengertian semua agama sama jelas ditolak oleh mayoritas tokoh NU dan Muhammadiyah termasuk Rais Aam PBNU, Ketua Umum PBNU, dan Ketua Umum PP Muhammadiyah. Memang ada sejumlah kecil tokoh Muhammadiyah dan NU yang menerima pendapat semua agama sama.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, moderasi ialah sikap tidak berlebih-lebihan, tidak ekstrem, sikap lunak. Kalau suatu kelompok menolak ajaran sekte Islam lain, menurut saya tidak apa-apa. Masalah timbul apabila sekte tersebut mengatakan secara terbuka mayoritas Islam di suatu tempat adalah musyrik. Harus dihindari tuduhan musyrik itu secara terbuka. Yang harus dicegah ialah tindakan kekerasan antara sesama Islam dan antaragama.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya terlalu jauh kalau hasil survei itu dikhawatirkan akan meningkatkan terorisme. Radikalisme harus dibedakan antara radikalisme dalam pemikiran dan radikalisme dalam bentuk tindakan fisik. Saya tidak membaca hasil lengkap survei itu, hanya membaca melalui koran. Walaupun kecil, tetap ada kemungkinan komentar saya salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ikhtisar:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;-    NU dan Muhammadiyah gagal membantu pemerintah memerangi korupsi.&lt;br /&gt;-    Perlu menggalakkan dakwah yang menjelaskan Islam menentang terorisme dan tindak kekerasan.&lt;br /&gt;-    Jihad utama umat Islam memerangi korupsi dan ketidakadilan, melawan kebodohan dan membasmi kemiskinan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-2088082776602109532?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/2088082776602109532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=2088082776602109532' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2088082776602109532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2088082776602109532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/12/benarkah-nu-dan-muhammadiyah-gagal.html' title='Benarkah NU dan Muhammadiyah Gagal?'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-3307975114379322317</id><published>2008-12-01T17:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T17:40:16.743-08:00</updated><title type='text'>Mualaf</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh &lt;strong&gt;Ali Farkhan Tsani&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu riwayat, dikisahkan bahwa pada awal masa keislamannya, Umar bin Khattab pernah bertanya kepada Rasulullah, ''Wahai Rasulullah, bukankah hidup dan mati kita dalam kebenaran?'' Rasulullah pun menjawab, ''Memang benar! Demi Allah, hidup dan mati kita dalam kebenaran.'' Umar berkata kembali, ''Kalau begitu, mengapa kita berdakwah secara sembunyi-sembunyi? Demi Yang Mengutus Anda, demi kebenaran, kita harus keluar!''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, Umar pun langsung menyampaikan dakwah Islam kepada keluarganya. Putranya, Abdullah bin Umar menjawab bahwa dirinya telah memeluk Islam sejak satu tahun sebelumnya. Maka, Umar bin Khattab pun menjadi marah dan berkata kepada putranya, ''Mengapa engkau menyembunyikan keislamanmu dan membiarkan ayahmu? Apakah engkau tega sekiranya aku mati dalam kekafiran? Apakah engkau meninggalkan ayahmu, wahai Ibnu Umar?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan Umar sebagai orang yang baru memeluk agama Islam (mualaf) berangkat dari rasa syukurnya atas nikmat dan hidayah yang Allah berikan kepadanya berupa Islam sebagai agamanya. Wujud syukurnya sebagai mualaf adalah dengan menyampaikan dakwah Islam secara terbuka kepada kaum kerabatnya dan kepada manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kemudian, turunlah firman Allah, ''Maka, sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.'' (QS Alhijr [15]: 94).&lt;br /&gt;Sang mualaf, Umar bin Khattab, sebelumnya dikenal sebagai sosok terdepan dalam memusuhi dan memerangi Islam. Tetapi, setelah hatinya mendapat hidayah Allah, dengan nikmat keislamannya itu, ia pun menjadi orang terdepan dalam membela dan memperjuangkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas'ud berkata, ''Islamnya Umar adalah suatu pembebasan, hijrahnya adalah suatu kemenangan, dan kepemimpinannya adalah suatu rahmat. Sebelum Umar masuk Islam, kami tidak bisa shalat di Ka'bah. Sejak Umar masuk Islam, kami mempunyai harga diri, berdakwah dengan terang-terangan, bisa duduk di sekitar Ka'bah dalam lingkaran-lingkaran, dan kami pun bisa melakukan tawaf. Kami berlaku adil terhadap orang yang dulu memperlakukan kami dengan kasar.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah mualaf. Mereka bukanlah sekadar berganti agama (&lt;em&gt;convertion&lt;/em&gt;, tetapi lebih pada arti kembali kepada fitrah (&lt;em&gt;reversion&lt;/em&gt;). Sebab, seorang mualaf pada dasarnya ia tidak berganti agama. Justru, ia kembali kepada hakikat fitrahnya, agama asalnya, yakni Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai firman Allah, ''Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus. Tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui.'' (QS Arruum [30]: 30).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; (-)      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-3307975114379322317?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/3307975114379322317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=3307975114379322317' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3307975114379322317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3307975114379322317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/12/mualaf.html' title='Mualaf'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-2402138947276544421</id><published>2008-12-01T17:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T17:39:08.102-08:00</updated><title type='text'>Meraih Spirit Dzulhijjah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh &lt;strong&gt;Ahmad Rifa'i&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Tiada hari yang paling agung di sisi Allah dan dicintai-Nya untuk beramal di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka, perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid.'' (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzulhijjah termasuk bulan yang diperlakukan secara khusus oleh Allah. Dia menjadikannya sebagai bulan haram. Bulan yang di dalamnya umat Islam diharamkan melakukan perang dan pertumpahan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan waktu yang paling utama pada bulan ini. Dalam Alquran, Allah berfirman, ''Demi fajar dan malam yang sepuluh.'' (QS Alfajar 89 ayat 1-2). Ibnu Katsir menerangkan bahwa yang dimaksud malam sepuluh adalah sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah. Sumpah Allah atas sepuluh hari pertama bulan ini menunjukkan kemuliaan hari-hari tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah diperkuat pula oleh perkataan Rasulullah. Rasulullah bersabda, ''Tiada hari-hari yang paling agung di sisi Allah dan dicintai-Nya untuk beramal di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini.'' (HR Bukhari). Sebagian ulama bahkan menyejajarkannya dengan sepuluh terakhir bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, di hari-hari awal bulan Dzulhijjah, kita diperintahkan untuk lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita. Sebab, ketaatan dan ibadah yang dilakukan pada waktu yang agung akan memiliki nilai lebih di sisi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Muslim dianjurkan agar berangkat lebih awal menuju shalat jamaah dan memperbanyak melaksanakan shalat sunah. Di samping itu, pada sepuluh hari pertama bulan ini, kita juga sangat dianjurkan memperbanyak mengucapkan tahlil, takbir, dan tahmid dengan khusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah lain yang juga sangat dianjurkan pada sepuluh hari pertama bulan ini adalah melaksanakan puasa. Imam Nawawi berkata tentang puasa sepuluh hari pertama pada bulan ini, ''Sesungguhnya, ia (puasa) sangat dianjurkan.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih hebat lagi dan patut menjadi motivasi bagi kita semua adalah puasa Arafah. Pada saat jamaah haji sedang melaksanakan wukuf, kita (yang tidak sedang melaksanakan haji) diperintahkan berpuasa. Rasulullah SAW bersabda, ''Puasa Arafah menjadi jaminan Allah untuk menghapus (dosa-dosa hamba) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.'' (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semangat beribadah yang kita himpun pada bulan Ramadhan lalu sudah mulai menipis, Allah menyajikan bulan Dzulhijjah sebagai momen untuk menyegarkan semangat kita kembali. Semoga kita termasuk orang yang berhasil meraih spirit Dzulhijjah. Amin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; (-)      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-2402138947276544421?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/2402138947276544421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=2402138947276544421' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2402138947276544421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2402138947276544421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/12/meraih-spirit-dzulhijjah.html' title='Meraih Spirit Dzulhijjah'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-2094463518803009700</id><published>2008-12-01T17:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T17:38:03.600-08:00</updated><title type='text'>Kurban</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh &lt;strong&gt;Oma Rahmad Rasyid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.'' (QS Alhajj [22]: 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail AS adalah dua sosok pilihan yang patut diteladani bagi manusia yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Keduanya berhasil lolos dan lulus dari proses penyeleksian yang begitu panjang dan berat dengan mengorbankan sesuatu yang sangat berharga, yang tidak lain adalah nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keduanya, kemudian kita mengenal peristiwa kurban. Peristiwa bersejarah yang sangat fenomenal yang memiliki nilai spiritual tinggi, yang rasanya tidak akan mampu dilakukan oleh manusia manapun di abad ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu dahsyatnya peristiwa itu, beberapa sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, ''Ya Rasulullah, apa itu kurban?'' Rasulullah menjawab, ''Itu sunah bapakmu Ibrahim.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sahabat bertanya lagi, ''Apa manfaat dari kurban ini?'' Rasulullah menjawab, ''Setiap dari bulu-bulu hewan yang dikurban dihitung menjadi nilai kebaikan.'' (HR Iman Ahmad dan Ibnu Majah dari Zaid bin Arqom).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tinggi pahala yang akan Allah SWT berikan kepada mereka yang berkurban. Rasulullah SAW selalu berkurban, bahkan acap kali berkurban dengan dua kambing. Satu untuk dirinya dan satu lagi untuk kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari apa yang selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW ini, ada ulama yang mewajibkan melaksanakan kurban bagi mereka yang mampu. Adapun dalil yang diambil adalah Surat Alkautsar [108] ayat 2, ''Maka, dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, jumhur ulama berpendapat, melaksanakan kurban adalah sunah &lt;em&gt;muaqqadah&lt;/em&gt;, sunah yang mendekati wajib. Momentum Idul Adha ini dapat dijadikan ajang untuk membuktikan rasa cinta dan kasih sayang kepada sesama, terutama kepada para fakir miskin yang memang mengharapkan uluran tangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, momentum ini menjadi sarana berlatih bagi kita semua untuk terbiasa berkurban bagi orang lain, termasuk di dalamnya berkurban demi kepentingan bangsa dan Tanah Air di tengah krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, yang terpenting, sebagai rasa syukur kepada Allah SWT, momentum ini juga merupakan kesempatan yang tepat untuk menunjukkan jati dirinya sebagai orang beriman yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kapan lagi kalau tidak sekarang.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-2094463518803009700?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/2094463518803009700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=2094463518803009700' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2094463518803009700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2094463518803009700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/12/kurban.html' title='Kurban'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-6379267394958666302</id><published>2008-11-30T14:16:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T14:17:11.558-08:00</updated><title type='text'>Kekayaan Ilmu</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh&lt;/strong&gt; Desy Arisandy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mendengar kosakata 'kekayaan', yang hadir dalam benak kita adalah harta yang melimpah, rumah yang megah, mobil yang mewah, atau tabungan yang menggunung. Namun, apakah kita mengetahui dan menyadari bahwa sesungguhnya Allah SWT telah melimpahkan kekayaan yang nilainya jauh lebih tinggi dan dahsyat yang bersemayam dalam diri setiap anak manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Sang Maha Pencipta yang telah menghadirkan sebuah organ penting dalam diri manusia, yang membuat kita berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain. Dengan organ itulah, manusia dapat membedakan mana yang baik dan yang kurang baik, dapat berpikir, bertindak, dan merasa. Ciptaan dahsyat itulah yang kerap disebut dengan akal. Ketahuilah bahwa sesungguhnya akal merupakan kekayaan yang tiada banding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib RA berkata, ''Sesungguhnya, kekayaan yang paling tinggi nilainya adalah akal dan kemelaratan yang paling parah adalah kebodohan.'' Seseorang yang mampu mengoptimalkan seluruh kemampuan akalnya dengan baik, ia pun dapat mengubah kemiskinan menjadi kekayaan yang tiada tara. Namun, berbanding terbalik dengan seseorang yang tiada memiliki akal. Ia dapat mengubah kekayaan menjadi kemiskinan karena ketidakmampuan dalam menggunakan anugerah terindah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui akal normal, kita membangun mental intelektual dengan berpikir maksimal dan aktual. Allah SWT telah menjelaskan keutamaan orang-orang berilmu, ''... Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat ....'' (QS Almujadilah [58]: 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW pun bersabda, ''Ilmu merupakan pendamping di saat takut, teman saat terasing, teman bicara di kala sendiri, dalil atas kesenangan dan kesusahan, senjata dalam menghadapi musuh, dan hiasan di hadapan teman. Allah SWT meninggikan banyak kaum dengannya, lalu menjadikan mereka sebagai pionir di dalam kebajikan. Jejak mereka pun diikuti, perbuatan mereka ditiru, dan pendapat mereka dijadikan rujukan.'' (HR Ibnu Adil Barr dari Mu'adz bin Jabal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, semua itu bermuara pada setiap helai pemikiran akal. Oleh sebab itu, senantiasa kita jaga kesucian dan kebeningannya sebab di sanalah terdapat pikiran. Pikiran itu merupakan cahaya dari kesempurnaan akal.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; (-)      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-6379267394958666302?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/6379267394958666302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=6379267394958666302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6379267394958666302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6379267394958666302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/11/kekayaan-ilmu.html' title='Kekayaan Ilmu'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-218382296773084433</id><published>2008-11-30T14:15:00.001-08:00</published><updated>2008-11-30T14:15:52.446-08:00</updated><title type='text'>Tradisi Ilmu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh&lt;/strong&gt; Akmal Syafril&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW adalah seorang nabi yang &lt;em&gt;ummiy&lt;/em&gt;; semua juga tahu. Beliau memang tidak bisa membaca dan menulis sepanjang hidupnya. Ke-&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ummiy&lt;/em&gt;-an beliau ini bukannya tanpa hikmah, karena hingga kini tak ada yang bisa menuduh Rasulullah SAW telah mempelajari kitab suci agama lain untuk menyusun Alquran. Namun, jelas beliau tidak menghendaki umatnya ikut-ikutan buta baca dan tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian Islam terhadap kemampuan baca-tulis sangatlah besar. Sebelum hijrah, Rasulullah SAW pernah mengirim Abdullah ibn Sa'id al-Ash RA untuk mengajar tulis-menulis di Madinah. Ikrimah RA juga meriwayatkan bahwa salah satu tebusan untuk tawanan Perang Badar adalah mengajarkan tulis-menulis kepada anak-anak Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid-masjid pada masa itu dilengkapi dengan ruangan khusus yang disebut &lt;em&gt;shuffah&lt;/em&gt;. Di sana para pencari ilmu belajar dan boleh juga menginap. Kehidupan mereka ditanggung bersama oleh umat Muslim, dan Rasulullah SAW memilih para sahabat yang cocok untuk mengajar di sana. Selain ilmu-ilmu agama, di sana juga secara intensif diajarkan tulis-menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tak bisa membaca dan menulis, Rasulullah SAW memiliki lebih dari lima puluh orang sekretaris dengan tugasnya masing-masing. Dokumentasi dan administrasi telah mendapat perhatian khusus pada masa itu. Bahkan, ada juga yang diperintah untuk belajar bahasa asing, misalnya, Zaid ibn Tsabit RA.Seperempat abad sesudah Nabi SAW wafat, di Madinah sudah terdapat gudang kertas yang berhimpitan dengan rumah Utsman ibn Affan RA. Pada akhir abad pertama Hijriyah, pemerintah pusat telah membagi-bagikan kertas kepada para gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan-perpustakaan sudah menjamur sejak dekade keenam dalam abad pertama Hijriyah. Di sana, orang-orang berkumpul untuk membaca dan berdiskusi, dikelilingi oleh berbagai buku. Di mana-mana ada orang yang haus akan ilmu, dan sejarah dunia penuh dengan para ilmuwan Muslim yang di kemudian hari membawa pencerahan ke Benua Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang Muslim, mencari ilmu bukan sekadar aktualisasi diri dalam hidup, melainkan perintah langsung dari Allah dan Rasul-Nya. Itulah sebabnya Imam Bukhari rela pergi ke pelosok-pelosok demi mempelajari hadis Nabi SAW. Demikian pula Al-Biruni yang meneliti segala hal, mulai dari ilmu pertambangan, trigonometri, astronomi, sosiologi, hingga mendalami peradaban bangsa India.Amat disayangkan jika umat Islam generasi sekarang tidak memiliki gairah yang sama dalam menuntut ilmu. Padahal, agamanya paling membenci kejahilan atau dalam bahasa kita, kebodohan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; (-)      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-218382296773084433?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/218382296773084433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=218382296773084433' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/218382296773084433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/218382296773084433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/11/tradisi-ilmu.html' title='Tradisi Ilmu'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-1633241185296637216</id><published>2008-11-30T14:14:00.001-08:00</published><updated>2008-11-30T14:14:46.780-08:00</updated><title type='text'>Ahlul Haq Versus Ahlul Batil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Fauzi Bahreisy&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran antara hak dan batil memang tak akan pernah berhenti sepanjang mentari masih menyinari bumi. Kalau kebenaran memiliki pembela dan pendukung, demikian pula kebatilan (QS Annisa [4]: 76). Bahkan, bisa jadi pendukung kebatilan lebih agresif, lebih proaktif dalam menyuarakan dan menampilkan kebatilan. Mereka rela melakukan berbagai manuver dan aksi serta mengeluarkan dana besar untuk menghalangi manusia dari jalan Allah. (QS A-Anfal [8]: 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka itulah yang termasuk dalam kategori &lt;em&gt;hizb asy-syaithan&lt;/em&gt;, yaitu satu kelompok manusia yang terus menebarkan virus kemaksiatan dan kemungkaran ke tengah-tengah umat dengan berbagai logika indah dan pemutarbalikan fakta. (QS Al-A'raf [7]: 21-21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik kemaksiatan dan perilaku asusila yang demikian masif oleh para pendukung kebatilan ini, sudah menjalar ke berbagai pelosok dan daerah. Sejumlah pihak berkolaborasi menumbuhsuburkan budaya yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama.Akibatnya, banyak yang menjadi korban, mulai dari anak muda belia hingga tua renta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tingginya angka prostitusi, perkosaan, hubungan di luar nikah, dan pelecehan seksual menunjukkan hal itu.Satu ketika Umar ibn al-Khattab menyatakan, ''Satu bangsa nyaris hancur padahal ia kaya (makmur).''''Kapan itu terjadi?'' tanya seorang di antara mereka. ''Ketika perbuatan keji sudah merajalela,'' jawab Umar RA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak ada yang menginginkan bangsa ini hancur. Lalu, apa yang mesti dilakukan? Seorang mukmin tidak boleh berputus asa dan berpangku tangan menyaksikan kondisi yang ada (QS Yusuf[12]: 87).&lt;br /&gt;Mukmin juga tidak boleh apatis melihat kondisi saudaranya (HR Ath-Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rasul SAW bersabda, ''Siapa yang berjuang dengan tangan (kekuasaan dan kekuatan)-nya, ia adalah mukmin. Siapa yang berjuang dengan lisannya, ia adalah mukmin. Siapa yang berjuang dengan kalbunya, ia adalah mukmin. Tidak ada lagi iman sesudah itu, meski hanya seberat biji atom.'' (HR Ath-Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, perjuangan membela kebenaran tersebut tetap harus dilakukan dengan penuh hikmah dan bijaksana sesuai dengan yang dicontohkan oleh Nabi SAW.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-1633241185296637216?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/1633241185296637216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=1633241185296637216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1633241185296637216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1633241185296637216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/11/ahlul-haq-versus-ahlul-batil.html' title='Ahlul Haq Versus Ahlul Batil'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-1537878175714603877</id><published>2008-11-30T14:13:00.001-08:00</published><updated>2008-11-30T14:13:43.580-08:00</updated><title type='text'>Meraih Spirit Dzulhijjah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh &lt;strong&gt;Ahmad Rifa'i&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Tiada hari yang paling agung di sisi Allah dan dicintai-Nya untuk beramal di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka, perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid.'' (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzulhijjah termasuk bulan yang diperlakukan secara khusus oleh Allah. Dia menjadikannya sebagai bulan haram. Bulan yang di dalamnya umat Islam diharamkan melakukan perang dan pertumpahan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan waktu yang paling utama pada bulan ini. Dalam Alquran, Allah berfirman, ''Demi fajar dan malam yang sepuluh.'' (QS Alfajar 89 ayat 1-2). Ibnu Katsir menerangkan bahwa yang dimaksud malam sepuluh adalah sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah. Sumpah Allah atas sepuluh hari pertama bulan ini menunjukkan kemuliaan hari-hari tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah diperkuat pula oleh perkataan Rasulullah. Rasulullah bersabda, ''Tiada hari-hari yang paling agung di sisi Allah dan dicintai-Nya untuk beramal di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini.'' (HR Bukhari). Sebagian ulama bahkan menyejajarkannya dengan sepuluh terakhir bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, di hari-hari awal bulan Dzulhijjah, kita diperintahkan untuk lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita. Sebab, ketaatan dan ibadah yang dilakukan pada waktu yang agung akan memiliki nilai lebih di sisi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Muslim dianjurkan agar berangkat lebih awal menuju shalat jamaah dan memperbanyak melaksanakan shalat sunah. Di samping itu, pada sepuluh hari pertama bulan ini, kita juga sangat dianjurkan memperbanyak mengucapkan tahlil, takbir, dan tahmid dengan khusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah lain yang juga sangat dianjurkan pada sepuluh hari pertama bulan ini adalah melaksanakan puasa. Imam Nawawi berkata tentang puasa sepuluh hari pertama pada bulan ini, ''Sesungguhnya, ia (puasa) sangat dianjurkan.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih hebat lagi dan patut menjadi motivasi bagi kita semua adalah puasa Arafah. Pada saat jamaah haji sedang melaksanakan wukuf, kita (yang tidak sedang melaksanakan haji) diperintahkan berpuasa. Rasulullah SAW bersabda, ''Puasa Arafah menjadi jaminan Allah untuk menghapus (dosa-dosa hamba) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.'' (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semangat beribadah yang kita himpun pada bulan Ramadhan lalu sudah mulai menipis, Allah menyajikan bulan Dzulhijjah sebagai momen untuk menyegarkan semangat kita kembali. Semoga kita termasuk orang yang berhasil meraih spirit Dzulhijjah. Amin.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-1537878175714603877?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/1537878175714603877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=1537878175714603877' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1537878175714603877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1537878175714603877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/11/meraih-spirit-dzulhijjah.html' title='Meraih Spirit Dzulhijjah'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-2265598722278630340</id><published>2008-11-25T19:36:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T19:37:42.138-08:00</updated><title type='text'>Haji, Ritual Persaudaraan Global</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="divdetil"&gt; &lt;div id="imdetil"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/02/26/152920p.jpg" width="300" height="204" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: left;" class="txfoto2"&gt;KOMPAS/DUDI SUDIBYO&lt;/div&gt; &lt;div style="padding: 8px; font-size: 10px;"&gt; Jemaah haji bergegas memasuki Masjid Nabawi di Madinah menjelang shalat magrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;LEBIH&lt;/strong&gt; dari 3.500 tahun lalu, Nabi Ibrahim berdoa di atas gurun tak berpenghuni agar Allah menggerakkan hati-hati manusia untuk datang mengunjungi Baitullah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekitar 1.500 tahun lalu, Nabi Muhammad, cucu terakhir Nabi Ibrahim dari putranya, Nabi Ismail, menunaikan ibadah haji yang pertama sekaligus yang terakhir, yang dikenal sebagai Haji Terakhir (Hajjatul Wada’), bersama sekitar 100.000 hingga 125.000 kaum Muslimin.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, setiap tahun umat Islam yang menunaikan ibadah haji berjumlah 3 juta hingga 5 juta orang, sebuah pencapaian yang luar biasa.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Doa Nabi Ibrahim terkabul tanpa henti. Rumah Allah itu menjadi magnet yang menggerakkan hati umat manusia untuk datang mengunjunginya. Bayangkanlah petani-petani miskin di pelosok pedesaan Indonesia atau pelosok-pelosok miskin di Benua Afrika yang harus menabung selama bertahun-tahun hanya untuk mengakhiri hidup dengan satu mimpi yang tulus: pernah sekali memenuhi panggilan Allah ke rumah-Nya di Mekkah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kekuatan apakah yang dapat dengan begitu dahsyat menggerakkan hati manusia untuk memenuhi panggilan itu? Kekuatan apakah yang menjelaskan bahwa secara ajaib populasi mereka yang melakukan ibadah haji terus bertambah? Mereka secara terus-menerus menunaikan ibadah haji, bahkan jauh sebelum negara terlibat mengurus perjalanan mereka yang akan berhaji. Ketika pada akhirnya negara mulai terlibat mengurus perjalanan tamu-tamu Allah, populasi mereka yang ingin berangkat terus bertambah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itulah tabiat agama. Itulah sejarah akidah. Imperium, dinasti, kerajaan, pemerintahan, dan rezim semua datang silih berganti, bangkit dan jatuh lalu hilang dari muka bumi karena sejarah mereka dirakit dari tanah dan darah sehingga ia sempit dan terbatas. Untuk bertahan, ia harus bersikap ekstrem dalam ekspansi atau defensi, dan akhirnya harus menjadi narsis dan posesif dalam mencatat sejarahnya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Islam datang melampaui era primordialisme itu. Tanah dan darah mungkin menyatukan kita secara romantis, tetapi takkan pernah mampu bertahan lama. Secara mengesankan kita dihadapkan pada fakta sejarah bahwa khilafah-khilafah Islam sepanjang 1.500 tahun bangun dan runtuh silih berganti, dengan konflik internal yang juga berdarah-darah, tetapi populasi pemeluk agama ini terus bertambah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasio umat Islam dengan penduduk bumi pada masa Rasulullah SAW adalah 1 Muslim dari setiap 1.000 penduduk bumi. Kini, rasio itu menjadi satu Muslim dari setiap lima penduduk bumi. Inilah bagian dari janji Allah sendiri bahwa agama Allah akan tetap terjaga.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Haji adalah salah satu penjelasannya. Ini merupakan ritual persaudaraan global yang semua prosesinya menyampaikan pesan kesamaan asal-usul manusia, kesetaraan derajat, peleburan perbedaan etnis dan warna kulit, semangat perdamaian, etika persaudaraan, dan pertukaran manfaat duniawi di tengah aura ibadah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejarah abad ke-20 lalu, misalnya, adalah sejarah perang dengan lebih dari 20 juta jiwa korban di Eropa saja. Dan, itu berakar dari pengembangan ide tentang seleksi alam dan survival competition, keserakahan yang dipicu dari kekhawatiran akan kelangkaan sumber daya, dan seterusnya. Jadi, jika pemeluk agama ini terus bertambah, jawabnya terletak pada kerinduan natural manusia kepada perdamaian yang abadi, kesamaan asal-usul manusia, kesetaraan derajat yang tegas, persaudaraan yang tulus tanpa sekat etnis, dan warna kulit atau kewarganegaraan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Makna persaudaraan global itulah yang divisualisasikan secara tahunan dalam ritual haji, agar petani kecil Indonesia bisa bertemu dengan saudaranya dari ujung Afrika, atau intelektual dari Eropa dan Amerika, atau seorang ulama dari bangsa Arab, atau seorang pedagang dari bangsa China. Pertemuan itulah yang mereka rindukan, yang mempersaudarakan mereka, dalam naungan ibadah sembari memetik manfaat duniawi seperti perdagangan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itulah ritual yang terus memanggil-manggil. Itulah ritual yang tak pernah sepi. Suatu saat ulama terkemuka negeri ini, Buya Hamka, yang telah berhaji selama tiga kali mengatakan, aku selalu rindu untuk kembali ke sana.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;M Anis Matta&lt;/strong&gt; - &lt;em&gt;Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-2265598722278630340?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/2265598722278630340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=2265598722278630340' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2265598722278630340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2265598722278630340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/11/haji-ritual-persaudaraan-global.html' title='Haji, Ritual Persaudaraan Global'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-3076625104824481844</id><published>2008-11-25T19:35:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T19:36:00.198-08:00</updated><title type='text'>Pondokan Haji di Mekkah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="divdetil"&gt;  &lt;div style="padding: 8px; font-size: 10px;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;BERHAJI&lt;/strong&gt; merupakan panggilan keagamaan bagi setiap Muslim. Perjalanan menunaikan ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang tidak hanya membutuhkan persiapan fisik dan dana yang mencukupi, tetapi juga mental. Perjalanan ini terkadang membuat sebagian orang khawatir, tetapi sangat melegakan bagi mereka yang bisa menikmati perjalanan yang menjadi impian bagi setiap Muslim.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ibadah haji merupakan kesempatan bagi tamu Allah untuk merasakan nikmatnya berdoa di tempat-tempat mustajab, seperti di Hijir Ismail, Multazam, Maqam Ibrahim di Masjidil Haram, dan di Raudhah di Masjid Nabawi, serta tempat mustajab lainnya. Ada perasaan kedekatan yang luar biasa sehingga kadang-kadang ketika berdoa tidak terasa meneteskan air mata penuh haru, takjub bisa berada di depan Kabah, dan dalam hati terucap keinginan untuk selalu kembali.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah semoga anak cucu kami pun bisa mengalami hal yang sama, bisa memenuhi panggilan-Mu ya Allah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Psikis jemaah haji juga harus dipersiapkan dengan baik,” ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Departemen Agama Slamet Riyanto di Jakarta, Jumat (31/10).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah sendiri sudah melakukan persiapan semaksimal mungkin, yang meliputi persiapan di Tanah Air dan di Arab Saudi dengan membentuk Panitia Penyelenggara Ibadah Haji. Pada penyelenggaraan haji tahun 1429 Hijriah/2008 Masehi, kuota bagi Indonesia mencapai 191.000 untuk haji reguler dan 16.000 haji khusus.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun, mengingat banyaknya jumlah anggota jemaah haji Indonesia, Departemen Agama telah meminta tambahan 3.000 kuota kepada Pemerintah Arab Saudi. Permintaan tersebut sudah dikabulkan sehingga total anggota jemaah haji Indonesia adalah 210.000 orang. Kuota sebesar ini menempatkan jemaah haji Indonesia sebagai jemaah haji terbesar di dunia. Kuota ini sebetulnya sudah melebihi yang ditetapkan Organisasi Konferensi Islam (OKI) tahun 1983 dengan 1/1.000 umat Islam di masing-masing negara. Meski kuota haji Indonesia terbesar, masih ada 668.000 calon anggota jemaah haji yang masuk dalam daftar tunggu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itu sebabnya, Menteri Agama M Maftuh Basyuni mengimbau kepada umat Islam di Indonesia untuk memberi kesempatan kepada mereka yang belum mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji. Selain itu, Menteri Agama juga meminta agar mereka yang berusia di atas 70 tahun mendapat prioritas. Untuk membantu kelancaran jemaah haji, Depag juga menyiapkan 3.811 petugas haji.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan dalam 497 kelompok terbang dari sebelas embarkasi. Dijadwalkan, jemaah haji mulai berangkat tanggal 5 November sampai 2 Desember 2008 yang dibagi dalam dua gelombang pemberangkatan. Adapun pemulangan jemaah haji akan berlangsung selama 28 hari, dimulai tanggal 13 Desember 2008 sampai 9 Januari 2009, yang juga dibagi dalam dua gelombang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gelombang I selama 13 hari bagi jemaah haji yang akan mendarat di Madinah dan Jeddah, yang akan melakukan ziarah dan arbain di Madinah sebelum pelaksanaan haji. Gelombang II selama 15 bagi jemaah haji yang mendarat di Jeddah dan langsung berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan haji.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebelum berangkat, calon jemaah haji diberikan bimbingan agar mampu melaksanakan perjalanan dan manasik haji secara mandiri. Pembinaan ini dilakukan aparatur Kantor Departemen Agama sebanyak empat kali di tingkat kabupaten/kota dan Kantor Urusan Agama sebanyak 10 kali di tingkat kecamatan. Selain itu, pemerintah juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyelenggarakan bimbingan ibadah haji.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pondokan dan transportasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Mekkah ada 19 sektor pondokan yang terdiri atas 17 sektor yang memiliki wilayah dan dua sektor khusus, yakni sektor khusus jemaah yang tersesat dan sektor khusus transportasi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun ini pemerintah menyewa 565 rumah di Mekkah dengan kapasitas total 196.781 orang. Masing-masing rumah pemondokan yang disewa dari penduduk di Mekkah berkapasitas 200 orang hingga 500 orang. Sebanyak 96 rumah dengan kapasitas 36.131 orang berada di kawasan Ring I yang berjarak hingga 1.400 meter dari Masjidil Haram.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kerajaan Oman Salim Segaf Al Jufri mengungkapkan, kondisi pemondokan bagi jemaah haji Indonesia di Mekkah cukup bagus meski 80 persen di antaranya berjarak antara 1.400 meter dan 10 kilometer dari Masjidil Haram.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kondisi ini juga berdampak pada kegiatan operasional pelayanan jemaah mengingat petugas pelayanan jemaah, termasuk dokter dan perawat, ditempatkan per kloter. Pos-pos pelayanan bagi jemaah haji juga disediakan di setiap sektor yang membawahi enam hingga tujuh maktab (wilayah) yang masing-masing terdiri atas beberapa rumah. Rumah-rumah itu berada di wilayah Sulaimaniah, Dahnatul Jin, Jumaizah, Ma’abdah, Jabal Kabah, Jarwal, Jarwal Taysir, Jarwal Gaslah, Hafair, Misfalah, dan Jiad Sud.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adapun 469 rumah dengan kapasitas total 160.620 jemaah berada di kawasan Ring II, jaraknya di atas 1.400 meter sampai 10 kilometer dari Masjidil Haram. Pemondokan jemaah di kawasan Ring II tersebar di wilayah Bakhutmah, Aziziah Syissah, Aziziah Janubiah, Aziziah Syimaliah, Aziziah Mahattah Bank, Awali, Hijrah, Khalidiah, Ka’kiah, Sauqiah, Nuzhah, Zahir, Sy Sitin, dan Rusyaifah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika dibandingkan dengan sebaran pemondokan tahun 2007, tahun ini lebih banyak pemondokan yang berada di Ring II. Tahun 2007, sebanyak 204 pemondokan yang dapat menampung 95.182 orang berada di kawasan Ring I dan hanya 171 pemondokan dengan daya tampung 106.243 orang yang ada di kawasan Ring II.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk pertama kalinya, pada musim haji 1429 Hijriah ini, jemaah haji Indonesia akan menempati lokasi pondokan yang sebagian besar lebih jauh dibandingkan dengan pondokan haji pada musim haji tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maftuh Basyuni mengatakan, jauhnya lokasi pondokan sebagian besar anggota jemaah haji Indonesia karena adanya perluasan Masjidil Haram. Perluasan ini sesungguhnya direncanakan untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan jemaah haji. Namun, implikasi ikutan yang sulit dicegah adalah naiknya harga sewa pemondokan. Tidak heran jika jatah sewa pemondokan bagi jemaah haji yang dipatok 2.000 riyal Saudi untuk jarak 1.400 meter keteteran mengejar naiknya harga sewa.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibatnya, pemondokan yang biasa disewa bagi jemaah haji Indonesia hanya sebagian kecil yang berada di wilayah terdekat Masjidil Haram. Sisanya akan mengambil tempat pemondokan yang cukup jauh.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tentang jauhnya tempat pemondokan bagi sebagian besar anggota jemaah haji Indonesia, Maftuh Basyuni mengingatkan kepada semua Kanwil Depag agar tidak berbohong kepada jemaah haji tentang jarak ini. ”Berikanlah informasi yang benar sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya,” ujar Maftuh.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salim Segaf Al Jufri mengingatkan, karena kondisi pemondokan haji di Mekkah letaknya lebih jauh dibandingkan dengan tahun 2007, diharapkan jemaah haji untuk lebih disiplin dalam menjalankan ibadah. Jemaah haji dianjurkan pergi secara berkelompok.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Upayakan kalau ke Masjidil Haram itu setelah shalat ashar dan pulang setelah isya, tidak mungkin berangkat setiap waktu kemudian balik, saya melihat itu sangat sulit sekali. Umpamanya berangkat sebelum dzuhur, kemudian ingin pulang sesudahnya, terutama pada saat-saat padat sangat susah sekali,” ujar Salim seusai pengambilan qur`ah (undian) pemondokan jemaah haji Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, Salim juga mengingatkan agar jemaah haji bisa mengingat-ingat tanda bus dan tempat di mana mereka diturunkan oleh shuttle bus. Ia pun menyarankan agar jemaah tidak membeli makanan di pinggir jalan karena kurang baik dari segi kesehatan. Selain itu, dianjurkan untuk memperbanyak minum air dan makan buah-buahan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Musim haji tahun ini disiapkan 600 bus yang akan transit 3-5 menit sekali untuk melayani jemah yang akan berangkat dan pulang dari masjid. Bus ini akan beroperasi sejak 15 hari menjelang wukuf di Arafah dan 20 hari setelah wukuf. Untuk mengantisipasi keterlambatan pada saat waktu padat akan disediakan pemondokan untuk menunggu sehingga para jemaah tidak harus menunggu di jalan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Kalaupun busnya mengalami keterlambatan, di situ disediakan pemondokan, terutama untuk orang tua. Juga disediakan teh dan kopi yang bisa diminum sambil menunggu datangnya bus,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat ini ada sebelas titik transit bus di daerah pemondokan yang akan mengantarkan ke tiga titik transit di dekat Masjidil Haram. Kesebelas titik transit di pemondokan adalah Bakhutmah, Aziziah Syissah, Aziziah Janubiah, Aziziah Syimaliah, Mahattat Bank, Hijrah, Ka’kiah dan Sauqiah, Khalidiah dan Rusaifah, Sittin Street, Nuzhah, serta Zahir. Adapun tiga titik transit di dekat Majidil Haram adalah Jiad Abraj Zamzam (Terowongan Jiad dari Rumah Sakit An Nur), Gazzah (Terowongan Sulaimaniah), dan Bab Malik (Terowongan Kudai).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lokasi inilah yang harus diingat oleh jemaah haji agar tidak tersesat pulang ke pemondokannya. Namun, kalaupun tersesat, jemaah masih bisa bertanya kepada petugas haji Indonesia yang jumlahnya 3.811 orang. Semoga mabrur.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Imam Prihadiyoko&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-3076625104824481844?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/3076625104824481844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=3076625104824481844' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3076625104824481844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3076625104824481844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/11/pondokan-haji-di-mekkah.html' title='Pondokan Haji di Mekkah'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-4781043944678380822</id><published>2008-11-25T19:16:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T19:17:17.779-08:00</updated><title type='text'>Masjidil Haram</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;!--Kiri --&gt;  &lt;!--&lt;div id="linktopdetl"&gt;&lt;a href="index.html"&gt;Home&lt;/a&gt; / &lt;a href="berita.html"&gt;Berita&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="divdetil"&gt; &lt;div id="imdetil"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/12/094332p.jpg" width="300" height="204" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: left;" class="txfoto2"&gt;&lt;br /&gt;Flickr&lt;/div&gt; &lt;div style="padding: 8px; font-size: 10px;"&gt; Masjdil Haram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;MASJID&lt;/strong&gt; ini terletak di Kota Makkah Al Mukaramah dan merupakan masjid tertua di dunia yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Masjid ini berbentuk empat persegi dan dibangun mengelilingi Ka'bah, berbeda dengan masjid manapun didunia, &lt;em&gt;shaf&lt;/em&gt; di Masjidil Haram ini berbentuk lingkaran, semuanya menghadap ke Ka'bah yang berada di tengah-tengah. Ini merupakan keunikan yang tidak dimiliki masjid manapun di dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Spesifikasi Masjidil Haram&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ka'bah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ka'bah adalah bangunan yang menyerupai bentuk kubus, tempat ini merupakan bangunan pertama yang ada di atas muka bumi yang digunakan sebagai kiblat dalam menjalankan ibadah Sholat oleh umat Islam, sebagai mana firman Allah dalam (QS. Ali Imran ayat 96) yang artinya :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya permulaan rumah yang dibuat manusia untuk tempat beribadah itulah rumah yang di Bakkah (Mekkah), yang dilimpahi berkah dan petunjuk bagi alam semesta."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ka'bah disebut pula &lt;em&gt;Baitullah&lt;/em&gt; (Rumah Allah) atau &lt;em&gt;Baitul Atiq&lt;/em&gt; (Rumah Kemerdekaan) dibangun berupa tembok bersegi empat dari batu-batu besar berwarna kebiru-biruan yang berasal dari gunung-gunung sekitar Mekkah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Kiswah&lt;/em&gt; adalah penutup keempat dinding Ka'bah yang tergantung dari atap sampai kaki terbuat dari kelambu sutra hitam, lebarnya total 658 m2. Biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan kiswah ini sebesar 17.000.000 riyal dengan tenaga kerja sebanyak 240 orang, hal ini telah dilakukan sejak zaman Nabi Ismail.&lt;br /&gt;Kiswah tiap tahun diganti, dilakukan pada tanggal 10 Djulhijjah ketika para jamaah sedang berada di Mina, Kiswah ini dihiasi dengan tulisan Al Qur'an yang disulam secara khusus dengan benang emas, salah satu kalimatnya adalah:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Allah Jalla Jalalah, la ilaha illaallah, Muhammad Rasulullah.&lt;/em&gt; (Allah Maha Agung, tiada Tuhan selain Allah, Muhammad itu Utusan Allah).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pintu Ka’bah disebut juga dengan nama &lt;em&gt;al-burk&lt;/em&gt; , ini terbuat dari bahan emas murni 99 karat, dengan berat keseluruhan 280 kilogram. Letak pintu ini dari lantai thawaf adalah 2,25 meter sedangkan daun pintu itu sendiri panjangnya 3,06 meter dengan lebar 1,68 meter. Pintu yang sekarang ini adalah hadiah dari raja Khalid bin Abdul Aziz. Dalam sejarahnya pintu ini telah berubah-ubah baik dari bahan baku seni dan bentuknya. Hadits Nabi yang mengatakan :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Siapa yang masuk ke Baitullah berarti dia masuk dalam kebaikan, keluar dari kejahatan dan dia mendapatkan ampunan”.&lt;/em&gt;  ( HR. Ath –Thabrani dari Ibnu Abbaas)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nilai harga pintu itu Rp. 14.420.000,- ( empat belas juta empat ratus dua puluh ribu ) pada tahun 1979 M.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Hajar Aswad&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak disudut sebelah tenggara Ka'bah, yaitu sudut dimana Thawaf dimulai. Hajar aswad berasal dari syurga yang dibawa oleh Malaikat Jibril atas perintah Allah, batu ini terdiri dari 8 keping yang terkumpul diikat dengan lingkaran perak. Ciri-ciri Hajar Aswad adalah jika dimasukkan ke dalam air akan mengapung dan bila dibakar tidak akan pecah. Hadits Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam yang artinya:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah bersabda : &lt;em&gt;"Hajarul Aswad diturunkan dari syurga dan berwarna lebih putih dari susu. Dosa-dosa manusia (anak Adam) menyebabkannya menjadi hitam".&lt;/em&gt; (HR. Ahmad dan Turmizi)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Mihzab (Talang Emas)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Talang air ini dulunya tidak ada karena Ka'bah belum memiliki atap, namun pada saat renovasi Ka'bah yang dilakukan suku Quraisy, bangunan ini diberi atap, hingga memerlukan talang air.&lt;br /&gt;Talang air sering diganti dan yang ada sekarang hadiah dari Sultan Abdul Majid Khan Bin Sultan Muhammad Khan dari Konstantinopel pada tahun 1276 H (1859 M), bahannya dilapisi emas seberat 40 kg. Pada tahun 317 H. salah seorang pengikut Abu Taher Al-Qurmuthy berniat untuk mencuri, namun ketika memanjat dinding Ka'bah dia terjatuh dan akhirnya tewas.&lt;br /&gt;Letak talang emas ini persis di depan Hijr Ismail, tempat dimana talang ini berada oleh Khalifah Utsman disebut pintu surga.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Maqam Ibrahim&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maqam Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim sebagaimana pendapat orang-orang kebanyakan. Ia adalah bangunan kecil di sebelah timur Ka’bah. Di dalam bangunan kecil ini terdapat sebiji batu yang diturunkan oleh Allah dari Syurga bersama-sama dengan Hajarul Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim berdiri di waktu baginda membangun Ka’bah. Salah satu Mu'jizat yang diberikan Allah kepada Nabi Ibrahim, batu tersebut dapat naik dan turun sesuai kehendak nabi Ibrahim ketika membangun tembok Ka'bah. Letak maqam Ibrahim berhadapan dengan Pintu Ka'bah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Hijr Ismail&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hijr Ismail terletak berdampingan dengan Ka'bah, dipagari oleh tembok rendah (al-Hatim) berbentuk setengah lingkaran.  Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, sebahagian dari Hijir Ismail itu adalah termasuk dalam Ka’bah. Ini diriwayatkan oleh Abu Daud dari 'Aisyah r.a. yang artinya :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari 'Aisyah r.a. berkata : &lt;em&gt;"Aku sangat ingin memasuki Kaabah untuk melakukan sembahyang di dalamnya. Rasulullah memegang tanganku dan memasukkan aku ke dalam Hijir Ismail sambil berkata "Sembahyanglah kamu di Hijir jika kamu hendak masuk ke dalam Ka’bah karena kaum engkau (orang Quraisy) telah meninggalkan bagian ini di luar semasa mereka membangun Ka’bah."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ditempat ini sering dipakai jamaah Haji maupun Umrah untuk melakukan shalat sunnat karena diyakini sebagai salah satu tempat yang mustajab untuk berdo'a. Orang yang telah mengerjakan thawaf, disunatkan mengerjakan shalat sunat dua rakaat di Hijir Ismail dan mengerjakan shalat sunat di Makam Ibrahim.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Multazam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Multazam adalah dinding atau tembok antara Hajar Aswad dengan pintu Ka’bah. Tempat ini dipergunakan oleh jamaah Umrah maupun Haji untuk bermunajat kepada Allah setelah selesai melakukan tawaf. Jarang orang tidak meneteskan air mata disini, disamping terharu akan kebesaran Allah, Multazam juga salah satu tempat paling musatajab, sebagaimana yang dinyatakan Rasulullah dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaki dari Ibnu Abbas yang artinya :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Antara Rukun Aswad dan pintu Ka’bah disebut Multazam. Tidak ada orang yang meminta di Multazam, melainkan Allah Kabulkan permintaannya itu."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Telaga Zam-Zam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Zam-Zam dalam bahasa arab berarti air yang melimpah, sumur di bawah tanah yang terletak ± 20 meter sebelah Tenggara Ka'bah ini mengeluarkan air bersih dan jernih yang tiada henti, dan diamanatkan agar sewaktu meminum air Zam-zam harus niat. Sebelum minum air zam-zam kita menghadap ke Ka'bah bermunajat kepada Allah sbb :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bismillahirrahmaanirrahiim:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ya Allah, aku mohon pada-Mu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas dan disembuhkan dari segala macam penyakit."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tentang air Zamzam ini sejarahnya tidak dapat dipisahkan dari isteri Nabi Ibrahim as yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail as. Waktu itu Ismail dan ibunya ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim di Mekkah, mereka kehabisan air minum, maka Siti Hajar berlari kecil dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak 7 kali untuk mendapatkan air, namun tak menemukan setetes air pun. Tiba-tiba ia mendengar suara. Maka Siti Hajar pun berkata :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Aku mendengar suaramu tolonglah kami jika engkau memiliki kebaikan.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian Malaikat Jibril menampakkan diri dan melalui hentakan kaki Ismail, serta merta memancarlah air dari perut bumi. Siti Hajar membendung air itu karena melimpah serta berkata zam… zam… zam… yang maksudnya kumpul….… kumpul……. Dengan bekal air inilah mereka menyambung hidup.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Mas’a&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mas’a adalah sebutan untuk tempat para jamaah haji melakukan Sa'i, yang dibangun untuk menghubungkan antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Terbuat dari lantai pualam sepanjang 405 m. Jamaah Haji yang melakukan Sa'i harus melalui jalur tersebut sebanyak 7 kali pulang pergi. Kini telah dibangun menjadi dua tingkat, jumlah jarak yang ditempuh antara Shafa dan Marwah adalah 7 x 405 m = 2.835 meter.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-4781043944678380822?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/4781043944678380822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=4781043944678380822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4781043944678380822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4781043944678380822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/11/masjidil-haram.html' title='Masjidil Haram'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-4319524367016758987</id><published>2008-11-15T14:23:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T14:25:42.870-08:00</updated><title type='text'>Haji Mabrur dan Revolusi Sosial</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;br /&gt;     &lt;strong&gt;Yusuf Burhanudin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alumnus Universitas Al-Azhar Mesir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhitung awal November lalu kafilah haji Indonesia mulai berangkat ke Tanah Suci guna menunaikan rukun Islam kelima. Adalah fakta menggembirakan jika setiap tahun jumlah jamaah haji dari Tanah Air cenderung meningkat. Namun, cukup disayangkan kuantitas jamaah yang terus meningkat signifikan itu tidak diiringi dengan tingginya kualitas hidup berbangsa secara menyeluruh. Dekadensi moral level individu (&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;fahsya&lt;/em&gt;) maupun kolektif (&lt;em&gt;munkar&lt;/em&gt;) seperti kemiskinan, kebodohan, kriminalitas, korupsi, dan berbagai bentuk ketidakadilan kian menjadi-jadi sehingga makin menggerus imunitas sosial kebangsaan negeri ini ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gegap gempita ibadah haji yang tidak linier dengan perilaku sosial umat diakibatkan haji masih dianggap pesta individu atau dipahami sekadar seremoni dan selebrasi. Padahal, jika ditinjau dari segi bahasa, haji bermakna &lt;em&gt;al-qashdu&lt;/em&gt;yang berarti naik atau menuju. Makna ini mengisyaratkan pelakunya siap meninggalkan sekaligus menanggalkan kesenangan duniawi yang individual (disimbolkan pengorbanan harta, waktu, keluarga, dan kampung halaman) menuju pengabdian sosial. Perpindahan fisikal dari Tanah Air menuju Tanah Suci tak lebih perpindahan artikulatif orientasi individual-material menuju misi sosial-spiritual terutama sepulangnya dari haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi makna mabrur yang mengisyaratkan diterimanya ibadah haji terbentuk dari kata &lt;em&gt;al-birr&lt;/em&gt;, berarti pancaran kebaikan sosial. Firman-Nya: ''Kalian belum mencapai kebaikan (&lt;em&gt;al-birr&lt;/em&gt;) hingga mampu mendermakan sebagian harta yang kalian cintai.'' (QS Ali Imran [3]: 92). Bahkan dalam riwayat, Rasulullah ditanya, ''Apa makna mabrur?'' Dijawab, ''Suka memberi makan (bantuan sosial) dan lemah lembut dalam bicara.'' (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, mabrur sesungguhnya proses yang tidak terhenti begitu saja saat prosesi haji berlangsung, tapi berlanjut pembuktiannya di masyarakat. Mabrur merupakan cita sosial para &lt;em&gt;hujaj&lt;/em&gt; sepulangnya dari Tanah Suci dalam mengempati, mengemansipasi, dan mengangkat harkat martabat sesama dari kemiskinan, pengangguran, kebodohan, dan keterbelakangan. Dalam konteks inilah orang yang berangkat haji berkali-kali di kala masih banyak tetangga kelaparan kontraproduktif dan tumpul menghayati cita revolusi sosial ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menjaga kesucian niat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemurnian niat dan titik pemberangkatan seseorang (i&lt;em&gt;nthilaq&lt;/em&gt;) sebelum berhaji, berikutnya akan mewarnai perilaku sosio religius dan tanggung jawab kehajian yang bersangkutan. Rasulullah bersabda: ''Barangsiapa berniat hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya, ia berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. Tetapi barangsiapa berhijrah dengan niat duniawi atau demi perempuan yang dinikahi, ia kelak berhijrah kepadanya.'' (HR Muttafaq Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah haji bukan saja membutuhkan persiapan material, tetapi juga kesiapan mental-spiritual. Haji jelas tak sekadar berangkat ke Makkah tanpa sedikit pun mengubah sifat maupun sikap pelakunya. Ketidaksiapan mental spiritual sebelum berhaji, selain mereduksi ibadah sebagai suatu kebiasaan juga bisa mengikis nilai-nilai implikasi sosialnya yang menjadi misi ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang suka mengolok orang lain, misalnya, akan sulit menahan perbuatan yang sama saat di Tanah Suci, padahal perbuatan tersebut merusak nilai kesucian ibadah haji. Demikian juga dengan mereka yang sebelumnya pelit, ketika datang dari haji pun masih tetap pelit. Karenanya, dalam karya magnum opusnya, Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali mengkritik keras para &lt;i&gt;hujaj&lt;i&gt; agar terlebih dahulu menyucikan jiwa dan hati mereka. Betapa banyak para &lt;em&gt;hujaj&lt;/em&gt; mengabaikan aspek-aspek ibadah haji berdimensi psikis maupun etis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cita revolusi sosial&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagai rukun Islam terakhir, haji bagi seorang Muslim menjadi titik komplementer yang mempertemukan kewajiban individual dan misi sosial. Pulang haji, bukan berarti tugas ibadah usai, bahkan menanti pengabdian lebih tinggi. Berikutnya mentalitas mabrur mesti terkomunikasikan secara sosial dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Meskipun niat yang ditekadkan karena Allah (vertikal), efek yang diharapkan sebenarnya sangat horizontal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, haji adalah ajang seorang Muslim menempa tanggung jawab keumatan kelak sepulangnya dari haji. Para &lt;em&gt;hujaj&lt;/em&gt; berikutnya dituntut mempersiapkan diri untuk mengejawantahkan nilai-nilai sosio-spiritual haji sebagaimana yang ia peroleh saat melaksanakan manasik haji. Mulai ihram yang menunjuk kelemahan manusia di hadapan-Nya. Tawaf merujuk siklus dan perputaran hidup, tetapi mesti tetap dalam garis Ilahiah (&lt;em&gt;istiqamah&lt;/em&gt;). Wukuf melambangkan keharusan senantiasa berintrospeksi hingga berakhir dengan &lt;em&gt;hadyu&lt;/em&gt;, yakni keharusan berkorban untuk sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari Tanah Suci, sebagai duta umat dan bangsa, para &lt;em&gt;hujaj&lt;/em&gt; harus mempersiapkan diri masing-masing untuk berbaur dengan ragam problematika keumatan mutakhir secara partisipatif menyongsong pemberdayaan umat dalam bidang hukum, ekonomi, pendidikan, politik, dan budaya. Sudah mafhum, pada umumnya para &lt;em&gt;hujaj&lt;/em&gt; tergolong kelas masyarakat mampu menengah ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kelebihan materi, alih-alih berpikir berangkat haji tiap tahun, akan lebih produktif jika kelebihan itu dialokasikan menolong kerabat miskin, menyantuni anak yatim, membiayai siswa putus sekolah, menciptakan lapangan kerja, dan lainnya. Jika saja setiap tahun ada 200 ribu orang jamaah haji Indonesia, biaya yang dibutuhkan tak kurang dari Rp 20 juta per orang. Jika 25 persen saja dari jumlah itu kita berdayakan, kita mendapatkan angka Rp 1 triliun per tahun. Angka yang tidak kecil untuk menuntaskan kemiskinan dan memberdayakan pendidikan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun tidak aktif memandu umat ke arah kehidupan lebih baik, jadilah haji pasif yang cukup memberi teladan dan teladan perilaku terpuji di tengah-tengah masyarakat. Pendeknya, kalau tidak mampu jadi solusi, jangan menambah beban yang ada. Bagi para &lt;em&gt;hujaj&lt;/em&gt; dari kalangan pejabat, misalnya, jika tidak mampu memberantas korupsi minimalnya dirinya tidak lalu menjadi koruptor baru sepulang dari haji. Apalagi mengeksploitasi maupun memanipulasi gelar haji atau hajah untuk menutupi kelakuan korup dan antisosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para &lt;em&gt;hujaj&lt;/em&gt;adalah duta umat yang diharapkan kembali ke pangkuan bumi pertiwi dengan mengantongi predikat manusia suci yang memiliki sensibilitas sosial tinggi. Ini karena ibadah haji merupakan panggilan jihad yang memisikan komitmen sosial guna mengentaskan ragam problematika kemanusiaan dalam hidup berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ikhtisar:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;-    Esensi mabrur yang mengisyaratkan diterimanya ibadah haji terbentuk bila sepulang dari haji bisa meningkatkan amal kebaikan sosial.&lt;br /&gt;-    Haji berulang-ulang justru pertanda mereka belum bisa memiliki pancaran sosial dari efek ibadah haji.&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-4319524367016758987?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/4319524367016758987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=4319524367016758987' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4319524367016758987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4319524367016758987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/11/haji-mabrur-dan-revolusi-sosial.html' title='Haji Mabrur dan Revolusi Sosial'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-8368705315351989490</id><published>2008-11-15T14:22:00.001-08:00</published><updated>2008-11-15T14:22:47.472-08:00</updated><title type='text'>Falsafah Ibadah Haji</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;br /&gt;     &lt;strong&gt;Muhammad Kosim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Guru PAI SMP Negeri 8 Padang, Mahasiswa S3 IAIN Imam Bonjol, Padang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima dan difardhukan bagi setiap Muslim yang mampu, baik dalam bentuk kesanggupan kesehatan fisik, ekonomi, tanggung jawab keluarga yang ditinggalkan, hingga keamanan dalam perjalanan. Ibadah haji juga mengandung hikmah atau nilai-nilai falsafah yang sarat makna bagi setiap hamba yang melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, ibadah haji tidak sekadar ibadah ritual, tetapi nilai-nilai falsafah yang ada di dalamnya patut direnungkan sehingga berpengaruh terhadap perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Mengenai makna atau falsafah ibadah haji, telah dibahas oleh beberapa pemikir atau ulama terdahulu. Salah satu di antaranya adalah Ali Syari'ati yang tertulis dalam karyanya &lt;em&gt;Haji&lt;/em&gt;. Dalam karya ini, ia menyingkap simbol-simbol yang terdapat dalam rangkaian ibadah haji dengan mengungkap nilai-nilai moral yang dikandungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pakaian Ihram&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika jamaah haji sampai di Miqat, mereka mengenakan pakaian ihram dengan kaki telanjang tanpa terkecuali. Pakaian ini warnanya putih, tidak berjahit dan bahan dasar kainnya pun sangat sederhana. Meskipun kaya, tidak diperkenankan memakai pakaian sutra. Perintah ini mengingatkan akan eksistensi manusia yang tidak memiliki apa-apa. Kelak manusia mati untuk menghadap Tuhannya tidak membawa harta apa pun, hanya sehelai kain kafan yang berwarna putih, tanpa alas kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putihnya pakaian ihram melambangkan kesucian dan kesederhanaan. Ketika pakaian ini dipakai, buangkan segala sifat kesombongan, keangkuhan, egoisme, dan segala penyakit hati yang merusak.Pakaian adalah lambang perbedaan. Perbedaan seseorang sering di lihat dari pakaiannya. Ketika muncul perbedaan, kerap mengundang perpecahan. Padahal, perpecahan awal dari kehancuran sebuah peradaban. Pakaian ihram menghapus segala lambang perbedaan yang merusak persaudaraan, mengurai persatuan dan kesatuan itu. Perbedaan secara fisik memang alami, tidak bisa dihilangkan, tetapi tidak untuk merusak kebersamaan dan persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Thawaf dan Kabah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Thawaf adalah mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali. Kabah menjadi inti dari perputaran tersebut. Kabah kiblat seluruh umat Islam. Apa istimewanya? Sepintas tidak ada keistimewaannya. la hanya berbentuk kubus yang memiliki enam sisi dan kosong yang tersusun dari batu-batu hitam dari Ajun (bukit-bukit di dekat Kota Makkah). Jika direnungkan, enam sisi yang ada merupakan lambang Islam itu universal. Enam sisi menghadap ke segala arah. Kemudian, Kabah melambangkan ketetapan (konstan) sebab dia hanya diam. Manusialah yang bergerak (aktif) mengitarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabah ibarat matahari. Manusia ibarat planet yang mengitari matahari tersebut. Itu artinya, Allah pusat eksistensi yang merupakan titik fokus dari dunia yang fana ini. Manusia mesti bergerak, beraktivitas, berbuat dan bersikap mesti berpusat kepada kehendak-Nya. Di sinilah terlihat eksistensi manusia yang harus bergerak dan berbaur dengan manusia lain secara bersama dengan mengenakan pakaian ihram secara disiplin. Jika seseorang diam, tidak bergerak, maka pada hakikatnya ia telah mati, bukan manusia yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan thawaf bermula dari Hajar Aswad. Di sana juga terdapat Hijir Ismail. Simbol ini mengingatkan kita kembali tentang Hajar, istri Ibrahim. Hajar adalah sahaya yang berkulit hitam dari Ethiopia yang diperistri Ibrahim. Karena kecintaannya kepada Allah, Hajar menjadi nama yang melekat dan sangat berpengaruh dalam rangkaian ibadah haji. Meskipun ia hanya hamba sahaya, bisa jadi dinilai orang hina, lagi berkulit hitam, tetapi dengan iman dan cinta yang dimilikinya mengangkat dirinya menjadi mulia di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol ini memberikan pesan moral kepada umat manusia bahwa sehina apa pun seseorang di mata manusia, tetapi dengan keimanan dan kecintaannya kepada Allah SWT akan terangkat derajatnya menjadi mulia di sisi Allah, bahkan di mata manusia sesudahnya. Maka jangan mudah merendahkan, menghina, maupun memperolok saudara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thawaf dilakukan sebanyak tujuh kali putaran. Angka tujuh ini mengingatkan kita kepada tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi. Artinya, manusia adalah wakil Allah di muka bumi yang bertanggung jawab mengelola alam semesta ini, memanfaatkan semua potensi yang ada, tetapi bukan mengeksploitasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Antara Safa dan Marwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sai merupakan sebuah pencarian. lbadah ini memiliki nilai historis tersendiri, di mana Hajar yang telantar dan terbuang di antara hamparan padang pasir, tanpa pepohonan dan air sebagai sumber kehidupan. Sementara, ia mesti tetap hidup, terlebih lagi ketika melihat buah hatinya, Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sai adalah lambang perjuangan fisik, perjuangan mencari hal-hal yang dapat memenuhi kebutuhan dari alam. Jika pada thawaf lebih melambangkan gerak atas kecintaan manusia kepada &lt;em&gt;al-Khaliq&lt;/em&gt;, bersifat spritual, sebaliknya pada sai lebih melambangkan gerak atas upayanya memenuhi kebutuhan hidup secara materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada thawaf yang menjadi inti adalah ''Dia'' dan hanya Allah. Pada sai yang menjadi intinya adalah manusia itu sendiri. Manusia yang menentukan nasibnya di muka bumi ini (QS Ar-Ra'd: 13). Di sini tampak Islam menuntun manusia mencari dan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat secara seimbang (QS Al-Qashashas: 77). Manusia tidak boleh fatalis, pesimis, dan menyerah kepada nasib. Tapi sai mengajarkan manusia untuk berjuang, berijtihad memiliki semangat, vitalitas, dan optimisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sai dilakukan juga tujuh kali yang dimulai dan Safa dan berakhir di Marwa. Bukan di Safa lagi. Ini menunjukkan manusia dalam geraknya mesti tetap maju ke depan. Gerak (dinamis) secara bersama ini akan mengantarkannya kepada &lt;em&gt;khaira ummah&lt;/em&gt;. Islam mesti menjadi umat terbaik di muka bumi ini dalam mengusung peradaban, menyejahterakan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Shari'ati menyebutkan: ''Thawaf adalah lambang hidup bukan demi hidup itu sendiri tetapi demi Allah. Sedangkan sai melambangkan berdaya upaya sebisa-bisanya bukan untuk diri sendiri tetapi untuk semua manusia. Jalan yang engkau tempuh adalah jalan yang lurus dan tidak merupakan lingkaran. Engkau tidak bergerak secara berputar-putar tetapi engkau bergerak maju.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Arafah, Masyri, dan Mina&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah melaksanakan thawaf dan sai, jamaah bergerak ke timur menuju Arafah, lalu Masy'ar dan Mina. Arafah melambangkan awal penciptaan manusia. Di padang inilah Allah mempertemukan Adam dan Hawa setelah masa pembuangan atas dosa yang mereka lakukan. Arafah artinya pengetahuan dan sains. Masy'ar artinya kesadaran dan pengertian, sedangkan Mina artinya cinta dan keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di padang Arafah ini mereka wukuf yang melambangkan pencarian pengetahuan pemahaman, di mana Adam dan Hawa bertemu dan saling mengetahui antara keduanya. Ketika membuka mata dan mendapatkan dirinya dalam keadaan telanjang Adam sudah berada di dalam keadaan mengetahui dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah wukuf, jamaah bergerak menuju Masy'ar, negeri kesadaran. Di sini manusia merenungi dirinya sehingga muncul kesadaran tentang dirinya, didasari dengan pengetahuan yang telah dimilikinya. Di siang harinya mereka pun menuju Mina, sebagai negeri cinta. Cinta dan keyakinan akan adanya Allah SWTT, mereka melontar jumrah. Pelemparan jumrah melambangkan peperangan terhadap setan, di mana setan telah menggoda Ibrahim untuk menghalangi cintanya kepada Allah yang akan mengorbankan Ismail. Setan musuh manusia yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kurban&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;lbadah yang juga dilakukan dalam haji ini adalah kurban. Kurban juga lambang kecintaan seorang hamba kepada Allah. lbadah ini kembali mengingatkan kita kepada ujian Allah kepada Ibrahim untuk mengorbankan putranya, Ismail. Namun, dengan pendidikan tauhid yang telah dibina lbrahimn dalam keluarganya, tak satu pun anggota keluarga yang sakinah itu memberontak keputusan Ibrahim yang berdasarkan wahyu Tuhan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim berdiaolog dengan putranya, dan sang anak pun mengatakan: ''&lt;em&gt;YaAbati if'al ma tu'mar, satajiduni Insya Allahu minasshabirin&lt;/em&gt;'' (Hai Ayahku! Laksanakanlah perintah Allah itu, insya Allah ayah akan menemukan aku dalam kesabaran). Ibrahim pun dengan yakin dan kecintaannya kepada Allah melaksanakan perintah itu. lbadah ini juga memesankan kepada manusia untuk rela mengorbankan segala apa yang telah dititipkan Allah, apakah berupa harta, jabatan, nama, dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-8368705315351989490?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/8368705315351989490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=8368705315351989490' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/8368705315351989490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/8368705315351989490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/11/falsafah-ibadah-haji.html' title='Falsafah Ibadah Haji'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-7370233536492410274</id><published>2008-11-15T14:14:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T14:15:07.910-08:00</updated><title type='text'>Berhaji Cukup Sekali</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;oleh&lt;/strong&gt; Yusuf Burhanudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''(Musim) haji adalah beberapa bulan dimaklumi, barangsiapa menetapkan niat di bulan itu akan berhaji, tidak boleh &lt;em&gt;rafats, fasiq&lt;/em&gt;, dan berbantah-bantahan (&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;jidal&lt;/em&gt;) masa berhaji.'' (QS Albaqarah [2]: 197).Musim haji kembali tiba. Jutaan umat Islam berbondong-bondong ke Tanah Suci menunaikan rukun Islam kelima. Mereka rela meninggalkan sanak saudara, handai taulan, dan kampung halaman demi meraih haji mabrur. Karena, tidak ada balasan patut bagi haji mabrur selain surga (HR Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji yang berarti &lt;em&gt;al-qashdu&lt;/em&gt;, adalah isyarat pelaku haji siap meninggalkan dan mengorbankan kesenangan duniawi yang bersifat individual (disimbolkan pengorbanan harta, waktu, keluarga, dan kampung halaman) menuju pengabdian sosial. Pengabdian sosial inilah misi haji mabrur. Rasulullah ditanya, ''Apa makna mabrur?'' Dijawab, ''Suka memberi makan (bantuan sosial) dan lemah lembut dalam bicara.'' (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, virus yang menggerogoti kesucian ibadah haji adalah juga virus sosial. Pertama, &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;rafats&lt;/em&gt; (perbuatan maksiat yang merugikan diri sendiri dan orang lain), &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;fasiq&lt;/em&gt; (ucapan tidak seiring perbuatan), dan &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;jidal&lt;/em&gt; (bertengkar dan berdebat, sekalipun soal agama, yang dapat menimbulkan permusuhan). Yang hendak dituju haji tak lain keharmonisan, kepekaan sosial, dan persaudaraan universal. Kepekaan sosial tidak akan terwujud tanpa hidup harmonis. Demikian persaudaraan tak akan terlaksana tanpa semangat saling memberdayakan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mabrur yang terbentuk dari kata &lt;em&gt;al-birr&lt;/em&gt;, bermakna kebaikan sosial. Firman-Nya, ''Kalian tidak akan memperoleh kebaikan (&lt;em&gt;al-birr&lt;/em&gt;) kecuali mendermakan sebagian harta yang kalian cintai.'' (QS Ali Imran [3]: 92). Karena itu, mabrur sesungguhnya tidak terhenti begitu saja saat prosesi haji berlangsung, tapi berlanjut pembuktiannya di masyarakat. Mabrur merupakan cita sosial para &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;hujaj&lt;/em&gt; sepulangnya dari Tanah Suci dalam mengempati, mengemansipasi, dan mengangkat harkat martabat sesama dari kemiskinan, pengangguran, kebodohan, dan keterbelakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merasakan indah dan nikmatnya tenggelam dalam khidmat manasik haji, seyogianya para &lt;em&gt;hujaj&lt;/em&gt; tidak memendam kerinduan untuk kembali ke Tanah Suci sekadar melepas nostalgia. Akan lebih produktif seandainya dana alokasi haji kedua tersebut diperuntukkan membiayai kerabat miskin, menyantuni anak yatim, membiayai siswa putus sekolah, menciptakan lapangan kerja, dan lainnya. Berhaji cukup sekali, karena berikutnya hukumnya sunah (HR Muslim).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-7370233536492410274?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/7370233536492410274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=7370233536492410274' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/7370233536492410274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/7370233536492410274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/11/berhaji-cukup-sekali.html' title='Berhaji Cukup Sekali'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-6545835493337723941</id><published>2008-11-15T14:13:00.001-08:00</published><updated>2008-11-15T14:13:49.120-08:00</updated><title type='text'>Teladan Siti Hajar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh: &lt;strong&gt;Nurjannah Suharjo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim Alaihis Salam, ditinggalkan berdua dengan bayinya, Ismail, di tengah padang pasir gersang. Siti Hajar membuka tas kulit berisi kurma yang ditinggalkan suaminya, lalu memakannya. Beberapa teguk air dari kantong pun ia minum. Baru sebentar, rasa haus kembali merongrong tenggorokannya. Maklumlah, ia masih menyusui putranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari bertambah, suhu Arab semakin panas, persediaan makan dan minum pun telah habis. Kemampuan menyusui sang bayi pun semakin menurun. Lama-kelamaan air susunya habis. Sementara si bayi menjadi rewel, menangis, dan terus meronta meminta air susu ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahan mendengar tangis anaknya, Siti Hajar bangkit dari tempatnya, meninggalkan bayinya sendirian, demi mencari bantuan. Barang kali saja ada rombongan kafilah yang akan melewati Makkah kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihatnya seperti air di sebuah bukit, yang kemudian dikenal dengan Shafa. Ia berlari ke sana. Ternyata hanya fatamorgana di tengah terik panas padang pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihatnya lagi di sebuah bukit di ujung lainnya, yakni Marwah, tampak ada danau air. Setelah terhuyung-terhuyung tergesa-gesa menuju ke sana, yang jaraknya sekitar 450 meter, ternyata pun fatamorgana. Begitu sampai tujuh kali 450 meter atau sekitar 3,15 km ia bolak-balik Shafa-Marwah demi mencari seteguk air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengeluhkah dia? Tidak. Dia meyakini pertolongan Allah pasti akan datang. Tugasnya hanyalah berusaha dan berjuang. Ia ikhlas menjalaninya, seikhlas ketika melepas kepergian suaminya yang meninggalkan mereka berdua di padang itu atas kehendak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan kemahakuasaan-Nya, Allah memberikan rezeki berupa sumber mata air zamzam yang muncul dari bawah telapak kaki Ismail. Siti Hajar dan Ismail pun menikmati air minum zamzam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah firman-Nya, ''Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah ... barangsiapa mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.'' (QS Albaqarah [2]: 158).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, jutaan jamaah haji setiap tahun dan jamaah umrah sepanjang bulan, menapaktilasi perjuangan Siti Hajar melalui ritual Sai antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali dalam satu kali umrah. Kekuatan akidah, kesabaran jiwa, ketawakalan hati, kekuatan mental, dan segala keutamaan yang tersemat pada sosok Siti Hajar, adalah teladan bagi kita.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-6545835493337723941?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/6545835493337723941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=6545835493337723941' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6545835493337723941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6545835493337723941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/11/teladan-siti-hajar.html' title='Teladan Siti Hajar'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-1320612104275264737</id><published>2008-11-12T20:06:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T20:07:04.769-08:00</updated><title type='text'>Agama adalah Nasihat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh:&lt;/strong&gt; Arief Mahmudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat secara bahasa berasal dari kata &lt;em&gt;an-nushu&lt;/em&gt; yang berarti &lt;em&gt;al-khulush&lt;/em&gt; (murni). Secara istilah, nasihat ialah suatu ungkapan yang menyatakan keinginan untuk berbuat baik kepada orang yang dinasihati. Demikian yang ditulis Imam Ibnul Atsir.Allah SWT mensyariatkan kaum Muslim untuk saling menasihati sebagaimana tertulis dalam firman-Nya, ''... dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.'' (QS Al 'Ashr [103]: 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat lain tentang nasihat juga terdapat dalam Alquran, misalnya dalam QS Al-A'raf [7] ayat 62 dan 69. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tamim bin Aus ad-Dary RA, Rasulullah SAW bersabda, ''Agama adalah nasihat.'' Kami (para sahabat) bertanya, ''Untuk siapa?'' Beliau menjawab, ''Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslim, dan manusia pada umumnya.'' (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini sesungguhnya memiliki peran yang sangat besar. Karena, di dalamnya terkandung bahwa tiang agama Islam dan penopangnya adalah nasihat. Dengan adanya nasihat, agama Islam akan senantiasa termanifestasi dalam jiwa kaum Muslim. Namun, apabila nasihat itu tidak ada, kekurangan akan menimpa kaum Muslim dalam setiap aspek kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, nasihat tentang Allah adalah untuk beriman kepada Allah, mengesakan-Nya. Caranya adalah dengan niat ikhlas semata karena-Nya dalam mengamalkan perbuatan baik dan beribadah kepada-Nya dengan penuh ketaatan dan pengagungan.Kedua, nasihat untuk kitab-Nya. Maksudnya adalah beriman kepada semua kitab-kitab samawi (langit) yang diturunkan dari sisi Allah SWT secara global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, nasihat untuk Rasul-Nya (Muhammad). Maksudnya adalah membenarkan kenabiannya, menaati perintahnya, menjauhi segala larangannya, menghidupkan sunnahnya, memahami, mempraktikkan, dan menyiarkannya serta berakhlak sesuai dengan akhlak beliau yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, nasihat untuk pemimpin kaum Muslim. Maksudnya adalah membantu mereka atas kewajiban yang mereka emban, memberikan masukan, dan mengingatkan tatkala mereka lupa. Juga, mencegah mereka dari perbuatan zalim dengan cara yang baik.Terakhir, nasihat untuk manusia pada umumnya. Maksudnya adalah dengan mengajak kepada kebaikan, menutup aib mereka, dan tidak berbuat &lt;em&gt;ghibah&lt;/em&gt; (menggunjing) kepada sesama manusia. &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-1320612104275264737?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/1320612104275264737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=1320612104275264737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1320612104275264737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1320612104275264737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/11/agama-adalah-nasihat.html' title='Agama adalah Nasihat'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-3318398094295886991</id><published>2008-11-11T17:20:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T17:21:46.380-08:00</updated><title type='text'>Makna Ritualitas Haji</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="reporter"&gt;&lt;div class="box_share"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--      &lt;table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0"&gt;                    &lt;tr&gt;        &lt;td&gt;         &lt;div align="center"&gt;                  &lt;/div&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td valign="top"&gt;&lt;a href="#"&gt;SHARE&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;              &lt;tr&gt;        &lt;td&gt;         &lt;div align="center"&gt;                  &lt;/div&gt;        &lt;/td&gt;        &lt;td valign="top"&gt;&lt;a href="#"&gt;RSS&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;             &lt;/table&gt;  --&gt;                                    &lt;/div&gt;             &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;!-- reporter end--&gt;&lt;!-- contents lainnya start--&gt;                           &lt;!-- lainnya dalem start--&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="image_detail"&gt;     &lt;img alt="Makna Ritualitas Haji " style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2008/11/20081111144524.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="detail_news_text" class=""&gt;     &lt;p&gt;Haji, menurut Wahbah Zuhaeli dalam bukunya Al-Fiqh al-Islam wa Adillatuh, berarti mengunjungi Kabah untuk melaksanakan beberapa perbuatan tertentu, di tempat-tempat tertentu, dan dalam waktu tertentu pula. Kegiatan ibadah itu dengan sendirinya mengandung makna ritualitas yang sangat tinggi baik dari segi simbol, sejarah, maupun sosiologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Syari'ati, salah seorang pemikir kontemporer Islam, dalam bukunya Hajj, telah mengulas secara detail makna ritualitas haji. Tulisan berikut ini ingin mengemukakan percikan pemikirannya mengenai makna ritualitas haji dari aspek ibadah: ihram, tawaf, sai, dan wukuf. Ihram adalah tahap mulai niat mengerjakan haji dengan mengenakan dua helai pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ali Syari'ati, pakaian adalah lambang status yang dapat memicu sikap diskriminasi, keakuan, dan egois. Pakaian telah memecah belah anak-anak Adam, karena itu, kata Ali Syari'ati, pakaian model ibadah ihram bukanlah penghinaan tetapi penggambaran kualitas manusia di hadapan Tuhan. Pakaian ihram, lanjutnya, telah menuntun manusia untuk mengubur pandangan yang mengukur keunggulan karena kelas, kedudukan, dan ras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang tawaf merupakan kegiatan ibadah mengelilingi Kabah. Di hadapan Kabah yang berbentuk kubus ini, kata Ali Syari'ati, para pelaku tawaf akan merenungkan keunikan Kabah yang menghadap ke segala arah, yang melambangkan universalitas dan kemutlakan Tuhan; suatu sifat Tuhan yang tidak berpihak tetapi merahmati seluruh alam (Q. S. 106: 21). Dengan tawaf, umat manusia dididik aktif bergaul menjaring komunikasi dengan Tuhan dan antarmanusia (Q. S. 112: 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tentang sai, Ali Syari'ati melambangkan ibadah ini dengan kegigihan dan keperkasaan manusia dalam menempuh perjuangan hidup. Sai yang merupakan rekonstruksi peristiwa Siti Hajar mencari air Zamzam dari Bukit Shafa menuju Marwa, merupakan lambang figur manusia yang berjuang dari niat yang tulus (shafa), tanpa patah semangat mencapai tujuan (marwa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, setiap calon haji harus wukuf di Arafah. Arafah merupakan sebuah padang yang luas. Di tempat ini manusia singgah sebentar (wukuf). Lalu bermalam (mabit) di Muzdalifah dan tinggal di Mina. Arafah berarti pengetahuan dan Mina artinya cinta. Setelah wukuf di Arafah, para jamaah menuju ke Muzdalifah untuk mabit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wukuf dilakukan pada siang hari, sementara mabit pada malam hari. Siang, demikian Syari'ati, melambangkan sebuah hubungan objektif ide-ide dengan fakta yang ada, sedangkan malam melambangkan tahap kesadaran diri dengan lebih banyak melakukan konsentrasi di keheningan malam. Kemudian di Mina, jamaah melempar Jumrah. Ini merupakan lambang perlawanan manusia melawan penindasan dan kebiadaban. Demikianlah makna ritualitas haji yang penuh dengan simbol kejuangan hidup manusia. Semoga para jamaah haji dapat menangkap makna simbol-simbol itu dan merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. - &lt;strong&gt;ah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-3318398094295886991?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/3318398094295886991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=3318398094295886991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3318398094295886991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3318398094295886991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/11/makna-ritualitas-haji.html' title='Makna Ritualitas Haji'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-8325928839830236815</id><published>2008-10-30T02:54:00.000-07:00</published><updated>2008-10-30T02:55:13.642-07:00</updated><title type='text'>Kenikmatan yang Menipu</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: &lt;/strong&gt;Dede Sulaeman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda, ''Ada dua nikmat di mana manusia banyak tertipu karenanya, yaitu nikmat kesehatan dan kesempatan.'' (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan manusia mencintai dunia telah diungkapkan dengan sangat baik dalam Alquran. Bahwa, manusia memiliki kecenderungan pada kesenangan terhadap perempuan, anak, dan perangkat fisik lainnya. Hal ini tidak dilarang. Manusia hanya diperintahkan menjaganya agar tidak berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kenyataan menggambarkan bahwa manusia kebanyakan tidak bisa menahan untuk selalu berlebihan. Ramadhan yang lalu, kita bisa mengamati bagaimana budaya konsumtif memenuhi ruang bulan suci tersebut.Mulai hari pertama puasa, orang-orang sibuk menyiapkan makanan yang enak, lebih enak dari bulan biasa. Semua makanan disiapkan, bahkan berlebih. Akibatnya, kadang-kadang, tidak termakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pasar tiba-tiba menaikkan harga begitu tinggi. Namun, pembeli tetap saja banyak dan berbelanja secara berlebihan. Hal itu jelas bukanlah kegiatan yang diajarkan Rasulullah SAW untuk bersikap wajar, seimbang antara ibadah dan kesenangan dunia.Banyak hal menunjukkan bahwa manusia tidak bisa menahan untuk tak berlebihan. Padahal, berlebihan itu memiliki garis kedekatan dengan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sikap waspada sangat penting. Waspada menjadi kunci supaya kita terhindar dari kesalahan yang sering tidak disadari. Hadis yang ditampilkan dalam pembuka tulisan ini menjadi sangat relevan untuk menjawab persoalan tersebut.Sekilas, kita akan mengerti bahwa setiap orang sering tidak mensyukuri nikmat. Ketika sehat, orang lupa pada sakit. Begitupun kesempatan. Saat orang memiliki banyak waktu untuk melakukan kebaikan, saat itu pula ia berniat menangguhkannya. Padahal, Allah SWT kapan pun bisa mengambil hidup manusia di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kenikmatan berupa kesehatan, kesempatan, kedudukan, dan kenikmatan lain yang sering melenakan manusia harus diwaspadai supaya tidak terjebak pada sikap menyia-nyiakan nikmat. Dengan itu, kita bisa menjadi manusia yang dicintai Allah SWT karena mengikuti petunjuk-Nya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; (-)     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-8325928839830236815?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/8325928839830236815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=8325928839830236815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/8325928839830236815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/8325928839830236815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/10/kenikmatan-yang-menipu.html' title='Kenikmatan yang Menipu'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-6174034037206838030</id><published>2008-10-27T00:13:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T00:14:22.461-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Akhir Kemiskinan</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh: &lt;strong&gt;Zaim Uchrowi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal pekan ini, saya ke Bengkulu Utara. Sebuah perjalanan yang membuat saya sempat membaca buku &lt;em&gt;An End To Poverty?&lt;/em&gt; yang sudah lama tergeletak di kamar. Buku yang ditulis Gareth Stedman Jones ini mengangkat sebuah debat kesejarahan: bagaimana mengatasi kemiskinan? Latar belakangnya adalah Eropa di akhir Abad ke-18. Pada masa itu, kemiskinan masih menguasai kawasan tersebut walau kemajuan mulai melesat setelah berlangsung gerakan Pencerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renaisans. Adalah Revolusi Prancis dan Revolusi Amerika yang dipandang sebagai titik mula pengakhiran kemiskinan. Itulah saat berkembang keyakinan untuk mewujudkan dunia yang terbebas dari kesulitan ekonomi yang serius. Dunia yang membuat ketidakberuntungan tak akan berkembang menjadi kemiskinan mendalam. Pemikiran Antoine Nicolas de Condorcet dan Tom Paine menjadi bahasan utama buku ini. Juga, perdebatan yang mengiringinya. Pemikiran itu tampaknya cukup penting untuk ikut berkontribusi dalam membangun Barat yang relatif bebas dari kemiskinan sekarang. Pemikiran serius yang mungkin belum pernah ada di kalangan umat, juga di masyarakat Nusantara ini, dalam beberapa abad terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu menikmati perjalanan darat di daerah. Perjalanan begitu memungkinkan melihat dari dekat kehidupan masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya. Perjalanan yang biasanya akan membuat saya lebih banyak mengatupkan bibir. Sedih melihat kehidupan masyarakat ini. Itu yang hampir selalu saya dapatkan di berbagai perjalanan. Itu pula yang saya dapatkan di Bengkulu. Wajah kemiskinan begitu terasa. Saya meyakini gerakan pembangunan kependudukan dan lingkungan yang serentak akan menjadi kunci keberhasilan kita keluar dari kemiskinan. Namun, kenyataan di masyarakat selalu menunjukkan bahwa justru pembangunan kependudukan dan lingkungan itu yang paling terabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan terpadu kependudukan dan lingkungan praktis tak terakomodasi oleh sistem politik, birokrasi, bahkan oleh sistem keagamaan yang berjalan. Dengan kondisi kependudukan dan lingkungan demikian, bagaimana cara Indonesia terbebas dari kemiskinan? Itu yang berkecamuk di pikiran saya hingga kemudian saya tiba di Laiz, kota kecamatan tempat seremoni penyerahan bantuan BUMN Peduli pada korban gempa Bengkulu. Di situ, saya bertemu Pak Syamlan, wakil gubernur Bengkulu, dan Pak Imron, bupati Bengkulu Utara, yang memberi kabar baik. Yakni, petani setempat selama beberapa tahun terakhir ini hidup makmur berkat kebun sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikit keluarga petani yang punya empat sampai lima motor, bahkan mobil. "TV-nya besar-besar dan semua punya VCD," kata Pak Syamlan. Kulkas dan pembangkit listrik sudah menjadi bagian kehidupan mereka. Tapi, saat ini, mereka tengah terperangah. Batuknya ekonomi di Amerika ternyata menjadi 'gempa' di perkebunan rakyat yang selama ini aman, tenteram, dan sejahtera. Harga sawit yang semula Rp 1500 terpangkas menjadi Rp 350, bahkan Rp 270 per kg. Harga pupuk melayang tinggi. Itu pun pupuknya tidak ada. Para petani menjerit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi tiba-tiba ambruk, sedangkan umumnya mereka tak punya tabungan. Hasil panennya selama ini lebih banyak dibelanjakan untuk barang-barang konsumtif itu, bukan buat ditabung. Berbagai perkiraan meyakini bahwa akan sangat banyak masyarakat yang segera jatuh miskin kembali akibat krisis global sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terdiam. Sistem ekonomi yang sangat kapitalistik dengan permainan keuangannya (termasuk melalui bursa komoditas) memang menjadi biang kehancuran semua ini. Tetapi, terbukti pula bahwa mentalitas masyarakat juga punya andil besar dalam memiskinkan bangsa dan umat ini. Kemiskinan bukan semata persoalan ekonomi yang akan selesai dengan kucuran bantuan, bahkan juga dengan zakat. Lebih dari itu, kemiskinan juga persoalan kualitas kependudukan yang terkait dengan kualitas iman, mentalitas, serta kualitas pengetahuan dan keterampilan hidup. Sedangkan, kualitas kependudukan akan selalu kait-mengait dan tak dapat dipisahkan dengan penataan lingkungan yang mencakup tata wilayah, tata kota, sistem pemukiman, penghijauan, air dan kali bersih, udara segar, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pandangan de Condorcet dan Paine, saya meyakini bahwa kemiskinan tak cukup diatasi dengan redistribusi ekonomi. Kemiskinan juga perlu diatasi dengan pendidikan karakter (seperti yang sekarang diperjuangkan Bu Ratna Megawangi). Juga, dengan membangun kemerdekaan spiritualitas. Akses pada pendidikan bagus serta kemerdekaan spiritualitas itu yang masih jauh untuk dapat sepenuhnya terwujud. Itu berarti kita masih memerlukan proses panjang untuk dapat melihat sebuah akhir kemiskinan di bangsa besar ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; (-)     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-6174034037206838030?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/6174034037206838030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=6174034037206838030' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6174034037206838030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6174034037206838030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/10/sebuah-akhir-kemiskinan.html' title='Sebuah Akhir Kemiskinan'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-7145280834822725876</id><published>2008-10-24T20:38:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T20:39:41.303-07:00</updated><title type='text'>Khadijah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh: &lt;strong&gt;Erwan Roihan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah binti Khuwailid menenangkan kegelisahan suaminya, Muhammad SAW, manakala menerima wahyu pertama di gua Hira`. Saat itu, Muhammad mengalami ketakutan karena didekap oleh Malaikat Jibril dan disuruh membaca, padahal beliau tidak dapat membaca. Muhammad pulang dengan membawa ketakutan seraya meminta Khadijah untuk menyelimutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah menghibur suaminya tercinta seraya berkata, ''Sekali-kali tidak. Demi Allah. Allah tidak akan menghinakan engkau selamanya. Sesungguhnya engkau selalu menyambung hubungan keluarga, engkau memikul beban tanggungan orang lain, engkau mengusahakan kerja bagi para penganggur, engkau memuliakan tamu, dan engkau juga mengerjakan berbagai kebaikan.'' (Shahih Al-Bukhari 1/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad SAW adalah lelaki terbaik sepanjang zaman dan manusia yang paling bertakwa kepada Allah. Walau demikian, beliau adalah manusia biasa yang mungkin saja mengalami ketakutan. Pada saat itulah, peran seorang istri shalihah sangat diperlukan di dalam menstabilkan keguncangan psikis yang dialami sang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah adalah istri teladan. Dia adalah wanita yang menafkahkan dirinya dan hartanya untuk perjuangan Islam. Dia senantiasa setia menemani suaminya dalam segala keadaan, bahkan dalam kondisi tersulit sekalipun. Pantaslah bila Nabi SAW merasa sangat kehilangan ketika Khadijah wafat, dan beliau terus mengenang istrinya itu sepanjang hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah adalah gambaran keteladanan seorang istri. Ia mendampingi suaminya dalam usaha untuk meraih surga, dan mereka berdua berhasil meraihnya. Khadijah mendorong suaminya untuk bangkit berdakwah, manakala sang suami mengalami ''trauma psikologis'' saat menerima wahyu pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menghargai peran serta Khadijah di dalam perjuangan Islam. Sebuah rumah di surga telah disediakan untuk Khadijah, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadis. ''Nabi SAW memberi kabar gembira kepada Khadijah berupa rumah yang terbuat dari permata, tiada suara bising di sana, dan tiada pula keletihan.'' (Shahih Al-Bukhari 12/188, hadis no. 3535).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para istri, mari berkaca lagi. Sudahkan Khadijah ada dalam jiwa kita? Sudahkan kita menjadi Khadijah bagi suami kita? Ataukah kita masih menjadi istri yang berdiri di samping suami tapi tidak mampu menenangkan kegelisahan suami dan justru menjadi sebab kegelisahan suami?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-7145280834822725876?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/7145280834822725876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=7145280834822725876' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/7145280834822725876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/7145280834822725876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/10/khadijah.html' title='Khadijah'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-2187208614351418727</id><published>2008-10-20T07:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T07:46:45.116-07:00</updated><title type='text'>Wallahu A'lam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Oleh: &lt;strong&gt;Ahmad Syaikhu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Wahai manusia, siapa yang mengetahui akan suatu (ilmu), maka berkatalah dengannya. Dan, siapa yang tidak mengetahui (ilmunya), maka berkatalah &lt;em&gt;wallahu a'lam&lt;/em&gt; karena sesungguhnya jawaban yang demikian adalah bagian dari ilmu. Allah berfirman pada Rasul-Nya, 'Katakanlah (hai Muhammad) Aku tidak akan meminta upah sedikit pun atas dakwah-Ku dan bukanlah Aku termasuk orang yang mengada-adakan'.'' (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah suatu hal yang lazim dilakukan oleh manusia, entah disadari atau tidak, malu atau gengsi untuk berkata 'tidak tahu', jika ditanyai akan suatu permasalahan. Bahkan, tidak jarang untuk menutupi ketidaktahuannya, seseorang berkata dusta. Padahal, dengan demikian, ia telah menzalimi orang yang bertanya dan secara tidak langsung ia juga telah membohongi diri. Bukankah Allah sangat tidak suka pada manusia yang berbicara tanpa pengetahuan? (lihat QS Albaqarah [2]: 80).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas dengan tegas menjelaskan dua sikap arif yang selayaknya dilakukan manusia saat bermuamalah. Pertama, berkata dengan ilmu. Maksudnya, manusia itu bersikap tidak enggan atau sungkan, apalagi malu, ketika mengungkapkan pendapat atas sebuah permasalahan yang diketahui atau mengetahui ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, anjuran untuk berkata &lt;em&gt;wallahu a'lam&lt;/em&gt; pada permasalahan yang tidak diketahui. Karena, sesungguhnya, berkata &lt;em&gt;wallahu a'lam&lt;/em&gt; adalah sebuah ungkapan yang keluar dari lisan seorang yang memiliki pengetahuan.&lt;br /&gt;Lebih tegas, Allah berfirman dalam QS Shaad ayat 86, ''Katakanlah (hai Muhammad), Aku tidak akan meminta upah sedikit pun atas dakwah-Ku dan bukanlah Aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.'' Maksudnya, Allah tidak akan memberikan beban pada urusan-urusan yang tidak diketahui oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Allah dan Rasul-Nya mengajari kita. Tidaklah heran jika dalam riwayat lain, Rasul bersabda, ''Maka, hendaknya kalian berkata baik atau lebih baik diam (dibandingkan berkata yang tidak baik).'' (Alhadis).&lt;br /&gt;Sejatinya, berkata tidak tahu, terlebih &lt;em&gt;wallahu a'lam&lt;/em&gt;, tidaklah akan mengurangi martabat dan ilmu yang dimiliki. Sebaliknya, bersikap &lt;em&gt;sok&lt;/em&gt; tahu bukan hanya menjerumuskan orang lain, tapi juga menistakan diri. &lt;em&gt;Wallahu a'lam&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-2187208614351418727?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/2187208614351418727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=2187208614351418727' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2187208614351418727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2187208614351418727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/10/wallahu-alam.html' title='Wallahu A&apos;lam'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-1519977440087124861</id><published>2008-10-16T20:33:00.000-07:00</published><updated>2008-10-16T20:35:02.352-07:00</updated><title type='text'>Masjidku Rumahku</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh &lt;/strong&gt;Ali Farkhan Tsani&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan perasaan cinta yang mendalam kepada sahabatnya, suatu ketika Abu Darda menulis surat kepada sahabatnya, Salman Al-Faris. Isi suratnya antara lain berbunyi, ''Wahai Saudaraku, pergunakanlah masa hidupmu untuk kepentingan ibadah, sebelum tiba bencana yang menyebabkanmu tidak dapat beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudaraku, jadikanlah masjid bagaikan rumahmu. Sebab, Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Masjid itu sebagai rumah bagi orang yang bertakwa'. Allah telah menjamin bagi orang-orang yang menjadikan masjid sebagai rumahnya dengan kelapangan hati, kesenangan, kepuasan, kemudahan menyeberangi jembatan, selamat dari api neraka, dan segera menuju keridhaan Allah SWT.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan masjid sebagai rumah tampak terasa pada hari-hari selama bulan Ramadhan. Terutama sekali pada waktu malam hari, di mana kebanyakan umat Islam memakmurkan masjid dengan buka bersama, shalat berjamaah, shalat tarawih, taklim, tadarus Alquran, hingga beriktikaf pada sepuluh hari terakhir di dalamnya. Lepas Ramadhan, masjid kembali sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang menjadikan masjid bagaikan rumahnya, yang selalu menambatkan jiwanya ke masjid, rindu melaksanakan ibadah berlama-lama di dalam masjid, dan berusaha menyucikan dirinya dari daki-daki dosa. Allah berkata di dalam kalam suci-Nya, ''Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya, ada orang-orang yang ingin membersihkan diri.'' (QS Attaubah [9]: 108).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan masjid sebagai rumah, bukan sebatas mendatanginya secara fisik. Tetapi, lebih jauh dari itu, selalu membawa hakikat masjid, yakni tempat bersujud, dalam setiap derap dan langkah kehidupan. Artinya, ke manapun kita pergi, di manapun kita berada, dalam keadaaan dan cuaca bagaimanapun, serta serumit apa pun masalah yang kita hadapi, hendaklah jangan lupa selalu kita memohon petunjuk-Nya, meminta perlindungan, mengharap pertolongan-Nya, seraya bersujud takluk pada syariat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan demikian, Allah pun berkenan memanjakan kita hamba-hamba-Nya yang cinta masjid dengan melipatgandakan ganjaran kebaikan, mewangikan bau mulut kita kelak dengan minyak kesturi, menghapuskan dosa-dosa kita yang telah lalu, serta menyediakan pintu khusus Ar-Rayaan untuk masuk ke dalam surga-Nya. Amin.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-1519977440087124861?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/1519977440087124861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=1519977440087124861' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1519977440087124861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1519977440087124861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/10/masjidku-rumahku.html' title='Masjidku Rumahku'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-3857831723369229957</id><published>2008-10-08T17:54:00.000-07:00</published><updated>2008-10-08T17:56:15.888-07:00</updated><title type='text'>Minal Aidin </title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  	 	&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh: &lt;strong&gt;M Bambang Edi Susyanto&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Minal 'aidin wal-faizin&lt;/em&gt; adalah untaian kalimat yang sangat populer di sekitar Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat Muslim Indonesia mengucapkan kalimat tersebut dalam perjumpaan sekitar masa Lebaran. Ungkapan ini jauh lebih populer daripada doa Lebaran yang lebih standar, yakni &lt;em&gt;taqobbalallahu minnaa wa-minkum&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa, arti &lt;em&gt;minal 'aidin wal-faizin&lt;/em&gt; adalah "dari (golongan) orang-orang yang kembali dan yang mendapat keuntungan". Jadi, sebenarnya ia merupakan penggalan doa yang kalimat lengkapnya adalah sebagai berikut: "Semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai bagian dari (golongan) orang-orang yang kembali (&lt;em&gt;al-'aa idun&lt;/em&gt;) dan yang mendapat kemenangan (&lt;em&gt;al-faaizuun&lt;/em&gt;)". Dalam bahasa Arab, doa ini dapat dilafalkan sebagai berikut: &lt;em&gt;Ja'alanallahu wa iyyaakum minal 'aidin wal-faizin&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan &lt;i&gt;minal 'aidin&lt;i&gt; menggambarkan keinginan kita agar dijadikan Allah sebagai bagian dari orang-orang yang kembali kepada fitrah, bukan sekadar kembali makan (&lt;em&gt;ifthar&lt;/em&gt; atau buka) setelah berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ungkapan &lt;em&gt;wal-faizin&lt;/em&gt; mewakili harapan kita untuk menjadi pemenang atau mendapat kemenangan hakiki, yang berkaitan dengan keberhasilan proses penggemblengan selama Ramadhan yang merupakan bulan bakti (bulan amal salih) sekaligus bulan pendidikan (tarbiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menggambarkan keberhasilan puasa sebagai kembalinya sang pelaku kepada sifat-sifat fitri seorang bayi yang baru dilahirkan. Kembalinya fitrah ini dapat dikaitkan dengan bersihnya hati dari dosa karena amal salih selama Ramadhan dijanjikan akan menutup dosa pelakunya sebagaimana disabdakan Rasul. Kembali kepada fitrah juga dapat dikaitkan dengan kokohnya tauhid sebagaimana kokohnya jawaban kita atas pertanyaan Allah di saat kita belum dilahirkan, &lt;em&gt;alastu birobbikum?&lt;/em&gt; (apakah engkau akui bahwa Aku Rabbmu?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kemenangan, dapat dihubungkan dengan berbagai jenis kemenangan hakiki sebagaimana disebut dalam Alquran. Di antaranya, derajat yang tinggi di sisi Allah (QS At-Taubah [9]:20), ridha Allah (QS At- Taubah [9]:72), surga (QS At-Taubah [9]: 100), dan karunia dari Allah (QS Ad-Dukhaan [44]: 57). Kemenangan juga dikaitkan dengan sifat-sifat baik, yang dikembangkan selama Ramadhan. Yakni, ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya (QS Al-Ahzab [33]:71), kesabaran (QS Al-Mu'minun [23]: 111), serta takut dan ketakwaan kepada Allah (QS An-Nur [24]: 52).&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-3857831723369229957?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/3857831723369229957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=3857831723369229957' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3857831723369229957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3857831723369229957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/10/minal-aidin.html' title='Minal Aidin '/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-9030829000420750122</id><published>2008-10-07T04:16:00.000-07:00</published><updated>2008-10-07T04:18:44.953-07:00</updated><title type='text'>Malu </title><content type='html'>  	 	&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:78%;" &gt;Imam Syarifuddin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Malu adalah sifat yang dipuji oleh semua makhluk, tidak terkecuali hewan. Karena, semua makhluk, khususnya manusia, tidak mau atau benci kalau dikatakan tidak bermoral, tidak beradab, aibnya diketahui orang, dan sebagainya. Malu adalah fitrah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, malu adalah salah satu ciri keistimewaan akhlak Islam. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, ''Sesungguhnya, setiap agama memiliki keistimewaan akhlak. Dan, keistimewaan akhlak Islam adalah malu.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dalam hadis lain, Nabi bersabda, ''Malu adalah sebagian daripada iman.'' Artinya, tidak sempurna iman seseorang kalau dia tidak memiliki sifat malu. Dan, Abu Na'im dalam kitab &lt;i&gt;Mukhtarul Ahadist&lt;i&gt; meriwayatkan bahwa Nabi bersabda, ''Malu dan iman keduanya selalu berbarengan. Apabila salah satu di antaranya lenyap, yang lainnya pun akan lenyap pula.'' Karena, ''Malu tidak mendatangkan, kecuali kebaikan.'' (HR Syaikhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman dalam Islam memiliki tiga komponen yang saling berkaitan erat, tidak dapat dipisahkan, yaitu keyakinan, ikrar, dan amal perbuatan.&lt;br /&gt;Apabila rasa malu hilang, seluruh kebaikan pun akan lenyap. Kalau kebaikan lenyap, apa yang dapat kita harapkan dari kehidupan dunia ini? Dan, yang harus kita waspadai adalah hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam kitab &lt;em&gt;Fitan&lt;/em&gt;, ''Sesungguhnya, Allah apabila ingin menghukum hamba-Nya, salah satu tandanya adalah hilangnya rasa malu.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dalam hidup bermasyarakat dan bernegara, kita harus memupuk rasa malu agar kebahagiaan, ketenteraman, dan keamanan dapat terwujud. Semua komponen masyarakat harus terlibat, baik pemimpin, cendekiawan, ulama, maupun rakyat. Karena, semua komponen saling memiliki ketergantungan. Malu bila mencuri hak rakyat, malu bila tidak bisa berbuat maksimal untuk kemaslahatan rakyat, malu bila menerima gratifikasi dalam ''baju'' parsel, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama atau cendekiawan yang berfungsi sebagai penengah juga harus berbekal malu yang banyak. Malu bila mau diperalat penguasa, malu bila tidak bisa memberikan masukan yang positif bagi rakyat, dan malu bila menyembunyikan ilmu yang dimiliki. Semoga Allah SWT selalu menuntun, membimbing, dan melindungi pemimpin, ulama, dan rakyat negeri ini. &lt;em&gt;Amin Ya Rabbal Alamin&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-9030829000420750122?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/9030829000420750122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=9030829000420750122' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/9030829000420750122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/9030829000420750122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/10/malu.html' title='Malu '/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-7754100829820652374</id><published>2008-10-05T02:34:00.000-07:00</published><updated>2008-10-05T02:36:19.901-07:00</updated><title type='text'>Sedih dan Bahagia di Hari Raya</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Muh Ghafur Wibowo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dosen Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah melimpahkan berbagai perasaan di dalam hati manusia sebagai respons atas segala sesuatu yang dialami atau dirasakannya. Ada perasaan gembira, marah, benci, sayang, bahkan juga sedih dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hikmah terbesar dari adanya berbagai macam perasaan tersebut adalah agar manusia merasakan dan mengakui kebesaran Allah Yang Maha Agung. Dua macam perasaan yang sering menghinggapi manusia di dalam hari-harinya adalah sedih dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih (&lt;em&gt;al-hazanu&lt;/em&gt;) muncul dari sesuatu yang tidak diinginkan, tidak disukai, tidak disenangi, atau rasa benci di dalam hati (Yamin, 2008). Adapun bahagia (&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;as-sa’aadah&lt;/em&gt;) sebaliknya muncul dari sesuatu yang diinginkan, yang disukai, atau yang disenangi oleh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua perasaan tersebut dapat muncul karena hal-hal yang bersifat material (misalnya harta benda) maupun nonmaterial (termasuk spiritual). Ketika bulan Ramadhan berlalu digantikan oleh bulan Syawal (Hari Raya Idul Fitri), perasaan apa yang berkecamuk di dalam hati seorang Muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah ia bersedih hati ditinggalkan Ramadhan ataukah ia berbahagia karena kepergiannya? Kedua perasaan ini bisa saja hadir bersamaan, bisa pula hadir secara sendirian, tergantung pada pemahaman dan cara pandang yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sedih di hari raya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagi hamba yang paham betul tentang berbagai keutamaan bulan Ramadhan, maka pasti kepergiannya menyebabkan kesedihan yang teramat sangat. Bagaikan seorang ayah dan ibu yang akan ditinggal pergi oleh anaknya merantau ke tempat yang jauh dalam waktu yang sangat lama. Muncullah pertanyaan, masihkah akan bertemu kembali suatu saat nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan pelipatgandaan pahala amal ibadah yang tidak ditemui di bulan-bulan lain. Bulan Ramadhan adalah &lt;em&gt;sayyidusy syuhuur&lt;/em&gt; atau rajanya bulan. Berpisah dengannya tentu merupakan sebuah kehilangan yang teramat besar, mengingat tak ada yang bisa memastikan tahun depan masih bertemu kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat Rasulullah SAW dahulu justru sangat bersedih ketika Ramadhan akan segera berakhir. Seperti sabdanya sebagaimana dituturkan oleh Ibnu Mas’ud: Sekiranya para hamba (kaum Muslim) mengetahui kebajikan-kebajikan yang dikandung bulan Ramadhan, niscaya umatku mengharapkan Ramadhan terus ada sepanjang tahun. (HR Abu Ya’la, ath-Thabrani, dan ad-Dailami). Pada detik-detik terakhir menjelang usainya Ramadhan, mereka merasakan kesedihan mendalam karena harus berpisah dengan bulan mulia itu. Bahkan, sebagian mereka menangis karena akan berpisah dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan Rasul dan sahabat juga muncul karena kekhawatiran jika amal-amal mereka selama Ramadhan tidak diterima oleh Allah. Mereka lebih mementingkan aspek diterimanya amal daripada bentuk amal itu sendiri. Mereka memahami bahwa Allah hanya akan menerima setiap amal kebaikan dari hamba-hamba-Nya yang bertakwa (QS [5]:27). Yakinkah kita termasuk hamba-Nya yang benar-benar bertakwa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, mereka berdoa (memohon kepada Allah) selama enam bulan agar dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan, kemudian berdoa lagi selama enam bulan berikutnya agar semua amalnya diterima. Jangan sampai mereka termasuk orang-orang yang disebutkan Rasulullah: "Betapa hina seseorang jika Ramadhan datang, kemudian pergi, sedangkan ia belum diberi ampunan." (HR at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bahagia di hari fitri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kebalikan dari perasaan sedih, rasa bahagia muncul ketika ada sesuatu yang diinginkan, yang disukai, atau yang disenangi di dalam hati. Kebahagiaan yang dirasakan seorang Muslim ketika ia menjumpai Idul Fitri adalah karena keyakinan akan balasan Allah SWT atas orang-orang yang bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh keberadaan ampunan dan pembebasan dari api neraka itu tergantung kepada puasa Ramadhan dan pelaksanaan shalat di dalamnya. Maka di kala hari raya tiba, Allah memerintahkan hamba-Nya agar bertakbir dan bersyukur atas segala nikmat yang telah dianugerahkan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai nikmat Ramadhan yang diterima di antaranya adalah kemudahan dalam pelaksanaan ibadah puasa, ampunan atas segala dosa dan pembebasan dari api neraka. Karena itu, sudah selayaknya setiap hamba memperbanyak dzikir, takbir, dan bersyukur kepada Tuhannya serta selalu bertakwa kepada-Nya dengan sebenar-benar ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur. (QS Albaqarah:185).Jadi, kebahagiaan yang dirasakan seorang Muslim di hari Lebaran bukanlah karena pakaian baru, rumah tertata, atau mobil mengkilap. Kebahagiaan yang hakiki di hari raya ini adalah karena diraihnya berbagai keutamaan Ramadhan yang telah Allah janjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan muncul karena kemenangan yang diraih atas peperangan melawan hawa nafsu dan godaan setan selama Ramadhan. Hal tersebut sesuai dengan apa yang dipesankan Imam Syafi’I: Idul Fitri bukanlah diperuntukkan bagi orang yang mengenakan sesuatu yang serbabaru, tetapi dipersembahkan bagi orang yang ketaatannya bertambah. Dengan demikian, aneh rasanya jika ada orang yang tidak melaksanakan berbagai ibadah di bulan Ramadhan, tetapi ia paling semangat dalam merayakan Idul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan dan kesedihan merupakan urusan hati. Ini karena hati merupakan pusat kesadaran manusia (Khalil, 2007) sehingga guncangan dalam hati dapat memengaruhi keseimbangan emosional manusia. Sebagai jawabannya, guncangan dalam hati hanya bisa ditenangkan melalui kedekatan pada Allah Yang Maha Tenang. Karenanya, sangat penting bagi setiap Muslim untuk kembali merenungkan hakikat Idul Fitri agar bisa menghadirkan rasa sedih dan bahagia di hari raya secara proporsional.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-7754100829820652374?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/7754100829820652374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=7754100829820652374' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/7754100829820652374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/7754100829820652374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/10/sedih-dan-bahagia-di-hari-raya.html' title='Sedih dan Bahagia di Hari Raya'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-5983630249551682319</id><published>2008-10-05T02:32:00.000-07:00</published><updated>2008-10-05T02:33:38.709-07:00</updated><title type='text'>Mewujudkan Pesan Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sahidah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kandidat Doktor Kajian Peradaban Islam&lt;br /&gt;pada Universitas Sains Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah puasa lazimnya digenapi dengan perayaan Idul Fitri, sebagai peristiwa kembali ke fitrah manusia. Sebuah momentum yang menggambarkan hakikat manusia sebagai citra Allah (Imago Dei). Dalam keadaan seperti ini, manusia siap menerima kebajikan dan kebenaran. Sayangnya, di dalam perjalanan hidupnya, manusia berhadapan dengan banyak godaan dan segera terjerembab dalam kebingungan eksistensial. Dalam keadaan seperti ini, mereka mengakrabi keliaran karena keteraturan tidak lagi dianggap sebagai patokan dan pedoman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa sejatinya mengajarkan pengamalnya sebagai pembiasaan dan pelaziman untuk menaati hukum alam, bahwa manusia mempunyai keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan fisik. Mereka tidak lagi leluasa memuaskan nafsu makan dan minum karena tubuh harus diberi kesempatan untuk mencerna. Pesan moral lain dari perbuatan menahan diri ini adalah adanya kemungkinan terciptanya sebuah tindakan komunikatif yang direkomendasikan oleh Jurgen Habermas, filsuf Jerman, di mana dalam sebuah percakapan mensyaratkan peserta menunda idealisme untuk mencapai konsensus minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakmampuan menahan diri hanya melahirkan kesemrawutan karena ego manusia cenderung berlomba untuk menindas liyan. Contoh paling sederhana adalah keengganan pemakai kendaraan untuk tertib di jalan raya yang sebenarnya buah dari ketidaksabaran. Dengan menunda hasrat dan keinginan individu, hubungan manusia akan lebih sehat karena memberikan peluang anggota masyarakat mengaktualisasikan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pengistirahatan tubuh juga memberikan kesempatan pada pemenuhan keperluan manusia yang kerap diabaikan, yaitu spiritual atau batin. Di sinilah orang tidak lagi diperbudak oleh nafsu badaniah yang tidak ada batas, sementara asupan batin tidak pernah aus oleh kebajikan, tafakur dan kesalehan. Dengan keberhasilan menahan makan selama sebulan yang bisa diukur secara kasat mata, maka tantangan lain yang perlu dilakukan individu adalah mengontrol perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jalan menuju Tuhan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dinyatakan dalam Alquran bahwa dengan berpuasa diharapkan kaum Muslim bertakwa. Artinya, keberhasilan puasa diperlihatkan dengan pencapaian takwa, yang berarti mengimani yang ghaib (Tuhan, malaikat, jin), selalu menunaikan shalat, bersikap dermawan, memercayai apa yang telah diturunkan pada nabi sebelumnya serta alam akhirat atau eskatologi (Albaqarah: 3-4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, di luar Ramadhan, kaum Muslim meyakini Tuhan sebagai perhatian tertinggi (&lt;em&gt;the ultimate concern&lt;/em&gt;). Oleh karena itu, dalam seluruh tindak tanduknya dia akan mewujudkan tindakan yang sejalan dengan kehendak Tuhan, bukan karena kepentingan pribadi semata-mata. Jika sebelumnya sembahyangnya alpa, maka keberterimaan puasa diukur dari keajekan mereka menunaikan shalat. Lebih dari itu, sikap spiritual ini juga diikuti dengan kepedulian sosial, menerima perbedaan dan eksistensi dunia setelah mati. Implikasi dari keteguhan memercayai dan mengamalkan semua di atas mengantarkan seseorang pada keikhlasan menjalani hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan dunia eskatologi, Fazlur Rahman dalam &lt;em&gt;Major Themes of the Qur'an&lt;/em&gt; memberikan tafsir yang berlawanan dengan pemahaman kebanyakan yang menegaskan bahwa akhirat adalah kenikmatan surga dan neraka. Bagi sarjana neomodernis ini, kepercayaan pada akhirat adalah apabila pada satu detik manusia digoncangkan ke dalam kesadaran unik dan tidak pernah terjadi sebelumnya tentang perbuatannya. Gagasan dasar dari akhirat adalah agar manusia tidak larut dengan kepentingan-kepentingan sesaat dan senantiasa melanggar hukum moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takwa, seperti dalam Alhujurat: 13, sekaligus menjadi penanda pengakuan terhadap nilai-nilai humanisme universal karena manusia tidak dilihat dari kedudukan sosial, etnik atau bangsa. Dengan jelas, Alquran menekankan kesetaraan manusia sehingga memungkinkan terciptanya hubungan manusia yang toleran, santun, dan berkeadaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat lain (baca Almaidah: 2) takwa dikaitkan dengan sikap berlaku adil terhadap orang lain, bahkan kepada musuhnya. Ini adalah pernyataan yang terang benderang bahwa puasa itu berkaitan dengan dimensi sosial. Dari pengertian takwa yang luas ini, bisa dikatakan bahwa puasa sebagai kewajiban yang juga pernah diwajibkan kepada umat sebelum Nabi Muhammad berhubungan erat dengan tuntutan terhadap adanya tatanan masyarakat yang berkeadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang wajib dilakukan Muslim di hari raya adalah mengeluarkan zakat. Di dalam kitab suci, perintah ini adalah untuk menyucikan secara lahir dan batin harta benda pemiliknya. Hal-hal yang berkaitan dengan lahir adalah kejelasan asal-muasal harta yang diperoleh. Zakat adalah penegasan bahwa kekayaan yang dipunyai oleh Muslim bukan didapat dari cara-cara yang tidak baik, apatah lagi dengan zakat kemudian dijadikan pembenaran rezeki yang dikaut dari korupsi, penipuan, dan perampokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara batin, zakat itu adalah penegasan bahwa pemiliknya merenungi makna kekayaan yang sesungguhnya bahwa harta bukan hanya milik dirinya, tetapi juga milik orang lain yang berhak menerimanya. Perintah zakat harus diberikan pada yang berhak menerima, seperti fakir miskin, amil (pengelola zakat), musafir adalah sebuah andaian bahwa manusia harus mengenal tetangga dan orang yang ada di sekitarnya. Secara eksplisit, ini mengajarkan kita bahwa perubahan itu harus dimulai dari sekitarnya, sebelum melakukan perubahan sosial lebih luas. Jika kesadaran ini dimiliki setiap individu, maka diharapkan timbul riak dan pada setiap titik riak itu akan melahirkan gelombang perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perubahan perilaku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari uraian di atas, setelah bulan puasa Muslim seharusnya akan mengalami perubahan perilaku terhadap Tuhannya dan manusia. Intensitas kedekatan dengan Ilahi akan makin kuat dan kepedulian terhadap sesama juga bertambah. Bagaimanapun keimanan seseorang juga ditentukan sejauh mana Muslim mencintai sesama saudaranya. Pendek kata, hubungan vertikal dan horizontal berjalan beriringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apatah lagi, tradisi bermaaf-maafan telah menyatu dengan perayaan ini. Sebuah kesempatan yang mengajarkan manusia untuk rela hati menerima ''kekurangan'' dan kesalahan orang lain dan berbesar hati untuk meminta ampunan pada liyan. Kesadaran semacam ini tentu mendorong manusia untuk tidak pongah dan memanjakan ego. Lebih penting lagi, kebiasaan ini dilakukan dengan keluarga, tetangga, dan rekan kerja, sehingga manusia tidak merasa asing dengan kehidupannya yang selama ini terbelenggu dengan rutinitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kehidupan Ramadhan yang disemaraki dengan ibadah malam, seperti tarawih dan tadarus, demikian pula acara televisi berlomba-lomba menayangkan acara dan sinetron keagamaan, tiba-tiba raib satu hari setelah Idul Fitri. Masjid dan surau tiba-tiba sepi dan televisi kembali seperti semula, yaitu menyajikan kehidupan yang memanjakan konsumerisme dan hedonisme. Aura magis bulan suci tidak lagi terasa di mana ayat-ayat suci Tuhan banyak diperdengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang perlu dilakukan? Tentu setiap individu harus berusaha memindahkan ''aura'' Ramadhan dalam keseharian dengan tetap mengunjungi rumah Tuhan baik secara fisik maupun metaforik dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Yang terakhir ini mengantarkan manusia pada perasaan berkecukupan. Mereka yang tidak pernah memerhatikan sesama hakikatnya adalah individu yang tidak bersyukur karena hidupnya digelayuti kecemasan karena selalu merasa kekurangan dan mengasyiki dunianya sendiri seakan-akan waktu tidak cukup bagi mereka untuk berbagi dengan liyan. Dengan kata lain, orang yang memberi, dengan sendirinya mereka merasa mempunyai lebih. Jadi, suci di sini tidak hanya dialami pada hari raya, tetapi seharusnya merembesi hari-hari sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ikhtisar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Puasa mengajarkan kepada pengamalnya tentang penahanan diri, keterbatasan dan pengendalian napsu.&lt;br /&gt;- Keberhasilan puasa mewujud dalam tindakan yang sesuai dengan kehendak Tuhan dan kepedulian sosial.&lt;br /&gt;- Aura Ramadhan harusnya hadir dalam keseharian, diantaranya dengan kesediaan berbagi&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-5983630249551682319?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/5983630249551682319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=5983630249551682319' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/5983630249551682319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/5983630249551682319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/10/mewujudkan-pesan-idul-fitri.html' title='Mewujudkan Pesan Idul Fitri'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-1854199732951254540</id><published>2008-10-05T02:29:00.000-07:00</published><updated>2008-10-05T02:31:02.899-07:00</updated><title type='text'>Posisi Takwa Itu Mahal</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;span&gt;Ahmad Syafii Maarif &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam upaya mengkritik diri sejujur-jujurnya, saya ingin mengatakan bahwa saya belum yakin apakah posisi takwa sebagai tujuan yang hendak diraih dalam puasa dan ibadah lainnya telah menjadi milik saya setelah berpuasa selama hampir 70 tahun. Dalam surat Albaqarah ayat 183, Alquran memang menggunakan ungkapan &lt;em&gt;la'allakum tattaqun&lt;/em&gt; (semoga kamu berhasil meraih posisi takwa) dengan menjalankan puasa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah takwa merupakan salah satu konsep kunci dalam Alquran di samping iman dan Islam. Tidak kurang dari 242 kali konsep itu dalam berbagai bentuk dapat dilacak dalam kitab suci ini. Dengan demikian, fungsinya sangat sentral. Dari segi akar kata, takwa berasal dari tiga huruf &lt;em&gt;w-q-y&lt;/em&gt; yang bermakna menjaga diri, baik dari kehancuran moral maupun dari kemurkaan Allah akibat penyimpangan perilaku seseorang dari jalan lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takwa adalah salah satu buah iman yang tulus. Iman yang tidak tulus adalah sebuah sandiwara, tidak punya bekas yang positif dalam mengarahkan perilaku kita ke jalan yang diridhai. Sebab itu, pemaknaan takwa dengan takut (kepada Allah) tidaklah terlalu tepat. Sebab, rasa takut akan menjauhkan seseorang dari yang ditakuti. Sementara itu, takwa kepada Allah justru sebaliknya, kita rindu untuk senantiasa mendekat kepada-Nya. Dalam perjalanan hidup, saya rasa rindu kepada Allah hanya datang kadang-kadang. Artinya, kualitas iman saya ternyata belum memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa indikator takwa itu? Berbagai ayat Alquran telah menjelaskannya. Kita ambil yang paling sering dibaca pada bulan Ramadhan: ayat 133-136 surat Ali Imran yang artinya, "Dan, cepat-cepatlah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi, disediakan bagi mereka yang telah berhasil meraih posisi takwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Yaitu] orang-orang yang memberikan infak, baik di saat lapang maupun di saat sempit, dan orang-orang yang mampu mengendalikan marah serta bersedia memaafkan [kesalahan] orang lain. Dan, Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan [juga], mereka yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri [segera] mengingat Allah dan mohon ampun atas segala dosanya. Dan, siapakah yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan, mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, padahal mereka mengetahui. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Dan, [itulah] sebaik-baik balasan bagi orang yang beramal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah simak baik-baik beberapa indikator takwa dalam ayat 34-35 di atas. Rasanya, saya sendiri belum pernah memiliki indikator itu secara utuh dan sempurna. Bolong dan kendalanya banyak sekali. Tentu, karena tingkat ketakwaan saya masih saja rendah. Padahal, usia sudah 73 tahun, liang kubur sudah sangat dekat. Inilah yang mencemaskan, inilah yang merisaukan. Dalam beribadah dan beramal, saya rasanya hanyalah seorang minimalis, Allah-lah yang Mahatahu akan segala kelemahan dan kekurangan diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang, muncul pertanyaan ini, apakah hidup saya ini bernilai di sisi Allah? Jika jawabannya negatif, tentu berarti sebuah kegagalan, sesuatu yang sangat menakutkan. Tetapi, tentu saja kita tidak boleh berputus harap akan ampunan Allah atas segala dosa, kekurangan, dan kelemahan yang mengitari diri. Di sinilah barangkali fungsi doa yang harus terus-menerus kita sampaikan kepada Maha Pencinta hidup dan mati. Dalam masalah doa, memang saya tidak pernah lupa, sekalipun tidak selalu disertai hati yang khusuk, bening, dan rindu. Kadang-kadang, doa hanya asal dibaca, tidak sungguh-sungguh, sedangkan rahmat Allah kepada saya sekeluarga telah turun berjibun, tidak henti-hentinya, datang dari berbagai penjuru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hentakan Alquran adalah ini, "Belumkah datang saatnya bagi orang-orang yang beriman untuk secara khusuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan? Dan, janganlah mereka jadi seperti orang-orang yang telah diberi kitab sebelumnya. Kemudian, mereka melalui masa yang panjang, lantas hati mereka menjadi keras, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik/durhaka." (Alhadid: 16). "Ya Allah, bimbinglah aku ke jalan yang lempang agar terhindar dari jurang kedurhakaan. Amin!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang ditulis ini adalah pengalaman hidup yang saya lalui, tidak dibuat-buat, karena itulah kenyataannya. Dengan harapan, agar para pembaca akan jauh lebih manis dari apa yang saya rasakan. Posisi takwa bagi saya ternyata masih terlalu mahal untuk diraih, sekalipun telah berpuasa puluhan tahun.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-1854199732951254540?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/1854199732951254540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=1854199732951254540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1854199732951254540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1854199732951254540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/10/posisi-takwa-itu-mahal.html' title='Posisi Takwa Itu Mahal'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-5292860348945099764</id><published>2008-10-05T02:27:00.000-07:00</published><updated>2008-10-05T02:28:27.233-07:00</updated><title type='text'>Minal Aidin Wal Faizin</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;span&gt;Oleh Muhammad Arifin Ilham&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemenangan hakiki adalah kembali suci (lihat QS 91: 9). Setiap Bani Adam pasti berdosa dan sebaik-baik mereka yang berdosa adalah bertobat, demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Dan, orang bertakwa bukanlah orang yang tidak pernah bersalah; pernah bersalah kemudian insaf dan tidak pernah lagi mengulangi perbuatan dosanya (lihat QS 3:135). Pertama dan terakhir, itulah tanda &lt;em&gt;taubatan nashuha&lt;/em&gt;. Tidak ada lagi keinginan melakukan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bertakwa dan ahli ibadah pun diingatkan oleh Allah untuk tidak merasa paling suci karena Allah paling mengetahui siapa yang paling suci dan siapa kita sebenarnya (53;32). Tentu, peringatan Allah ini disebabkan sayangnya Allah pada mereka agar tidak 'GR' karena kealiman mereka. Dan, justru dengan peringatan ini, Allah ingin agar mereka yang bertakwa untuk tetap istikamah dengan ketakwaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kesempatan yang bersejarah dalam hidup ini dan lebih baik dari pada dunia dengan segala isinya adalah kesempatan bertaubat. Inilah karunia Allah yang paling besar, "Andaikan bukan karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun di antara kamu diberi kesempatan bertaubat kepada-Nya." ( QS 24:21). Karena itulah, jangan pernah menunda dan meremehkan kesempatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita, Ramadhan adalah karunia dan rahmat besar itu. Ramadhan itu bermakna pembakaran. Tentu, sesuatu itu adalah yang dibakar oleh hal-hal yang tidak bermanfaat. Kalaupun dibakar, itu barang baik; tentu untuk lebih baik lagi, seperti besi dibakar agar menjadi gergaji, palu, atau pisau. Demikian pula kita di-Ramadhan-kan selama sebulan penuh karena Allah ingin agar orang-orang beriman itu memiliki pribadi yang canggih, yaitu pribadi bertakwa (lihat QS 2: 183).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, kita becermin lagi menjelang berakhirnya bulan suci ini. Semoga tahun depan kita masih bisa bertemu Ramadhan lagi. Selamat Hari Raya Idul Fitri.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-5292860348945099764?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/5292860348945099764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=5292860348945099764' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/5292860348945099764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/5292860348945099764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/10/minal-aidin-wal-faizin.html' title='Minal Aidin Wal Faizin'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-8515993024509279796</id><published>2008-10-05T02:26:00.000-07:00</published><updated>2008-10-05T02:27:04.817-07:00</updated><title type='text'>Enam Hari di Bulan Syawal</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Oleh Ali Muakhir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanpa terasa, bulan Ramadhan telah berakhir. Selepas Ramadhan, bukan berarti anjuran melakukan ibadah terhenti. Rasulullah SAW bersabda dalam satu hadisnya menganjurkan umat Muslim melanjutkan ibadahnya dengan melakukan &lt;em&gt;shaum&lt;/em&gt; sunah enam hari di bulan Syawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Shaum&lt;/em&gt; enam hari bulan Syawal selepas mengerjakan puasa wajib bulan Ramadhan banyak keutamaan dan imbalan pahala bagi yang mengerjakannya. Di antara keutamaannya adalah Allah akan menulis bagi yang mengerjakannya pahala &lt;em&gt;shaum&lt;/em&gt; selama satu tahun penuh (jika ia berpuasa pada bulan Ramadhan).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis sahih dari Abu Ayyub ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringi dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh." (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah). Rasulullah telah menjabarkan lewat sabda beliau, "Barangsiapa mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal selepas Idul Fitri berarti ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Dan setiap kebaikan diganjar 10 kali lipat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli fikih mazhab Hambali dan Syafi'i menegaskan bahwa puasa enam hari bulan Syawal selepas mengerjakan puasa Ramadhan setara dengan puasa setahun penuh, karena pelipatgandaan pahala secara umum juga berlaku pada puasa-puasa sunah. Juga setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya 10 kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faidah terpenting &lt;em&gt;shaum&lt;/em&gt; enam hari bulan Syawal adalah menutupi kekurangan puasa wajib pada bulan Ramadhan. Sebab, puasa yang kita lakukan pada bulan Ramadhan pasti tidak terlepas dari kekurangan atau dosa yang dapat mengurangi keutamaannya. Pada hari akhir nanti akan diambil pahala &lt;em&gt;shaum&lt;/em&gt; sunah tersebut untuk menutupi kekurangan puasa wajib.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-8515993024509279796?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/8515993024509279796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=8515993024509279796' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/8515993024509279796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/8515993024509279796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/10/enam-hari-di-bulan-syawal.html' title='Enam Hari di Bulan Syawal'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-3689320443811123386</id><published>2008-10-05T02:25:00.001-07:00</published><updated>2008-10-05T02:25:56.750-07:00</updated><title type='text'>Istana Ar-Rayyan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh: &lt;strong&gt;Yusuf Burhanudin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan akan mendapatkan istana megah di surga bernama Ar-Rayyan. Diriwayatkan Sahal bin Saad, Rasulullah bersabda, ''Sesungguhnya, di surga ada sebuah pintu bernama Ar-Rayyan yang hanya bisa dilalui orang-orang berpuasa. Kelak pada Hari Kiamat, (pintu itu) tidak bisa dimasuki orang, selain mereka. Kelak diseru, 'Manakah orang yang suka berpuasa itu?' Mereka lalu berdiri. Tidak akan masuk melalui pintu itu orang, selain mereka. Tatkala mereka semuanya sudah masuk, pintu itu dikunci sehingga tidak bisa masuk lagi seorang pun melalui pintu itu.'' (HR Muttafaq Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh berbahagia orang yang berpuasa karena mereka diistimewakan Allah dengan pintu surga yang khusus, Ar-Rayyan. Mengapa dinamakan Ar-Rayyan? Ar-Rayyan berasal dari kata &lt;em&gt;Ar-Rayy&lt;/em&gt; yang berarti 'selalu mengalir', kebalikan &lt;em&gt;Azh-Zham`u&lt;/em&gt;, yaitu haus dan dahaga. Dinamakan demikian karena di dalamnya banyak aliran sungai yang kelak mengobati dahaga dan hausnya para &lt;em&gt;shaimin&lt;/em&gt; hingga mereka tidak pernah lagi merasakan haus dan dahaga untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tiba saatnya Hari Kiamat, di mana seluruh manusia merasa haus dan dahaga bukan kepalang. Satu-satunya kelompok yang terbebas dari petaka dahaga adalah para &lt;em&gt;shaimin&lt;/em&gt;. Rasulullah bersabda, ''Dan, aku melihat seorang lelaki dari umatku menjulurkan lidahnya kehausan. Namun, setiap kali ia menyongsong telaga, ia selalu dihalang-halangi. Datanglah para &lt;em&gt;shaimin&lt;/em&gt; Ramadhan, mereka diberi minuman darinya hingga merasakan kesegaran.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain minuman menyegarkan, penawar abadi haus dan dahaga, para &lt;em&gt;shaimin&lt;/em&gt; juga memperoleh balasan meliputi semua hal yang ia puasai, yaitu kenikmatan aneka makanan dan persetubuhan. Balasan paling menggiurkan untuk &lt;em&gt;shaimin&lt;/em&gt; adalah diberikan hak oleh Allah untuk memberikan &lt;em&gt;syafaat&lt;/em&gt; pada saat puasa. &lt;em&gt;Syafaat&lt;/em&gt; inilah yang kelak pada Hari Kiamat menjadi penolong utama di saat tidak ada pertolongan lain, selain pertolongan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, ''Puasa dan Alquran kelak memberikan &lt;em&gt;syafaat&lt;/em&gt; bagi seorang hamba di Hari Kiamat. Puasa berkata, 'Wahai Tuhanku, sungguh aku telah menahan dirinya dari makanan pada siang hari. Maka, perkenankan aku memberi &lt;em&gt;syafaat&lt;/em&gt; untuknya'. Alquran berkata, 'Wahai Tuhanku, sungguh aku telah menahannya tidur malam hari, perkenankanlah aku memberi &lt;em&gt;syafaat&lt;/em&gt; kepadanya'. Keduanya lalu diperkenankan (Allah) memberikan &lt;em&gt;syafaat&lt;/em&gt;.'' (HR Ahmad dan Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri. &lt;em&gt;Taqabalallahu minna wa minkum&lt;/em&gt;. Semoga Allah memberi kesempatan pada kita untuk bertemu Ramadhan lagi. Untuk meraih Ar-Rayyan, bukan sekadar menahan haus dan lapar belaka.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-3689320443811123386?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/3689320443811123386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=3689320443811123386' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3689320443811123386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3689320443811123386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/10/istana-ar-rayyan.html' title='Istana Ar-Rayyan'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-157767033733230854</id><published>2008-09-30T00:45:00.000-07:00</published><updated>2008-09-30T00:46:38.914-07:00</updated><title type='text'>Posisi Takwa Itu Mahal</title><content type='html'>&lt;h1 style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span&gt;Ahmad Syafii Maarif &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/h1&gt;     &lt;p&gt;Dalam upaya mengkritik diri sejujur-jujurnya, saya ingin mengatakan bahwa saya belum yakin apakah posisi takwa sebagai tujuan yang hendak diraih dalam puasa dan ibadah lainnya telah menjadi milik saya setelah berpuasa selama hampir 70 tahun. Dalam surat Albaqarah ayat 183, Alquran memang menggunakan ungkapan &lt;em&gt;la'allakum tattaqun&lt;/em&gt; (semoga kamu berhasil meraih posisi takwa) dengan menjalankan puasa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah takwa merupakan salah satu konsep kunci dalam Alquran di samping iman dan Islam. Tidak kurang dari 242 kali konsep itu dalam berbagai bentuk dapat dilacak dalam kitab suci ini. Dengan demikian, fungsinya sangat sentral. Dari segi akar kata, takwa berasal dari tiga huruf &lt;em&gt;w-q-y&lt;/em&gt; yang bermakna menjaga diri, baik dari kehancuran moral maupun dari kemurkaan Allah akibat penyimpangan perilaku seseorang dari jalan lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takwa adalah salah satu buah iman yang tulus. Iman yang tidak tulus adalah sebuah sandiwara, tidak punya bekas yang positif dalam mengarahkan perilaku kita ke jalan yang diridhai. Sebab itu, pemaknaan takwa dengan takut (kepada Allah) tidaklah terlalu tepat. Sebab, rasa takut akan menjauhkan seseorang dari yang ditakuti. Sementara itu, takwa kepada Allah justru sebaliknya, kita rindu untuk senantiasa mendekat kepada-Nya. Dalam perjalanan hidup, saya rasa rindu kepada Allah hanya datang kadang-kadang. Artinya, kualitas iman saya ternyata belum memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa indikator takwa itu? Berbagai ayat Alquran telah menjelaskannya. Kita ambil yang paling sering dibaca pada bulan Ramadhan: ayat 133-136 surat Ali Imran yang artinya, "Dan, cepat-cepatlah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi, disediakan bagi mereka yang telah berhasil meraih posisi takwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Yaitu] orang-orang yang memberikan infak, baik di saat lapang maupun di saat sempit, dan orang-orang yang mampu mengendalikan marah serta bersedia memaafkan [kesalahan] orang lain. Dan, Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan [juga], mereka yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri [segera] mengingat Allah dan mohon ampun atas segala dosanya. Dan, siapakah yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan, mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, padahal mereka mengetahui. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Dan, [itulah] sebaik-baik balasan bagi orang yang beramal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah simak baik-baik beberapa indikator takwa dalam ayat 34-35 di atas. Rasanya, saya sendiri belum pernah memiliki indikator itu secara utuh dan sempurna. Bolong dan kendalanya banyak sekali. Tentu, karena tingkat ketakwaan saya masih saja rendah. Padahal, usia sudah 73 tahun, liang kubur sudah sangat dekat. Inilah yang mencemaskan, inilah yang merisaukan. Dalam beribadah dan beramal, saya rasanya hanyalah seorang minimalis, Allah-lah yang Mahatahu akan segala kelemahan dan kekurangan diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang, muncul pertanyaan ini, apakah hidup saya ini bernilai di sisi Allah? Jika jawabannya negatif, tentu berarti sebuah kegagalan, sesuatu yang sangat menakutkan. Tetapi, tentu saja kita tidak boleh berputus harap akan ampunan Allah atas segala dosa, kekurangan, dan kelemahan yang mengitari diri. Di sinilah barangkali fungsi doa yang harus terus-menerus kita sampaikan kepada Maha Pencinta hidup dan mati. Dalam masalah doa, memang saya tidak pernah lupa, sekalipun tidak selalu disertai hati yang khusuk, bening, dan rindu. Kadang-kadang, doa hanya asal dibaca, tidak sungguh-sungguh, sedangkan rahmat Allah kepada saya sekeluarga telah turun berjibun, tidak henti-hentinya, datang dari berbagai penjuru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hentakan Alquran adalah ini, "Belumkah datang saatnya bagi orang-orang yang beriman untuk secara khusuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan? Dan, janganlah mereka jadi seperti orang-orang yang telah diberi kitab sebelumnya. Kemudian, mereka melalui masa yang panjang, lantas hati mereka menjadi keras, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik/durhaka." (Alhadid: 16). "Ya Allah, bimbinglah aku ke jalan yang lempang agar terhindar dari jurang kedurhakaan. Amin!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang ditulis ini adalah pengalaman hidup yang saya lalui, tidak dibuat-buat, karena itulah kenyataannya. Dengan harapan, agar para pembaca akan jauh lebih manis dari apa yang saya rasakan. Posisi takwa bagi saya ternyata masih terlalu mahal untuk diraih, sekalipun telah berpuasa puluhan tahun.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-157767033733230854?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/157767033733230854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=157767033733230854' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/157767033733230854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/157767033733230854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/posisi-takwa-itu-mahal.html' title='Posisi Takwa Itu Mahal'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-6780499555665873024</id><published>2008-09-30T00:44:00.001-07:00</published><updated>2008-09-30T00:44:53.116-07:00</updated><title type='text'>Minal Aidin Wal Faizin</title><content type='html'>&lt;h1 style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;Oleh Muhammad Arifin Ilham&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/h1&gt;     &lt;p&gt;Kemenangan hakiki adalah kembali suci (lihat QS 91: 9). Setiap Bani Adam pasti berdosa dan sebaik-baik mereka yang berdosa adalah bertobat, demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Dan, orang bertakwa bukanlah orang yang tidak pernah bersalah; pernah bersalah kemudian insaf dan tidak pernah lagi mengulangi perbuatan dosanya (lihat QS 3:135). Pertama dan terakhir, itulah tanda &lt;em&gt;taubatan nashuha&lt;/em&gt;. Tidak ada lagi keinginan melakukan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bertakwa dan ahli ibadah pun diingatkan oleh Allah untuk tidak merasa paling suci karena Allah paling mengetahui siapa yang paling suci dan siapa kita sebenarnya (53;32). Tentu, peringatan Allah ini disebabkan sayangnya Allah pada mereka agar tidak 'GR' karena kealiman mereka. Dan, justru dengan peringatan ini, Allah ingin agar mereka yang bertakwa untuk tetap istikamah dengan ketakwaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kesempatan yang bersejarah dalam hidup ini dan lebih baik dari pada dunia dengan segala isinya adalah kesempatan bertaubat. Inilah karunia Allah yang paling besar, "Andaikan bukan karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun di antara kamu diberi kesempatan bertaubat kepada-Nya." ( QS 24:21). Karena itulah, jangan pernah menunda dan meremehkan kesempatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita, Ramadhan adalah karunia dan rahmat besar itu. Ramadhan itu bermakna pembakaran. Tentu, sesuatu itu adalah yang dibakar oleh hal-hal yang tidak bermanfaat. Kalaupun dibakar, itu barang baik; tentu untuk lebih baik lagi, seperti besi dibakar agar menjadi gergaji, palu, atau pisau. Demikian pula kita di-Ramadhan-kan selama sebulan penuh karena Allah ingin agar orang-orang beriman itu memiliki pribadi yang canggih, yaitu pribadi bertakwa (lihat QS 2: 183).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, kita becermin lagi menjelang berakhirnya bulan suci ini. Semoga tahun depan kita masih bisa bertemu Ramadhan lagi. Selamat Hari Raya Idul Fitri.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-6780499555665873024?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/6780499555665873024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=6780499555665873024' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6780499555665873024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6780499555665873024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/minal-aidin-wal-faizin.html' title='Minal Aidin Wal Faizin'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-3585946703560644346</id><published>2008-09-30T00:42:00.000-07:00</published><updated>2008-09-30T00:43:54.417-07:00</updated><title type='text'>Enam Hari di Bulan Syawal</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: justify; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 style="text-align: justify; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;Oleh Ali Muakhir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanpa terasa, bulan Ramadhan telah berakhir. Selepas Ramadhan, bukan berarti anjuran melakukan ibadah terhenti. Rasulullah SAW bersabda dalam satu hadisnya menganjurkan umat Muslim melanjutkan ibadahnya dengan melakukan &lt;em&gt;shaum&lt;/em&gt; sunah enam hari di bulan Syawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Shaum&lt;/em&gt; enam hari bulan Syawal selepas mengerjakan puasa wajib bulan Ramadhan banyak keutamaan dan imbalan pahala bagi yang mengerjakannya. Di antara keutamaannya adalah Allah akan menulis bagi yang mengerjakannya pahala &lt;em&gt;shaum&lt;/em&gt; selama satu tahun penuh (jika ia berpuasa pada bulan Ramadhan).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis sahih dari Abu Ayyub ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringi dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh." (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah). Rasulullah telah menjabarkan lewat sabda beliau, "Barangsiapa mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal selepas Idul Fitri berarti ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Dan setiap kebaikan diganjar 10 kali lipat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli fikih mazhab Hambali dan Syafi'i menegaskan bahwa puasa enam hari bulan Syawal selepas mengerjakan puasa Ramadhan setara dengan puasa setahun penuh, karena pelipatgandaan pahala secara umum juga berlaku pada puasa-puasa sunah. Juga setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya 10 kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faidah terpenting &lt;em&gt;shaum&lt;/em&gt; enam hari bulan Syawal adalah menutupi kekurangan puasa wajib pada bulan Ramadhan. Sebab, puasa yang kita lakukan pada bulan Ramadhan pasti tidak terlepas dari kekurangan atau dosa yang dapat mengurangi keutamaannya. Pada hari akhir nanti akan diambil pahala &lt;em&gt;shaum&lt;/em&gt; sunah tersebut untuk menutupi kekurangan puasa wajib.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-3585946703560644346?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/3585946703560644346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=3585946703560644346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3585946703560644346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3585946703560644346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/enam-hari-di-bulan-syawal.html' title='Enam Hari di Bulan Syawal'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-2629024485051976429</id><published>2008-09-24T01:22:00.000-07:00</published><updated>2008-09-24T01:23:43.185-07:00</updated><title type='text'>Memakmurkan Masjid Oleh Muhammad</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: justify; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 style="text-align: justify; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;Arifin Ilham&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sudah menjadi tradisi pada setiap awal Ramadhan, masjid penuh oleh jamaah. Tetapi, pertengahan Ramadhan apalagi pengujung Ramadhan berakhir pula makmurnya jamaah di masjid. Padahal, banyak keutamaan berjamaah di masjid yang adalah rumah Allah (lihat QS An-Nur [31] ayat 36), sebelum, selama, atau sesudah Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menyebut mereka yang gemar berjamaah di masjid sebagai kekasih-Nya. Allah berfirman, ''Rumah-Ku di muka bumi adalah masjid, para kekasih-Ku adalah mereka yang memakmurkan rumah-Ku. Barang siapa yang ingin berjumpa dengan-Ku hendaklah ia datang ke rumah-Ku, sungguh wajib bagi tuan rumah menghormati para tamunya.'' (Hadis Qudsi). Karena itulah, azan bukan panggilan muazin, tapi panggilan Allah untuk para kekasih-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW tak pernah lepas dari beribadah di masjid. Ketika beliau sakit menjelang akhir hayatnya, tatkala mendengar azan Bilal, beliau berkata kepada Saidah Aisyah RA, ''Antarkan aku ke rumahku!'' Saidah Aisyah keheranan dan seraya bertanya, ''Bukankah ini rumah engkau wahai kekasih Allah?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;' Rasulullah menjawab, ''Bukan, rumahku adalah masjid.'' pada kesempatan lain beliau bersabda, ''Seandainya umatku mengetahui keutamaan shalat berjamaah di masjid, merangkak pun mereka tetap shalat berjamaah di masjid.'' (Muttafaqun `Alaiha).Masjid adalah juga rumah para malaikat Allah. Dalam hadis riwayat Ahmad ditegaskan, ''Para malaikat itu mendoakan dan mengaminkan doa mereka yang memakmurkan masjid.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid adalah rumah orang-orang mukmin. Dalam Alquran Surah At-Taubah ayat 18 ditegaskan, ''Sesungguhnya hanya hamba Allah yang benar-benar beriman kepada Allah dan benar-benar beriman pada Hari Akhirat, merekalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah.'' Pada zaman sahabat, salah satu penanda untuk mengetahui orang-orang munafik adalah kondisi masjid di waktu Subuh. ''Orang-orang munafik sangat berat shalat berjamaah di masjid terutama di waktu Subuh.'' (HR Bukhari).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-2629024485051976429?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/2629024485051976429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=2629024485051976429' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2629024485051976429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2629024485051976429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/memakmurkan-masjid-oleh-muhammad.html' title='Memakmurkan Masjid Oleh Muhammad'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-4706574252866119103</id><published>2008-09-24T01:21:00.000-07:00</published><updated>2008-09-24T01:22:05.370-07:00</updated><title type='text'>Malam Kemuliaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh: &lt;strong&gt;KH Tarmizi Taher &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa kita telah masuk dalam 10 hari terakhir ibadah puasa Ramadhan tahun ini. Masa di mana Allah SWT menurunkan Lailatul Qadar. Lailatul Qadar diturunkan Allah SWT untuk Muslim yang rajin beribadah kepada-Nya dan beramal untuk kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita beribadah dalam kuantitas dan kualitas yang banyak serta berharap mendapatkan Lailatul Qadar. Namun, kapan malam Qadar itu datang? Yang beruntung mendapatkannya adalah mereka yang setiap malam di bulan Ramadhan tekun beribadah dan beramal saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lailatul Qadar bisa berarti malam penetapan atau pengaturan Allah SWT bagi perjalanan kehidupan manusia di hari mendatang; malam yang sangat mulia dan tiada bandingnya karena malam tersebut dipilih sebagai waktu turunnya Alquran serta menjadi titik tolak segala kemuliaan yang dapat diraih; atau malam yang bercahaya karena malaikat-malaikat Allah SWT turun ke bumi. Begitulah sebagian gambaran keistimewaan Lailatul Qadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada malam yang mendapat sebutan lebih indah selain Lailatul Qadar. Malam itu disebutkan memiliki kebaikan yang melebihi seribu bulan (QS Al Qadr [97]: 3). Di samping itu, Allah SWT juga menggambarkan keagungannya dengan mengajukan pertanyaan, ''Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?'' (QS Al Qadr [97]: 2). Pertanyaan semacam ini muncul di Alquran sebanyak 13 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua objek yang dipertanyakan tentang malam mulia itu merujuk pada sesuatu yang sangat hebat dan sulit dijangkau hakikatnya secara sempurna oleh akal manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari kita berusaha untuk mendapatkan malam yang penuh kemuliaan itu. Tetapi, Allah SWT tidak memberitahukan kepastian datangnya Lailatul Qadar. Kerahasiaan ini membuat kita akan giat beribadah lebih banyak, bahkan akan menghidupkan seluruh malam Ramadhan kita dengan ibadah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-4706574252866119103?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/4706574252866119103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=4706574252866119103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4706574252866119103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4706574252866119103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/malam-kemuliaan.html' title='Malam Kemuliaan'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-9156862616081613741</id><published>2008-09-23T02:23:00.001-07:00</published><updated>2008-09-23T02:23:48.829-07:00</updated><title type='text'>Menjadi Manusia di Atas Rata-rata</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="judulartikelcetak"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="txtartikelcetak"&gt;       &lt;span class="tglct"&gt;Senin, 22 September 2008 | 03:00 WIB&lt;/span&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ismah Salman&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nanang Qosim Yusuf, penulis muda berbakat sekaligus penulis buku laris The 7 Awareness, menulis ”kapsul kecil yang mujarab” yang dapat menyembuhkan penyakit hati dan pencerahan kalbu. Tulisannya dapat menyentuh lubuk hati yang paling dalam untuk memunculkan kesadaran insan dalam beragama dan mengamalkan ajaran agama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tulisannya dikemas sedemikian rupa, disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan yang berbeda usia dan profesi. Sajiannya menarik bagai mutiara, dirangkai indah menghias kalbu seorang Muslim yang beriman dan berpuasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tulisan ini membahas tiga materi besar sebagai anak tangga yang harus dilalui seseorang yang berharap puasanya sebagai wadah untuk menata diri sebagai Muslim yang beriman menuju derajat yang tertinggi, yaitu takwa di sisi Allah SWT, yaitu tafakur, tadabur, dan tasyakur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puasa mengarahkan manusia untuk menemukan kesadaran beragama, dan agama dijadikan petunjuk, pelita yang menerangi dan mengarahkan hidup, serta memberi makna kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku ini ditulis untuk mengarahkan manusia agar mengaktifkan kesadaran dalam memaknai hidup. Arahan dimulai dari awal Ramadhan secara bertahap, dimulai dari tafakur, yaitu mengenali diri sendiri, dan melakukan kontrol pada diri, serta berusaha membina hubungan baik kepada Allah, serta hubungan baik kepada sesama manusia dan kepada sesama makhluk ciptaan Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puasa memiliki dimensi spiritual yang sangat tinggi karena memberikan kesadaran kepada setiap diri yang melakukannya. Puasa melatih manusia untuk menghilangkan kebohongan, menjadi manusia yang sadar untuk berlaku jujur dalam segala kegiatan hidup dan kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nanang mengambil ayat Al Quran sebagai dasar-dasar pemikiran, dan menyisipkan pula contoh-contoh yang membuat tulisan ini menjadi menarik dan hidup, serta mengasyikkan, sekaligus menyentuh akal, rasa, dan membuat penyajian menjadi tidak menjemukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di samping itu, Nanang membagi manusia menjadi lima kategori: (1) orang yang culas, yang hanya melihat diri, sangat mencintai diri, dan iri terhadap kesuksesan orang lain; (2) orang yang cerdik, yang hanya memikirkan keuntungan diri; (3) orang yang pintar, yang sesuatu ia nilai dengan logika dan penilaian matematis, perasaan menjadi pudar, dan yang dihitung hanyalah untung dan rugi; (4) orang yang cerdas, orang yang menyeimbangkan antara pikiran dan hati; dan pada level terakhir, adalah (5) orang yang sadar/tersadarkan, yaitu mereka yang selalu melakukan sesuatu yang benar walaupun tidak ada yang melihat, mereka memiliki integritas yang tinggi dalam hidup ini, yang disebut muttaqin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penulis mengibaratkan puasa sebagai jembatan yang menjadi penghubung antara hamba dan Khalik-nya, dan penghubung pula antara hamba dan sesamanya. Puasa dijalankan dengan melakukan tafakur (merenung) tentang diri, bagaimana dalam 11 bulan yang lalu dan tahun sebelumnya segala sesuatu yang buruk ditinggalkan, menghilangkan kedustaan dan kepura-puraan, lalu melakukan tadabur- extrospection (merenung keluar); ada orang lain di sekitar dan ada alam makhluk lainnya, bagaimana seharusnya berinteraksi yang seimbang dengan mereka sehingga hubungan tersebut menjadi indah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian, tasyakur-appreciation of life; bersyukur dengan perbuatan, hati yang ikhlas, apa yang terjadi dirasakan indah, bukan saja baik, dan disadari akan manfaatnya. Yang demikian itu adalah orang yang mendapat kemenangan, dan fitri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku ini membimbing kita untuk mencapai tahap ini melalui tahap demi tahap, mulai 1 Ramadhan sampai akhir, seseorang yang berpuasa mampu berdialog dengan dirinya, dan dengan Tuhan-nya, serta alam sekitarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diam merenung dapat menghasilkan hati yang jernih, lapang, sabar, dan bersyukur. Tadabur bukan saja dengan membaca kitab suci, tetapi juga dengan membaca ”kitab sesama”, dan kitab alam semesta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ramadhan mengajak manusia untuk menghayati makna cinta yang sesungguhnya, cinta kepada sang Khalik, dan beribadah dengan ikhlas, cinta kepada sesama dengan cara memberi, dan cinta kepada alam dengan menjaga, memelihara, serta bersyukur, lalu menggunakannya dalam kebaikan. Puasa adalah pelatihan untuk mengendalikan diri dari hal lahiriah dan batiniah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tulisan yang disajikan Nanang mengandung uraian yang retorik, dan menggugah pembacanya untuk merenung serta menghayati uraian yang menggugah kalbu. Akalnya bekerja, hatinya turut merasa, diharapkan muncul kesadaran yang mendalam untuk berbuat, beramal, dan berupaya untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa. Muncul kesadaran sebagai hamba. Nilai-nilai religius terus mengalir dan dapat dinikmati oleh pembacanya karena menarik dan diselingi kisah-kisah teladan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Panduan berpuasa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tulisan ini dituangkan untuk konsumsi 30 hari bagi pembacanya karena ditulis sebanyak 30 chapter sehingga bagai air yang mengalir ke muara kesadaran bagi pembacanya. Tulisan ini mengajak pembaca untuk menghayati makna puasa, dan dibawa kepada kesadaran melihat makna hidup, lalu berbuat untuk memecahkan masalah, serta menjernihkan pikiran dalam berbuat amal yang bermanfaat. Di samping itu, menghindari perbuatan mubazir, menyia-nyiakan waktu, dan mampu memecahkan masalah sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku ini juga menjadi panduan dalam menghadapi Ramadhan, dan menuntun bagaimana dan apa yang harus dilaksanakan dalam berpuasa. Dengan demikian, puasa dapat benar-benar bermakna sebagaimana yang dimaksudkan oleh ibadah tersebut bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, dan magfirah, serta mulia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku ini secara keseluruhan membina pembacanya dalam menata ibadah puasa menuju kesempurnaan. Langkah demi langkah disusun, mulai dari hari pertama Ramadhan sampai hari ke-30, bagaikan berjalan menuju satu titik, yaitu takwa. Ditata dengan membersihkan hati, pikiran, dan jiwa; membuang seluruh keburukan, sifat-sifat yang dibenci oleh Allah dan manusia, yaitu sombong, kikir, munafik, simbol-simbol/topeng yang merusak pergaulan antarsesama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perenungan dilakukan di awal Ramadhan dengan menyadarkan diri akan makna dan tujuan hidup. Pada buku Awareness of Ramadan dan dalam buku The 7 Awareness (dua buku tulisan Nanang Qosim Yusuf terdahulu) disebutkan bahwa manusia pada dasarnya lahir dalam kebahagiaan. Dante menyebutnya sebagai paradiso. Namun, karena kelemahan manusia, akhirnya jatuh ke dalam kesengsaraan/purgatorio.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, jika manusia itu mampu menyadari dan berbuat baik, ia akan kembali ke alam kebahagiaan (paradiso), seperti Nabi Adam yang semula berada di surga, kemudian turun ke dunia, penuh dengan ujian dan persoalan dalam hidup. Namun, Allah menuntun manusia (anak-cucu Adam) dengan ajaran agama, dan beribadah, di antaranya dengan berpuasa agar kembali kepada kebahagiaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah mendidik manusia untuk berpuasa sebagai jalan menuju kemenangan dan ganjarannya adalah surga. Manusia semula berada dalam rahim ibu, di dalamnya manusia hidup nyaman. Namun, setelah dilahirkan ke alam dunia, manusia memiliki kelemahan, yaitu dikendalikan oleh nafsu dan berbagai godaan di sekitar hidupnya. Dari 12 bulan, dalam satu tahun, diciptakan Allah satu bulan; yaitu Ramadhan; sebagai alam purgatorio (pengampunan/magfirah). Apabila manusia mampu menjadi diri yang baik, yaitu muttaqin, akan masuk kembali ke dalam kebahagiaan, yaitu surga yang abadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah mengajarkan manusia untuk berpuasa dengan tujuan membentuk kepribadian yang tangguh, menumbuhkan ketajaman mata hati, peka terhadap penderitaan orang lain, lalu tumbuh sifat positif, yaitu kasih sayang kepada sesama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berpuasa sebulan penuh berdampak kepada kemauan untuk berbagi rezeki dengan zakat fitrah, sedekah, dan zakat mal. Di samping itu, tumbuh pula rasa syukur yang mendalam, menimbulkan perbuatan baik, ikhlas beramal, dan sabar jika menghadapi ujian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan berpuasa, diharapkan seseorang dapat membina hubungan yang semakin baik antara dirinya dengan Allah. Demikian juga antarsesama manusia. Kemudian muncul kesadaran yang tinggi dalam melaksanakan tugas sebagai orang tua, anak, suami/istri, karyawan, pengusaha, majikan, dan semua profesi tanpa pengecualian. Jika dihubungkan dengan situasi masa kini, banyak problem yang dihadapi dalam hidup. Namun, jika manusia itu orang yang sadar akan keberadaan dirinya di dunia ini, mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, tentu hidup dan kehidupannya semakin tenang, harmonis, dan jauh dari perselisihan, kejahatan, dan kerusakan. Dengan demikian, kedamaian dan keamanan akan tercipta di dunia ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Al-Ghazali, manusia memiliki nafs muthmainnah (tenang/damai), nafs kamilah (sempurna), nafs insaniah (kecenderungan kepada kebaikan, dan kesucian), nafs insaniah (kecenderungan berbuat baik), nafs lawwamah (menyesal jika bersalah), nafs bahiniah (naluri untuk mempertahankan hidup), dan nafs sabu’iyyah (kecenderungan untuk menjadikan orang lain sebagai mangsa atau memanfaatkan orang lain).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan berpuasa, nafsu sabu’iyyah dan bahiniah dikendalikan, dan nafsu lawwamah diarahkan ke bertobat dan memohon ampun. Adapun nafsu kamilah diarahkan untuk berbuat baik dan menuju kesempurnaan. Nafsu insaniah disuburkan dengan zakat, sedekah, dan amal saleh. Demikian juga dengan nafsu muthmainnah, agar tumbuh ketenangan dan terwujud kebahagiaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah berpuasa satu bulan, manusia kembali kepada fitrahnya, bersih dari dosa dan kesalahan, serta ikhlas dalam beramal. Lalu akan lahir seorang yang jujur, bersyukur terhadap nikmat Allah, sabar menghadapi ujian, dan baik hubungan antara dirinya dengan Tuhan dan sesama makhluk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku ini menuntun pembacanya untuk membuat program untuk menghadapi hari esok. Visi dan misi yang jelas, langkah yang teratur, dan amal yang nyata, serta mengerti akan tujuan hidup di permukaan bumi ini sebagai Khalifah Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ismah Salman &lt;em&gt;Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-9156862616081613741?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/9156862616081613741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=9156862616081613741' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/9156862616081613741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/9156862616081613741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/menjadi-manusia-di-atas-rata-rata.html' title='Menjadi Manusia di Atas Rata-rata'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-2035373254792735004</id><published>2008-09-08T23:20:00.001-07:00</published><updated>2008-09-08T23:20:49.530-07:00</updated><title type='text'>Tipologi Orang Bertakwa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Prof Dr KH Ali Mustafa Yakub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan disyariatkannya puasa Ramadhan, seperti disebutkan dalam QS Albaqarah ayat 183, adalah agar kita menjadi orang yang bertakwa. Kata tattaqun menggunakan fiil mudhari' yang memberikan konotasi 'selalu' atau 'terus-menerus'. Karena itu, manusia bertakwa yang dibina melalui pendidikan moral puasa tidak hanya bertakwa sesaat atau setelah selesai beribadah puasa, tetapi ketakwaan itu seyogianya terus berlanjut sepanjang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran memberikan tipologi orang bertakwa dalam dua surat. Pertama, dalam surat Albaqarah ayat 1-4 yang menyebutkan bahwa orang bertakwa mempunyai lima karakter, yaitu beriman kepada yang gaib; mendirikan shalat; menginfakkan sebagian dari rizki yang diberikan Allah; beriman kepada kitab-Nya; dan berkeyakinan terhadap kehidupan akhirat. Dari lima karakter ibadah itu, hanya satu yang berdimensi sosial, yaitu infak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalam surat Ali Imran ayat 133-135, ''Dan, bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dalam keadaan senang ataupun susah, orang-orang yang menahan amarahnya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan, (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampunan akan dosa-dosa mereka. Dan, siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan, mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipologi orang bertakwa dalam surah Ali Imran ini ada enam karakter: tiga pertama berkaitan dengan ibadah sosial dan tiga terakhir berkaitan dengan ibadah individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kedua surat itu digabungkan, tipologi orang bertakwa ada 11 karakter. Empat karakter ibadah sosial dan tujuh karakter ibadah individual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, karakter ibadah sosial (infak) disebutkan dua kali dalam dua surat itu. Hal ini memberikan isyarat bahwa masalah infak adalah sesuatu yang sangat penting dan menjadi salah satu tipologi orang bertakwa. Seseorang tidak mungkin menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah apabila karakter selalu berinfak tidak menjadi bagian dari perilakunya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran dan hadis lebih banyak menekankan pentingnya ibadah sosial daripada ibadah individual. Nabi SAW bahkan menegaskan, ''Tidak disebut beriman orang yang perutnya kenyang, sementara tetangganya kelaparan.''&lt;br /&gt;(-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-2035373254792735004?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/2035373254792735004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=2035373254792735004' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2035373254792735004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2035373254792735004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/tipologi-orang-bertakwa_08.html' title='Tipologi Orang Bertakwa'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-3940162271428445659</id><published>2008-09-08T23:18:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T23:19:27.208-07:00</updated><title type='text'>Puasa Mengasah Jiwa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Puasa Mengasah Jiwa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: KH Tarmizi Taher&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan seorang Muslim, pikiran dan perbuatannya selalu diharapkan supaya senantiasa bertitik tolak dari iman kepada Allah SWT. Iman yang bersemayam dalam hati manusia itulah yang mewarnai tata pikir dan tata perbuatan manusia yang muncul dalam perilaku kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu dominannya keimanan yang bersemayam dalam hati itu, sehingga Allah menukikkan penilaian pada hati terlebih dahulu atas tata pikir dan tata perbuatan kita. Hal itu pernah ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa sesungguhnya Allah tidak melihat pada jasad dan tidak pula pada suara kita, akan tetapi Allah melihat pada hati nurani kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan mempunyai peran signifikan bagi pembentukan iman, jiwa, dan hati nurani. Di bulan Ramadhan kaum Muslim dituntut untuk mengekang nafsu yang dapat merusak puasa. Tentunya, pengendalian hawa nafsu yang merusak itu tak hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat mengendalikan hal-hal yang merusak puasa, peran hati begitu sentralnya dalam kacamata Allah SWT, sehingga suatu pikiran atau perbuatan yang kita mulai niatkan saja telah mendapat imbalan pahala dari Allah SWT, asalkan pikiran dan perbuatan yang kita niatkan itu suatu yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang terkenal itu, yaitu: Innamal a'malu binniyati (sesungguhnya segala perbuatan itu dinilai dari niatnya). Kesadaran inilah yang melandasi ketakwaan atau hakikat dari takwa, dan yang akan membimbing kaum Muslim ke arah tingkah laku yang baik serta menghindarkan diri dari perbuatan tercela yang dapat merusak diri sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjalani puasa Ramadhan, tak ada orang lain yang tahu bahwa kita benar-benar berpuasa atau tidak. Sebab, ibadah puasa adalah ibadah yang bersifat pribadi atau personal. Bahkan, ibadah puasa adalah rahasia antara seorang manusia dan penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerahasiaan ibadah puasa ini mengandung hikmah yang sangat luar bisa bagi pendidikan jiwa. Karena Allah SWT Mahatahu atas segala perbuatan kita dan tak satu perbuatan sekecil biji atom pun yang lolos dari pengawasan-Nya. Dengan demikian, kesempatan Muslim yang berpuasa mencapai derajat takwa lebih terbuka dan jiwa menjadi terasah bersama Allah SWT.&lt;br /&gt;(-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-3940162271428445659?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/3940162271428445659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=3940162271428445659' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3940162271428445659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3940162271428445659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/puasa-mengasah-jiwa.html' title='Puasa Mengasah Jiwa'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-695214194311648872</id><published>2008-09-07T17:56:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T17:57:06.342-07:00</updated><title type='text'>Tipologi Orang Bertakwa</title><content type='html'>Oleh: Prof Dr KH Ali Mustafa Yakub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan disyariatkannya puasa Ramadhan, seperti disebutkan dalam QS Albaqarah ayat 183, adalah agar kita menjadi orang yang bertakwa. Kata tattaqun menggunakan fiil mudhari' yang memberikan konotasi 'selalu' atau 'terus-menerus'. Karena itu, manusia bertakwa yang dibina melalui pendidikan moral puasa tidak hanya bertakwa sesaat atau setelah selesai beribadah puasa, tetapi ketakwaan itu seyogianya terus berlanjut sepanjang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran memberikan tipologi orang bertakwa dalam dua surat. Pertama, dalam surat Albaqarah ayat 1-4 yang menyebutkan bahwa orang bertakwa mempunyai lima karakter, yaitu beriman kepada yang gaib; mendirikan shalat; menginfakkan sebagian dari rizki yang diberikan Allah; beriman kepada kitab-Nya; dan berkeyakinan terhadap kehidupan akhirat. Dari lima karakter ibadah itu, hanya satu yang berdimensi sosial, yaitu infak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalam surat Ali Imran ayat 133-135, ''Dan, bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dalam keadaan senang ataupun susah, orang-orang yang menahan amarahnya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan, (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampunan akan dosa-dosa mereka. Dan, siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan, mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipologi orang bertakwa dalam surah Ali Imran ini ada enam karakter: tiga pertama berkaitan dengan ibadah sosial dan tiga terakhir berkaitan dengan ibadah individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kedua surat itu digabungkan, tipologi orang bertakwa ada 11 karakter. Empat karakter ibadah sosial dan tujuh karakter ibadah individual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, karakter ibadah sosial (infak) disebutkan dua kali dalam dua surat itu. Hal ini memberikan isyarat bahwa masalah infak adalah sesuatu yang sangat penting dan menjadi salah satu tipologi orang bertakwa. Seseorang tidak mungkin menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah apabila karakter selalu berinfak tidak menjadi bagian dari perilakunya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran dan hadis lebih banyak menekankan pentingnya ibadah sosial daripada ibadah individual. Nabi SAW bahkan menegaskan, ''Tidak disebut beriman orang yang perutnya kenyang, sementara tetangganya kelaparan.''&lt;br /&gt;(-)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-695214194311648872?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/695214194311648872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=695214194311648872' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/695214194311648872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/695214194311648872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/tipologi-orang-bertakwa.html' title='Tipologi Orang Bertakwa'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-7790371318770611942</id><published>2008-09-07T07:51:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T07:52:28.640-07:00</updated><title type='text'>Merugi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh Erwan Roihan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Katakanlah, maukah kalian kuberi tahu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Mereka adalah orang-orang yang sia-sia perbuatannya di dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya.'' (Alkahf [18] : 103-104).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid, ahli tafsir terkemuka dari kalangantabi'in, menyatakan bahwa al akhsarina a'malan (orang-orang yang paling merugi perbuatannya) adalah Ahli Kitab, yakni orang-orang Yahudi dan Nasrani. Abu Hayyan menyimpulkan, dari berbagai pendapat ulama tentang al akhsarina a'malan bahwa mereka adalah semua orang yang menjalani agama selain Islam, orang yang memamerkan amalannya (riya'), dan orang-orang yang mengerjakan bid'ah.'' (Albahr Almuhith 8/7). Merujuk pada keterangan Abu Hayyan, untuk menghindari kerugian besar-besaran saat kita amat memerlukan 'keuntungan' dari amalan kita, sudah seharusnya kita menghindarkan diri dari riya` dan bid'ah. Mengapa? Karena, keduanya akan menjerumuskan kita ke jurang kerugian tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghindarkan diri dari riya` hanya dapat dilakukan dengan mengikhlaskan setiap amalan dengan niatan hanya untuk menggapai keridhaan Allah semata-mata. Ketika beramal saleh, hendaknya kita tidak memedulikan apa kata orang terhadap kita. Apabila kita tidak bertambah semangat ketika dipuji orang lain dan tidak patah semangat atau putus asa ketika dicerca orang lain, itulah tanda bahwa amalan kita ikhlas karena Allah semata. Menghindari bid'ah hanya bisa kita lakukan dengan mengetahui sunah Nabi karena semua amalan yang bukan sunah itu dinamakan bid'ah. Untuk mengetahui sunah, kita mempelajari hadis, baik berupa perbuatan nabi, sabda beliau, maupun ketetapan beliau. Apabila kita sudah memastikan bahwa semua amalan kita sesuai sunah Rasulullah SAW, kita akan terhindar dari bid'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang harus selalu kita ingat, jangan pernah berpaling dari Alquran dan sunah. Dengan menaati Allah, yakni mengikuti arahan Alquran dan menaati Rasulullah dengan menjalankan sunah, kita tidak hanya terhindar dari kerugian besar di akhirat, tetapi juga akan menggapai keuntungan yang besar. Hal ini sesuai janji Allah, ''Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan, barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah menggapai keuntungan yang besar.'' (Al Ahzab [33] : 71).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-7790371318770611942?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/7790371318770611942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=7790371318770611942' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/7790371318770611942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/7790371318770611942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/merugi.html' title='Merugi'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-5111604319234356226</id><published>2008-09-07T07:49:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T07:50:26.160-07:00</updated><title type='text'>Mahacinta</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Oleh Desy Arisandy&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cinta merupakan suatu fitrah emosional yang dianugerahkan Allah SWT kepada setiap makhluk. Namun, apakah cinta sebenarnya? Tentunya, setiap individu memiliki definisi tersendiri tentang cinta. Seorang penyiar akan berbeda mendefinisikan cinta dengan seorang penyair. Begitupun dengan seorang pelukis atau seorang sastrawan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai cinta, tentu tidak akan pernah membosankan. Karena, cinta hadir dalam setiap napas kehidupan dan selalu hadir dalam jiwa anak manusia. Namun, apakah kita menyadari, kepada siapakah cinta itu seharusnya dilabuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Islam, tentunya cinta seseorang harus berlandaskan pada ketaatan sebagaimana firman Allah SWT, ''Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS Ali Imran [3]: 31). Dan, jika ''berselingkuh'' dari mencintai Allah, derajat kita akan sangat rendah. ''Katakanlah, taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.'' (QS Ali Imran [3]:32). Allah merupakan mata air cinta, telaga bagi jiwa yang haus akan kasih-Nya. Hanya Dia-lah sumber dari segala sumber yang ada, kekal dan Maha mencintai makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ''Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.'' (QS Almaidah [5]: 54). Maka, kepada siapa lagi kecintaan manusia akan bermuara, jika semua jawaban atas pertanyaan tertuju pada Sang Khalik. Jelaslah bahwa cinta yang sejati dan tidak akan pernah mati hanya kecintaan yang tertuju kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, apabila manusia menginginkan kesempurnaan cinta, keselamatan abadi, dan kebahagiaan hakiki, hendaklah ia serahkan segala cintanya kepada yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pemberi, dan Mahahakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun jika kita dihadapkan untuk mencintai sesama, cintailah karena Allah SWT semata. Begitupun sebaliknya, jika membenci, bencilah karena Allah SWT dan jangan berlebihan.&lt;br /&gt;(-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-5111604319234356226?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/5111604319234356226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=5111604319234356226' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/5111604319234356226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/5111604319234356226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/mahacinta.html' title='Mahacinta'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-6802319679123805338</id><published>2008-09-07T07:46:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T07:47:57.181-07:00</updated><title type='text'>Multilevel Pahala</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Asep Sulhadi&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Istilah multilevel pada hakikatnya tidak hanya kita dapatkan pada bisnis semata. Namun, pahala pun bisa menjadi  multilevel bagi kita. Bagaimana caranya? Rasulullah SAW menjelaskan, ''Jika anak Adam meninggal, amalnya terputus, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya (orang tuanya).'' (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas dengan jelas menginformasikan kepada kita bahwa walau kita sudah meninggal dunia dan amal perbuatan kita sudah terputus, kesempatan untuk mendapatkan pahala tetap terbuka bagi kita dengan mengamalkan salah satu dari ketiga hal di atas.&lt;br /&gt;Semakin sering orang melakukan sedekah jariyah atau wakaf, semakin banyak pahala yang akan ia dapatkan di akhirat kelak. Pahala tersebut tidak akan terputus selama orang yang masih hidup itu terus merasakan manfaat dari sedekah atau wakaf tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan mengamalkan ilmu atau mengajar. Jika pada level pertama kita hanya memiliki sepuluh orang murid, kemudian setiap satu orang dari murid tersebut juga mengajarkan ilmu yang kita ajarkan kepada sepuluh orang yang lain; kita pun sudah mendapatkan pahala sebanyak seratus pahala. Semakin banyak murid kita yang mengamalkan ilmunya, semakin banyak pula pahala yang akan kita dapatkan di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin sering ilmu tersebut mereka amalkan, semakin banyak pula pahala yang mengalir kepada kita. Itulah yang dimaksud dengan multilevel pahala atau yang dalam bahasa agama disebut pahala yang mengalir. Menurut Imam Al Suyuti (wafat 911 H), bila semua hadis mengenai multilevel pahala dikumpulkan, semuanya berjumlah sepuluh amal. Mulai dari ilmu yang bermanfaat; mewakafkan buku, kitab, atau Alquran; berjuang dan membela Tanah Air; membuat sumur dan irigasi; membangun tempat penginapan bagi para musafir; hingga membangun tempat ibadah dan tempat belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya para ulama pada zaman dulu berlomba-lomba mengerjakan amal-amal di atas. Mereka semua membuang jauh-jauh egonya untuk mementingkan diri sendiri. Kiranya, sudah saatnya bagi kita meneladani apa yang mereka lakukan pada zaman dulu. Sehingga, timbangan amal kebaikan kita lebih berat daripada timbangan amal buruk. Wallahu a'lam bishshawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-6802319679123805338?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/6802319679123805338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=6802319679123805338' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6802319679123805338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6802319679123805338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/multilevel-pahala.html' title='Multilevel Pahala'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-2206710918437494207</id><published>2008-09-02T19:40:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T19:41:21.458-07:00</updated><title type='text'>'Abu Jahal' Modern</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:  Mukhamad Fahrudin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang seorang hamba ketika dia mengerjakan sholat?'' (QS Al 'Alaq [76]: 9-10). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita merujuk ke beberapa kitab tafsir, seperti Jalalain, Altafsiru Almuyassar, Ibn Katsir, Aisaru Altafasir, dan lain-lainnya, akan kita dapati bahwa orang yang melarang itu adalah Abu Jahal. Sedangkan, seorang hamba yang dilarang mengerjakan shalat tersebut adalah Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengenai sabab al nuzul ayat ini, Imam Jalaludin Al Sayuthi dalam Lubab Alnuqul-nya menyebut sebuah atsar yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas. Ia berkata, ''Ketika Rasulullah SAW akan mengerjakan shalat, tiba-tiba Abu Jahal datang lalu melarang Nabi SAW mengerjakan shalat, lalu Allah menurunkan ayat Ara aita al ladzi yanha, 'abdan idza sholla hingga ayat kadzibatin khotiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Abu Jahal empat belasan abad yang lalu. Dia dengan terang-terangan melarang seorang hamba Allah, Muhammad SAW, yang akan bermunajat kepada Rabb-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman berganti. Namun, karakter Abu Jahal tak pernah mati. Dia bisa benda hidup atau juga benda mati. Tidakkah kita merasa bahwa selama ini kita ternyata dikelilingi juga oleh benda-benda yang berpotensi untuk menjadi 'Abu Jahal Modern' yang mengusung spirit setan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Abu Jahal zaman dulu dengan terang-terangan melarang Nabi SAW shalat, para 'Abu Jahal Modern' ini dengan cara halus, cara yang tidak kita sadari. Bila tidak untuk melupakan shalat, minimal menunda-nunda waktu shalat. Berapa banyak teman-teman kita, saudara-saudara kita, keluarga kita yang ketika adzan sudah dikumandangkan masih asyik menonton televisi atau asyik masyuk bertelepon ria dengan ponselnya. Nanggung, demikian alasannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal yang sepele, tapi kadang mengalahkan suatu kewajiban yang sudah jelas perintahnya. Semakin modern zaman, semakin modern pula cara-cara setan menggoda anak cucu Adam. Ungkapan ini setidaknya dapat membuat kita untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi tipu daya setan di sekitar kita, apa pun bentuknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tidak mau, kita sendiri yang harus bisa mengatur dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai justru kita sendiri yang menciptakan 'Abu Jahal Modern', yang memberi kenikmatan sesaat, namun menjerumuskan kita ke dalam kekufuran pada Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik.&lt;br /&gt;(-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-2206710918437494207?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/2206710918437494207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=2206710918437494207' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2206710918437494207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2206710918437494207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/abu-jahal-modern.html' title='&apos;Abu Jahal&apos; Modern'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-2223887535010848695</id><published>2008-09-02T19:38:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T19:39:56.799-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan 3</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kepompong Ramadhan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Untung Kasirini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam terminologi fikih, puasa adalah aktivitas ibadah dengan menahan diri dari sesuatu yang membatalkannya (seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri), dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Di dalam surat Albaqarah ayat 187 Allah SWT berfirman, ''Makan dan minumlah kalian hingga terang bagimu antara benang putih dari benang hitam, yaitu saat fajar.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui puasa Ramadhan, individu Muslim diharapkan meraih kesempurnaan diri yang dikenal dengan istilah 'takwa'. Di dalam surat yang sama ayat 183 dikatakan, ''Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana (telah) diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal ketakwaan, dalam banyak ayat Alquran disebutkan, ''Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah (adalah) yang paling baik takwanya.''&lt;br /&gt;Mengapa dengan puasa seseorang bisa berevolusi menuju kesempurnaan diri? Jawabannya ada pada makna dan manfaat yang terkandung dalam ibadah puasa itu sendiri. Pertama, manfaat fisik. Selama proses puasa, di dalam tubuh hanya terdapat sedikit zat makanan dalam proses pencernaan. Hal tersebut kemudian 'memaksa' tubuh melakukan pembakaran lemak dan zat-zat yang berbahaya (toksin). Banyak ahli kesehatan yang menganjurkan puasa atau yang mirip dengannya seperti diet sebagai terapi bagi pasien dalam menjaga kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, puasa sebagai pendidikan mental. Dengan puasa, seseorang dididik untuk bersabar dan melatih kedisiplinan. Untuk kembali makan dan minum (berbuka), kita harus bersabar hingga waktu Maghrib tiba. Puasa juga menuntut kita berdisiplin dalam berbagai hal seperti waktu sahur, berbuka, shalat tarawih, dan tilawah Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, manfaat moral-spiritual. Puasa membangun ketakwaan dan keikhlasan. Dengan ketakwaan, manusia akan memperoleh kasih sayang, ampunan, diberi kemudahan menghadapi masalah kehidupan, dijauhkan dari api neraka, dan mendapat kebahagiaan abadi, surga. Puasa juga melatih kita berempati terhadap sesama dengan menahan rasa lapar seperti yang dialami jutaan manusia yang hidup dalam kemiskinan dan kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan, puasa ibarat evolusi biologis makhluk hidup menuju bentuk sempurna yang disebut dengan metamorfosis. Dari seekor ulat yang bagi kebanyakan orang dianggap menjijikkan, berubah secara bertahap ke dalam wujud kepompong. Akhirnya, lahirlah kupu-kupu, serangga rupawan yang dicintai banyak orang. Maka, tidak salah kiranya jika menyebut orang yang berpuasa dengan metafor ''kepompong Ramadhan.''&lt;br /&gt;(-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-2223887535010848695?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/2223887535010848695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=2223887535010848695' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2223887535010848695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2223887535010848695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/ramadhan-3.html' title='Ramadhan 3'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-3016674073420705507</id><published>2008-09-02T19:36:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T19:37:30.890-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan 2</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bulan Kemuliaan &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh: Alwi Shahab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, mulai Senin 1 Ramadhan 1429 H umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa, rukun Islam keempat. Tidak ada bulan yang demikian banyak mendapat sebutan kemuliaan seperti Ramadhan. Nabi Muhammad SAW menyebutnya sebagai bulan berkah, bulan pengampunan, bulan kebaikan, dan masih banyak lagi keutamaannya. Mencerminkan nilai khusus spiritual dari bulan suci itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pahala dan hukum yang berkaitan dengan puasa demikian dipandang penting sehingga Allah akan melaksanakan pemberian pahala dan siksa itu. Ini tercermin dalam salah satu hadis Qudsi, ''Semua amal manusia itu adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa ini untuk-Ku dan Aku yang akan mengganjarnya.'' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa bila dilakukan sesuai dengan kaidah dan ajaran agama akan menjadi sarana yang kuat untuk memerdekakan kita dari belenggu keinginan, hasrat, dan segala nafsu fisik yang negatif. Di samping itu, akan membersihkan kita dari kekotoran dosa-dosa badani.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda kepada sahabat Jabir bin Abdullah Al Anshari. ''Jabir ini adalah bulan kemuliaan. Barang siapa yang berpuasa di siang harinya dan tetap sadar dan ingat pada Allah di malam harinya, menjaga perutnya dari apa yang diharamkan, dan menjaga kehormatannya dari kekotoran, serta menahan lidahnya maka ia akan terlepas dari dosa-dosa seperti lepasnya bulan Ramadhan dari dia.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini makin disadari bahwa puasa yang dilakukan dengan iman akan memberi pengaruh kepada seseorang yang menjalaninya. Dalam ilmu kedokteran--termasuk para dokter dari dunia Barat--memuji kaidah-kaidah puasa. Karena, menurut mereka, pengendalian diri merupakan obat paling manjur untuk meredam berbagai penyakit. Mereka menyimpulkan bahwa kemarahan, kebencian, dengki, sakit hati, dan dendam--kesemuanya oleh agama diminta agar kita meredamnya--adalah sikap-sikap yang memperburuk kesehatan karena merusak daya tahan tubuh. Banyak penyakit seperti jantung, hipertensi, dan stroke diperberat oleh sikap-sikap demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama puasa kita juga diperintahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta merasakan kehadiran-Nya. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk mempererat solidaritas sosial serta rasa kasih sayang sesama umat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, mereka merasakan adanya persamaan yang mengurangi rasa kelebihan dalam mengecap kenikmatan rezeki yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sehingga, akan ada tolong-menolong antara yang kuat dan lemah, kaya dan miskin, baik dalam bentuk zakat, sedekah, maupun infak. Bismillah. Mari menyiapkan diri menyambut bulan mulia penuh hikmah.&lt;br /&gt;(-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-3016674073420705507?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/3016674073420705507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=3016674073420705507' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3016674073420705507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3016674073420705507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/ramadhan-2.html' title='Ramadhan 2'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-6204188289424533672</id><published>2008-09-02T19:34:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T19:35:54.024-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Amalan Nabi di Bulan Suci&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh Prof Dr KH Ali Mustafa Yakub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW, kita perlu mengetahui apa saja yang dilakukan beliau pada bulan Ramadhan. Hal itu agar dalam menjalankan ibadah Ramadhan kita tidak menyimpang dari tuntunan beliau.Setiap malam pada bulan Ramadhan, Malaikat Jibril datang menghadap Nabi SAW dan mendengarkan bacaan Alquran dari Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, ''Nabi SAW adalah orang yang paling dermawan dalam melakukan kebajikan, lebih-lebih pada Ramadhan. Karena Malaikat Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan sampai Ramadhan habis. Nabi SAW membacakan Alquran kepada malaikat Jibril. Bagi Jibril, Nabi SAW adalah orang yang paling dermawan dalam melakukan kebajikan bagaikan angin yang kencang. (HR Imam Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadarus ini kemudian ditradisikan oleh umat Islam dengan membaca Alquran sebanyak-banyaknya setiap datang bulan Ramadhan.Nabi SAW adalah seorang yang dermawan. Dan pada bulan Ramadhan Nabi SAW lebih dermawan ketimbang bulan-bulan lainnya. Kedermawanan Nabi SAW ini oleh shahabat Abdullah bin Abbas RA diibaratkan seperti dalam hadis riwayat Imam al-Bukhari tadi, sebagai angin yang kencang (  al-rih al-mursalah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Nabi SAW shalat malam yang dilakukan khusus pada bulan Ramadhan disebut Qiyamul Ramadhan (shalat malam Ramadhan). Belakangan istilah shalat malam Ramadhan ini dibakukan menjadi shalat tarawih.Dalam hadis yang shahih (valid) Nabi SAW bersabda, ''Siapa yang melaksanakan qiyamul Ramadhan (shalat tarawih) dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah, maka ia akan diampuni dosanya yang telah lalu. (HR Imam al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW membagi bulan Ramadhan menjadi dua periode. Periode pertama, tanggal satu sampai 20 Ramadhan. Periode kedua, tanggal 21 sampai akhir Ramadhan. Pada periode pertama, Nabi SAW masih biasa-biasa saja dalam beribadah. Tetapi, pada periode kedua, beliau tancap gas, mengonsentrasikan diri untuk beribadah di masjid, khususnya pada malam hari.&lt;br /&gt;(-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-6204188289424533672?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/6204188289424533672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=6204188289424533672' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6204188289424533672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6204188289424533672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/ramadhan.html' title='Ramadhan'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-4901999327086961029</id><published>2008-09-02T19:32:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T19:34:40.441-07:00</updated><title type='text'>Diam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh Ust M Arifin Ilham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa adalah diam. Tentu bukan sembarang diam, bukan takut kebenaran, bukan karena bodoh, tetapi diam bernilai ibadah karena sedang berpuasa. Kalau diamnya saja bernilai ibadah, apalagi kalau beraktivitas ibadah dan beramal saleh, membaca Alquran, menuntut ilmu, sedekah, mencari nafkah yang halal, sampai berdakwah. Maka, sungguh pantaslah mereka berpuasa mendapat nilai berlipat ganda dari Allah.Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diamnya orang mukmin adalah tafakur dan tadabbur; Dari mana aku? Di mana Aku? Ke mana aku akhirnya? Rotasi dan evolusi alam ini dalam miliaran galaksi yang mencengangkan para kosmolog, renungan inilah membuat orang beriman itu bersujud di haribaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat Qaf ayat 18, ''Tidaklah berkata satu kata kecuali dicatat oleh Malaikat Raqib dan Atid.'' Rasulullah SAW pun mengingatkan, ''Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhirat hendaklah berkata baik, benar, jujur, sopan, santun, mulia, kalau tidak maka lebih baik diam.'' Karena itu aktivitas lisan orang mukmin hanya dua, kalau tidak bisa bicara baik maka diam, tetapi kalau bisa bicara baik itu lebih baik daripada diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tepat sikap Siti Maryam menghadapi fitnah dengan diam, ''Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa berdiam untuk Tuhan Yang Mahakuasa maka aku tidak berbicara dengan siapa pun pada hari ini.'' Ada waktu untuk bicara, ada tempatnya untuk bicara, bahkan kadang tidak hanya untuk menyampaikan tetapi yang lebih penting adalah sampai, karena itu ayat-ayat Alquran menggambarkan ucapan orang yang takut kepada Allah; qaulan sadiidan ucapan tegas (lihat QS Al Azhab [33]: 70), qaulan tsaqiilan ucapan berbobot (lihat QS Al Muzzammil [73]: 5),qaulan layyinan ucapan lembut (lihat QS Thaahaa [20]: 44), dan qaulan ma'ruufan ucapan baik, sopan (lihat QS An-Nisaa [4]: 5). Sungguh betapa banyak orang yang diam-diam itu tatkala berbicara mengagumkan karena ia berdiam, mendengar, merenung baru berbicara, Subhanallah.&lt;br /&gt;(-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-4901999327086961029?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/4901999327086961029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=4901999327086961029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4901999327086961029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4901999327086961029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/09/diam.html' title='Diam'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-6457256414838104522</id><published>2008-08-30T23:02:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T23:03:48.031-07:00</updated><title type='text'>Akal Pikiran</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh: &lt;strong&gt;Muhammad Shofwan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Katakanlah: 'Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya'.'' (QS Al Ankabut [29]: 20).&lt;br /&gt;Salah satu keistimewaan manusia dibanding dengan makhluk lainnya adalah diberinya akal pikiran oleh Allah SWT. Akal merupakan penggerak yang memotivasi manusia dalam mengarungi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menyeru kita agar terus menggunakan akal pikiran: memerhatikan, merenungi, dan memikirkan fenomena-fenomena alam serta keindahan ciptaan-Nya. Islam mengajak manusia berpikir karena merupakan pendorong yang sangat kuat bagi kaum Muslimin untuk menghasilkan ilmu pengetahuan yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dengan merenungi dan memikirkan kekuasaan-kekuasaan Allah, keindahan ciptaan-Nya, dan fenomena-fenomena alam dengan segala keteraturan sistem alam raya, merupakan suatu jaminan yang dapat mengantarkan keimanan seseorang kepada Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dituntut untuk berpikir, kita harus berhati-hati dalam menggunakan akal pikiran. Agar kita tidak terjebak di dalam kesalahan berpikir. Rasulullah SAW selalu mengingatkan agar pemikiran kita selalu bersih dari aib-aib yang merusak kejernihan akal pikiran, seperti taklid dan tidak berdalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taklid ialah mengikuti pemikiran atau pendapat orang lain tanpa mengetahui kebenarannya. Rasul bersabda, ''Janganlah kalian menjadi orang yang taklid (ikut-ikutan).'' (HR Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang dimaksud dengan tidak berdalil, yaitu mengeluarkan suatu keputusan, argumen, dan membuat simpulan tanpa didasari dengan dalil yang kuat. Kebanyakan manusia cenderung membuat simpulan, berargumentasi, memberikan keputusan tanpa didasari dalil yang kuat sehingga menjauhkan dari esensi kebenarannya. Allah berfirman, ''Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati akan dimintai pertanggungjawabannya.'' (QS Al Isra [17]: 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya, Allah memberi akal pikiran agar manusia selalu berpikir dan mengorganisasi segala tindak-tanduknya di dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang bisa mengendalikan akal pikirannya dengan baik maka ia telah memanifestasikan kebaikannya untuk kehidupan akhirat kelak.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-6457256414838104522?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/6457256414838104522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=6457256414838104522' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6457256414838104522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6457256414838104522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/08/akal-pikiran.html' title='Akal Pikiran'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-758376300583528707</id><published>2008-08-30T23:01:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T23:02:11.068-07:00</updated><title type='text'>Bulan Kemuliaan</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh: &lt;strong&gt;Alwi Shahab&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, mulai Senin 1 Ramadhan 1429 H umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa, rukun Islam keempat. Tidak ada bulan yang demikian banyak mendapat sebutan kemuliaan seperti Ramadhan. Nabi Muhammad SAW menyebutnya sebagai bulan berkah, bulan pengampunan, bulan kebaikan, dan masih banyak lagi keutamaannya. Mencerminkan nilai khusus spiritual dari bulan suci itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahala dan hukum yang berkaitan dengan puasa demikian dipandang penting sehingga Allah akan melaksanakan pemberian pahala dan siksa itu. Ini tercermin dalam salah satu hadis Qudsi, ''Semua amal manusia itu adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa ini untuk-Ku dan Aku yang akan mengganjarnya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa bila dilakukan sesuai dengan kaidah dan ajaran agama akan menjadi sarana yang kuat untuk memerdekakan kita dari belenggu keinginan, hasrat, dan segala nafsu fisik yang negatif. Di samping itu, akan membersihkan kita dari kekotoran dosa-dosa badani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda kepada sahabat Jabir bin Abdullah Al Anshari. ''Jabir ini adalah bulan kemuliaan. Barang siapa yang berpuasa di siang harinya dan tetap sadar dan ingat pada Allah di malam harinya, menjaga perutnya dari apa yang diharamkan, dan menjaga kehormatannya dari kekotoran, serta menahan lidahnya maka ia akan terlepas dari dosa-dosa seperti lepasnya bulan Ramadhan dari dia.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini makin disadari bahwa puasa yang dilakukan dengan iman akan memberi pengaruh kepada seseorang yang menjalaninya. Dalam ilmu kedokteran--termasuk para dokter dari dunia Barat--memuji kaidah-kaidah puasa. Karena, menurut mereka, pengendalian diri merupakan obat paling manjur untuk meredam berbagai penyakit. Mereka menyimpulkan bahwa kemarahan, kebencian, dengki, sakit hati, dan dendam--kesemuanya oleh agama diminta agar kita meredamnya--adalah sikap-sikap yang memperburuk kesehatan karena merusak daya tahan tubuh. Banyak penyakit seperti jantung, hipertensi, dan stroke diperberat oleh sikap-sikap demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama puasa kita juga diperintahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta merasakan kehadiran-Nya. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk mempererat solidaritas sosial serta rasa kasih sayang sesama umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, mereka merasakan adanya persamaan yang mengurangi rasa kelebihan dalam mengecap kenikmatan rezeki yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sehingga, akan ada tolong-menolong antara yang kuat dan lemah, kaya dan miskin, baik dalam bentuk zakat, sedekah, maupun infak. Bismillah. Mari menyiapkan diri menyambut bulan mulia penuh hikmah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; (-)     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-758376300583528707?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/758376300583528707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=758376300583528707' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/758376300583528707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/758376300583528707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/08/bulan-kemuliaan.html' title='Bulan Kemuliaan'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-4236204062726496143</id><published>2008-08-30T23:00:00.001-07:00</published><updated>2008-08-30T23:00:46.209-07:00</updated><title type='text'>Maksimalisasi Usia Oleh Widia Nur Aini</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;''Sesungguhnya, Allah hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. Dia-lah yang menurunkan hujan serta mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan, tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan, tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.'' (QS Luqman [31]: 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu rahasia Allah SWT yang tidak diketahui oleh manusia adalah perkara umur atau usia. Tak ayal, seorang yang dikira sehat tiba-tiba diberitakan tutup usia atau meninggal dunia. Sebaliknya, seorang yang diterka akan segera menemui ajal didapati masih menghela napas dan hidup lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Khalifah Umar bin Khathab RA, contoh seorang yang benar-benar memerhatikan perkara umur. Suatu ketika, ia ingin meminjam uang kepada baitul mal untuk suatu hajat. Namun, sebelum memberikan pinjaman, pengurus baitul mal itu bertanya, ''Wahai Umar, adakah jaminan untuk pinjaman ini? Akankah engkau dapat menjamin hidupmu sampai hari esok?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan pengurus itu, ia tertegun dan mengurungkan niatnya. Ia menyadari bahwa dirinya dan bahkan seluruh manusia tidak ada yang sanggup untuk menjamin sampai kapan hidupnya di dunia. Umar pun kembali ke rumah dan mengurungkan niatnya.Sifat manusia yang seolah-olah ingin hidup abadi di dunia menggambarkan keserakahan dan keegoisannya. Terlebih, itu merupakan kufur atas nikmat yang telah diberikan. Keabadian bukanlah sifat manusia, melainkan hanya milik Dzat yang Mahahidup (&lt;em&gt;Alhayyu&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, berarti manusia telah kehilangan arti usia yang sesungguhnya. Karena, dalam Islam, usia adalah modal untuk berbuat dan mengisi. Maka dari itu, Rasulullah SAW mengingatkan, ''Ambillah kesempatan lima sebelum datang yang lima: masa mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum melaratmu, hidupmu sebelum matimu, dan senggangmu sebelum sibukmu.'' (HR Al Hakim dan Al Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih tegas lagi, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah bersabda, ''Sebaik-baik kalian adalah seorang yang panjang usianya dan baik amalnya. Dan, seburuk-buruk kalian adalah yang panjang usianya, namun buruk amalnya.''Marilah kita memaksimalkan modal umur kita yang diberikan Allah SWT dengan sebaik-baiknya. &lt;em&gt;Wallahu a'lam.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; (-)    &lt;br /&gt;&lt;a href="http://republika.co.id/launcher/view/mid/183"&gt;Index Koran&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-4236204062726496143?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/4236204062726496143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=4236204062726496143' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4236204062726496143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4236204062726496143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/08/maksimalisasi-usia-oleh-widia-nur-aini.html' title='Maksimalisasi Usia Oleh Widia Nur Aini'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-7974261907931326306</id><published>2008-08-30T22:56:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T22:57:48.157-07:00</updated><title type='text'>Tarawih dan Ukhuwah Islamiyah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="info-news"&gt;  &lt;div id="picnews-dalam"&gt;&lt;img class="detailpic" src="http://republika.co.id/images/news/2008/08/20080827173318.jpg" alt="20080827173318" /&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selama satu bulan Ramadhan ini, selain pengamalan ibadah puasa yang berdimensi positif pada peningkatan kepedulian sosial, umat Islam juga melaksanakan shalat tarawih, yang disadari atau tidak, sesungguhnya juga berdampak positif pada pengokohan ukhuwah Islamiyah. Alhamdulillah, kini shalat tarawih tidak lagi menjadi ajang perdebatkusiran. Seperti ketika umat juga sudah bisa memahami perbedaan penentuan awal dan akhir Ramadhan, apakah dengan rukyat atau hisab, sebagaimana umat pun tetap dapat bergembira berhari raya tanpa mempersoalkan apakah tadi shalat Idul Fitri di masjid atau di lapangan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengedepankan ukhuwah dalam menyikapi ikhtilaf (perbedaan), sesungguhnya adalah bagian dari sunah Rasulullah saw yang dilanjutkan oleh para Khulafa ar-Rasyidun. Maka tidak heran bila, sekalipun berbeda 'mazhab', tetapi Imam Ahmad dapat ikhlas berguru pada Imam Syafi'i, bahkan beliau pun tampil sebagai pembela utama Imam Syafi'i. Demikian pula sebaliknya, Imam Syafi'i tidak segan mengakui secara terbuka keunggulan muridnya itu dalam bidang hadis, sehingga beliau berpesan kepada Imam Ahmad agar bila mendapati hadis sahih segera mengabarkan kepada Imam Syafi'i, agar beliau dapat merujuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara mereka pun terjalin ukhuwah Islamiyah yang tulus ikhlas sehingga dapat menghasilkan suatu peradaban. Umat Islam di Indonesia pastilah tidak asing dengan nama-nama tokoh tersebut dan sewajarnyalah bila perilaku para tokoh itu pun selalu mereka rujuk. Selain kepada Rasulullah saw kalangan Nahdhiyyin (NU) dalam berfikih tentu akan merujuk (terutama) pada Imam Syafi'i, sementara kalangan Muhammadiyah, selain merujuk pada Rasulullah, jiwa berfikih mereka sesungguhnya merujuk pada Imam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila demikian maka sesungguhnya bulan Ramadhan ini, dengan aktivitas shalat tarawihnya, telah dengan sangat intensif dan massif menginternalisasi makna dan sikap ukhuwah di antara umat Islam dengan keberagaman latar belakang mereka. Bila demikian, maka sesungguhnya umat telah memiliki dasar pijakan yang sangat kokoh untuk tetap mempertahankan ukhuwah Islamiyah di antara mereka dan artinya mempertahankan integrasi bangsa yang akan berlanjut pada sesudah bulan Ramadhan.  (ah)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; (M Hidayat Nur Wahid) &lt;br /&gt;&lt;a href="http://republika.co.id/launcher/view/mid/182"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-7974261907931326306?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/7974261907931326306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=7974261907931326306' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/7974261907931326306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/7974261907931326306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/08/tarawih-dan-ukhuwah-islamiyah.html' title='Tarawih dan Ukhuwah Islamiyah'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-5684993316976610781</id><published>2008-08-05T04:38:00.000-07:00</published><updated>2008-08-05T04:41:50.236-07:00</updated><title type='text'>63 tahun RI</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;Plus-Minus 63 Tahun Kemerdekaan Bangsa  &lt;span&gt;Oleh Ahmad Syafii Maarif&lt;/span&gt;  &lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Syafii Maarif&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanggal 17 Agustus 2008, genaplah 63 tahun usia kemerdekaan bangsa, sesuatu yang sangat wajib kita syukuri. Bersyukur bermakna menggunakan seluruh pemberian Allah kepada kita untuk tujuan apa saja yang diridhai-Nya, di samping membaca alhamdulillah. Janji Alquran: ''Sungguh jika kamu bersyukur, pasti [nikmat itu] akan Aku tambah untuk kamu; dan jika kamu ingkar [nikmat], sesungguhnya azab-Ku amatlah pedih.'' (Ibrahim: 7). Janji Allah ini berlaku untuk semua zaman, di semua tempat, termasuk di Indonesia. Detik kemerdekaan adalah momen turunnya nikmat yang luar biasa artinya bagi sebuah bangsa terjajah yang penuh kehinaan. Dalam perspektif ini, jasa para pejuang yang telah mengantarkan bangsa ke gerbang kemerdekaan tidak terhingga, saking besarnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekalipun masih kecewa terhadap capaian janji-janji kemerdekaan, saya berupaya untuk berpikir positif dalam arti plusnya lebih banyak dibandingkan minusnya. Adalah karena kemerdekaan, sebagian anak-anak pintar dari berbagai pelosok tersuruk telah mengenyam hasil pendidikan, bahkan ada yang sampai ke puncak. Berasal dari orang tua yang boleh jadi buta huruf, tidak mustahil anaknya telah melanglang buana ke berbagai penjuru bumi untuk mencerahkan dan mencerdaskan diri. Jumlah mereka dari hari ke hari semakin bertambah, bergantung pada kesungguhan anak udik itu mengejar cita-cita pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang sedikit mencengangkan adalah kenyataan bahwa sebagian otak desa yang kurang gizi itu tidak kalah bersaing dengan mereka yang kelebihan gizi di kota plus fasilitas yang lebih dari cukup. Karena kemerdekaan bangsalah, anak-anak yang kurang gizi itu berhasil melibatkan diri dalam gerak mobilitas sosial yang kencang, sekalipun kadang-kadang terasa amatlah keras. Tanpa kemerdekaan, kita tidak dapat membayangkan berlakunya mobilitas sosial itu. Pendidikanlah yang paling bertanggung jawab untuk proses pencerdasan ini, sekalipun pada masa lampau yang belum lama, posisi guru sungguh menyedihkan. Sekarang sudah semakin meningkat seiring dengan meningkatnya harga keperluan hidup sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itu sebuah plus dari sisi pendidikan tanpa membandingkannya dengan negara lain yang jauh lebih maju. Plus yang lain terlihat dalam sarana dan prasarana transportasi: jalan-jalan dan kendaraan. Saya tidak punya data tentang pertambahan ruas jalan sejak kemerdekaan, tetapi jelas panjangnya sudah berlipat-lipat. Jumlah kendaraan jangan ditanya lagi. Daerah pedesaan yang di zaman penjajahan tidak pernah disentuh kendaraan bermesin, kondisinya sudah berubah total secara dahsyat. Saya masih ingat di tahun 1960-an di daerah Surakarta, misalnya, pemilik sepeda motor amatlah terbatas. Sekarang jangankan di daerah perkotaan, di pelosok-pelosok yang dulunya terpencil, sekarang sepeda motor berkeliaran tak terhitung dengan segala polusi suara dan asap yang dapat mengganggu kesehatan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Plus berikutnya tampak pada dunia kesehatan. Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) lengkap dengan dokternya telah lama memasuki kawasan yang dulunya tak terjangkau. Banyak di antara puskesmas itu yang mentereng, dibangun di tempat-tempat strategis, demi pelayanan negara terhadap rakyat banyak. Terakhir, diluncurkan pula program untuk menyantuni keluarga miskin (gakin) dengan pengobatan cuma-cuma. Bukankah ini sebuah kemajuan yang patut disyukuri? Plus yang lain masih banyak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang di mana minusnya? Minus pertama terletak pada kenyataan jumlah rakyat miskin masih sangat tinggi, hampir separuh penduduk Indonesia yang sekarang sudah mencapai sekitar 240 juta, dibandingkan dengan hanya 70 juta saat lonceng kemerdekaan dipukul nyaring, 63 tahun silam. Masalah kemiskinan ini jelas terkait secara organik dengan ketidakmampuan negara melaksanakan UUD yang proorang miskin. Dalam pelaksanaannya, yang terjadi adalah UUD disulap menjadi proorang kaya. Maka, akibatnya berdirilah dengan amat nyata bangunan piramida kaya-miskin dengan perbedaan yang tajam sekali. Di pucuk piramida, bertahtalah segelintir manusia kaya dengan penghasilan 1-3 miliar per bulan, sementara di posisi terbawah terbentanglah lautan kemiskinan yang luas, tanpa penghasilan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Minus berikutnya adalah semakin mengguritanya laku korupsi di kalangan elite birokrasi dan perusahaan dari tingkat atas sampai tingkat bawah, plus kerusakan lingkungan yang parah. Kondisinya sudah sangat berbahaya, tetapi negara masih gagal menanggulanginya.Minus ketiga terlihat di kancah politik yang sekarang sedang dijadikan  mata pencarian, karena lapangan kerja masih sangat sempit. Anda bisa memperkirakan dampak buruknya yang nyata saat politik telah menjadi ajang rebutan mengais rezeki, persis seperti makhluk lain berebut tulang. Minus yang lain, bisa Anda jejerkan sendiri. Semua minus ini berhulu pada rapuhnya bangunan kultur kita. Tetapi, Indonesia adalah negeri dan bangsa yang wajib kita bela.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; (-)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-5684993316976610781?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/5684993316976610781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=5684993316976610781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/5684993316976610781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/5684993316976610781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/08/63-tahun-ri.html' title='63 tahun RI'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-4626385251637353449</id><published>2008-07-08T16:55:00.000-07:00</published><updated>2008-07-08T16:56:26.826-07:00</updated><title type='text'>Z A K A T</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;      Zakat         &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;do_pdf=1&amp;amp;id=2017" target="_blank" onclick="window.open('http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=2017','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="PDF"&gt;      &lt;img src="http://www.pkesinteraktif.com/templates/gk_sportmaxum/images/pdf_button.png" alt="PDF" name="PDF" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;      &lt;a href="http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=2017&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=36" target="_blank" onclick="window.open('http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=2017&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=36','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="Cetak"&gt;       &lt;img src="http://www.pkesinteraktif.com/templates/gk_sportmaxum/images/printButton.png" alt="Cetak" name="Cetak" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=2017&amp;amp;itemid=36" target="_blank" onclick="window.open('http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=2017&amp;itemid=36','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no'); return false;" title="E-mail"&gt;      &lt;img src="http://www.pkesinteraktif.com/templates/gk_sportmaxum/images/emailButton.png" alt="E-mail" name="E-mail" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" align="left" valign="top" width="70%"&gt;      &lt;span class="small"&gt;&lt;/span&gt;     &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;      Selasa, 08 Juli 2008    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;       &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Sebuah Konsepsi Pengentasan Kemiskinan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Oleh : Asrorun Niam Sholeh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;      &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Islam merupakan agama yang mendorong umatnya untuk hidup dinamis dan kreatif sehingga mampu melakukan yang terbaik dalam kehidupan bermasyarakat. Di antara lain Islam adalah konsep pengentasan kemiskinan yang berbentuk zakat. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas ra bahwasannya orang-orang yang mengakui dosa-dosa mereka dan Allah Swt telah mengampuni mereka, yaitu Abu Lubabah dan kelompoknya, mereka datang kepada Nabi Saw dengan membawa seluruh harta mereka seraya berkata: “Wahai Rasulullah Saw, ini aku serahkan seluruh harta kami yang telah menyebabkan kami tidak taat kepadamu. Sedekahkanlah ia untuk kami dan mintakanlah ampunan untuk kami”, mendengar hal ini Rasulullah menjawab: “saya sama sekali tidak diperintahkan untuk mengambil harta kalian barang sedikitpun”, lantas Allah Swt menurunkan ayat &lt;em&gt;“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka....” &lt;/em&gt;(&lt;strong&gt;QS. At-Taubah: 103&lt;/strong&gt;). Kemudian Rasulullah Saw mengambil sepertiga dari harta mereka. Ketidaktaatan itu muncul dari sekelompok kaum muslimin yang tidak ikut serta dalam perang Tabuk. Karena itu mereka menyesal dan mengakui sebab utama ketidaktaatan tersebut adalah kecintaan mereka terhadap harta. Maka mendermakan harta mereka menunjukkan kesungguhan mereka dalam bertobat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Allah swt memerintahkan Nabi saw untuk mengambil harta mereka dalam mensucikan dan membersihkan jiwa mereka melalui harta tersebut. Hasan Al-bashri menyatakan bahwa harta yang diambil tersebut untuk kepentingan &lt;em&gt;kafarat &lt;/em&gt;atas pelanggaran yang telah dilakukan, yang dengan demikian ayat tersebut mengandung pengertian khusus sesuai konteks turunnya ayat tersebut. Pendapat ini juga dipegang oleh Abu Su’ud dalam tafsirnya. Dari pendapat ini, kemudian muncul pendapat bahwa apabila ada orang yang hendak menafkahkan keseluruhan hartanya, maka cukup menafkahkan sepertiganya saja. Sementara itu, mayoritas &lt;em&gt;fuqaha &lt;/em&gt;menyatakan bahwa hal itu sebagai &lt;em&gt;zakat fardhu&lt;/em&gt;. Pendapat ini dari Juwaibir dari Ibn Abbas, yang juga pendapat Imam Ikrimah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Komitmen Islam terhadap pengentasan kemiskinan berlanjut pada saat pemerintahan Abu Bakar. Sepeninggal Nabi saw, Abu Bakar memerangi orang yang menolak membayar zakat, sebagaimana mereka telah membayarkannya pada Nabi saw. Islam mewajibkan pemeluknya untuk membayar zakat, bahkan dengan jalan “kekuasaan” yang mempunyai daya paksa. Seorang penguasa mempunyai hak untuk mengambil harta zakat dari orang-orang yang telah berkewajiban. Allah swt dalam firmannya: &lt;em&gt;“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka....” &lt;/em&gt;(&lt;strong&gt;QS. At-Taubah: 103&lt;/strong&gt;). “Hukum asal perintah yang mutlaq menunjukkan arti wajib, kecuali ada dalil lain yang mengubahnya”, demikian kaedah &lt;em&gt;ushul fiqh&lt;/em&gt;. Ditambah lagi dengan adanya ketetapan bagian &lt;em&gt;Amil &lt;/em&gt;yang merupakan orang yang bekerja untuk mengumpulkan harta zakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Urgensi zakat dalam Islam dapat dilihat dari posisi zakat sebagai salah satu pilar agama, di samping syahadat, shalat, puasa, dan ibadah haji. Penyebutan terminologi zakat sebagai sebuah ajaran inti hampir selalu bergandengan dengan perintah shalat. Hal ini mengisyaratkan betapa pentingnya posisi zakat sebagai penyangga tegaknya agama. Shalat sebagai pilar dan rukun Islam kedua, berfungsi sebagai simbol ketaatan yang bersifat vertikal, berdimensi &lt;em&gt;ilahiyyah &lt;/em&gt;(Ketuhanan); yang mempertegas hubungan seorang hamba dengan Tuhan (&lt;em&gt;Hablum minallah)&lt;/em&gt;. Sementara itu, zakat sebagai pilar dan rukun Islam ketiga, merupakan simbol ketaatan yang bersifat horizontal, berdimensi &lt;em&gt;Insaniyyah &lt;/em&gt;(kemanusiaan); yang mempertegas hubungan seorang hamba dengan lingkungan masyarakatnya, sesama manusia (&lt;em&gt;hablum minannas). &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ayat Al-Quran yang secara spesifik membahas tentang tema zakat, setidaknya ada 96 buah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;, baik menggunakan redaksi &lt;em&gt;shadaqah, infaq, zakat, &lt;/em&gt;maupun yang lainnya. Sedang yang membahas tentang tema infaq dan sedekah sebanyak 43 ayat. Kelompok ayat-ayat pertama menegaskan akan hukum wajib, meski menggunakan redaksi &lt;em&gt;infaq &lt;/em&gt;dan juga &lt;em&gt;shadaqah, &lt;/em&gt;sementara kelompok ayat kedua menegaskan hukum sunnah. Agar tercipta alur yang sistematik dan mudah dicerna, dalam makalah ini, pembahasan dibagi menjadi dua bagian; pembahasan tentang ayat-ayat zakat, yang terdiri dari dua ayat unduk; dan pembahasan tentang ayat-ayat infaq/shadaqah, yang terdiri dari empat ayat induk yang serangkai. Ayat-ayat yang mempunyai keterkaitan dengan keduanya akan disertakan sebagai ayat pendukung.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Apakah Zakat itu?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Surat At-Taubah: 60&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; menegaskan &lt;em&gt;“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Beberapa kata kunci dalam ayat di atas yang perlu memperoleh penjabaran pengertian di antaranya adalah:&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Al-Fuqaraa’&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Jamak dari kata &lt;em&gt;faqir&lt;/em&gt;, yang berarti orang yang tidak mempunyai harta kekayaan, dan juga tidak mempunyai pekerjaan yang mampu memenuhi hajat hidupnya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Al-Masaakiin&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Jamak dari miskin, yang berarti orang yang mempunyai harta ataupun pekerjaan; namun belum dapat mencukupi kebutuhannya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Al-‘Aamiliina ‘Alaihaa&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Orang atau lembaga yang melakukan pengumpulan harta zakat.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Al-Muallafati Quluubuhum&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Orang yang baru memeluk agama Islam, dengan memberinya zakat diharapkan dapat semakin memantapkan keimanannya. Atau orang yang terpandang di lingkungannya, dengan harapan pemberian tersebut dapat menarik koleganya untuk masuk Islam; atau agar dia sendiri masuk Islam. Untuk itu, pemberian kepadanya didasarkan pada beberapa motif; agar masuk Islam, agar menguatkan keislamannya, agar koleganya masuk Islam, dan juga agar membantu melindungi kaum muslimin. Dalam satu riwayat dijelaskan bahwa Nabi Saw pernah membagikan zakat pada Abu Sofyan bin Harb, Zabarqan bin Badr, dan juga ‘Ady bin Hatim.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Fii al-Riqaab&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dalam rangka memerdekakan budak, dan menghapus perbudakan, dengan cara menolong orang yang hendak memerdekakan budak, atau budak yang ingin menebus dirinya, dengan bantuan harta zakat.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Al-Ghaarimiin&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Orang yang terbelit hutang, dan tidak mampu keluar dari jeratannya, dengan syarat hutang tersebut tidak untuk kepentingan maksiat, atau yang orang berhutang untuk kepentingan sosial, meskipun dia kaya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Fii Sabiilillah&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Orang yang sedang berjihad di jalan Allah, baik untuk keperluan logistik ataupun lainnya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ibnu al-Sabiil&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Musafir yang kehabisan bekal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Pada ayat sebelumnya, kaum munafiq mencela Nabi Saw tentang pembagian zakat, jika mereka diberi, maka merasa senang, namun apabila tidak diberi, mereka marah-marah. Ayat ini lantas menjelaskan secara tegas orang-orang yang berhak menerima zakat. Dengan demikian, tidak ada lagi polemik tentang siapa yang berhak menerima dan siapa yang tidak; dan dengan sendirinya merupakan pukulan telak bagi kaum munafik yang menuntut pembagian zakat. Ayat tentang pembagian zakat ini disebutkan di tengah pembahasan ayat-ayat munafiq sebagai peringatan bahwa mereka bukanlah golongan yang berhak menerima zakat, sebagai hukuman atas ketamakan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ayat di atas menerangkan golongan yang berhak mendapatkan zakat, yakni sejumlah delapan golongan (&lt;em&gt;ashnaf&lt;/em&gt;). Penggunaan &lt;em&gt;“Innamaa” &lt;/em&gt;pada ayat di atas menjelaskan bahwa golongan yang berhak menerima zakat terbatas pada delapan golongan tersebut, manfikan yang lainnya. Pengertian bahwa kata “Al-Shadaqaatu” menujukkan arti zakat wajib diperoleh dari penggunaan &lt;em&gt;“Al” &lt;/em&gt;yang mempunyai pertautan dengan ayat sebelumnya, tentang celaan kaum munafiqin kepada Nabi Saw perihal pembagian zakat. Di samping itu, Allah Swt telah menetapkan hak kepemilikan bagi penerima zakat, dengan menggunakan &lt;em&gt;lam al-tamlik. &lt;/em&gt;Sedekah sunnah, tidak terbatas kepada delapan golongan yang disebutkan ayat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kedelapan golongan (&lt;em&gt;ashnaf&lt;/em&gt;) yang memperoleh hak distribusi harta zakat, sebagaimana dirinci oleh ayat di atas adalah fakir dan miskin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;. &lt;strong&gt;Dua golongan ini paling berhak menerima zakat&lt;/strong&gt;. Islam pun sangat memperhatikan kedua kelompok tersebut. Tidak hanya pada zakat, tetapi juga nampak pada berbagai &lt;em&gt;kafarat &lt;/em&gt;yang ditetapkan Islam, seperti denda bagi orang yang bersebadan di saat puasa ramadhan, &lt;em&gt;kafarat &lt;/em&gt;sumpah, pembunuhan tanpa sengaja, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kesemuanya ini menunjukkan adanya perhatian serius Islam terhadap upaya pengentasan kemiskinan yang merupakan fenomena umum dalam setiap masyarakat. Keseriusan tersebut bisa dipahami mengingat kemiskinan merupakan faktor utama terjadinya disharmoni sosial. Dalam rangka keinginan mencipatakan kesejahteraan sosial, dan meminimalisir potensi disharmoni, maka Allah Swt memprioritaskan fakir dan miskin untuk mendapatkan harta zakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ketiga, amil&lt;em&gt; &lt;/em&gt;(pengelola harta zakat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;). Amil zakat memperoleh bagian dari perolehan zakat sebagai imbalan atas hasil pekerjaannya, untuk itu ia tetap memperoleh hak bagian sekalipun ia tergolong orang yang mampu. Amil memperoleh imbalan atas pekerjaan yang &lt;em&gt;mubah. &lt;/em&gt;Analogi dari upah amil ini adalah pekerjaan menjadi Imam Rawatib, sebagaimana dijelaskan oleh al-Qurthuby. Dalam hal pendayagunaan harta zakat, agar sesuai dengan tujuan utama disyari’atkannya zakat (&lt;em&gt;maqashid syari’ah), &lt;/em&gt;maka poisi dan peran amil sangat vital dan dominan, di man ia dituntut untuk memfungsikan harta zakat&lt;em&gt; &lt;/em&gt;sebagai “jalan keluar” (&lt;em&gt;problem solver)&lt;/em&gt; bagi permasalahan ekonomi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dalam implementasinya, amil bisa terdiri dari sekumpulan individu yang terorganisir secara rapi, profesional, jujur dan transparan dan menjalankan fungsinya sebagai fasilitator sekaligus mediator antara &lt;em&gt;muzakki &lt;/em&gt;(orang yang berkewajiban membayar zakat) dan &lt;em&gt;mustahiq &lt;/em&gt;(orang yang berhak menerima zakat). Di samping itu, amil juga bisa berasal dari penguasa (pemerintah) yang dibentuk secara khusus menangani permasalahan eksplorasi dan distribusi zakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Untuk menegakkan zakat sebagai instrumen ekonomi umat, maka Islam memberikan kewenangan kepada &lt;em&gt;ulil amri &lt;/em&gt;(penguasa) untuk mengambil – bahkan secara paksa, harta zakat dari orang kaya, yang berkewajiban mengeluarkannya. Ketika harta zakat telah terkumpul, penguasa, selaku amil (panitia zakat) berhak merumuskan tata cara distribusi, dengan sasaran menghilangkan kesenjangan sosial. Dengan demikian, tata cara distribusi tidak harus untuk kepentingan konsumtif, lebih dari itu seorang amil ditantang untuk menyediakan “kail” kepada kaum yang lemah, bukan “ikannya”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dalam hal ini, seorang amil dituntut untuk bertindak sebagai dokter, yang mempunyai tugas menyembuhkan penyakit masyarakat, yakni masalah kesenjangan ekonomi. Untuk itu, perlu ada diagnosis dan analisa sebelum memutuskan untuk memberikan “obat”. Di sinilah relevansi dan signifikansi Lembaga ZIS dalam rangka mengorganisir dan memobilisir zakat untuk kepentingan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Keempat, &lt;em&gt;“Al-Muallafati qulubuhum” &lt;/em&gt;(orang yang tertaklukkan hatinya)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;, yang mencakup dua golongan, muslim dan non-muslim. Kepada yang muslim, diharapkan akan semakin kuat imannya. Sedang kepada non-muslim diharapkan akan tertarik masuk Islam. Pendapat ini merupakan madzhab malikiyah dan hanabilah, dengan mendasarkan perbuatan Nabi Saw yang membagikannya kepada kaum muslimin dan musyrikin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Golongan Hanafiyah melihat bahwa bagian “&lt;em&gt;Al-Muallafati qulubuhum&lt;/em&gt;” tidak ada lagi seiring dengan tersebarnya ajaran Islam ke seluruh pelosok. Hilangnya hak bagian mereka didasarkan pada:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“ Tiadanya hukum karena tidak adanya ‘illat”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Sedangkan jumhur fuqaha melihat bahwa bagian mereka tetap ada, dan ditunaikan ketika dianggap perlu. Tindakan yang dilakukan oleh Umar dan Utsman yang tidak memberikan bagian mereka, semata karena pertimbangan kemaslahatan, bukan karena gugurnya bagian mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dalam konteks sekarang, bagian golongan ini menemukan relevansinya di tengah gencarnya gerakan “pemurtadan”, melalui jalan ekonomi. Dengan melalui pintu ini, umat Islam dapat merasa terproteksi secara ekonomi sehingga tertutup kemungkinan peralihan agama dengan alasan ekonomi. Dan bahkan lebih dari itu, dengan sarana pemberian harta zakat dapat menarik orang di luar Islam untuk memeluk agama Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kelima, untuk memerdekakan budak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;. Tentang pemerdekaan budak, mengingat sudah tidak adanya perbudakan, beberapa ulama memberikan kemungkinan peruntukkan membebaskan tawanan perang, seperti pendapat Ibn Hubaib al-Maliki. Lebih maju lagi, Mahmud Syaltut memaknai “riqab” di sini lebih luas, mencakup keterkungkungan masyarakat muslim dalam berpikir dan berkreasi, dalam memiliki harta benda, dan juga dalam mengatur pemerintahan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Riqab” dalam pengertian klasik adalah keterkungkungan yang bersifat individual dan personal, sementara keterkungkungan masyarakat yang bersifat massal lebih layak untuk diselamatkan. Penafsiran yang demikian menemukan basis keabsahannya dengan penggunaan kata “fii” bukan kata “Li” yang berarti kepemilikian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Keenam, orang yang berhutang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;. Tentang status &lt;em&gt;gharim, &lt;/em&gt;mencakup hutang untuk kepentingan dirinya sendiri ataupun untuk kepentingan di luar dirinya. Orang yang terbelit hutang untuk kepentingan dirinya dimungkinkan memperoleh zakat untuk mengeluarkannya dari belenggu hutang tersebut, selama hutang yang dilakukan dalam koridor ketaatan. Sementara, orang yang berhutang untuk kepentingan di luar dirinya, semisal membantu orang lain keluar dari kesulitan ekonomi, atau menebus orang muslim yang menjadi tawanan musuh, maka ia berhak memperoleh bagian zakat, sekalipun pada prinsipnya ia termasuk orang yang mampu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Terminologi &lt;em&gt;gharim &lt;/em&gt;di sini juga tidak terbatas pada pengertian individu, namun juga berlaku apabila yang berhutang adalah institusi, bukan orang per orang. Terlebih apabila hutang tersebut untuk kepentingan umum (&lt;em&gt;maslahah ‘ammah&lt;/em&gt;). Dalam konteks yang lebih besar, hal ini juga termasuk hutang yang dilakukan negara, dengan syarat apabila memang negara benar-benar pailit, dan tidak mempunyai potensi untuk membayar hutangnya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ketujuh, untuk kepentingan berjuang di jalan Allah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;. Jumhur fuqaha memaknai &lt;em&gt;sabilillah &lt;/em&gt;dengan tentara yang melakukan jihad tanpa adanya gaji yang tetap, untuk kepentingan logistik di medan perang. Sementara, tentara yang memperoleh gaji tetap tidak memperoleh hak. Sebagian ulama Hanafiyah menafsirkan &lt;em&gt;sabilillah &lt;/em&gt;dengan kepentingan menuntut ilmu, sedang al-Kasany lebih jauh menafsirkannya dengan segala bentuk yang mendekatkan diri kepada Allah Swt, seperti mambangun bendungan air, benteng, dan juga menara masjid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Sabilillah” mempunyai pengertian yang sangat umum, yang mencakup segala hal yang menyangkut kepentingan umum. “Kepemilikannya adalah oleh Allah Swt, sedang pemanfaatannya adalah oleh manusia.” Demikian Syaltut mengungkapkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dengan demikian, cakupan pengertian “&lt;em&gt;sabilillah” &lt;/em&gt;menjadi sangat luas, yang meliputi&lt;em&gt; &lt;/em&gt;kebutuhan masyarakat umum, baik material maupun ruhani. Dan implementasinya sangat kontekstual dengan ijtihad pengelola.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kedelapan, Ibnu Sabil, yaitu setiap orang yang bepergian,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; tidak untuk kepentingan maksiat dan kehabisan bekal, sementara ia membutuhkan harta untuk kepentingan urusannya dan bekal untuk pulang ke kampung halamannya. &lt;em&gt;Ibnu Sabil &lt;/em&gt;diberikan bagian harta zakat sekedar untuk kepentingan mendasarnya, yakni pemenuhan tujuan perjalanan dan ongkos untuk pulang ke kampung halamannya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Pemerataan Distribusi Zakat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; ulama berselisih pendapat dalam mekanisme distribusi zakat terhadap delapan golongan yang telah disebutkan oleh ayat di atas. Imam Syafi’i mengharuskan distribusi secara merata kepada kedelapan golongan tersebut, baik zakat fitrah maupun zakat harta. Hal ini disebabkan adanya pengkaitan kepemilikan pada delapan golongan sekaligus, ditambah penggunaan kata penghubung (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;و &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;) “&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;wawu”, menunjukkan kesetaraan. Dan bagi tiap golongan, harus didistribusikan minimal kepada tiga orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Abu Hanifah, Malik, dan Ahmad membolehkan distribusi kepada satu golongan saja, mengingat ayat tersebut berfungsi pilihan. Hal ini diperkuat dengan firman Allah Swt: &lt;em&gt;“Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;QS. Al-Baqarah: 271&lt;/strong&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dari teks ayat di atas, seiring dengan kemutlaqannya, maka distribusi zakat diperuntukkan pada setiap orang yang masuk kategori &lt;em&gt;fuqara &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;masakin &lt;/em&gt;tanpa ada ikatan keimanan. Akan tetapi, fuqaha telah memberikan batasan kriteria keimanan bagi penerima zakat, dengan mendasarkannya pada hadits Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas ra bahwa Nabi Saw bersabda kepada Mu’adz ketika mengutusnya ke Yaman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;أعمالهم أن عليهم صدقة تؤخذ من أغنياءهم فترد على فقراءهم&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Namun Abu Hanifah membolehkan pembagian zakat fitrah kepada orang non muslim, mengingat hadis di atas khusu pada masalah zakat mal.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Tujuan dan idealisasi dari ibadah zakat tercermin dalam komitmen Islam dalam memerangi kesenjangan sosial dan secara konsisten memperjuangkan terciptanya keseimbangan ekonomi antara si kaya dengan si miskin, antara kaum berada dengan kaum papa. Upaya membangun keseimbangan antara kaya dan miskin, serta orang yang membutuhkan bantuan, termanifestasi dalam dua bentuk. Pertama, bentuk tang bersifat kewajiban yang bernuansa “top down”, atau bisa dikatakan struktural, yang dengan atau tanpa kesadaran, golongan yang telah memenuhi persyaratan tertentu harus mengeluarkan sebagian hartanya untuk mustahiq.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kedua, bentuk yang bersifat sukarela (&lt;em&gt;tathawwu’&lt;/em&gt;), yang menekankan adanya kesadaran akan pentingnya solidaritas sosial. Keduanya disyariatkan oleh Islam dalam rangka membangun tatanan sosial masyarakat yang harmonis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Zakat sebagai ibadah mempunyai dimensi sosial kemasyarakatan, baik bagi pembayarnya, maupun bagi penerimanya, di antaranya zakat sebagai sarana untuk menghilangkan sifat konsumerisme dan kapitalisme. Zakat dapat menumbuhkan kepekaan sosial sekaligus sarana introspeksi dan pendidikan jiwa agar bisa berbagi dengan yang lain, berbuat baik antar sesama dengan membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka. Zakat juga dapat mendorong masyarakat untuk menciptakan tatanan sosial yang harmonis, dengan adanya cinta kasih antar sesama, antara si kaya dan yang tak berpunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Zakat bisa melepaskan manusia dari ketergantungan terhadap harta. Zakat menjadikan harta mempunyai manfaat yang lebih abadi (pahala), mewujudkan kesejahteraan sosial, sebagaimana iman akan mewujudkan kesejahteraan ruhani, dan shalat akan mewujudkan kesejahteraan badani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Demikian pembahasan masalah zakat, semoga memberikan kontribusi positif bagi implementasi hukum Islam tentang masalah ini di tengah masyarakat, dan memberikan kemanfaatan bagi umat Islam secara keseluruhan. Kekurangan dalam makalah ini tidak dapat terhindarkan mengingat ketidaksempurnaan penulis, untuk itu koreksi dan kritik senantiasa diharapkan demi penyempurnaan tulisan ini. (&lt;strong&gt;zar&lt;/strong&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Wallahu A’lam bisshawab&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-4626385251637353449?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/4626385251637353449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=4626385251637353449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4626385251637353449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4626385251637353449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/07/z-k-t.html' title='Z A K A T'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-6439612233665771098</id><published>2008-07-08T16:54:00.001-07:00</published><updated>2008-07-08T16:54:40.055-07:00</updated><title type='text'>Bunga Bank = Riba Yang Diharamkan</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;do_pdf=1&amp;amp;id=1993" target="_blank" onclick="window.open('http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=1993','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="PDF"&gt;      &lt;img src="http://www.pkesinteraktif.com/templates/gk_sportmaxum/images/pdf_button.png" alt="PDF" name="PDF" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;      &lt;a href="http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=1993&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=909" target="_blank" onclick="window.open('http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1993&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=909','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="Cetak"&gt;       &lt;img src="http://www.pkesinteraktif.com/templates/gk_sportmaxum/images/printButton.png" alt="Cetak" name="Cetak" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=1993&amp;amp;itemid=909" target="_blank" onclick="window.open('http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=1993&amp;itemid=909','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no'); return false;" title="E-mail"&gt;      &lt;img src="http://www.pkesinteraktif.com/templates/gk_sportmaxum/images/emailButton.png" alt="E-mail" name="E-mail" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" align="left" valign="top" width="70%"&gt;      &lt;span class="small"&gt;&lt;/span&gt;     &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;      Senin, 07 Juli 2008    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;      &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Assalamualaikum wr. wb. &lt;/em&gt;Pengasuh kontak tanya jawab syariah yang dimuliakan Allah, saya mohon penjelasan lebih lanjut tentang riba dan bunga bank, apakah bunga bank hukumnya sama dengan riba atau tidak? Bagaimana caranya bermuamalah yang sesuai dengan syariah Islam, karena selama ini, saya pribadi, sudah sering melakukan transaksi dengan lembaga keuangan konvensional? Mohon penjelasannya! &lt;em&gt;Wassalamualaikum  wr. wb&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;(Ibu Mutmainnah, Mojokerto)&lt;/span&gt;   &lt;div align="justify"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Verdana;  panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink  {color:blue;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed  {color:purple;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} p  {mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0cm;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:35.4pt;  mso-footer-margin:35.4pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Wa’alaikumussalam wr. wb. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Terima kasih banyak atas pertanyaan Ibu Mutmainnah kepada pengasuh kontak tanya jawab syariah PKES. Perlu kami jelaskan terlebih dahulu mengenai status hukumya riba dalam Islam. Sesuai dengan QS al-Baqarah [2]: 275, riba hukumnya &lt;strong&gt;haram&lt;/strong&gt;. Dalam hal ini, tidak ada penjelasan lain yang membolehkan praktek riba dalam setiap aktifitas kegiatan ekonomi. Sudah tidak ada tawar menawar lagi tentang status keharaman riba. Sebagai solusinya, masih mengacu QS. Al-Baqarah [2]: 275, umat Islam diperkenankan untuk memperbanyak praktek jual-beli (&lt;em&gt;ba’i&lt;/em&gt;) dalam kegiatan ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Riba difahami sebagai &lt;em&gt;ziyadah&lt;/em&gt; (tambahan), tumbuh dan membesar. Tambahan (&lt;em&gt;ziyadah&lt;/em&gt;) tanpa imbalan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; yang terjadi karena penangguhan dalam pembayaran yang diperjanjikan sebelumnya. Ijma ulama tentang keharaman riba dan bahwa riba adalah salah satu dosa besar (&lt;em&gt;kabair&lt;/em&gt;). (lihat antara lain: &lt;em&gt;a-Nawawi, al-Majmu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;’ Syarh al-Muhadzdzab, [tt. Dar al-Fikr, &lt;a href="http://t.th/" target="_blank"&gt;t.th&lt;/a&gt;], juz 9, h. 391)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;.  An-Nawawi berkata, al-Mawardi berkata: Sahabat-sahabat kami (ulama madzhab Syafi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;’i) berbeda &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;pendapat tentang pengharaman riba yang ditegaskan oleh al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;’an, atas dua pandangan. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; pengharaman tersebut bersifat &lt;em&gt;mujmal&lt;/em&gt; (global) yang dijelaskan oleh Sunnah. Setiap hukum tentang riba yang dikemukakan oleh sunnah adalah merupakan penjelasan (&lt;em&gt;bayan&lt;/em&gt;) terhadap kemujmalan al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;’an, baik &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;riba naqd &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;maupun &lt;em&gt;riba nasi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;’ah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;.  &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, bahwa pengharaman riba dalam al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;’an sesungguh-nya hanya mencakup riba &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;nasa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;’ii &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;yang dikenal oleh masyarakat Jahiliah dan permintaan atas harta (piutang), disebabkan penambahan masa (pelunasan). Salah seorang diantara mereka, apabila jatuh jatuh tempo pembayaran piutangnya dan pihak berhutang tidak membayarnya, ia menambahkan piutangnya dan menambahkan pula masa pembayaran-nya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Sekarang bagaimana dengan bunga bank? Apakah hukumnya sama dengan riba atau tidak? Bunga bank merupakan hal yang baru, termasuk masalah kontemporer yang pada zaman awal Islam, zaman Nabi Muhammad dan Khulafaur Ryasidin, belum dikenal adanya bunga bank. Maka dari itu perlu adanya tanggapan hukum Islam terhadap status hukum bunga bank. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Pada awal tahun 2004, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa tentang bunga bank haram. Dalam fatwa ini dijelaskan bahwa &lt;strong&gt;bunga &lt;/strong&gt;(&lt;em&gt;interest&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;faidah&lt;/em&gt;) adalah tambahan yang dikenakan dalam transkasi pinjaman uang (&lt;em&gt;qard&lt;/em&gt;) yang diperhitungkan dan pokok pinjaman tanpa mempertimbangkan pemanfaatan atau hasil poko tersebut, berdasrkan tempo wkatu, diperhitungkan secara pasti di muka, dan pada umumnya berdasarkan persentase.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Praktek pembungaan uang saat ini telah memenuhi kriteria riba yang terjadi pada zaman Rasulullah Saw, yakni riba nasi’ah. Dengan demikian, praktek pembungaan uang ini termasuk salah satu bentuk riba, dan riba haram hukumnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Adapun keinginan Ibu Mutmainnah untuk melakukan transaksi sesuai dengan syariah Islam merupakan suatu kewajiban bagi kita yang mengaku sebagai orang Islam (&lt;em&gt;muslim &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;muslimah&lt;/em&gt;). Saat ini sudah banyak lembaga keuangan yang beroperasi sesuai dengan syariah Islam, baik dalam bentuk perbankan maupun non perbankan, seperti asuransi syariah, pegadaian syariah, koperasi syariah atau reksadana syariah. Ibu Mutmainnah dapat menghubungi lembaga keuangan syariah terdekat dan dapat memperoleh informasi tentang produk yang sesuai.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi Ibu Mutmainnah. &lt;em&gt;Wallahu ‘alam bis shawab &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-6439612233665771098?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/6439612233665771098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=6439612233665771098' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6439612233665771098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6439612233665771098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/07/bunga-bank-riba-yang-diharamkan.html' title='Bunga Bank = Riba Yang Diharamkan'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-2697775838019352871</id><published>2008-07-08T16:47:00.001-07:00</published><updated>2008-07-08T16:47:51.088-07:00</updated><title type='text'>Ali Bin Abi Thalib dan Hukum</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;do_pdf=1&amp;amp;id=2005" target="_blank" onclick="window.open('http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=2005','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="PDF"&gt;      &lt;img src="http://www.pkesinteraktif.com/templates/gk_sportmaxum/images/pdf_button.png" alt="PDF" name="PDF" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;      &lt;a href="http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=2005&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=219" target="_blank" onclick="window.open('http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=2005&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=219','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="Cetak"&gt;       &lt;img src="http://www.pkesinteraktif.com/templates/gk_sportmaxum/images/printButton.png" alt="Cetak" name="Cetak" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=2005&amp;amp;itemid=219" target="_blank" onclick="window.open('http://www.pkesinteraktif.com/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=2005&amp;itemid=219','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no'); return false;" title="E-mail"&gt;      &lt;img src="http://www.pkesinteraktif.com/templates/gk_sportmaxum/images/emailButton.png" alt="E-mail" name="E-mail" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" align="left" valign="top" width="70%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;      Selasa, 08 Juli 2008    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Bagi Anda yang merasa frustasi dengan keadaan hukum saat ini dan tingkah polah pemimpin dan penegak hukum, kisah yang  terjadi belasan abad yang lalu ini menarik untuk disimak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Alkisah pada masa Ali bin Abi Thalib  menjadi khalifah, ia kehilangan baju &lt;em&gt;dir’a&lt;/em&gt; (baju besi) miliknya. Tidak beberapa lama, ia mendapati baju besinya ada pada seorang Yahudi. Namun, ketika ditanya Ali, orang Yahudi itu bersikukuh bahwa baju besi itu adalah miliknya. Akhirnya, keduanya sepakat untuk membawa perkara itu ke hadapan hakim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Setelah mendengar duduk perkaranya, hakim yang bernama Syuraih bertanya kepada Ali, apakah ia mempunyai bukti-bukti yang mendukung pernyataannya. Ali pun menghadirkan dua saksi, yaitu pembantunya, Qanbar dan anaknya, Hasan bin Ali, cucu Rasulullah Saw.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Sang hakim menerima kesaksian pembantu Ali, namun menolak kesaksian Hasan, karena kesaksian seorang anak kepada ayahnya tidak dapat diterima di hadapan hukum. Ali pun berkata pada hakim Syuraih, ”Tetapi apakah Anda tidak pernah mendengar Rasulullah yang menyatakan bahwa Hasan dan Husein adalah pemuda penghuni surga?.” Syuraih membenarkan pernyataan Ali itu namun tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak bisa menerima kesaksian Hasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Karena hanya ada satu orang saksi, akhirnya hakim memutuskan bahwa baju besi tersebut adalah milik si Yahudi. Ali, sang Amirul Mukminin, dikalahkan dalam persidangan tersebut. Dengan besar hati, Ali menyatakan menerima keputusan hakim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Melihat seorang pemimpin jazirah Islam dikalahkan di pengadilan padahal lawannya seorang non muslim dan sang pemimpin menerima putusan itu, Yahudi itupun serta merta mengakui bahwa baju besi tersebut adalah benar milik Ali dan ia menyatakan bahwa sebuah agama yang menyuruh hal tersebut adalah pastilah benar. Orang Yahudi itu pun mengucapkan kalimat syahadat dan menyatakan masuk Islam. Menyaksikan hal itu, Ali menghadiahkan baju besi tersebut kepada si Yahudi disertai dengan hadiah lainnya. (&lt;strong&gt;zar&lt;/strong&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber: Majalah Alhamdulillah it’s  friday&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-2697775838019352871?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/2697775838019352871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=2697775838019352871' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2697775838019352871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2697775838019352871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/07/ali-bin-abi-thalib-dan-hukum.html' title='Ali Bin Abi Thalib dan Hukum'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-8025006392587473972</id><published>2008-07-01T22:12:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T22:13:00.725-07:00</updated><title type='text'>Bahagia dan Mulia</title><content type='html'>Oleh : Rita Zahara Nurliyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari serombongan fakir miskin dari sahabat Muhajirin datang mengeluh kepada Rasulullah SAW, ''Ya Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong semua pahala hingga tingkat yang paling tinggi.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW bertanya, ''Mengapa engkau berkata demikian?'' Mereka menjawab, "Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka pun puasa sebagaimana kami puasa, mereka bersedekah sedangkan kami tidak bersedekah, dan mereka memerdekakan budak sedangkan kami tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar keluhan orang fakir tadi, Rasulullah lalu bersabda, ''Sukakah aku ajarkan kepadamu amal perbuatan yang dapat mengejar mereka dan tidak seorang pun yang lebih utama dari kamu, kecuali yang berbuat seperti perbuatanmu?'' Dengan antusias mereka menjawab, ''Baiklah, ya Rasulullah.'' Kemudian Nabi SAW bersabda, ''Bacalah subhanallah, Allahu akbar, dan alhamdulillah setiap selesai shalat masing-masing 33 kali.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerima wasiat Rasulullah, mereka pun pulang ke rumah masing-masing untuk mengamalkannya. Tidak lama berselang, para fakir miskin itu kembali mengeluh kepada Rasulullah SAW, ''Ya Rasulullah, saudara-saudara kami orang kaya mendengar perbuatan kami lalu mereka berbuat sebagaimana perbuatan kami.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Nabi SAW bersabda, ''Karunia Allah SWT diberikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki.'' (HR Bukhari). Perilaku si miskin dan si kaya yang kita dapati dalam hadis di atas sama-sama mulia. Keduanya memilik sifat yang begitu mulia, saling berlomba dalam setiap kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kaya yang beruntung dengan dikaruniai limpahan rezeki tidak menjadikannya bak si Qorun yang pongah dan bakhil. Ia sadar betul bahwa semua itu hanyalah titipan dari Allah SWT yang mesti dipergunakan di jalan yang semata-mata hanya untuk mencari keridhaan-Nya. Kekayaan tidak menjadikannya lupa daratan, namun menyadarkannya untuk lebih bederma karena di dalamnya begitu banyak hak orang lain yang mesti ditunaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan potret si miskin yang tidak mau kalah beramal, ia selalui mencari solusi untuk bersaing dengan sehat untuk mencari keunggulan dalam beribadah, sadar akan ketidakberuntungan materi tidak menjadikannya patah arang untuk memberikan pengabdian terbaik bagi Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi kaya atau miskin tentu membutuhkan mental untuk menerima kenyataan. Namun, yang terpenting adalah kesiapan mempersembahkan yang terbaik bagi Allah SWT setelah diberi ketentuan satu di antara keduanya. Dengan begitu, ia akan menjadi pribadi yang bahagia dan mulia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-8025006392587473972?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/8025006392587473972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=8025006392587473972' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/8025006392587473972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/8025006392587473972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/07/bahagia-dan-mulia.html' title='Bahagia dan Mulia'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-1904614230449024866</id><published>2008-06-18T18:04:00.000-07:00</published><updated>2008-06-18T18:05:43.318-07:00</updated><title type='text'>Bab Pernikahan</title><content type='html'>Bab 1 : Pernikahan&lt;br /&gt;1. Takrif Nikah :&lt;br /&gt;i) Dari segi bahasa : Ikatan atau simpulan.&lt;br /&gt;ii) Dari segi istilah Syarak : Suatu Ikatan atau akad yang menghalalkan pergaulan dan membatas hak dan kewajipan serta bertolong-tolong di antara seorang lelaki dengan seorang perempuan yang di antara keduanya bukan mahram. &lt;br /&gt;2. Perkahwinan adalah merupakan sunnah Rasulullah s.a.w. dan digalakkan di dalam Islam serta dituntut oleh Hukum Syarak, sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud :&lt;br /&gt;" Nikah itu adalah sunnahku, maka sesiapa yang benci sunnahku maka sesungguhnya ia bukan dari golonganku ". ( Riwayat Ibnu Majah ) &lt;br /&gt;3. Dalil yang menunjukkan bahawa perkahwinan itu dituntut oleh syarak adalah seperti berikut : &lt;br /&gt;• Dalil dari Al-Quran yang bermaksud : "Maka berkahwinlah dengan sesiapa yang kamu berkenan dari perempuan-perempuan lain dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu bimbang tidak akan berlaku adil( di antara isteri-isteri kamu) maka berkahwinlah dengan seorang sahaja". ( Surah An - Nisaa' - Ayat 3 ) &lt;br /&gt;• Dalil dari As-sunnah yang bermaksud: "Wahai pemuda-pemuda, sesiapa yang mampu di antara kamu (mempunyai belanja serta keinginan) hendak berkahwin, hendaklah ia kahwin, kerana sesungguhnya perkahwinan itu akan memejamkan matanya (terhadap orang yang tidak halal dilihatnya) dan terkawal kehormatannya dan sesiapa yang tidak mampu berkahwin hendaklah ia berpuasa, bahawa puasa itu menjadi benteng". ( Riwayat Muslim )&lt;br /&gt;• Dari Ijmak Ulama : Semua ulama sepakat mengatakan bahawa hukum perkahwinan itu adalah dituntut oleh Hukum Syarak. &lt;br /&gt;4. Hukum berkahwin itu ada empat : &lt;br /&gt;1. Wajib - Orang yang cukup belanja dan tidak dapat menahan nafsunya. &lt;br /&gt;2. Sunat - Orang yang cukup belanja dan ingin berkahwin. &lt;br /&gt;3. Makruh - Orang yang cukup belanja tetapi tiada keinginan berkahwin.&lt;br /&gt;4. Haram - Orang yang yakin tidak dapat melaksanakan tanggungjawab. &lt;br /&gt;5. Rukun-rukun nikah : &lt;br /&gt;• Lelaki yang bakal menjadi suami.&lt;br /&gt;• Perempuan yang bakal menjadi isteri. &lt;br /&gt;• Wali yang adil &lt;br /&gt;• Dua orang saksi yang adil &lt;br /&gt;• Ijab dan Qabul (Tawaran dan Penerimaan) &lt;br /&gt;6. Syarat-syarat lelaki bakal suami : &lt;br /&gt;1. Beragama Islam &lt;br /&gt;2. Tidak berihram haji atau umrah&lt;br /&gt;3. Lelaki tertentu &lt;br /&gt;4. Belum mempunyai empat isteri &lt;br /&gt;5. Dengan kerelaan diri sendiri bukan paksaan &lt;br /&gt;6. Seorang lelaki (bukan khunsa musykil) &lt;br /&gt;7. Syarat-syarat perempuan bakal isteri : &lt;br /&gt;1. Beragama Islam. &lt;br /&gt;2. Perempuan yang tertentu.&lt;br /&gt;3. Bukan Mahram kepada lelaki yang bakal menjadi suaminya&lt;br /&gt;4. Bukan isteri orang dan tidak di dalam eddah orang lain. &lt;br /&gt;5. Tidak berihram haji atau umrah. &lt;br /&gt;8. Syarat-syarat wali : &lt;br /&gt;1. Beragama Islam.&lt;br /&gt;2. Seorang lelaki. &lt;br /&gt;3. Baligh.&lt;br /&gt;4. Dengan kerelaan sendiri bukan paksaan. &lt;br /&gt;5. Tidak berihram haji atau umrah.&lt;br /&gt;6. Orang yang adil ( tidak fasiq ). &lt;br /&gt;7. Seorang yang sempurna akalnya. &lt;br /&gt;9. Syarat-syarat saksi : &lt;br /&gt;1. Bilangannya tidak kurang daripada dua orang.&lt;br /&gt;2. Beragama Islam. &lt;br /&gt;3. Berakal&lt;br /&gt;4. Baligh &lt;br /&gt;5. Lelaki.&lt;br /&gt;6. Sejahtera pancaindera (boleh melihat, mendengar, bertutur). &lt;br /&gt;7. Memahami isi-isi kandungan lafaz ijab dan qabul. &lt;br /&gt;8. Orang yang adil (tidak fasiq) &lt;br /&gt;10. Sighah Ijab: &lt;br /&gt;1. Sighah ijab hendaklah digunakan lafaz nikah atau dengan terjemahan daripada dua lafaz itu dalam apa jua bahasa. &lt;br /&gt;2. Lafaz ijab boleh dibuat oleh wali itu sendiri atau wakilnya. &lt;br /&gt;Contohnya : "Aku nikahkan dikau dengan anak perempuanku Fatimah bte Abdullah / berwakilkan wali bapanya kepadaku dengan maskahwinnya RM 40.00 tunai ". &lt;br /&gt;Sighah Qabul : Iaitu upacara penerimaan daripada lelaki sendiri ataupun wakilnya setelah selesai sighah ijab dengan tidak diselangi oleh apa-apa perkataan asing atau masa yang panjang. &lt;br /&gt;Contohnya : "Aku terima nikah Fatimah bte Abdullah dengan maskahwinnya RM 40.00 tunai " . &lt;br /&gt;11. Tanggungjawab suami kepada isteri :&lt;br /&gt;1. Pemberian maskahwin. &lt;br /&gt;2. Pemberian nafkah.&lt;br /&gt;3. Berkelakuan baik. &lt;br /&gt;4. Memberi bimbingan. &lt;br /&gt;5. Menjaga kehormatan isteri. &lt;br /&gt;6. Memberi layanan zahir dan batin.&lt;br /&gt;7. Melakukan keadilan sekiranya berpoligami. &lt;br /&gt;12. Tanggungjawab isteri kepada suami :&lt;br /&gt;1. Wajib taat kepada suaminya. &lt;br /&gt;2. Wajib tinggal di rumah yang dietapkan oleh suaminya. &lt;br /&gt;3. Wajib menjaga kehormatan dirinya. &lt;br /&gt;4. Wajib menjaga rumahtangganya. &lt;br /&gt;5. Tidak menolak panggilan suami jika dipanggil ke tempat tidur. &lt;br /&gt;13. Tanggungjawab bersama suami dan isteri :&lt;br /&gt;1. Halal pergaulan sebagai suami-isteri.&lt;br /&gt;2. Suci benih keturunan. &lt;br /&gt;3. Wujud hak pusaka-mempusakai di antara keduanya. &lt;br /&gt;4. Sah taraf anak (keturunan) kepada suami. &lt;br /&gt;5. Kewajipan keduanya berlaku dalam pergaulan.&lt;br /&gt;6. Bermesyuarat dan berbincang di dalam hal ehwal rumahtangga.&lt;br /&gt;7. Berlaku adil di dalam segala bentuk kehidupan. &lt;br /&gt;Sumber Rujukan :&lt;br /&gt;1. Fiqh Imam As-Syafie - Hj. Idris bin Ahmad . &lt;br /&gt;2. Ringkasan Munakahat - Ibnu Rahmat . &lt;br /&gt;Bab 2: Kufu Dalam Pernikahan&lt;br /&gt;1. Kufu bermaksud persamaan, kelayakkan atau sepadan. &lt;br /&gt;2. Kufu tidak menjadi syarat dalam perkahwinan, tetapi jika tidak dengan keredhaan masing-masing, maka bolehlah memfasakhkan nikahnya itu dengan alasan tidak kufu. &lt;br /&gt;3. Firman Allah s.w.t. di dalam Al-Qur'an yang bermaksud : "Wahai sekelian manusia sesungguhnya kami jadikan kamu dari lelaki dan perempuan dan kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan berpuak-puak agar kamu kenal-mengenal di antara satu dengan yang lain , bahawa sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah yang paling bertaqwa diantara kamu , sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana ".&lt;br /&gt;4. Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud : "Tidak ada kelebihan orang Arab atas orang yang bukan Arab dan sebaliknya, tidak ada orang putih atas orang hitam dan sebaliknya, tetapi kelebihan yang satu dari yang lain hanyalah dengan taqwa ". &lt;br /&gt;5. Kufu berpunca daripada lima sebab :&lt;br /&gt;• Selamat daripada 'aib seperti gila atau penyakit kulit.&lt;br /&gt;• Merdeka bukan hamba . &lt;br /&gt;• Keturunan. &lt;br /&gt;• Pekerjaan. &lt;br /&gt;• 'Iffah (Kebolehan atau kesopanan ) &lt;br /&gt;Bab 3 : Khiar Dalam Perkahwinan &lt;br /&gt;1. Khiar bermaksud salah satu pihak samada suami atau isteri mempunyai hak untuk memilih di antara diteruskan nikahnya atau fasakh. &lt;br /&gt;2. Apabila berlaku pernikahan di antara seorang lelaki dengan seorang perempuan yang tidak diketahui ada cacat-celanya, maka bolehlah kedua belah pihak atau salah satu daripadanya khiar. &lt;br /&gt;3. Bagi lelaki yang membolehkan khiar padanya ada lima perkara iaitu: &lt;br /&gt;A. Gila.&lt;br /&gt;B. Jazam. ( penyakit kusta ) &lt;br /&gt;C. Barash. ( penyakit sopak ) &lt;br /&gt;D. Zakar yang terpotong semua sekali atau separuh.&lt;br /&gt;E. 'Unnah ( mati pucuk )&lt;br /&gt;4. Bagi perempuan yang membolehkan khiar padanya ada lima perkara: &lt;br /&gt;a) Gila.&lt;br /&gt;b) Jazam. (penyakit kusta) &lt;br /&gt;c) Barash (penyakit sopak)&lt;br /&gt;d) Rutaqa' (faraj yang tersumbat dengan daging dan menghalang dari persetubuhan)&lt;br /&gt;e) Qurana' (faraj yang tersumbat dengan tulang dan menghalang dari persetubuhan) &lt;br /&gt;5. Jika berlaku salah satu daripada cacat-cela ini maka bolehlah kedua belah pihak atau salah satu daripadanya khiar, fasakh aqad nikah seberapa segera dengan syarat dilakukan khiar dihadapan Qadhi. &lt;br /&gt;6. 'Unnah ( mati pucuk ) tidak dinafikan melainkan pengakuan dari suami sendiri di hadapan Qadhi atau dengan saksi yang menyaksikan ikrarnya atau dengan sumpah isteri jika suaminya enggan membuat pengakuan, maka ditetapkan bahawa ia mati pucuk, selepas itu Qadhi memberi tempoh setahun kepada suami supaya berubat.Apabila sudah setahun tempohnya jika ia tidak mampu mensetubuhi isterinya maka isteri mengadu kepada Qadhi maka diterima fasakhnya. &lt;br /&gt;Bab 4: Wanita-wanita Yang Haram Dikahwini &lt;br /&gt;1. Perempuan-perempuan yang haram dikahwini itu terbahagi kepada dua bahagian:&lt;br /&gt;i. Haram buat selamanya.&lt;br /&gt;ii. Haram buat sementara waktu.&lt;br /&gt;2. Sebab-sebab haram dikahwini:&lt;br /&gt;i. Haram dengan sebab keturunan. &lt;br /&gt;ii. Haram dengan sebab susuan.&lt;br /&gt;iii. Haram dengan sebab persemendaan. ( Musyaharah ) &lt;br /&gt;3. Haram dengan sebab keturunan:&lt;br /&gt;i. Ibu dan nenek hingga ke atas.&lt;br /&gt;ii. Anak dan cucu hingga kebawah.&lt;br /&gt;iii. Adik-beradik perempuan seibu-sebapa atau sebapa atau seibu sahaja.&lt;br /&gt;iv. Ibu saudara sebelah bapa ( adik beradik perempuan sebelah bapa ) hingga ke atas. &lt;br /&gt;v. Ibu saudara sebelah ibu ( adik-beradik perempuan sebelah ibu ) hingga ke atas. &lt;br /&gt;vi. Anak saudara dari adik-beradik lelaki hingga kebawah. &lt;br /&gt;vii. Anak saudara dari adik-beradik perempuan hingga ke bawah. - Firman Allah s.w.t. yang bermaksud:&lt;br /&gt;"Diharamkan ke atas kamu mengahwini ibu kamu, anak saudara, emak saudara sebelah bapa , emak saudara sebelah ibu , anak saudara dari saudara lelaki dan anak saudara dari saudara perempuan kamu ". ( Surah An-Nisaa' - Ayat 22 ) &lt;br /&gt;4. Haram dengan sebab susuan :&lt;br /&gt;i. Ibu yang menyusukan.&lt;br /&gt;ii. Saudara perempuan sesusuan. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud : &lt;br /&gt;"Diharamkan ibu-ibu yang menyusukan kamu dan saudara- sudara kamu sepersusuan". ( Surah An-Nisaa' - Ayat 23 )&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:&lt;br /&gt;"Haram dari susuan sebagaimana haram dari keturunan ". (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Perempuan-perempuan yang haram dengan sebab susuan adalah sama dengan orang-orang yang haram dengan sebab keturunan. &lt;br /&gt;Bab 4: Wanita-wanita Yang Haram Dikahwini &lt;br /&gt;5. Syarat-syarat haram dengan sebab susuan :&lt;br /&gt;a) Ibu yang telah menyusukan itu telah baligh. &lt;br /&gt;b) Anak yang disusukan itu berusia dua tahun. Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: "Tidaklah susuan itu melainkan dalam lingkungan umur dua tahun". ( Riwayat DaruQutni )&lt;br /&gt;c) Bilangan menyusu sampai lima kali yang berasingan dan setiap kali menyusu mesti sampai kenyang. Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: " Adalah pada ayat yang diturunkan daripada Al-Quraan ialah sepuluh kali susu yang maklum lagi mengharamkan kemudian dimansuhkan dengan lima kali susu sahaja". ( Riwayat Muslim )&lt;br /&gt;d) Susu yang diberi kepada kanak-kanak itu mestilah ditelan dan sampai ke perut kanak-kanak itu pada kelima-limanya. Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: "Tidak diharamkan berkahwin dari susuan itu melainkan susuan yang sampai kepada perut kanak-kanak itu dan penyusuan itu pula mesti budak yang menyusu itu belum berumur dua tahun". &lt;br /&gt;Sekiranya tidak memenuhi syarat-syarat yang tersebut maka tidaklah haram berkahwin di antara ibu yang menyusukan dengan anak yang disusukan dan seterusnya. &lt;br /&gt;6. Haram yang disebabkan persemendaan ( Musyaharah ) :&lt;br /&gt;• Ibu mertua samada dari keturunan atau penyusuan. &lt;br /&gt;• Ibu tiri atau nenek tiri hingga ke atas.&lt;br /&gt;• Menantu perempuan ( isteri anak ) atau isteri cucu hingga ke atas.&lt;br /&gt;• Anak tiri dengan syarat sudah mensetubuhi ibunya, jika belum disetubuhi kemudian diceraikan maka tidak haram mengahwini anak tirinya itu samada anak tiri itu dari keturunan atau penyusuan. Sebagaimana firman Allah s.w.t. yang bermaksud:&lt;br /&gt;" Dan diharamkan ibu isteri kamu dan anak tiri yang di dalam pemeliharaan kamu jika ibunya telah kamu setubuhi , maka jika ibunya belum kamu setubuhi maka bolehlah kamu mengahwini anak tiri itu dan begitu juga haram mengahwini isteri anak kamu yang sejati ". ( Surah An - Nisaa' - Ayat 23 )&lt;br /&gt;Dan firman Allah s.w.t. lagi yang bermaksud:&lt;br /&gt;" Janganlah kamu kahwini perempuan-perempuan yang telah dikahwini oleh bapa kamu ( ibu tiri ) ". ( Surah An-Nisaa' - Ayat 22 )&lt;br /&gt;7. Perempuan-perempuan yang haram dikahwini buat sementara waktu dengan sebab menghimpunkannya :&lt;br /&gt;• Saudara perempuan sebelah isteri. Sebagaimana firman Allah s.w.t. yang bermaksud: " Dan haram kamu menghimpunkan dua perempuan yang bersaudara kecuali apa yang telah lalu ". ( Surah An- Nisaa' - Ayat 23 )&lt;br /&gt;• Anak saudara isteri sebelah bapa. &lt;br /&gt;• Anak saudara isteri sebelah bapa.&lt;br /&gt;• Anak saudara isteri dari saudara lelaki. &lt;br /&gt;• Anak saudara isteri dari saudara perempuan. &lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: "Tidak boleh dikahwini seorang perempuan yang dihimpunkan dengan emak saudara sebelah bapadan tidak boleh antara emak saudara sebelah bapa dengan anak perempuan saudara lelaki dan tidak boleh dikahwini seorang perempuan dihimpun dengan emak saudaranya sebelah ibu begitu juga di antara emak saudara sebelah ibu dengan anak perempuan dari saudara perempuan tidak yang besar dengan yang kecil dan tidak yang kecil dengan yang besar ". ( Riwayat At -Tirmidzi ) &lt;br /&gt;Rujukan : Kitab Mathla'al Badrain - Muhammad bin Ismail Daud bin Al-Fathani. &lt;br /&gt;Bab 5: Pengertian Maskahwin&lt;br /&gt;1. PENGERTIAN MASKAHWIN ( MAHAR ). &lt;br /&gt;Maskahwin adalah pemberian yang wajib diberi oleh suami kepada isterinya dengan sebab perkahwinan. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :&lt;br /&gt;" Berikanlah kepada orang-orang perempuan itu maskahwin mereka ". ( Surah An-Nisaa' - Ayat 4 ) &lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud : &lt;br /&gt;"Carilah untuk dijadikan maskahwin walaupun sebentuk cincin yang diperbuat daripada besi ." ( Riwayat Bukhari ) &lt;br /&gt;Dari hadith di atas nyatalah bahawa maskahwin boleh dijadikan daripada apa sahaja asalkan benda itu berguna dan berfaedah sama ada berupa wang ,barang atau sesuatu yang bermanafaat sebagaimana diberitakan Rasulullah s.a.w. pernah mengkahwinkan seorang lelaki yang tiada memiliki sesuatu pun untuk dijadikannya maskahwin lalu Rasulullah s.a.w. bertanya kepada lelaki itu, adakah pada engkau (hafaz ) sedikit daripada ayat Al-Qur'an, lelaki itu menyahut bahawa ia mengingati beberapa surah kemudian Rasulullah s.a.w. pun mengahwinkan lelaki itu dengan bermaskahwinkan surah yang diajarkan kepada perempuan yang bakal menjadi isterinya. &lt;br /&gt;Maskahwin itu tidak dihadkan oleh syarak banyak atau sedikit, jadi untuk menentukan banyak atau sedikitnya itu terpulanglah kepada dua pihak di atas persetujuannya dan berdasarkan taraf atau darjat pengantin tersebut dan hukum syarak tidak menggalakkan maskahwin yang terlalu tinggi yang menyebabkan kesukaran bagi pihak lelaki. &lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: &lt;br /&gt;" Sebaik-baik maskahwin ialah yang lebih rendah ". ( Riwayat Abu Daud ) &lt;br /&gt;Dan sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud:&lt;br /&gt;" Sesungguhnya yang besar berkat nikah ialah yang sederhana belanjanya ". ( Riwayat Ahmad ) &lt;br /&gt;2. BAHAGIAN-BAHAGIAN MAHAR : &lt;br /&gt;a) Mahar Misil. Iaitu Mahar yang dinilai mengikut maskahwin saudara-saudara perempuan yang telah berkahwin lebih dahulu dan hendaklah yang dinilai sama dengan maskahwin keluarganya yang paling dekat sekali seperti kakak, ibu saudaranya dan seterusnya disamping menilaikan keadaan perempuan itu sendiri dari segi kecantikan, kekayaan, pelajaran dan sebagainya. &lt;br /&gt;b) Mahar Musamma. Iaitu maskahwin yang telah ditetapkan dan telah dipersetujui oleh kedua-dua belah pihak dengan tidak memandang kepada nilai maskahwin saudara-saudara perempuan itu.&lt;br /&gt;3. HUKUM MENYEBUT MASKAHWIN DI WAKTU AQAD NIKAH:&lt;br /&gt;i ) Wajib.&lt;br /&gt;a. Jika bakal isteri itu seorang budak yang masih kecil, gila atau bodoh sedangkan bakal suami ingin membayar mahar yang lebih tinggi dari mahar yang sepatutnya ( Mahar Misil ). &lt;br /&gt;b. Jika bakal isteri yang sudah baligh bijak dan boleh menguruskan dirinya sendiri dan telah membenarkan wali untuk mengkahwinkannya tetapi ia tidak menyerahkan kepada wali untuk menetapkan maskahwinnya. &lt;br /&gt;c. Jika bakal suami itu tidak boleh menguruskan hal dirinya sendiri seperti masih budak, gila atau bodoh dan sebelum akad telah mendapat persetujuan dari bakal isteri tersebut tentang bayaran maskahwin kurang daripada mahar yang sepatutnya, oleh yang demikian maskahwin wajib dinyatakan sebagaimana yang dipersetujui. Maksud wajib disini bukanlah bererti perkahwinan itu tidak sah, tetapi perbuatan itu dianggap berdosa dan maskahwin dibayar mengikut kadar yang sepatutnya ( Mahar Misil ). &lt;br /&gt;ii ) Sunat. &lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w tidak pernah meninggalkan dari menyebutnya semasa akad, apabila ia menikahkan orang lain. Dengan menyebutnya semasa akad berlangsung dapat mengelakkan dari berlaku perselisihan, berhubung dengannya, disamping dapat membezakan diantara perkahwinan biasa dengan perkahwinan pada seorang perempuan yang menghebahkan dirinya kepada Rasulullah s.a.w. tanpa mahar. Sekiranya mahar tidak di sebut dimasa akad, tidaklah bererti akad perkahwinan itu tidak sah tetapi makruh jika mahar itu tidak disebut. &lt;br /&gt;4. WAJIB MASKAHWIN &lt;br /&gt;Maskahwin itu wajib dibayar mengikut sebagaimana yang tersebut didalam akad jika dinyatakan dimasa akad dan maskahwin itu wajib dibayar dengan keadaan-keadaan yang berikut:- &lt;br /&gt;i) Apabila suami menetapkan yang ia akan membayarnya sebelum dukhul dan dipersetujui oleh pihak isteri, oleh yang demikian isteri berhak melarang atau meghalang suami dari mensetubuhinya sehingga suami tersebut menentukan kadar maskahwin yang akan diberinya sama ada dengan cara tunai atau hutang, jika dijanjikan tunai maka pihak isteri berhak menghalang suami tersebut dari mensetubuhinya sehingga dijelaskan maskahwinnya itu. &lt;br /&gt;ii) Bila penetapan maskahwin itu dibuat oleh kadi dengan sebab keengkaran pihak suami dari membuat ketetapan atau dengan sebab perbalahan atau perselisihan kedua belah pihak tentang kadar maskahwin tersebut dan bila kadi menentukannya akan maskahwin tersebut, hendaklah dibayar tunai (tidak boleh hutang). &lt;br /&gt;5. GUGUR SEPARUH MASKAHWIN &lt;br /&gt;Apabila berlaku talak sebelum persetubuhan maka gugurlah separuh maskahwin sebagaimana firman Allah ta'ala Yang bermaksud: "Dan jika kamu menceraikan perempuan sebelum persetubuhan sedangkan kamu telah menentukan kepada perempuan tersebut akan maskahwinnya , maka bagi perempuan itu setengah dari apa yang kamu tentukan itu". &lt;br /&gt;Gugur separuh maskahwin sekiranya perceraian ini berlaku berpunca dari pihak suami, seperti suami jadi murtad atau suami menganut Islam dan isterinya tidak. Tetapi sekiranya berlaku perceraian itu berpunca dari pihak isteri, seperti suami memfasakhkan perkahwinan tersebut dengan sebab kecacatan yang ada pada isteri maka maskahwin itu akan gugur semuanya. &lt;br /&gt;6. MATI SUAMI ATAU ISTERI SEBELUM PERSETUBUHAN&lt;br /&gt;Jika seorang suami meninggal dunia sebelum berlaku persetubuhan, pihak waris si suami wajib membayar maskahwin itu sepenuhnya kepada bekas isterinya dan jika maskahwin itu belum ditentukan kadarnya, maka wajib dibayar dengan nilai mahar misil. &lt;br /&gt;Sebaliknya pula jika seorang isteri meninggal dunia sebelum berlaku persetubuhan, pihak suami wajib membayar maskahwin sepenuhnya kepada waris bekas isterinya jika maskahwin itu belum dijelaskan lagi. &lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. Yang bermaksud: &lt;br /&gt;"Dari Alqamah katanya seorang perempuan telah berkahwin dengan seorang lelaki kemudian lelaki itu mati sebelum sampai mensetubuhi isterinya itu dan maskahwin pun belum ditentukan kadarnya. Kata Ulqamah, mereka mengadu hal tersebut kepada Abdullah, maka Abdullah berpendapat perempuan itu berhak mendapat mahar misil sepenuhnya, dan perempuan itu berhak mendapat pusaka dan wajib pula dengan bereddah. Maka ketika itu Ibnu Ma'kul bin Sanan Al- Saja'i menjelaskan bahawa sesungguhnya Nabi s.a.w. telah memutuskan terhadap Baraq bin Wasaq seperti yang dibuat oleh Abdullah tadi". (Riwayat Al-Tarmidzi) &lt;br /&gt;7. MUT'AH &lt;br /&gt;Mut'ah bererti satu pemberian dari suami kepada isteri sewaktu ia menceraikannya. Pemberian ini adalah wajib diberikan sekiranya perceraian itu berlaku dengan kehendak suami, bukan kemahuan isteri. Banyaknya pemberian itu adalah berdasarkan kepada persetujuan atau keredhaan kedua-dua belah pihak, di samping mempertimbangkan keadaan kedua-duanya sama ada kaya atau miskin dan sebagainya tidak kurang dari separuh mahar. &lt;br /&gt;Firman Allah: Ertinya : Tenangkan olehmu hati mereka dengan pemberian dan lepaskanlah mereka dengan cara yang baik. ( Surah Al-Ahzab ayat 49) &lt;br /&gt;Munakahat  Bab 6: Walimah Al-Urus&lt;br /&gt;PENGERTIAN WALIMATUL ‘ARUS&lt;br /&gt;• Walimatul ‘arus ialah kenduri bagi meraikan atau merayakan pengantin baru.&lt;br /&gt;• Walimah ialah jamuan agama, bukan jamuan adat kebiasaan yang dibuat kerana Allah, bukan jamuan kebanggaan dan bukan sumber untuk mendapat keuntungan duniawi.&lt;br /&gt;PENSYARI‘ATAN WALIMATUL ‘ARUS&lt;br /&gt;• Mengadakan majlis walimah adalah sangat digalakkan dalam Islam.&lt;br /&gt;• Sabda Rasulullah sallallahu ‘alayhi wasallam:&lt;br /&gt;Maksudnya: “’Abdul Rahman bin ‘Awf melakukan perkahwinan, maka Rasulullah sallallahu ‘alayhi wasallam bersabda kepadanya: Hendaklah anda mengadakan walimah walaupun dengan seekor kambing.” (Al-Hadith)&lt;br /&gt;TUJUAN WALIMATUL ‘ARUS&lt;br /&gt;• Tujuan mengadakan walimah adalah untuk mengumumkan pernikahan di samping menggembirakan pengantin yang baru menjejaki jinjang pelamin dan ia juga sebagai tanda kegembiraan orang tua kerana mendapat menantu baru. Pengumuman yang sebaik-baiknya ialah majlis perkahwinan yang diadakan di masjid dan dipukul gendang dan rebana.&lt;br /&gt;• Sabda Rasulullah sallallahu ‘alayhi wasallam:&lt;br /&gt;Maksudnya: “Umumkanlah perkahwinan dan selenggarakanlah di masjid dan pukullah gendang dan rebana pada hari perkahwinan itu.” (Riwayat Ahmad dan Tirmizi)&lt;br /&gt;• Oleh yang demikian, dalam meraikan kegembiraan tersebut adalah penting bagi kita untuk membezakan antara adat dengan ibadat yang perlu dipatuhi. Tidak menjadi kesalahan kepada kita untuk mengikut adat resam sesebuah kaum asalkan adat itu tidak bertentangan dengan syara‘. &lt;br /&gt;• Islam menggalakkan hiburan yang sederhana dan sopan dengan menggariskan beberapa syarat seperti berikut: &lt;br /&gt;1. Tiada pergaulan bebas antara lelaki dengan wanita yang bukan mahram.&lt;br /&gt;2. Nyanyian dan muzik yang tidak menimbulkan nafsu.&lt;br /&gt;3. Tidak melalaikan ingatan dan kewajipan terhadap Allah subhanahu wata‘ala.&lt;br /&gt;4. Senikata nyanyian tidak mengandungi perkataan-perkataan yang cabul atau tidak sopan.&lt;br /&gt;HUKUM MENGADAKANNYA&lt;br /&gt;Hukum mengadakan kenduri kahwin ini adalah sunat muakkad (sangat dituntut) sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: &lt;br /&gt;"Kata Nabi s.a.w. kepada Abdul Rahman bin Auf sewaktu beliau berkahwin, hendaklah kamu mengadakan kenduri kahwin sekalipun hanya menyembelih seekor kambing". &lt;br /&gt;HUKUM MENGHADIRINYA &lt;br /&gt;Menerima jemputan ke majlis perkahwinan adalah wajib terhadap setiap orang yang dijemput kecuali ada sesuatu keuzuran. Tidak dapat menghadirinya disebabkan sakit atau sebagainya, sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: &lt;br /&gt;"Apabila kamu dijemput untuk menghadiri majlis kenduri kahwin, hendaklah kamu menghadirinya". (Riwayat Bukhari dan Muslim) &lt;br /&gt;SYARAT WAJIB KE MAJLIS KENDURI KAHWIN APABILA DI UNDANG&lt;br /&gt;• Yang dijemput itu bukan khusus kepada orang yang kaya sahaja. &lt;br /&gt;• Di dalam majlis walimah tersebut, tidak ada seorang pun terdiri dari musuhnya. &lt;br /&gt;• Didalam majlis walimah itu, tidak ada perkara yang mungkar dan maksiat seperti arak, judi dan joget. &lt;br /&gt;• Tiada bercampur gaul didalam majlis itu dengan perempuan-perempuan yang bukan mahramnya. &lt;br /&gt;• Tiada bersamaan atau bertembung dalam majlis tersebut dengan tetamu yang bukan Islam.&lt;br /&gt;• Peralatan makan dan minum tidak daripada barang yang diharamkan seperti emas, perak dan sutera. &lt;br /&gt;• Tidak diketahui akan wang perbelanjaan itu dari yang haram. &lt;br /&gt;• Jika dijemput datang pada majlis walimah tersebut selama 2 hari berturut-turut, maka hanya wajib datang 1 hari sahaja. &lt;br /&gt;• Yang menjemput itu dan yang dijemput itu adalah beragama Islam. &lt;br /&gt;Bab 7: Mereka Yang Enggan Berkahwin&lt;br /&gt;Kahwin adalah Sunnah Rasulullah s.a.w. dan Sunnah para Nabi-nabi, dan fitrah yang sesuai dengan naluri manusia. Mereka yang tidak mahu berkahwin dan enggan berkahwin adalah bermakna mereka telah mensia-siakan hidupnya di dunia yang telah disediakan Allah untuk hambanya-Nya menikmati segala pengurniaan-Nya.&lt;br /&gt;Islam adalah melarang ummahnya hidup membujang - tanpa berkahwin dengan tujuan untuk menjauhkan diri dari menikmati kesedapan berkelamin dan kesenangan hidup didunia serta mengelakkan diri dari menikmati kegembiraan berkeluarga dan tidak mahu mempunyai keturunan.&lt;br /&gt;Dalam Islam berkahwin adalah merupakan suatu perkara yang digalakkan, kerana dengan perkahwinan itu akan berkembang biak ummah Nabi Muhammad s.a.w., dimana baginda adalah merasa bangga dan bergembira dengan sebab banyak ummatnya. Ini telah dinyatakan oleh Rasulullah s.a.w dalam hadithnya yang diriwayatkan daripada Sa'ad bin Abi Waqqas : &lt;br /&gt;"Berkahwinlah kamu Maka sesungguhnya aku dihari qiamat kelak akan bergembira dengan sebab banyak ummahku. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang - orang Nasrani bertapa - hidup membujang". &lt;br /&gt;Mereka yang enggan berkahwin, Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan hadith dari Anas bin Malik, katanya : Tiga orang sahabat datang berkunjung ke rumah isteri-isteri Rasulullah s.a.w. menanyakan tentang 'ibadat yang dikerjakan oleh Baginda. Setelah tiga orang sahabat tadi mendapat jawapan dari isteri-isteri Baginda, mereka merasa bahawa 'ibadat mereka itu bila dibandingkan dengan ibadat Rasullah s.a.w. adalah terlalu sedikit dan sangat-sangat "kurang." &lt;br /&gt;Mereka berkata sesamanya: "Bagaimana 'ibadat kita? Padahal Baginda adalah orang yang ma'shum - tidak sedikit pun mempunyai dosa, dan Allah telah mengampunkan dosanya yang telah lalu dan akan datang?. "Maka salah seorang dari mereka itu berkata: "Aku akan sembahyang Tahajjud setiap malam." Dan seorang yang lain akan berkata:"Aku akan berpuasa sepanjang tahun, dan tidak akan berbuka." Dan seorang yang lain lagi berkata: "Aku akan mengasingkan diri dari orang perempuan, dan aku tidak akan berkahwin selama-lamanya (hidup membujang)" Maka datang Rasulullah s.a.w., lalu bersabda: &lt;br /&gt;Kamu semua berkata begitu? Ingat dan ketahuilah, demi Allah, aku adalah orang yang sangat takut terhadap Allah, dan sangat taqwa kepada-Nya, tetapi aku berpuasa dan kadang-kadang aku (tidak berpuasa), dan aku sembahyang, dan aku tidur, dan aku juga berkahwin dengan perempuan. Maka sesiapa yang tidak suka dengan sunnahku, mereka itu bukanlah pengikutku (bukan dari kalangan ummahku). (Riwayat Bukhari dan Muslim) &lt;br /&gt;Mereka yang enggan berkahwin (hidup membujang) seumur hidupnya, padahal mereka mampu menunaikan tanggungjawab terhadap isterinya zahir dan batin, maka bermakna mereka telah mengharamkan sesuatu perkara yang halal ke atas diri mereka, dan mereka itu adalah juga orang yang menentang hukum Allah dari Sunnah Rasul-Nya. &lt;br /&gt;Dalam masalah ini, at-Tabari berkata: "Sahabat Rasulullah s.a.w bernama 'Uthman bin Maz'un mengharamkan ke atas dirinya seorang perempuan, benda-benda yang baik dan semua benda yang sedap dan lazat. Dengan pengharaman tersebut, Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya: &lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan benda-benda yang baik yang telah dihalalkan oleh Allah bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas pada apa yang telah ditetapkan halalnya itu, kerana sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas. (Surah al- Ma'iddah:87) &lt;br /&gt;Sehubungan dengan ini, diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas: &lt;br /&gt;Seorang lelaki mengadu dan bertanya kepada Rasulullah s.a.w. mengenai orang yang membujang (tidak berkahwin) selama-lamanya, katanya: " Bolehkah aku berkasi?" Baginda menjawab dengan sabdanya: &lt;br /&gt;Tidak ada dalam agama kita orang yang berkasi. (Riwayat Tabrani) &lt;br /&gt;Dalam masalah ini, Sa'ad bin Waqqas berkata: &lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. telah melarang sahabatnya 'Uthman bin Maz'un hidup membujang (tanpa berkahwin). Andainya Baginda mengizinkan 'Uthman bin Maz'un membujang (tanpa berkahwin), tenteulah kita "harus" berkasi. (Riwayat Bukhari) &lt;br /&gt;Bab 8: Kewajipan Ibu Bapa Terhadap Anaknya&lt;br /&gt;Kedua orang tua itu mempunyai kewajipan mendidik dan mengajar anaknya berbuat baik dalam pergaulan serta adab sopan dalam hidup berumahtangga dengan suaminya. Mengenai ini ada diriwayatkan bahawa Asma' binti Kharijah Fazari berkata kepada anaknya sewaktu perkahwinan anaknya dengan berkata:&lt;br /&gt;" Hai anakku, kini engkau telah keluar dari sarang tempat engkau dilahirkan sehingga menjadi besar. Kini engkau mesti beralih ke suatu tempat dan rumah yang belum kau kenal dan engkau mesti berkawan dengan seoarang yang belum di kenali. Itulah suamimu, jadilah engkau sebagai tanah untuknya dan ia akan menjadi langit untukmu. Jadilah engkau sebagai lantai untuknya dan ia akan menjadi tiang untukmu. Jadikanlah dirimu pengasuhnya, nescaya ia akan menjadi hambamu. Janganlah engkau menghimpunkan untuknya berbagai kesukaran, sebab itu akan membuatkan ia meninggalkanmu. Janganlah engkau terlampau jauh daripadanya, nanti ia akan melupakanmu. Tetapi kalau ia mendekatimu, dekatilah ia dan sekiranya ia menjauhimu, jauhilah ia dengan baik, peliharalah suamimu, hidungnya, pendengarannya, matanya dan lain-lain. Janganlah suamimu itu mencium sesuatu dari dirimu melainkan yang harum, jangan pula ia mendengar melainkan yang enak, jangan pula ia melihat melainkan yang indah dari diri mu. &lt;br /&gt;Kata-kata yang merupakan kumpulan adab sopan wanita perlu dipanjangkan, iaitu isteri hendaklah merupakan tiang utama di tengah - tengah rumahnya. Isteri itu hendaklah sentiasa di bilik rumahnya, menetap ditempat perkakas anyamannya, tidak banyak turun naiknya ataupun keluar. Ia mesti kurang berbicara terhadap tetangganya. Janganlah memasuki rumah tetangganya itu melainkan didalam keadaan yang mengharuskan ia masuk di situ. &lt;br /&gt;Isteri hendaklah menjaga suaminya, baik sewaktu ia pergi ataupun ketika ia ada di rumah. Hendaklah diusahakan agar suaminya gembira dalam segala perkara yang dihadapinya. Jangan sekali-kali isteri mengkhianati dirinya sendiri ataupun harta suaminya. Jangan pula isteri itu keluar dari rumahnya melainkan dengan izin suaminya. Jika telah menerima keizinan dan terpaksa keluar, maka hendaklah isteri itu berjalan bersembunyi-sembunyi, berpakaian yang sederhana, tidak mendedahkan tubuh dan pakaiannya. Hendaklah selalu di cari tempat-tempat yang lengang bukannya tempat lalulintas orang ramai sehingga berdesak-desakkan. Ia mesti menghindarkan diri dari bercakap-cakap dijalanan dengan lelaki bukan mahram. &lt;br /&gt;Yang wajib diutamakan oleh isteri itu ialah kebaikan keadaannya sendiri serta mengatur dan mentertibkan keadaan rumahtangganya. Selain itu mestilah rajin melakukan ibadat, sembahyang serta puasa dan lain-lain yang menjadi kewajipan dirinya. &lt;br /&gt;Apabila ada kawan suaminya meminta izin dan sedang berada di hadapan pintu, tetapi di masa itu suaminya tiada, maka tidak perlulah ia bertanya ataupun bercakap - cakap dengannya. Hendaklah ia cemburu pada dirinya sendiri dan juga perasaan cemburu terhadap suaminya. Seorang isteri hendaklah puas dengan apa yang ada pada suaminya dan apa sahaja yang direzekikan oleh Allah Taala kepadanya. &lt;br /&gt;Ia mestilah mendahulukan hak suaminya atas haknya sendiri serta hak keluarganya. Ia wajib membersihkan dirinya selalu, bersiap sedia setiap waktu dan keadaan, barangkali suaminya itu dengan tiba-tiba menginginkandirinya untuk bersenang-senang. Selain itu isteri juga wajib mengasihi anak-anaknya, menjaga dan menutup keburukan mereka, jangan mudah mengeluarkan kata-kata makian kepada anak-anaknya ataupun berbuat sesuatu yang menyakitkan suaminya. Demikian nasihat seorang ibu yang budiman kepada anaknya. Sementara itu ada pula beberapa perkara yang merupakan adab sopan seorang isteri, jikalau ia menginginkan ketenangan dalam rumahtangganya iaitu: &lt;br /&gt;• Janganlah isteri itu membangga-banggakan dirinya terhadap suaminya kerana kecantikan yang dimilikinya. &lt;br /&gt;• Jangan menghina suaminya kerana buruk rupa dan wajahnya. &lt;br /&gt;• Sentiasa menjaga kedamaian, ketenangan dalam segala hal.&lt;br /&gt;• Menahan diri sewaktu suaminya tidak ada di rumah. &lt;br /&gt;• Menunjukkan sikap baik, bermain-main dan berlapang dada serta melakukan segala hal yang menyebabkan kesenangan suami sewaktu suaminya ada di rumah. &lt;br /&gt;Ada suatu kewajipan yang harus dipatuhi oleh isteri dan ianya termasuk dalam hak-hak perkahwinan, iaitu: &lt;br /&gt;a. Jikalau isteri itu ditinggalkan mati oleh suaminya, maka hendaklah isteri itu menjaga dirinya dan berkabung tidak lebih dari empat bulan sepuluh hari. Dalam waktu itu dia dilarang mengenakan harum-haruman dan berhias. &lt;br /&gt;Dalam hal ini Rasulullah s.a.w. bersabda: &lt;br /&gt;"Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, menunjukkan perkabungan kerana meninggalnya seseorang lebih dan tiga hari lamanya, melainkan untuk suaminya, maka bolehlah sampai selama empat bulan sepuluh hari" (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim) &lt;br /&gt;b. Isteri itu menetap di rumah yang disediakan sewaktu ia masih menjadi isteri dan suaminya yang meninggal itu sehingga habis masa iddah. &lt;br /&gt;c. Isteri itu tidak boleh berpindah ke rumah keluarganya atau keluar dari rumah itu, melainkan dalam keadaan darurat. Masih ada lagi adab sopan sebagai seorang isteri iaitu hendaklah isteri itu bekerja dan berkhidmat pada rumahtangga dalam segala perkara yang mampu ia lakukan, hal yang sedemikian inilah yang dilakukan oleh para isteri sahabat r.a. &lt;br /&gt;Munakahat Bab 9 : Pembubaran Perkahwinan &lt;br /&gt;Terdapat beberapa jenis pembubaran perkahwinan di dalam Islam seperti berikut; (Untuk maklumat lanjut, sila lihat menu di bahagian tepi)&lt;br /&gt;1. Talaq. &lt;br /&gt;2. Fasakh. &lt;br /&gt;3. Khul`&lt;br /&gt;4. Ta`liq&lt;br /&gt;5. Li`an&lt;br /&gt;Pembubaran Perkahwinan : Talaq&lt;br /&gt;PENGERTIAN TALAQ&lt;br /&gt;Talaq dari segi bahasa bererti melepaskan ikatan.&lt;br /&gt;Dari segi syara‘ ialah melepaskan ikatan perkahwinan dengan menggunakan lafaz talaq atau seumpamanya.&lt;br /&gt;DALIL HARUS TALAQ&lt;br /&gt;Firman Allah subhanahu wata‘ala:&lt;br /&gt;Maksudnya: “Cerai (talaq) itu dua kali, selepas itu peganglah isteri kamu (ruju‘ dan kekallah) dengan cara yang baik atau lepaskanlah dengan cara yang baik.” (Surah Al-Baqarah, 2:229)&lt;br /&gt;Hadith yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anh yang bermaksud:&lt;br /&gt;“Rasulullah sallallahu ‘alayhi wasallam telah menceraikan isterinya Hafsah kemudian Baginda meruju`nya semula.” (Riwayat Abu Daud, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;RUKUN DAN SYARAT TALAQ&lt;br /&gt;1. Suami. Syarat-syarat suami ialah:&lt;br /&gt;a) Mestilah seorang lelaki itu telah menjadi suami melalui perkahwinan yang sah, tidak jatuh talaq jika belum berkahwin atau setelah bercerai dan habis ‘iddah.&lt;br /&gt;b) Hendaklah dalam keadaan sedar, tidak jatuh talaq jika sekiranya gila, pengsan, mengigau dan pitam kecuali mabuk yang disebabkan meminum minuman keras dengan sengaja.&lt;br /&gt;c) Baligh.&lt;br /&gt;d) Dengan rela hati dan tidak dipaksa, tidak jatuh talaq jika diugut menceraikan isteri.&lt;br /&gt;2. Isteri. Syarat-syarat isteri:&lt;br /&gt;a) Perempuan yang diceraikan hendaklah menjadi isteri yang sah semasa diceraikan.&lt;br /&gt;b) Talaq akan bertambah lagi jika suami mentalaqkan isteri yang di dalam ‘iddah perceraian talaq satu.&lt;br /&gt;3. Sighah (lafaz). Sighah talaq terbahagi kepada dua:&lt;br /&gt;a) Lafaz sarih (terang), iaitu yang diucapkan dengan terang dan jelas. Lafaz sarih ini terbahagi kepada tiga ucapan seperti berkata: “Aku ceraikan engkau talaq satu”, “Aku lepaskan kau” dan “Aku talaqkan kau”. Talaq dengan lafaz yang seperti ini akan jatuh talaqnya walaupun tanpa niat.&lt;br /&gt;b) Lafaz kinayah (lafaz kiasan), iaitu cerai yang dilafazkan menggunakan bahasa sindiran seperti berkata: “Engkau haram atas diriku” atau “Pergilah balik ke rumah emak bapak kamu”. Lafaz kinayah ini akan jatuh talaq jika suami berniat menceraikan isterinya.&lt;br /&gt;4. Qasad (niat).&lt;br /&gt;HUKUM TALAQ&lt;br /&gt;Hukum menjatuhkan talaq pada asalnya diharuskan dalam Islam, tetapi ia akan berubah menjadi: &lt;br /&gt;1. Wajib: Setelah rumahtangga itu gagal diperbaiki dengan keputusan hakim atau suami telah bersumpah untuk menceraikan isterinya.&lt;br /&gt;2. Haram: Menceraikan isteri semasa isteri di dalam waktu haidh atau ketika suci tetapi baru disetubuhi.&lt;br /&gt;3. Sunat: Jika suami tidak dapat menyempurnakan nafkah batin.&lt;br /&gt;4. Makruh: Boleh menjadi haram jika menceraikan isteri tanpa sebab yang munasabah.&lt;br /&gt;Islam menetapkan hanya suami sahaja yang mempunyai kuasa untuk menjatuhkan talaq. Walaubagaimanapun, isteri juga diberikan hak untuk memohon cerai dengan cara fasakh atau khul‘ (tebus talaq).&lt;br /&gt;PEMBAHAGIAN TALAQ&lt;br /&gt;Talaq terbahagi kepada dua jenis iaitu:&lt;br /&gt;1. Talaq raj‘i, iaitu talaq yang boleh diruju‘ kembali tanpa perlu akad nikah iaitu ketika isteri dalam waktu ‘iddah (sebelum tiga kali suci daripada haidh).&lt;br /&gt;2. Talaq ba’in, ia terbahagi kepada dua:&lt;br /&gt;a) Ba’in sughra ialah talaq yang tidak boleh diruju‘ oleh suami kecuali diadakan akad nikah semula iaitu perceraian sama ada melalui fasakh, khul‘ atau talaq isteri yang belum disetubuhi.&lt;br /&gt;c) Ba’in kubra ialah talaq yang tidak boleh diruju‘ kembali dengan cara biasa melainkan setelah syarat berikut dipenuhi:&lt;br /&gt;1. Setelah selesai ‘iddah si isteri.&lt;br /&gt;2. Bekas isteri berkahwin dengan suami lain.&lt;br /&gt;3. Suami lain menyetubuhi bekas isteri itu dan berlaku perceraian.&lt;br /&gt;4. Selesai ‘iddah dari suami yang lain itu. &lt;br /&gt;Bab 9 : Pembubaran Perkahwinan : Fasakh&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;PENGERTIAN FASAKH&lt;br /&gt;• Fasakh ialah membatalkan atau melepaskan akad nikah disebabkan oleh kecacatan yang berlaku pada waktu akad atau kecacatan yang mendatang selepas berlakunya akad nikah yang menghalang kekalnya perkahwinan.&lt;br /&gt;SEBAB FASAKH&lt;br /&gt;Antara sebab yang boleh menyebabkan berlakunya fasakh ialah:&lt;br /&gt;1. Sebab yang merosakkan akad.&lt;br /&gt;a) Isteri termasuk dalam golongan orang yang haram dikahwini sama ada sebab keturunan, susuan atau persemendaan atau bekas isteri yang dalam tempoh ‘iddah talaq suami pertamanya.&lt;br /&gt;b) Pernikahan yang dilakukan semasa belum baligh (kecil) dan apabila baligh minta difasakhkan akad itu.&lt;br /&gt;2. Sebab yang mendatang selepas pernikahan.&lt;br /&gt;a) Salah seorang daripada suami atau isteri itu murtad.&lt;br /&gt;b) Pasangan suami isteri bukan Islam semasa bernikah dan salah seorang memeluk Islam.&lt;br /&gt;c) Suami telah melakukan salah satu perkara yang diharamkan sebab persemendaan seperti berzina dengan ibu mertua.&lt;br /&gt;Manakala dalam Enakmen Undang-Undang Keluarga Islam (Negeri Melaka 2002, Seksyen 53 menegaskan lagi sebab-sebab yang menyebabkan berlakunya fasakh seperti di bawah ini: &lt;br /&gt;1. Tempat di mana beradanya suami telah tidak diketahui selama tempoh lebih dari setahun.&lt;br /&gt;2. Suami cuai atau telah tidak mengadakan peruntukan nafkah bagi nafkahnya selama tempoh tiga bulan.&lt;br /&gt;3. Suami telah dihukum penjara selama tempoh tiga tahun atau lebih.&lt;br /&gt;4. Suami telah tidak menunaikan tanpa sebab yang munasabah nafkah batin selama tempoh satu tahun.&lt;br /&gt;5. Suami mati pucuk pada masa perkahwinan dan masih lagi sedemikian dan isteri tidak tahu pada masa perkahwinan bahawa suami mati pucuk.&lt;br /&gt;6. Suami telah gila selama tempoh dua tahun, sedang mengidap penyakit kusta atau sedang mengidap penyakit kelamin yang boleh berjangkit.&lt;br /&gt;7. Isteri telah dikahwinkan oleh bapa atau datuknya sebelum dia mencapai umur enam belas (16) tahun, menolak perkahwinan itu sebelum mencapai umur lapan belas (18) tahun dan dia belum disetubuhi oleh suaminya itu.&lt;br /&gt;Suami atau isteri menganiayai isteri atau suaminya, iaitu antaranya:&lt;br /&gt;• Lazim menyakiti atau menjadikan kehidupannya menderita disebabkan kelakuan aniaya.&lt;br /&gt;• Berkawan dengan perempuan-perempuan atau lelaki yang berperangai jahat atau hidup keji mengikut pandangan hukum syara‘.&lt;br /&gt;• Cuba memaksa isteri hidup secara lucah.&lt;br /&gt;• Melupuskan harta isteri atau suami atau melarang isteri atau suami itu daripada menggunakan hak-haknya di sisi undang-undang terhadap harta itu.&lt;br /&gt;• Menghalang isteri atau suami daripada menunaikan atau menjalankan kewajipan atau amalan agamanya.&lt;br /&gt;• Jika suami mempunyai isteri lebih daripada seorang, dia tidak melayani isterinya secara adil mengikut kehendak-kehendak hukum syara‘.&lt;br /&gt;9. Walaupun empat bulan berlalu perkahwinan itu belum disatukan kerana suami atau isteri bersengaja enggan bersetubuh.&lt;br /&gt;10. Isteri tidak izin akan perkahwinan itu atau izinnya tidak sah sama ada dengan sebab paksaan, kesilapan, ketidaksempurnaan akal atau lain-lain hal yang diakui oleh hukum syara‘.&lt;br /&gt;HIKMAH FASAKH&lt;br /&gt;1. Untuk menjamin hak dan perlindungan kepada kaum wanita sekiranya mereka teraniaya.&lt;br /&gt;2. Menyedarkan kaum suami bahawa perceraian bukan hanya dimiliki secara mutlak oleh suami sahaja.&lt;br /&gt;3. Menunjukkan keunggulan syari‘at Allah subhanahu wata‘ala yang Maha Mengetahui akan keperluan hambaNya.&lt;br /&gt;Pembubaran Perkahwinan : Khul'&lt;br /&gt;KHUL‘ (TEBUS TALAQ)&lt;br /&gt;PENGERTIAN KHUL‘&lt;br /&gt;• Khul‘ dari segi bahasa bererti melepas atau menanggalkan. &lt;br /&gt;• Manakala dari segi syara‘ pula ialah perceraian daripada suami ke atas isteri dengan tebusan yang diterima oleh suami. &lt;br /&gt;• Contohnya suami berkata “Aku talaqkan kamu dengan bayaran sekian banyak” atau isteri berkata: “Aku menebus talaq ke atas diriku dengan bayaran sekian banyak”.&lt;br /&gt;DALIL PENSYARI‘ATAN KHUL‘&lt;br /&gt;• Firman Allah subhanahu wata‘ala:&lt;br /&gt;Maksudnya: “Talaq (yang boleh diruju‘ kembali) hanya dua kali. Sesudah itu peganglah (ruju‘) atau lepaskan (cerai) dengan cara yang baik. Dan tidak halal bagi kamu mengambil balik sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka (isteri yang kamu ceraikan) kecuali jika keduanya takut tidak dapat menegakkan peraturan-peraturan hukum Allah. Oleh itu, kalau kedua-kedua kamu khuatir maka tidaklah berdosa tentang bayaran balik (tebus talaq) yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya.” (Surah Al-Baqarah, 2:229)&lt;br /&gt;SYARAT SAH KHUL‘&lt;br /&gt;Syarat sah khul‘ adalah seperti berikut:&lt;br /&gt;1. Suami: Baligh, berakal, mukhtar (bebas) melakukan khul‘ bukan dipaksa.&lt;br /&gt;2. Isteri: Hendaklah seorang yang boleh menguruskan harta dan mukallaf.&lt;br /&gt;3. Lafaz khul‘: Hendaklah disebut dengan terang.&lt;br /&gt;4. Bayaran khul‘: Hendaklah dijelaskan dengan jumlah yang tertentu.&lt;br /&gt;• Peringatan: Walaupun isteri mempunyai hak untuk memohon fasakh dan khul‘, tetapi Rasulullah sallallahu ‘alayhi wasallam menuntut agar ia tidak dilakukan dengan sewenang-wenangnya. &lt;br /&gt;• Rasulullah sallallahu ‘alayhi wasallam bersabda yang bermaksud: Mana-mana perempuan yang memohon cerai daripada suaminya tanpa sebab yang munasabah maka haram ke atasnya bau syurga. (Riwayat Bukhari, Muslim, Tirmizi, Abu Daud dan Ahmad)&lt;br /&gt;PERUNTUKAN UNDANG-UNDANG MENGENAI KHUL‘&lt;br /&gt;• Di dalam Enakmen Undang-undang Keluarga Islam (Negeri Melaka) 2002, Seksyen 49 ada menerangkan bahawa:&lt;br /&gt;Jika suami tidak bersetuju menjatuhkan talaq dengan kerelaannya sendiri, tetapi pihak-pihak itu bersetuju bercerai denagn tebus talaq, Mahkamah hendaklah selepas sejumlah tebus talaq dipersetujui oleh pihak-pihak itu, menasihatkan suami itu melafazkan perceraian dengan tebus talaq mengikut hukum syara‘, dan perceraian itu adalah bain sughra dan tidak boleh diruju‘kan.&lt;br /&gt;Pembubaran Perkahwinan : Taqliq&lt;br /&gt;PENGERTIAN TA‘LIQ&lt;br /&gt;• Ta‘liq ialah lafaz yang diucapkan sebagai syarat untuk membatalkan pernikahan jika berlakunya sesuatu yang bertentangan dengan ta‘liq tersebut. &lt;br /&gt;SYARAT TA‘LIQ&lt;br /&gt;Syarat jatuh cerai ta‘liq :&lt;br /&gt;1. Suami: Hendaklah mempunyai keahlian menjatuhkan cerai dengan melafazkan kata-kata ta‘liq.&lt;br /&gt;2. Belum berlaku: Hendaklah ta‘liq ke atas perkara yang belum berlaku atas perkara yang mungkin berlaku.&lt;br /&gt;3. Isteri: Hendaklah menjadi ahli cerai (masih menjadi isteri yang sah).&lt;br /&gt;• Contohnya suami berkata kepada isteri: “Jika engkau keluar dari rumah ini sepanjang ketiadaan aku, jatuhlah talaq engkau” atau “Apabila engkau pergi ke rumah si anu, jatuhlah talaq” atau “Manakala engkau pergi ke sana tanpa izinku jatuh talaq” atau sebagainya.&lt;br /&gt;• Apabila berlakunya perkara yang bertentangan dengan syarat yang dilafazkan, maka terjatuhlah talaq menurut hukum syara‘. &lt;br /&gt;PERUNTUKAN UNDANG-UNDANG MENGENAI TA‘LIQ&lt;br /&gt;Berdasarkan Enakmen Undang-Undang Keluarga Islam (Negeri Melaka) 2002, Seksyen 50, seseorang perempuan yang bersuami boleh jika berhak memohon penceraian menurut syarat-syarat ta‘liq yang dibuat selepas akad nikah. Kandungan lafaz ta‘liq tersebut:&lt;br /&gt;• Meninggalkan isteri selama empat bulan berturut-turut.&lt;br /&gt;• Tidak memberi nafkah yang wajib selama empat bulan berturut-turut.&lt;br /&gt;• Menyakiti tubuh badan isteri.&lt;br /&gt;• Suami tidak mempedulikan isteri selama tempoh empat bulan berturut- turut.&lt;br /&gt;Pembubaran Perkahwinan : Li'an&lt;br /&gt;PENGERTIAN LI‘AN&lt;br /&gt;• Li‘an berlaku apabila terjadinya qazaf iaitu suami menuduh isterinya berlaku zina atau menafikan anak yang dikandungkan oleh isterinya sebagai anak.&lt;br /&gt;• Li‘an ialah sumpah seorang suami apabila dia menuduh isterinya berzina tanpa mempunyai empat orang saksi kecuali dirinya sahaja, maka hendaklah dia bersumpah empat kali “bahawa dia adalah orang yang benar” dan pada kali kelimanya “bahawa dia akan dilaknati Allah jika dia berdusta”.&lt;br /&gt;• Sekiranya isteri menolak tuduhan tersebut, maka hendaklah dia bersumpah sebanyak empat kali “bahawa suaminya itu berdusta” dan pada kali kelimanya “bahawa dia akan dilaknati Allah jika suaminya benar”. &lt;br /&gt;• Firman Allah subhanahu wata‘ala:&lt;br /&gt;“Adapun orang yang menuduh isterinya berzina sedangkan mereka tidak ada saksi (empat orang) kecuali hanya dirinya sahaja maka persaksian bagi orang yang menuduh itu hendaklah dia bersumpah dengan nama Allah sebanyak empat kali bahawa sesungguhnya dia adalah orang yang benar. Dan sumpahan yang kelima bahawa laknat Allah akan menimpanya jika dia berdusta. Dan untuk menghindarkan seksa terhadap isteri yang tertuduh itu hendaklah si isteri bersumpah dengan nama Allah sebanyak empat kali bahawa sumpahan yang kelima hendaklah dia berkata kemungkaran Allah akan menimpa dirinya.” (Surah An-Nur, 24:6-9)&lt;br /&gt;KESAN LI‘AN&lt;br /&gt;• •Berdasarkan Seksyen 51 Enakmen Undang-undang Keluarga Islam (Negeri Melaka) 2002 menegaskan bahawa:&lt;br /&gt;“Jika pihak-pihak kepada sesuatu perkahwinan telah mengangkat sumpah dengan cara li‘an mengikut hukum syara‘ di hadapan seorang hakim syar‘i, atas penghakiman, maka hakim syar‘i itu hendaklah memerintahkan mereka difaraqkan dan dipisahkan dan hidup berasingan selama-lamanya.”&lt;br /&gt;• Mengikut peruntukan hukum syara‘, sekiranya yang menuduh (suami) enggan bersumpah, maka dia akan dikenakan hukuman qazaf dengan sebatan sebanyak 80 kali rotan. Manakala jika isteri yang dituduh pula tidak menolak tuduhan suaminya, maka dia akan dikenakan hukuman sebagaimana orang yang berzina kecuali kedua-dua mereka bersumpah dan melakukan li‘an.&lt;br /&gt;• Apabila kedua-duanya bersumpah dan melakukan li‘an, maka ikatan perkahwinan mereka suami isteri akan terputus sama sekali dan mereka diharamkan berkahwin semula buat selama-lamanya.&lt;br /&gt;• Ibnu ‘Abbas meriwayatkan bahawa Rasulullah telah bersabda yang bermaksud:&lt;br /&gt;“Suami isteri yang melakukan li‘an apabila mereka berdua berpisah, kedua-dua mereka tidak boleh berkumpul (berkahwin) untuk selama-lamanya. (Riwayat Daruqutni)&lt;br /&gt;Pembubaran Perkahwinan : Prosedur Penceraian&lt;br /&gt;PROSEDUR PERCERAIAN&lt;br /&gt;1. Seseorang suami atau seseorang isteri yang hendak bercerai hendaklah membuat permohonan kepada Mahkamah Syari‘ah di mana (tempat) dia bermastautin.&lt;br /&gt;2. Sebelum sesuatu permohonan cerai dikemukakan kepada Mahkamah Syari‘ah, pihak suami isteri diminta membuat pengaduan ke Bahagian Khidmat Nasihat/Rundingcara di Pejabat Agama Islam Daerah untuk diberikan rundingan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;3. Sekiranya tidak ada jalan penyelesaian untuk mereka berdamai barulah kes tersebut dipanjangkan ke Mahkamah Syari‘ah.&lt;br /&gt;4. Setelah Mahkamah Syari‘ah bersidang dan membuat sesuatu keputusan mengenai perceraian pasangan tersebut, pihak Mahkamah hendaklah menghantar satu salinan keputusan permohonan tersebut kepada Pendaftar Perkahwinan, Penceraian dan Ruju‘ Daerah yang berkenaan.&lt;br /&gt;5. Pendaftar Nikah, Cerai dan Ruju‘ Daerah hendaklah menyemak keputusan perceraian yang dikeluarkan oleh Mahkamah tersebut. Jika terdapat keraguan atau kesilapan teknik hendaklah dikembalikan untuk pembetulan.&lt;br /&gt;6. Pendaftar Nikah, Cerai dan Ruju‘ Daerah hendaklah menandatangani Sijil Cerai yang telah disempurnakan dan menghantar satu salinan kepada Ketua Pendaftar Nikah, Cerai da Ruju` Negeri Melaka.&lt;br /&gt;7. Pendaftar Nikah, Cerai dan Ruju‘ Daerah hendaklah merekodkan dan mendaftarkan perceraian tersebut di dalam Buku Daftar Cerai.&lt;br /&gt;8. Pendaftar hendaklah menyerahkan Sijil Cerai tersebut kepada pasangan berkenaan setelah isteri tersebut tamat ‘iddahnya dan direkodkan di dalam buku daftar serahan sijil cerai.&lt;br /&gt;9. Bagi kes suami yang ingin berkahwin dengan perempuan lain semasa dalam ‘iddah isterinya, maka pihak suami dikehendaki membuat permohonan berpoligami kepada Mahkamah Syari‘ah di mana tempat ia bermastautin/tinggal.&lt;br /&gt;10. Pendaftar Nikah, Cerai dan Ruju‘ Daerah hendaklah merekodkan dan mencatatkan maklumat perceraian tersebut berdasarkan keputusan Mahkamah.&lt;br /&gt;Munakahat Bab 10 : Rujuk&lt;br /&gt;• Ruju‘ dari segi bahasa bererti kembali. &lt;br /&gt;• Manakala dari segi syara‘ pula ialah mengembalikan isteri kepada nikah dalam waktu ‘iddah yang bukan talaq ba’in. &lt;br /&gt;• Ruju‘ adalah hak yang diberikan oleh Islam kepada bekas suami untuk melanjutkan ikatan perkahwinannya dengan bekas isteri yang diceraikannya sebelum habis waktu ‘iddah isteri. &lt;br /&gt;DALIL HARUS RUJU‘&lt;br /&gt;• Firman Allah subhanahu wata‘ala:&lt;br /&gt;Maksudnya: “Dan suami-suami, mereka lebih berhak untuk mengambil kembali (ruju‘) akan isteri-isteri di dalam masa ‘iddah itu jika mereka bertujuan mahu membuat perdamaian.” (Surah Al-Baqarah, 2:228)&lt;br /&gt;• •Allah subhanahu wata‘ala juga berfirman:&lt;br /&gt;Maksudnya: “Maka apabila mereka telah mendekati akhir ‘iddah, ruju‘lah mereka dengan cara yang ma‘ruf (baik) atau ceraikan mereka dengan cara yang ma‘ruf (baik).” (Surah At-Talaq, 65:2)&lt;br /&gt;• Rasulullah sallallahu ‘alayhi wasallam telah bersabda kepada ‘Umar ketika dikhabarkan bahawa anaknya (‘Abdullah) telah menceraikan isterinya ketika haidh maka Rasulullah sallallahu ‘alayhi wasallam bersabda yang bermaksud:  “Suruh anakmu supaya dia rujuk kepada isterinya.” (Maksud Al-Hadith)&lt;br /&gt;RUKUN RUJU‘&lt;br /&gt;• Ruju‘ mempunyai tiga rukun iaitu:&lt;br /&gt;1. Sighah iaitu lafaz yang menunjukkan kembali kepada isteri sama ada secara sarih (terang) mahupun kinayah (kiasan).&lt;br /&gt;2. Murtaji‘ iaitu suami yang mempunyai syarat-syarat tertentu.&lt;br /&gt;3. Isteri iaitu perempuan yang telah dinikahi dengan nikah yang sah.&lt;br /&gt;SYARAT-SYARAT RUJU‘&lt;br /&gt;1. Suami:&lt;br /&gt;• Hendaklah seorang yang berakal.&lt;br /&gt;• Baligh.&lt;br /&gt;• Dengan kehendak dan kerelaan sendiri bukan paksaan daripada sesiapa.&lt;br /&gt;• Tidak murtad.&lt;br /&gt;2. Isteri:&lt;br /&gt;a) Hendaklah yang sudah dicampuri.&lt;br /&gt;b) Mestilah yang diceraikan dengan talaq raj‘iyy. Bukan dengan perceraian secara fasakh, khul‘ dan juga talaq tiga.&lt;br /&gt;c) Hendaklah ditentukan orangnya jika suami berkahwin lebih daripada satu dan telah menceraikan beberapa orang isterinya.&lt;br /&gt;3. Hendaklah tidak dihadkan kepada sesuatu masa dan waktu. Tidak sah ruju‘ dalam masa yang tertentu sahaja.&lt;br /&gt;4. Tidak bergantung kepada sesuatu syarat. Ruju‘ disyari‘atkan adalah bertujuan untuk membolehkan suami isteri yang telah bercerai dengan talaq raj‘iyy meneruskan kembali ikatan perkahwinan mereka yang telah terputus dengan syarat isteri masih lagi dalam ‘iddah. Tetapi perlu diingat bahawa ruju‘ hendaklah dengan tujuan untuk berdamai bukan kerana ingin menyakiti, menganiaya isteri dan sebagainya. &lt;br /&gt;PROSEDUR RUJU‘&lt;br /&gt;1. Jika selepas perceraian yang boleh diruju‘kan (dalam ‘iddah raj‘iyy) dan ruju‘ telah berlaku dengan persetujuan bersama, pihak-pihak itu hendaklah melaporkan hal peruju‘kan tersebut kepada Pendaftar Nikah, Cerai dan Ruju‘ Daerah berkenaan dalam tempoh tujuh (7) hari daripada tarikh peruju‘kan berlaku serta menerangkan butir-butir yang berkaitan dengannya dalam borang yang ditetapkan.&lt;br /&gt;2. Bagi pihak-pihak yang ingin memohon ruju‘ atas persetujuan bersama semasa di dalam ‘iddah raj‘iyy, pemohon hendaklah hadir di hadapan Pendaftar Nikah, Cerai dan Ruju‘ Daerah bersama isteri dan dua orang saksi lelaki.&lt;br /&gt;3. Setiap ruju‘ yang hendak dibuat di hadapan Pendaftar Nikah, Cerai dan Ruju‘ Daerah hendaklah memastikan pemohon mengemukakan sijil cerai asal atau keputusan bercerai daripada Mahkamah Syari‘ah berkaitan sebelum ruju‘ dijalankan.&lt;br /&gt;4. Apabila Pendaftar Nikah, Cerai dan Ruju‘ Daerah berpuashati bahawa ruju‘ tersebut berlaku secara sah dari segi hukum syara‘, baharulah pendaftaran atau permohonan ruju‘ diterima setelah pemohon menyertakan bersama-sama borang permohonan, salinan resit pendaftaran kes perceraiannya di Mahkamah atau Sijil Cerai yang asal.&lt;br /&gt;5. Pendaftaran atau permohonan ruju‘ hendaklah dilakukan di hadapan Pendaftar Nikah, Cerai dan Ruju‘ Daerah.&lt;br /&gt;6. Setiap ruju‘ yang telah didaftarkan, Sijil Cerai asal tersebut akan diambil oleh Pendaftar Nikah, Cerai dan Ruju‘ Daerah berkaitan dan dihantar kepada Pendaftar Nikah, Cerai dan Ruju‘ Daerah yang mengeluarkan untuk dibatalkan dan direkodkan di dalam Buku Daftar Cerai Pendaftar Nikah, Cerai dan Ruju‘ Daerah berkaitan.&lt;br /&gt;7. Pemohon yang telah didaftarkan ruju‘ mereka akan diserahkan kepada mereka Surat Keterangan Ruju‘ (Borang 2D) dan direkodkan di dalam Buku Daftar Serahan Keterangan Ruju‘.&lt;br /&gt;8. Butir-butir peruju‘kan tersebut hendaklah dicatitkan dan disimpan oleh Pendaftar Nikah, Cerai dan Ruju‘ Daerah dalam Buku Daftar Ruju‘ (Borang 2E).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-1904614230449024866?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/1904614230449024866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=1904614230449024866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1904614230449024866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1904614230449024866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/06/bab-pernikahan.html' title='Bab Pernikahan'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-3950460917813449052</id><published>2008-06-02T19:39:00.001-07:00</published><updated>2008-06-02T19:39:36.530-07:00</updated><title type='text'>Berkaca pada Qarun</title><content type='html'>&lt;table bgcolor="#ffffff" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td height="5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;span class="tgl"&gt;Rabu, 07 Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;              &lt;span class="upperdeck"&gt; &lt;/span&gt;                  &lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Qarun adalah sepupu Nabi Musa AS. Ia dikenal sebagai seorang hartawan di Mesir. Dalam Alquran, nama Qarun disebut sebanyak empat kali. Satu kali dalam surat Almu'min dan Al-'Ankabut, dua kali dalam surat Alqashas. Allah SWT memberikan anugerah nikmat kepada Qarun berupa limpahan harta kekayaan. Tetapi, Qarun mengingkari nikmat ini. Dia berkata, ''Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku.'' (QS Alqashas [28]: 78).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Oleh karena itu, Allah SWT menimpakan bencana sebagai hukuman untuknya sekaligus sebagai pelajaran bagi yang lain. ''Maka, kami benamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka, tidak ada suatu golongan pun yang dapat menolongnya dari azab Allah.'' (QS Alqashas [28]: 81). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Kisah Qarun ini mengajarkan kita tentang bahaya sifat kufur, cinta dunia, dan sombong. Allah SWT berfirman, ''Dan sesungguhnya Musa telah datang kepada mereka (Qarun, Fir'aun, dan Haman) dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di muka bumi, maka tidaklah mereka luput dari kehancuran.'' (QS Al-'Ankabut [29]: 39).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Kisah Qarun pun sekaligus mengajarkan kita arti penting sifat bersyukur. Allah SWT melalui syariat yang dibawa Muhammad SAW mengajarkan kita bagaimana cara menghindari karakter Qarun dengan berbagai cara. Di antaranya adalah dengan membelanjakan harta di jalan-Nya seperti sedekah, zakat, infak, dan wakaf.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Dalam Alquran, Allah SWT menjanjikan, ''Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta di jalan Allah adalah serupa sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha penyayang.'' (QS Albaqarah [02]: 261).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Islam memberikan rambu-rambu bagi manusia supaya tidak tersesat seperti Qarun. Karenanya, Allah SWT mengingatkan bahwa hendaklah kita bersyukur atas limpahan nikmat kekayaan itu. Inilah yang tidak dilakukan Qarun sehingga Allah SWT menimpakan bencana terhadapnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;''Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'' (QS Ibrahim [14]: 7). Bila sudah begitu, apakah masih bernilai harganya? Adakah kekayaan akan bisa menyelamatkannya? &lt;i&gt;Wallahu a'lam bish-shawab&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;         (Rashid Satari )         &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-3950460917813449052?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/3950460917813449052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=3950460917813449052' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3950460917813449052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3950460917813449052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/06/berkaca-pada-qarun.html' title='Berkaca pada Qarun'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-6765530657656681760</id><published>2008-06-02T19:35:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T19:36:00.395-07:00</updated><title type='text'>Bersyukur dalam Kesempitan</title><content type='html'>&lt;span class="penulis"&gt;Oleh : Abduh Zulfidar Akaha &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;                 &lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;''Dan, hanya sedikit di antara hamba-hamba-Ku yang mau bersyukur.'' (QS Saba' [34]: 13).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Dengan wajah sedih, seorang laki-laki datang kepada seorang ulama. Dia mengeluhkan kefakiran dan berbagai kemalangan hidup yang dialaminya. Ulama tersebut berkata, ''Apa kamu mau penglihatanmu diambil dan diganti dengan seribu dinar?'' Orang itu berkata, ''Tidak.''&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Sang ulama bertanya lagi, ''Apa kamu senang menjadi orang bisu dan diberi seribu dinar?'' Orang tersebut menjawab, ''Tidak.'' Sang ulama yang dikenal saleh itu kembali bertanya, ''Apa kamu mau dua tangan dan dua kakimu buntung, lalu kamu mendapatkan dua puluh ribu dinar?'' Orang tersebut lagi-lagi menjawab, ''Tidak.''&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;''Apa kamu mau jadi orang gila dan dikasih sepuluh ribu dinar?'' tanya sang ulama lagi. Dan, sekali lagi orang tersebut mengatakan, ''Tidak.'' Maka, sang ulama bijak itu pun berkata, ''Terus, apa kamu ini tidak malu kepada Tuhanmu yang telah memberimu harta senilai puluhan ribu dinar?'' Kisah ini berbicara, betapa banyak orang salah persepsi, dikiranya nikmat hanya sebatas harta dan materi semata. Mereka tidak menyadari bahwa nikmat Allah meliputi segala hal: keimanan, kesehatan, keluarga, tempat tinggal, kepandaian, teman yang baik, pemimpin yang adil, tumbuh-tumbuhan, makanan, dan sebagainya. Itu semua adalah nikmat yang harus disyukuri, baik kita memintanya maupun tidak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Untuk menjadi orang bersyukur, setidaknya ada tiga syarat yang harus dipenuhi. Pertama, mengetahui apa itu nikmat dan meyakini sepenuhnya bahwa nikmat tersebut adalah pemberian Allah. Kedua, bahagia dan gembira dengan nikmat yang Allah berikan kepada kita. Dan, ketiga, melakukan hal-hal yang disukai oleh Pemberi Nikmat, baik melalui lisan dengan ucapan ''Alhamdulillah'' maupun melalui perbuatan-perbuatan yang disukai-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-6765530657656681760?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/6765530657656681760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=6765530657656681760' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6765530657656681760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/6765530657656681760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/06/bersyukur-dalam-kesempitan.html' title='Bersyukur dalam Kesempitan'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-4132649207046994443</id><published>2008-05-12T06:52:00.001-07:00</published><updated>2008-05-12T06:52:49.478-07:00</updated><title type='text'>MERINDUKAN PERNIKAHAN BARAKAH</title><content type='html'>&lt;p&gt;Saat Uqail Ibnu Thalib menikah dengan seorang wanita dari kalangan Bani Jasyim mereka menerima ucapan "semoga bahagia dan banyak anak". Pada masa sekarang ini, ini adalah hal yang biasa malah ditulis dalam sebuah undangan2. Mendengar itu Ia langsung teringat Rasulullah, kemudian Ia berkata "janganlah kalian mengatakan demikian sesungguhnya Rasulullah telah melarangnya".&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mereka bertanya "Kalau demikian apa yang harus kami katakan wahai Abu Zaid?" "Katakanlah semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian, inilah yang diperintahkan kepada kalian". Disini mendo'akan penganten baru agar bahagia dan banyak anak dilarang (makruh). Tapi ketika orang mau menikah kita dingatkan untuk menentukan pilihan sehingga mendapat kebahagiaan dan keturunan yang banyak. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Kawinilah wanita yang subur rahimnya (waluud) dan pencinta". Rasulullah menganjurkan "pilihlah yang masih gadis karena ia lebih manis mulutnya, lebih dalam kasih sayangnya, lebih terbuka, dan lebih menginginkan kemudahan" Yang dimaksud manis mulutnya yaitu ucapannya, sedang lebih dalam kasih sayangnya adalah lebih banyak melahirkan anak, terbuka, dan polos. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagian sahabat memberikan keterangan "Tetaplah kalian mengawini gadis2, sebab mereka lebih manis mulutnya, lebih rapat rahimnya, lebih hangat vaginanya, lebih sedikit tipuannya dan lebih rela dengan nafkah yang sedikit". Yang dimaksud rapat rahimnya adalah banyak melahirkan anak. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pesan Umar bin khaththab "Perbanyaklah anak karena kalian tidak tahu dari anak yang mana kalian mendapat rizeki". Anak yang barakah adalah rizeki akhirat dan dunia. Ketika kita berjumpa kawan kita mendo'akan barakah, tapi sebelumnya didahului dengan kata salam dan rahmat (assalamu'alaikum wr wb). Untuk mencapai barakah orang terlebih dahulu harus memperoleh salam dan rahmat. Keluarga bisa barakah jika di dalamnya ada sakinah. Mereka merasa tenteram walaupun digunjang berbagai masalah. Jika suami banyak masalah istri menghibur dengan wajah teduh, penuh perhatian dan kasih sayang. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Betapa bahagianya jika anda mempunyai istri seperti itu, anda telah mendapat kunci kebahagian. "Tiga kunci kebahagiaan seorang laki2 adalah istri shalihah yang jika dipandang membuatmu semakin sayang dan jika kamu pergi membuatmu merasa aman, dia bisa menjaga kehormatanmu, dirinya dan hartamu; kendaraan yang baik yang bisa mengantar kemana kamu pergi; dan rumah yang damai yang penuh kasih sayang. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tiga perkara yang membuat sengsara adalah istri yang tidak membuatmu bahagia jika dipandang dan tidak bisa menjaga lidahnya juga tidak membuatmu aman jika kamu pergi karena tidak bisa menjaga kehormatan diri dan hartamu; kendaraan rusak yang jika dipakai hanya membuatmu merasa lelah namun jika kamu tinggalkan tidak bisa mengantarkan kamu pergi; dan rumah yang sempit yang tidak ada kedamaian didalamnya". Untuk mendapati keluarga barakah maka harus ada sakinah dan mawadah warahmah (kasih sayang), tanpa itu sulit untuk mencapai barakah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Keluarga yang dipenuhi barakah merupakan tempat yang baik untuk membesarkan anak. Dalam sebuah keluarga barakah hampir segala kegiatan bernilai ibadah. Kalau anda berhubungan intim anda akan mendapat pahala shalat dhuha, kalau anda meremas2 jemari istri dengan remasan sayang, dosa anda berdua berguguran. Kalau anda menyenangkan istri sehingga hatinya bahagia dan diliputi suka cita anda hampir2 sama dengan orang yang menangis karena takut pada Allah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Barang siapa menggembirakan hati seorang wanita (istri)" kata Rasulullah "seakan2 menangis karena takut kepada Allah, Barang siapa menangis karena takut kepada Allah maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka" "Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan istrinya memperhatikan suaminya" Rasulullah menjelaskan " maka Allah meperhatikan mereka berdua dengan perhatian penuh rahmat, manakala suami merengkuh telapak tangannya (diremas2), maka bergugurlah dosa2 suami istri itu dari sela2 jari jemarinya". &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bahkan pahala yang didapatkan ketika bersetubuh dengan istri bisa mencapai tingkat pahala mati orang terbunuh dalam perang di jalan Allah. Sabda Rasulullah "Sesungguhnya seorang suami yang mencampuri istrinya maka pencampurannya (jima') itu dicatat memperoleh pahala seperti pahala anak lelaki yang berperang dijalan Allah lalu terbunuh".&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika pernikahan anda barakah insyaAllah anda mendapatkah pernikahan sebagai jalan yang menyelamatkan (semua anggota keluarga anak, orang tua, istri atau suami, juga mertua). Mereka saling tolong menolong dengan amalnya, tetap dalam iman dan ketaqwaan. Mereka yang derajat amalannya kurang disusulkan kepada yang derajat amalnya yang lebih tinggi. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam suatu riwayat Rasulullah bersabda "ketika seorang masuk ke surga, ia menanyakan orang tuanya, istri dan anak2nya. Lalu dikatakan kepadanya, 'Mereka tidak mencapai derajat amalmu'. Ia berkata,'Ya Tuhanku, aku beramal bagiku dan bagi mereka. 'Lalu Allah memerintahkan untuk untuk menyusulkan keluarganya ke surga". &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Dan orang2 beriman, lalu anak cucu mereka mengikuti mereka dengan iman, kami susulkan keturunan mereka pada mereka, dan Kami tidak mengurangi amal mereka sedikitpun" Ath Thur: 21. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimanakah pernikahan bisa menjadi keselamatan bagi mertua? Bukankah yang disusulkan adalah orang tua, istri dan anak cucu? Mertua adalah orang tua temen hidup (istri) kita. Jika saat menikah istri meniatkan untuk mencapai keselamatan agama dan menjaga kehormatan farjinya, insyaAllah yang demikian itu dapat membawa orang tuanya kepada keselamatan dunia dan akhirat. Bukankah kalau seorang anak perempuan melakukan perbuatan dosa karena tidak dinikahkan oleh ayahnya pada saat ia seharusnya menikah, dosa2nya akan ditanggung orang tua? Jadi pernikahan barakah adalah jalan keselamatan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Memilih "calan istri atau calon suami" juga berarti memilih orang yang diharapkan dapat menyelamatkan orang tua dan anak cucu kelak di yaumil qiyamah, orang yang dapat mendekatkan kepada safaat dihari akhir. Seorang istri yang membantu suaminya bertakwa dan memperbaiki akhlak berarti membantu mertuanya mencapai surga. Tindakannya sendiri merupakan wasilah untuk mencapai surga dan kasih sayang Allah bagi dirinya sendiri maupun orang tuanya, karena orang tua dapat disusulkan derajat amal anaknya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka semakin besar barakah pernikahan anda, berarti semakin luas wilayah keselamatan dan kedamaiannya. Tidak hanya keluarga, masyarakatpun ikut memperoleh barakahnya, meskipun saat itu mereka tidak merasakan langsung. Pernikahan yang barakah insyaAllah banyak melahirkan keutamaan, termasuk tumbuhnya sunnah hasanah (kebiasaan baru yang baik) sebaliknya pernikahan yang tidak barakah akan menimbulkan sunnah sayyi'ah (kebiasan baru yang jelek) yang selain berkembang dalam keluarga juga berkembang kemasyarakat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Rasulullah bersabda "Barang siapa menetapkan sunnah hasanah lalu ia diamalkan maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakanya tanpa dikurangi sedikitpun. Dan barang siapa yang menetapkan sunnah sayyi'ah lalu ada yang mengamalkannya maka ia memperoleh dosa seperti orang yang mengerjakan tanpa disusut sedikitpun". Baik sunnah hasanah maupun sunnah sayyi'ah ini dapat terbentuk sejak dimulai dari peminangan, proses peminangan sampai akad nikah, pelaksanaan pernikahan, penyelenggaraan walimah, membikin rumah sampai nanti membesarkan anak. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana usaha untuk mencapai nikah yang barakah? Pertama adalah niat. Niat ketika menikah, niat ketika mengadakan walimah, sampai niat ketika memberi mahar kepada isteri. Mahar yang sederhana lebih dekat kemaslahat dan kebersihan niat, terutama dari kekotoran untuk mendapat penilaian sosial dari masyarakat. Niat yang baik dan tepat mendekatkan kepada pernikahan yang penuh barakah. Semakin baik dan jernih niatnya, semakin besar barakahnya. Jika kita menikah agar dapat memejamkan mata dan menjaga kemaluan atau menyambung tali kasih sayang maka Allah memberi barakah bagi istri dan suami. Suami barakah bagi istri dan istri barakah bagi suaminya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tetapi pernikahan Anda bisa tidak barakah sama sekali jika anda memilih suami karena silau terhadap harta, sedangkan agama dan ahklak menjadi pertimbangan no 2. Rasulullah bersabda " barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki itu meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya". Nikah bisa kurang barakahnya jika Anda mempersulit proses. Suami tidak mudah mencapai akad nikah bukan karena halangan yang bersifat prinsip. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ada perbedaan antara mempersulit proses dengan kesulitan. Yang terakir insyaAllah akan menambah kedekatan serta kuatnya jalinan perasaan antara anda berdua. Bagaimana keadaan hati anda ketika memutuskan untuk menikah juga mempengaruhi. Jika anda menyegerakan menikah, insyaAllah keluarga anda penuh barakah, tetapi jika anda tergesa2 kekecewaan akan lebih mudah anda dapatkan daripada kebahagian. Perbedaan antara menyegerakan dan tergesa2 tipis sekali kalau tidak bisa mengenali, tapi akibatnya berbeda jauh. Jika anda bersedia menikah dengan pemuda yang masih sendirian agar ia tidak jatuh dalam maksiat, insyaAllah nikah anda penuh barakah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Rezeki anda berdua diluaskan Allah sedangkan akhlak suami anda akan diperbaiki oleh Allah. Bisa jadi awalnya biasa2 jadi setelah menikah dia menjadi sangat mulia akhlaknya. Keluhuran akhlak mengesan manusia dan malaikat. Ini karena besar barakah yang dilimpahkan Allah. Rasulullah bersabda "Kawinkanlah orang2 yang sendirian diantara kamu sesungguhnya Allah akan memperbaiki akhlak mereka, meluaskan rezekinya dan menambahkan keluhuran mereka". Pelaksanan akad nikah juga mempengaruhi barakah nikah, juga proses sesudahnya, apa yang anda lakukan bersama2 setelah akad nikah yang disaksikan malaikat dan manusia. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apa perkataan anda tatkala berdua, bagaimana anda mulai menyentuh istri anda sampai bagaimana anda membimbingnya. Bagaimana anda mengadakan walimah? Ini juga penting untuk diperhatikan. Sesudahnya, anda bisa memulai kebiasaan yang baik dan saling mengenali selama tujuh hari pertama setelah menikah, jika istri anda seorang gadis. Ini adalah masa2 yang khusus milik anda berdua. Anda bisa menghabiskan dengan bercanda, karena bermanja kepadanya pun berpahala. Tetapi anda juga bisa menetapkan sunnah hasanah bagi keluarga anda, atau lebih khusus buat anda dan istri anda. Termasuk didalamnya tentang bagaimana anda berdua saling merasakan keindahan dalam hubungan intim. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ada hal2 yang insyaAllah akan mendatangkan barakah sehingga yang lahir dari hubungan intim itu adalah rasa sayang dan kedekatan perasaan yang semakin kuat, serta keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat Laa ilaaha illaLlah. Hal yang lain yaitu masalah keselarasan. Salah satu hal yang akan menambah keselarasaan dan kemesraan keluarga berawal dari istri yang menyejukan ketika dipandang. Sejuknya pandangan karena istri menghinasi diri dengan dua hal yaitu perhiasan batin dan perhiasan zahir. Berhias secara zahir sehingga suami merasa senang berdekatan, terutama baik untuk tiga waktu. Kapan saja? Yaitu ketika suami akan berpergian, ketika suami datang dari berpergian (terutama berpergian jauh dalam waktu lama, apalagi kalau melelahkan) serta ketika berangkat tidur. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Keindahan rumah tangga. Ini terkait dengan usaha untuk saling membantu dalam taqwa dan menegakkan kebaikan. Paling tidak kebaikan2 dalam rumah tangga. Sehingga Allah akan memenuhi keluarga kita dengan barakah. Hal yang lain yang tak kalah penting yaitu menjaga lisan. Menjaga lisan ini dalam berbagai keadaan, terutama yang menyangkut masalah suami, istri dan anak. Termasuk perkataan terhadap tetangga. Baik menyangkut peminang maupun yang dipinang. Tiap perkataan memiliki kedudukan tinggi. Tiap kedudukan mempunyai hak. Tiap2 hak terkait dengan tanggung jawab. Tiap tanggung jawab akan berkenaan dengan akibat, baik ataupun buruk. Sebagian perkataan bisa menjadi do'a meskipun tidak dimaksudkan untuk do'a. Ini terutama bila diucapkan bersamaan dengan sa'atu nailin, yaitu saat ucapan menjadi do'a dan do'a pasti dikabulkan saat itu. Sebagian perkataan terhadap orang lain akan kembali mengenai dirinya. Sebagian perkataan tentang dirinya atau teman hidupnya (suami maupun istri) bisa membawa kekeadaan yang lebih buruk, padahal keadaan awal tidak buruk. Untuk itu janganlah kita zalim dalam menggunakan lidah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Marilah mohon kepada Allah atas apa2 yang kita ucapkan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya berdo'a "Mudah2 kita termasuk orang2 yang dibarakahi dan dimudahkan Allah didunia dan akhirat". Amin Allahuma amin. Maafkan jika ada kata yang salah dan hilaf.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Wassalaam. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-4132649207046994443?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/4132649207046994443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=4132649207046994443' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4132649207046994443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4132649207046994443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/05/merindukan-pernikahan-barakah.html' title='MERINDUKAN PERNIKAHAN BARAKAH'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-7099408399071943126</id><published>2008-05-12T06:38:00.001-07:00</published><updated>2008-05-12T06:38:51.295-07:00</updated><title type='text'>Perkawinan dan Cinta</title><content type='html'>&lt;p&gt;       &lt;/p&gt;Masalah cinta dan kasih sayang kini merebak menjadi topik pembicaraan dimana-mana, karena pengaruh drama, sandiwara, cerpen, novel, film(sinetron), dan lain-lain. Anak-anak gadis banyak yang gandrung dengan masalah ini. Saya khawatir mereka terpedaya oleh cinta. Lebih-lebih pada usia-usia puber dan memasuki usia baligh, &lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;sementara hati mereka masih kosong (dari pegangan dan pedoman hidup). Akibatnya kata-kata yang manis mudah saja masuk ke dalam hati yang kosong ini.&lt;br /&gt;Sangat disayangkan ada sebagian pemuda yang berbuat demikian dengan keterpedayaan atau malah merasa senang dan nikmat mencumbu dan merayu, bahkan merasa bangga dengan perbuatannya itu. Ia bangga jika dirinya dapat berhasil merayu banyak wanita.&lt;br /&gt;Karena itu nasehat saya pada gadis muslimah, janganlah terpedaya oleh perkataan dan semua rayuan gombal. Hendaklah anda mendengarkan nasehat orang tua atau wali. Janganlah memasuki kehidupan rumah tangga hanya semata-mata memperturutkan perasaan, tetapi pertimbangkanlah segala sesuatunya dengan akal sehat.&lt;br /&gt;Saya sarankan kepada orang tua atau wali, hendaklah memperhatikan kemauan dan keinginan anak-anak perempuannya. Janganlah si ayah membuang perasaan dan keinginan anaknya dan menjadikannya sebagai amplop kosong tak berisi, lalu mengawinkannya dengan siapa saja yang dikehendakinya, sehingga si anak memasuki kehidupan rumah tangga denga terpaksa. Karena si anak itulah kelak yang akan bergaul denga suaminya, dan bukan si ayah. Tetapi ini tidak berarti bahwa antara pemuda dan si gadis harus sudah hubungan cinta sebelum terjadinya perkawinan, namun paling tidak harus ada kerelaan hati.&lt;br /&gt;Karena itu, Islam memerintahkan si peminang melihat pinangannya, begitu juga sebaliknya. Nabi SAW bersabda: “Karena yang demikian itu lebih patut dapat mengekalkan kalian berdua.”&lt;br /&gt;Syariat Islam menghendaki kehidupan rumah tangga ditegakkan atas dasar saling meridhai dari masing-masing pihak yang berkepentingan. Si wanita hendaknya ridha, setidak-tidaknya memiliki kebebasan untuk menyatakan kehendak dan pendapatnya secara terus terang, atau kalau ia merasa malu menyatakan persetujuannya secara terus terang, bolehlah dengan bersikap diam :&lt;br /&gt;“Anak gadis (perawan) itu hendaklah dimintai izinnya (untuk dikawinkan), dan janda itu lebih berhak terhadap dirinya.” (HR. Al Jama’ah kecuali Bukhari)&lt;br /&gt;Maksudnya, wanita yang sudah pernah kawin sebelumnya harus menyataka denga terus terang. “Saya suka dan cocok (setuju).” Adapun seorang gadis bila dimintai ijinnya untuk dikawinkan kadang-kadang merasa malu untuk menjawab, lalu ia diam atau tersenyum, maka yang demikian itu sudah dianggap cukup bahwa ia setuju. Tetapi jika ia mengatakan, “Tidak”, atau menangis, maka ia tidak boleh dipaksa.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW membatalkan perkawinan seorang wanita yang dikawinkan tanpa kerelaannya. Dalam beberapa riwayat juga disebutkan juga ada seorang wanita yang menolak dikawinkan ayahnya. Lalu ia mengadukan hal itu kepada Nabi SAW. Nabi menginginkan ia merelakan ayahnya, sekali, dua kali, tiga kali. Ketika Nabi SAW melihat ia tetap pada pendiriannya, beliau bersabda, “Lakukanlah apa engkau kehendaki.” Tetapi kemudian wanita itu berkata,”Saya perkenankan apa yang dilakukan ayah, tetapi saya ingin agar para bapak (ayah) itu tahu bahwa mereka tidak punya hak apa-apa dalam masalah ini.”&lt;br /&gt;Perlu saya tegaskan disini bahwa dalam perkawinan itu harus ada kerelaan si anak dan wali (orang tua) sebagaiman yang disyaratkan oleh banyak fuqaha, sehingga mereka mengatakan wajibnya persetujuan wali untuk kesempurnaan nikah. Disebutkan dalam hadits:&lt;br /&gt;“Tidak ada nikah kecuali dengan wali dan dua orang saksi yang adil.” (HR. Daruqthni).&lt;br /&gt;“Siapa saja wanita yang nikah tanpa memperoleh izin dari walinya, maka nikahnya batal, batal, batal.” (HR. ABU Daud Ath Thayalisi)&lt;br /&gt;Selain itu juga harus ada keridhaan ibu. Mengapa ibu? Karena ibulah yang banyak mengerti masalah anak perempuannya. Rasululloh SAW bersabda:&lt;br /&gt;“Ajaklah ibu-ibu bermusyawarah tentang anak-anak perempuan mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)&lt;br /&gt;Denga begitu, dia memasuki kehidupan rumah tangga dengan ridha. Ayah ridha, ibu ridha, dan seluruh keluarganya ridha sehingga kehidupan rumah tangganya nanti tidak sesak nafas dan tidak keruh.&lt;br /&gt;Yang lebih utama, hendaklah perkawinan dilakukan dengan cara yang dikehendaki oleh syariat. Wallohul Muwaffiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi&lt;br /&gt;Eri Riefika [mailto:eri@gs.astra.co.id]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-7099408399071943126?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/7099408399071943126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=7099408399071943126' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/7099408399071943126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/7099408399071943126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/05/perkawinan-dan-cinta.html' title='Perkawinan dan Cinta'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-1211302290950159756</id><published>2008-05-12T06:36:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T06:37:12.485-07:00</updated><title type='text'>Membangun Rumah Tangga Sakinah</title><content type='html'>&lt;p&gt;       &lt;/p&gt;Rumah tangga bahagia adalah dambaan hampir setiap kaum muda mudi sebelum melangkahkan kakinya ke jenjang pernikahan. Bayangan masa depan yang indah dan menggembirakan merupakan idaman setiap pasangan yang baru saja melangkahkan kakinya di pelaminan.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Namun tak sedikit rumah tangga yang baru beberapa saat terbangun, kandas begitu saja, dan berakhir pada perceraian. Banyak orang merasa ragu dan gemetaran sebelum maju ke gerbang pernikahan. Walhasil, tidak sedikit yang mengurungkan pernikahan, karena takut dirinya akan terkubur dalam puing-puing kehancuran.&lt;br /&gt;Keraguan antara menikah atau tidak, jangan sampai ada pada diri muslim. Ia harus secara perwira, menentukan antara berumahtangga atau tidak, sesuai dengan ajaran suci Ilahi yang dianutnya dan kemampuan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lebih Utama Menikah atau Tidak?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia memiliki naluri seksual, naluri yang mendorongnya untuk mendekati lawan jenisnya dan melakukan hubungan intim dengannya. Sebagaimana firman Allah dalam QS.Ali Imran: 14 “Zuyyina linnasi hubbusy-syahawaati minan-nisaa’i wal baniina…” (Telah dihiasi manusia kecintaan kepada wanita -lawan jenisnya- dan anak-anak…)&lt;br /&gt;Naluri yang sedemikian rupa, sebenarnya bukan hanya milik manusia saja. Tetapi juga milik makhluk-makhluk Allah lainnya. Misalnya, kita perhatikan sejenak, betapa bunga memekarkan kelopaknya guna menunggu kedatangan kumbang. Dan kupu-kupu, agar mengantarkan serbuk sarinya ke kembang berkepala putik. Begitu pula sepasang burung manyar yang merangkai sarangnya untuk bercumbu.&lt;br /&gt;Itu semua, tidak lepas dari naluri yang telah diberikan Allah kepada makhluk-makhlukNya untuk berpasang-pasangan. Allah berfirman dalam QS.Yasin: 36, “Subhaanalladzi kholaqol azwaaja kullaha tsumma tunbitul ardhu wa min anfusihim wa mimma laa ya’lamuun” “Mahasuci Tuhan yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui”.&lt;br /&gt;Dan sungguh tidak sia-sia apa yang Allah ciptakan. Berupa naluri untuk berpasang-pasangan. Karena dengan itu, makhluk-makhluk tadi mampu menjaga eksistensinya dan mengembangbiakkan keturunannya.&lt;br /&gt;Diantara makhluk-makhluk itu, manusia dibebani tanggungjawab yang lebih, yakni untuk memakmurkan bumi. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Huud: 61, “Huwa ansya’akum fil ardhi wasta’marokum fiiha” (Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikanmu pemakmurnya)&lt;br /&gt;Maka untuk memakmurkan bumi ini, diperlukan masyarakat yang kuat (potencial mass). Dan masyarakat yang kuat pun tidak akan terwujud tanpa adanya keluarga-keluarga yang kuat pula. Adapun untuk mewujudkan keluarga itu, tak lain adalah dengan menjalin pernikahan.&lt;br /&gt;Menurut Imamul Ghozali, dalam salah satu karya tashawufnya “Ihyaa’u ‘Uluumuddin” disebutkan, bahwa pernikahan memiliki kekurangan dan kelebihan (kebaikan). Diantara kekurangannya adalah beban untuk mencari nafkah lebih banyak, perhatian yang lebih untuk membina keluarga sakinah, mendidik dan mendewasakan anak-anak yang merupakan amanah Tuhan, dan juga menjadi penghalang untuk memusatkan perhatian pada Tuhan dan kepentingan akhirat.&lt;br /&gt;Dibalik kekurangan-kekurangan itu, pernikahan ternyata memiliki banyak faedah. Al Ghozali merincinya dalam lima faedah:&lt;br /&gt;1. Faedah pertama, adalah melestarikan keturunan manusia di muka bumi. Dan pada faedah pertama ini tersimpan banyak keuntungan lagi. Pertama, terjadi persesuaian antara kehendak Allah untuk melestarikan jenis manusia dan usaha manusia mendapatkan anak. Kedua, sebagai upaya mencintai rasulullah (mahabbatur rasul) dengan mengikuti sunahnya. Ketiga, anak shaleh yang mendoakan orangtuanya, yang tidak akan terjadi tanpa adanya pernikahan. Keempat, Syafa’at rasul yang disebabkan kematian anak diusia dini (sebelum baligh). Sebagaimana tersebut dalam hadits riwayat Ibnu Hibban.&lt;br /&gt;2. Faedah kedua, bahwa pernikahan dapat memecahkan syahwat, membentengi dari godaan syaithan dan menghindari fitnah.&lt;br /&gt;3. Faedah ketiga, jiwa akan merasa tenang dan bugar kembali dari keletihan ketika seseorang menyempatkan diri bercanda dan bercumbu dengan pasangannya, sehingga memberi motivasi baru dalam beribadah. Sebagaimana Nabi saw bersabda: “Dijadikan aku menyukai akan tiga hal dari duniamu, yaitu harum-haruman, wanita dan kesenangan hatiku pada sholat.” (HR.an Nasa’I dan al Hakim)&lt;br /&gt;4. Faedah keempat, adanya seorang tempat berbagi dalam pekerjaan rumahtangga, sehingga sebagian waktu dapat dimanfaatkan untuk mencari ilmu dan melakukan ibadah khusus.&lt;br /&gt;5. Faedah kelima, pernikahan dapat dijadikan sarana mujaahadatun-nafs (pengendalian diri) dan penguji kesabaran, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan seorang istri. Nabi bersabda: ”Apa yang dinafkahkan oleh seorang suami kepada istrinya adalah shodaqah. Sesungguhnya seorang suami akan diberi pahala karena dia memberikan makanan ke mulut isterinya”(HR.Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;Dari lima faedah diatas, jelas bahwa pernikahan adalah satu hal yang sangat dianjurkan. Sebagaimana ungkapan firman Allah dalam QS.An Nuur:32, Allah menegaskan: “Wa ankihuul ayaamaa minkum wash-shoolihiina min ‘ibaadikum wa imaa-ikum. In yakuunuu fuqaraa’a yughnihumullahu min fadhlihi. Wallahu waasi’un ‘aliim” (Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak -untuk kawin- dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS.An-Nuur:32).&lt;br /&gt;Kata “Ayyaamaa” diayat diatas adalah bentuk plural (jama’) dari kata (isim mufrad) “aymatun” yang berarti “tarammul” yaitu wanita-wanita janda yang ditinggal mati suaminya atau wanita-wanita yang sendirian yang tak kunjung menemui pasangan hidupnya. Sehingga kedudukan mereka adalah seperti anak-anak yatim (yataama) yang bingung hendak kemana harus mengadu, tidak ada tempat untuk “sharing of love” baik dalam suka maupun duka. Mereka semua adalah orang-orang yang membutuhkan kepedulian kita. Kepedulian seorang mukmin kepada mukmin lainnya adalah mutlak. Allah berfirman didalam QS. At Taubah: 71: “Wal mukminuuna wal mukminaatu ba’dhuhum awliyaa’u ba’dhin” (Orang-orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, sebagian dari mereka adalah awliya -pelindung dan penolong- atas sebagian yang lain). Hendaknya yang kuat menolong yang lemah, yang beruntung membantu yang kurang beruntung, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mencapai Keluarga Sakinah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hubungan suami istri adalah bukan sebatas hubungan fisik-biologis semata (robiithoh jasadiyyah), tetapi juga hubungan rohaniah (robiithoh ruhaniyyah) antara dua insan yang saling membutuhkan. Dengan kata lain, perekat hubungan suami istri bukan hanya perekat lahiriah, tetapi juga jalinan ruhaniyyah. Untuk mencapai tingkatan keluarga yang dinamis (‘aailah sakiinah),maka islam menawarkan tiga hal berikut:&lt;br /&gt;Pertama, untuk menjalin rumah tangga yang baik,hendaklah memilih wanita/pria yang sholihah/sholih sebagai mitra berumahtangga. Yaitu wanita yang mampu menjaga amanah suaminya, memelihara dengan baik harta suaminya, patuh dan tebal keimanannya. Nabi bersabda: “Fadzfar bizaatid-diin taribath yadak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pilihlah yang mantap agamanya, semoga akan mengikat tanganmu” (HR.Bukhari Muslim). Kedua, pernikahan harus dijalin dengan tali temali rohaniah yang kuat, yaitu mahabbah, mawaddah, rahmah dan amanah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(1) Mahabbah (cinta)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kata “mahabbah” sebagaimana yang diriwayatkan Al Hujwiri dalam kitab “Kasyful Mahjuub”, berasal dari kata “habbah” yang berarti benih-benih/biji yang jatuh ke bumi di padang pasir. Mahabbah dikatakan berasal dari kata itu karena dia merupakan sumber kehidupan. Sebagaimana benih itu tersebar di gurun pasir, tersembunyi didalam tanah, dihujani oleh terpaan angin, hujan dan sengatan matahari, disapu oleh cuaca panas dan dingin, benih-benih itu tidak rusak oleh perubahan musim, namun justru tumbuh berakar, berbunga dan berbuah. Demikian halnya cinta sejati, tak lapuk dengan sengatan mentari dan guyuran hujan, tak lekang oleh perubahan musim dan tak hancur berantakan oleh terpaan angin.&lt;br /&gt;Ada pula yang mengatakan “mahabbah” berasal dari kata “hubb” yang berarti penyangga (empat kaki-kaki kecil pada alas poci air), disebut demikian karena seorang pecinta, rela dengan suka hati melakukan apa saja untuk yang dicintainya.&lt;br /&gt;Adapula yang mengatakan “mahabbah” berasal dari kata “haabb” yang berarti relung hati yang paling dalam. Dikatakan demikian, karena cinta tumbuh dari relung hati yang paling dalam (grows from the deepest side of heart). Tak mudah dilukiskan dalam kata-kata, tetapi tumbuh dalam perasaan hati setiap insan.&lt;br /&gt;Apapun asal katanya, kita sepakat bahwa cinta adalah tali buhul yang mengikat kuat antara si pecinta dan yang dicintainya. Dia datang, tidak diketahui waktunya, dan akan pergi begitu saja kalau tidak dipelihara dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(2) Mawaddah (cinta yang mendalam)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan yang kedua adalah “mawaddah”, berasal dari kata “wuud” yang berarti al-hubb al-katsir (cinta yang banyak/mendalam). Pakar leksikografi al-Quran, Ar-Raghib Al Isfahani mengatakan bahwa mahabbah adalah hanya terbatas yang tersembunyi dalam relung hati, sedangkan mawaddah adalah yang meninggalkan bekas nyata (atsar) dalam kehidupan. Yaitu terjalinnya hubungan mesra (tahaabbu) antara suami dan isteri. Salah satu asma Allah “al-Waduud”, karena nama itu merealisasikan cinta Tuhan pada segenap alam dalam pemeliharaanNya”.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(3) Rahmah (kasih)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kata “rahmah” berasal dari kata “rahm”, yang berarti “riqqatun taqtadhi al-ihsaana ilal marhuum”,”rasa kasih yang menuntut munculnya perbuatan baik terhadap yang dikasihi”. Jadi rahmah adalah rasa kasih yang membuahkan perbuatan baik dari yang mengasihi kepada yang dikasihi,tanpamengharap balasan”.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(4) Amanah (percaya)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Amanah” berasal dari kata “aamana-yu’minu” yang berarti “amn” (memberi rasa aman) dan “iman” (percaya). Sehingga amanah adalah sesuatu yang diserahkan kepada pihak lain disertai dengan rasa aman, dari pihak yang memberikan karena kepercayaannya bahwa apa yang diamanatkan itu akan terpelihara dengan baik, serta aman keberadaannya ditangan yang diberi amanat. Orang tua tidak akan merestui anaknya tanpa adanya jaminan kepercayaan.&lt;br /&gt;Musyawarah&lt;br /&gt;Untuk tercapainya keluarga sakinah, diperlukan adanya “musyawarah” sebagai solusi mencari kesamaan diantara perbedaan pendapat yang sering terjadi dalam kehidupan berumahtangga. Apapun masalah yang terjadi hendaknya dicari titik temu dengan jalan musyawarah. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Asy-Syuura: 42, “Walladziinas tajaabu lirobbihim wa aqaamush-sholaata wa amruhum syuuro baynahum, wa mimmaa rozaqnaahum yunfiquun” Artinya: Dan (ciri-ciri orang yang beriman) adalah yang menyambut seruan Tuhannya, dan mendirikan sholat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan mereka menafkahkan rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, semoga kajian tentang “Membangun Rumahtangga Sakinah” diatas dapat menggugah hati para pembaca/pendengar, baik yang telah berumahtangga maupun yang masih dalam pra-nikah dan yang sedang sibuk mencari pasangan hidup, semoga harapan baiti jannati “mahligaiku adalah laksana sorga bagiku” dapat terwujud dihadapan ikhwan dan ikhwat sekalian. Uushikum wa nafsi bitaqwallaahi, fanastaghfirullaaha minna wa minkum, Wassalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;Oleh: Al Birruni Siregar&lt;br /&gt;Mahasiswa program S1, Fak. Theologi, Universitas Al Azhar,Kairo.&lt;br /&gt;© 2003 www.manajemenqolbu.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-1211302290950159756?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/1211302290950159756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=1211302290950159756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1211302290950159756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1211302290950159756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/05/membangun-rumah-tangga-sakinah.html' title='Membangun Rumah Tangga Sakinah'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-4250123689461642309</id><published>2008-05-12T06:22:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T06:23:21.558-07:00</updated><title type='text'>Fadhilah Menikah</title><content type='html'>&lt;p&gt;       &lt;/p&gt;1. Menikah merupakan sunnah yang diagungkan oleh Allah. Al-Qur’an menyebut pernikahan sebagai mitsaqan-ghalizha (perjanjian yang sangat berat). Mitsaqan-ghalizha adalah nama dari perjanjian yang paling kuat di hadapan لله. Hanya tiga kali Al-Qur’an menyebut mitsaqan-ghalizha. &lt;span class="selengkapnya"&gt; Dua perjanjian berkenaan dengan tauhid, sedang yang lain adalah perjanjian لله dengan para Nabi ulul-azmi, Nabi yang paling utama diantara para Nabi. Dan pernikahan oleh لله termasuk yang digolongkan sebagai mitsaqan-ghalizha. لله menjadi saksi ketika seseorang melakukan akad nikah.&lt;br /&gt;2. Setiap jalan menuju mitsaqan-ghalizha dimuliakan oleh لله. Islam memberikan penghormatan yang suci kepada niat dan ikhtiar untuk menikah.&lt;br /&gt;3. Menikah adalah masalah kehormatan agama, bukan sekedar legalisasi penyaluran hubungan biologis dengan lawan jenis. Menikah merupakan amanah لله dan sangat tinggi derajatnya.&lt;br /&gt;4. Menikah berarti menyempurnakan setengah Ad-dien, bahkan jika masih remaja berarti menyempurnakan 2/3 Ad-dien.&lt;br /&gt;5. Islam memperbolehkan kaum wanita untuk menawarkan dirinya kepada laki-laki yang berbudi luhur, yang ia yakini kekuatan agamanya dan kejujuran amanahnya menjadi suaminya. Sikap ini lebih dekat kepada ridha لله dan untuk mendapatkan pahala-Nya.&lt;br /&gt;6. Pernikahan mendekatkan kepada keselamatan akhirat.&lt;br /&gt;7. Pernikahan bisa kurang barakahnya jika anda mempersulit proses. Suami tidak mudah mencapai akad nikah bukan karena halangan yang bersifat prinsip.&lt;br /&gt;8. Jika anda menyegerakan nikah insya لله keluarga anda akan penuh barakah. Tetapi jika anda tergesa-gesa, kekecewaan lebih mudah anda dapatkan daripada kebahagiaan.&lt;br /&gt;9. Pernikahan yang barakah insya لله banyak melahirkan keutamaan, termasuk tumbuhnya sunnah-hasanah (kebiasaan baru yang baik).&lt;br /&gt;10. Saat ini pernikahan tidak lagi semata-mata merupakan bentuk kepatuhan terhadap ketentuan agama, tetapi sudah merembet jauh menjadi persoalan status sosial, prestise, dan bahkan menyentuh aspek karier. Adat istiadat yang rumit pada sebagian masyarakat juga turut berperan menyebabkan sulitnya menyegerakan nikah meskipun peminangan telah dilakukan. Diantaranya adalah larangan untuk menikah apabila ada saudara yang lebih tua belum menemukan jodohnya. Pada sebagian masyarakat ada jalan keluarnya yaitu berupa pemberian hak kepada yang dilangkahi untuk meminta ganti rugi sesuai yang dikehendakinya. Namun acapkali ini pun mempersulit proses pernikahan karena beratnya “kewajiban” yang harus dipenuhi.&lt;br /&gt;11. Rasulullah saw bersabda: ”Hai Ali, tiga perkara yang hendaknya jangan ditunda-tunda: shalat apabila telah datang waktunya, jenazah manakala sudah siap penguburannya, dan perempuan (gadis maupun janda) apabila telah datang pinangan laki-laki yang sepadan dengannya.” (HR. Ahmad) Berpijak pada Hadits ini, hendaknya jarak antara peminangan dan pelaksanaan akad nikah tidak terlalu jauh. Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati.&lt;br /&gt;12. Melalui pernikahan, لله memberikan banyak keindahan dan kemuliaan. Seorang wali tidak boleh menunda-nunda pernikahan perempuan yang berada di bawah perwaliannya meskipun ia baru saja menikahkan perempuan lain yang juga berada di bawah perwaliannya. Tegasnya, tidak ada alasan baginya untuk menolak menikahkan anak perempuannya jika jodoh yang sepadan memang telah datang.&lt;br /&gt;13. Nasihat dari Syekh Abdullah Nashih Ulwan: “Tetapi pada keadaan tertentu, ada seorang wali yang melarang pernikahan anak perempuannya dan mendiamkan calon suaminya dengan pendiaman yang membingungkan tanpa kejelasan sebab yang dibolehkan syariat di dalam larangannya. Dalam keadaan seperti ini, seorang perempuan boleh mengangkat perkaranya kepada seorang qadhi (hakim). Jika qadhi menilai sebab yang diajukan untuk melarang pernikahan itu tidak masuk akal, dia dapat memerintahkan pernikahannya. Jika sang wali tetap enggan menikahkan, qadhilah yang menikahkan dia dengan orang yang telah meminangnya dan tidak mempedulikan wali nasab pada saat itu.”&lt;br /&gt;14. Sabda Rasulullah saw: “Jika mereka saling berdebat, sulthan (penguasa muslim) adalah wali bagi orang yang tidak mempunyai wali.”&lt;br /&gt;15. Begitu pentingnya pernikahan, sampai-sampai لله berjanji akan mencukupi dari keutamaan rezeki-Nya apabila orang yang dinikahkan itu fakir. لله berfirman: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki maupun hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, لله akan memampukan mereka dengan karunia-Nya (yughnikumullah min fadhlihi). Dan لله maha luas (pemberian-Nya) lagi maha mengetahui.” (An-Nuur: 32)&lt;br /&gt;16. Peringatan Rasulullah: “Bukan termasuk golonganku orang-orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah.” (HR. Thabrani). Lalu, jika bukan golongan Rasulullah, termasuk golongan siapakah kita?&lt;br /&gt;17. Dari Anas r.a, Rasulullah al-ma’shum bersabda: “Barangsiapa mempunyai anak perempuan yang telah mencapai usia dua belas tahun, lalu ia tidak segera mengawinkannya, kemudian anak perempuannya tersebut melakukan suatu perbuatan dosa, maka dosanya ditanggung oleh dia (ayahnya).” (HR. Baihaqi). Insya لله jika kita perhatikan, perbuatan dosa-dosa itu adalah yang berkaitan dengan dorongan-dorongan gharizah (naluri) untuk bersahabat dengan lawan jenis. Sedang saat ini, yang diharapkan adalah kepekaan ayah untuk cepat tanggap terhadap apa yang dirasakan oleh anak gadisnya.&lt;br /&gt;18. Dalam sebuah hadits yang sangat terkenal, Rasulullah bersabda, “Jika datang kepada kalian (wahai calon mertua) orang yang kalian sukai (ketaatan) agamanya dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia (dengan putrimu). Sebab jika kamu sekalian tidak melakukannya, akan lahir fitnah (bencana) dan akan berkembang kehancuran yang besar di muka bumi.”&lt;br /&gt;19. Rasulullah Muhammad saw pernah mengingatkan, “Orang meninggal diantara kalian yang berada dalam kehinaan adalah bujangan.”&lt;br /&gt;20. Rasulullah saw. juga mengingatkan bahwa, “Sebagian besar penghuni neraka adalah orang-orang bujangan.” Mudah-mudahan لله menolong kita dan tidak mematikan kita dalam keadaan masih membujang atau duda.&lt;br /&gt;21. Jika tidak ada hal yang merintangi, mempercepatnya adalah lebih baik bagi keluarga wanita! Mempercepat proses pernikahan termasuk salah satu kebaikan dan lebih dekat dengan kemaslahatan, barakah dan ridha لله. Insya لله pertolongan لله sangat dekat.&lt;br /&gt;22. لله akan melimpahkan ridha-Nya kepada orang yang menyegerakan nikah. Mereka yang menyegerakan nikah atau membantu orang untuk menyegerakan nikah, insya لله akan mendapat rahmat dan perlindungan لله kelak di yaumil-akhir.&lt;br /&gt;23. Sederhana dalam proses dan sederhana dalam pelaksanaan merupakan jalan besar menuju keluarga yang barakah, sakinah, mawaddah wa rahmah.&lt;br /&gt;24. Mempersulit proses pernikahan dapat membuka pintu-pintu madharat. Mempersulit proses pernikahan melapangkan jalan fitnah dan mafsadah (kerusakan) masyarakat.&lt;br /&gt;25. Dorongan menikah (kebutuhan terhadap seks) merupakan fitrah dan naluri kemanusiaan, seperti misalnya perasaan cinta untuk memiliki dan naluri akan kebutuhan terhadap makan dan minum. Jika seseorang fasik dan pendosa, maka ia akan memuaskan dorongan seksualnya dengan melakukan perbuatan zina tanpa mempedulikan akibat, petaka dan bahaya yang akan menimpanya. Sedangkan bagi orang yang bertakwa dan menjaga kehormatan farjinya, hal ini merupakan siksaan yang berat.&lt;br /&gt;26. Dorongan alamiah untuk mempunyai teman hidup yang khusus ini telah menyita konsentrasi. Daya serap terhadap ilmu tidak tajam. Apalagi untuk shalat, sulit merasakan kekhusyukan. Barangkali itulah sebabnya Rasulullah Muhammad saw menyatakan, “Shalat dua rakaat yang didirikan oleh orang yang menikah lebih baik dari shalat malam dan berpuasa pada siang harinya yang dilakukan oleh seorang lelaki bujangan.”&lt;br /&gt;27. Dalam pandangan Islam, pernikahan merupakan satu bentuk ibadah kedekatan kepada لله. Dengan pernikahan, kaum beriman akan mendapatkan pahala dan balasan jika niatnya ikhlas, keinginannya benar, dan maksudnya dengan pernikahan untuk menjaga dirinya dari perbuatan haram serta tidak dilandasi dengan dorongan nafsu kebinatangan.&lt;br /&gt;28. لله menjadikan pernikahan untuk tujuan pemenuhan dorongan instink dan syahwat seksual. Kalau bukan karena syahwat yang menggelora di dalam diri setiap laki-laki dan perempuan, maka siapa pun tidak akan pernah berpikir untuk menikah!&lt;br /&gt;29. Pernikahan adalah jalan untuk membangun keluarga muslim yang terhormat, dan menyemarakkan dunia dengan keturunan dan anak-anak yang saleh.&lt;br /&gt;30. Dengan menikah, berhubungan intim akan mendapat pahala shalat Dhuha. Kalau anda meremas-remas jemari isteri dengan remasan sayang, dosa-dosa anda berdua berguguran. Kalau anda menyenangkan isteri sehingga hatinya bahagia dan diliputi suka cita, anda hampir-hampir mendapatkan ganjaran yang sama dengan menangis karena takut kepada لله.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-4250123689461642309?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/4250123689461642309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=4250123689461642309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4250123689461642309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/4250123689461642309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/05/fadhilah-menikah.html' title='Fadhilah Menikah'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-3756624274438766639</id><published>2008-05-12T06:20:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T06:21:30.513-07:00</updated><title type='text'>Menggapai Pernikahan Barokah</title><content type='html'>&lt;!-- Begin .post --&gt;    &lt;div class="post"&gt;&lt;a name="2150487494922802842"&gt;&lt;/a&gt;                                   &lt;div class="post-body"&gt;        &lt;p&gt;       &lt;/p&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;Alhamdulillah,&lt;br /&gt;Berbicara tentang pernikahan banyak yang menyesal. Menyesal kalau tahu begini nikmat kenapa tidak dari dulu. Menyesal ternyata banyak deritanya. Menikah itu tidak mudah, yang mudah itu ijab kabulnya. Rukun nikah yang lima harus dihapal dan wajib lengkap kesemuanya. Begitu pula dengan syarat wajib nikah pada pria yang harus diperhatikan.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika kita belum punya biaya? Harus diyakini bahwa tiap orang itu sudah ada rezekinya. Menikah itu menggabungkan dua rezeki, rezeki wanita dan laki-laki bertemu, masalahnya adalah apakah rezeki itu diambil dengan cara yang barokah atau tidak. Allah tidak menciptakan manusia dengan rasa lapar tanpa diberi makanan. Allah menghidupkan manusia untuk beribadah yang tentu saja memerlukan tenaga, mustahil Allah tidak memberi rezeki kepada kita.&lt;br /&gt;Biaya pernikahan bukanlah perkara mahal, yang penting ada. Maka kalau sudah darurat bahkan mengutang untuk menikah diperbolehkan daripada mendekati zina. Kalau sudah menikah setelah ijab kabul, jangan jadi riya dengan mengadakan resepsi yang mewah. Hal ini tidak akan menjadi barokah. Misalnya dalam mengundang, hanya menyertakan orang kaya saja, orang miskin tidak diundang. Bahkan Rasulullah melarang mengundang dengan membeda-bedakan status. Dalam mengadakan resepsi jangan sampai mengharapkan balasan income yang didapat.&lt;br /&gt;Masalah mas kawin yang paling bagus adalah emas dan uang mahar yang paling bagus adalah uang. Berilah wanita sebanyak yang kita mampu, jangan hanya berkutat dengan seperangkat alat sholat saja. Rasulullah lebih mengutamakan emas dan uang dan inilah hak wanita. Awal nikah jangan membayangkan punya rumah yang bagus. Maka perkataan terbaik suami kepada istrinya adalah menasehati istri agar dekat dengan Allah. Jika istri dekat dengan Allah maka ia akan dijamin oleh Allah mudah-mudahan lewat kita.&lt;br /&gt;Tiga rumus yang harus selalu diingat terdapat dalam surah Al-Asyr. Setiap bertambah hari, bertambah umur, kita itu merugi kecuali tiga golongan kelompok yang beruntung. Golongan pertama adalah orang yang selalu berpikir keras bagaimana supaya keyakinan dia kepada Allah meningkat. Sebab semua kebahagiaan dan kemuliaan itu berbanding lurus dengan tingkat keyakinan kepada Allah. Tidak ada orang ikhlas kecuali yakin kepada Allah. Tidak ada sabar kecuali kenal kepada Allah. Tidak ada orng yang zuhud kepada dunia kecuali orang yang tahu kekayaan Allah. Tidak ada orang yang tawadhu kecuali orang yang tahu kehebatan Allah. Makin akrab dan kenal dengan Allah semua dipandang kecil. Setiap hari dalam hidup kita seharusnya dipikirkan bagaimana kita dekat dengan Allah.&lt;br /&gt;Kalau Allah sudah mencintai mahluk segala urusan akan beres. Salah satu bukti seperseratus sifat pemurah Allah yang disebarkan kepada seluruh mahlukNya bisa dilihat sikap seorang ibu yang melahirkan seorang anak Kesakitan waktu melahirkan, hamil sembilan bulan tanpa mengeluh yang belum tentu anak tersebut akan membalas budinya. Tidak tidur ketika anaknya sakit, mengurus anak dari mulai TK sampai SMA. Memikirkan biaya kuliah. Mulai nikah dibiayai sampai punya anak bahkan juga diterima tinggal di rumah sang ibu. Tetapi kerelaannya masih saja terpancar. Itulah seperseratus sifat Allah.&lt;br /&gt;Selalu komitmen mau kemana rumah tangga ini akan dibawa. Mungkin sang ayah atau ibu yang meninggal lebih dulu yang penting keluarga ini akan kumpul di surga. Apapun yang ada dirumah harus menjadi jalan mendekat kepada Allah. Beli barang apapun harus barang yang disukai Allah. Supaya rumah kita menjadi rumah yang disukai Allah. Boleh punya barang yang bagus tanpa diwarnai dengan takabur. Bukan perkara mahal atau murah, bagus atau tidak tetapi apakah bisa dipertanggungjawabkan disisi Allah atau tidak. Bahkan dalam mendengar lagu yang disukai Allah siapa tahu kita dipanggil Allah ketika mendengar lagu.&lt;br /&gt;Rumah kita harus Allah oriented. Kaligrafi dengan tulisan Allah. Kita senang melihat rumah mewah dan islami. Jadikan semua harta jadi dakwah mulai mobil sampai rumah. Tiap punya uang beli buku, buat perpustakaan di rumah untuk tamu yang berkunjung membaca dan menambah ilmu. Jangan memberi hadiah lebaran hanya makanan, coba memberi buku, kaset dan bacaan lain yang berguna. Jangan rewel memikirkan kebutuhan kita, itu semua tidak akan kemana-mana. Allah tahu kebutuhan kita daripada kita sendiri. Allah menciptakan usus dengan disain untuk lapar tidak mungkin tidak diberi makan. Allah menyuruh kita menutup aurat, tidak mungkin tidak diberi pakaian.&lt;br /&gt;Apa yang kita pikirkan Allah sudah mengetahui apa yang kita pikirkan. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana dekat dengan Allah, selanjutnya Allah yang akan mengurusnya. Kita cenderung untuk memikirkan yang tidak disuruh oleh Allah bukan yang disuruhNya. Kalau hubungan kita dengan Allah bagus semua akan beres. Barang siapa yang terus dekat dengan Allah, akan diberi jalan keluar setiap urusannya. Dan dijamin dengan rezeki dari tempat yang tidak diduga-duga. Dan barang siapa hatinya yakin Allah yang punya segalanya, akan dicukupkan segala kebutuhannya. Jadi bukan dunia ini yang menjadi masalah tetapi hubungan kita dengan Allah-lah masalahnya.&lt;br /&gt;Golongan kedua adalah rumah tangga yang akan rugi adalah rumah tangga yang kurang amal. Jangan capai memikirkan apa yang kita inginkan, tapi pikirkan apa yang bisa kita lakukan. Pikiran kita harusnya hanya memikirkan dua hal yakni bagaimana hati ini bisa bersih, tulus, dan bening sehingga melakukan apapun ikhlas dan yang kedua teruslah tingkatkan kekuatan untuk terus berbuat. Pikiran itu bukan mengacu pada mencari uang tetapi bagaimana menyedekahkan uang tersebut, menolong, dan membahagiakan orang dengan senyum. Sehingga dimanapun kita berada bagai pancaran matahari yang menerangi yang gelap, menuai bibit, menyemarakkan suasana. Sesudah itu serahkan kepada Allah. Setiap kita memungut sampah demi Allah itu akan dibalas oleh Allah.&lt;br /&gt;Rekan-rekan Sekalian, Mari kita ubah paradigmanya. Rumah tangga yang paling beruntung adalah rumah tangga yang paling banyak produktifitas kebaikannya. Uang yang paling barokah adalah uang yang paling tinggi produktifitasnya, bukan senang melihat uang kita tercatat di deposito atau tabungan. Uang sebaiknya ditaruh di BMT. Yang terjadi adalah multiefek bagi pihak lain, hal ini menjadikan uang kita barokah. Daripada uang kita disimpan di Bank kemudian Banknya bangkrut, disimpan di kolong kasur takut dirampok.&lt;br /&gt;Kaya boleh asal produktif. Boleh mempunyai rumah banyak asal diniatkan agar barokah demi Allah itu akan beruntung. Beli tanah seluas-luasnya. Sebagian diwakafkan, kemudian dibangun masjid. Pahala akan mengalir untuk kita sampai Yaumil Hisab. Makanya terus cari uang bukan untuk memperkaya diri tapi mendistribusikan untuk ummat. Sedekah itu tidak akan mengurangi harta kita kecuali bertambah. Jadi pikiran kita bukan akan mendapat apa kita? tapi akan berbuat apa kita?. Apakah hari ini saya sudah menolong orang, sudahkah senyum, berapa orang yang saya sapa, berapa orang yang saya bantu?&lt;br /&gt;Makin banyak menuntut makin capai. Makin kuat kita menuntut kalau Allah tidak mengijinkan maka tidak akan terwujud. Kita minta dihormati, malah Allah akan memperlihatkan kekurangan kita. Kita malah akan dicaci, hasilnya sakit hati. Orang yang beruntung, setiap waktu pikirannya produktif mengenai kebaikan. Selagi hidup lakukanlah, sesudah mati kita tidak akan bisa. Kalau sudah berbuat nanti Allah yang akan memberi, itulah namanya rezeki. Orang yang beruntung adalah orang yang paling produktif kebaikannya.&lt;br /&gt;Yang ketiga rumah tangga atau manusia yang beruntung itu adalah pikirannya setiap hari memikirkan bagaimana ia bisa menjadi nasihat dalam kebenaran dan kesabaran dan ia pecinta nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. Setiap hari carilah input nasihat kemana-mana.&lt;br /&gt;Kata-kata yang paling bagus yang kita katakan adalah meminta saran dan nasihat. Ayah meminta nasihat kepada anak, niscaya tidak akan kehilangan wibawa. Begitu pula seorang atasan di kantor.&lt;br /&gt;Kita harus berusaha setiap hari mendapatkan informasi dan koreksi dari pihak luar, kita tidak akan bisa menjadi penasihat yang baik sebelum ia menjadi orang yang bisa dinasihati. Tidak akan bisa kita memberi nasihat jika kita tidak bisa menerima nasihat.&lt;br /&gt;Jangan pernah membantah, makin sibuk membela diri makin jelas kelemahan kita. Alasan adalah kelemahan kita. Cara menjawab kritikan adalah evaluasi dan perbaikan diri. Mungkin membutuhkan waktu sebulan bahkan setahun. Nikmatilah nasihat sebagai rezeki dan bukti kesuksesan hidup. Sayang hidup hanya sekali dan sebentar hanya untuk menipu diri. Merasa keren di dunia tetapi hina dihadapan Allah. Merasa pinter padahal bodoh dalam pandangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mudah-mudahan kita bisa menerapkan tiga hal diatas. Setiap waktu berlalu tambahlah ilmu agar iman meningkat, setiap waktu isi dengan menambah amal. Alhamdulillah. (neng_arie)&lt;/p&gt;KH. Abdullah Gymnastiar, Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung&lt;br /&gt;http://awie.crimsonblog.com/&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-3756624274438766639?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/3756624274438766639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=3756624274438766639' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3756624274438766639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/3756624274438766639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/05/menggapai-pernikahan-barokah.html' title='Menggapai Pernikahan Barokah'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-2521897078872799166</id><published>2008-05-12T05:56:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T06:10:01.268-07:00</updated><title type='text'>Khutbah Nikah</title><content type='html'> &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda pada kami: “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.” Muttafaq Alaihi.&lt;br /&gt;MUKADIMAH&lt;br /&gt;Persoalan perkawinan adalah persoalan yang selalu aktual dan selalu menarik untuk dibicarakan, karena persoalan ini bukan hanya menyangkut tabiat dan hajat hidup manusia yang asasi saja tetapi juga menyentuh suatu lembaga yang luhur dan sentral yaitu rumah tangga. Luhur, karena lembaga ini merupakan benteng bagi pertahanan martabat manusia dan nilai-nilai ahlaq yang luhur dan sentral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lembaga itu memang merupakan pusat bagi lahir dan tumbuhnya Bani Adam, yang kelak mempunyai peranan kunci dalam mewujudkan kedamaian dan kemakmuran di bumi ini. Menurut Islam Bani Adam lah yang memperoleh kehormatan untuk memikul amanah Ilahi sebagai khalifah di muka bumi, sebagaimana firman Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat : “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata : “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau ?. Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Al-Baqarah : 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan bukanlah persoalan kecil dan sepele, tapi merupakan persoalan penting dan besar. ‘Aqad nikah (perkawinan) adalah sebagai suatu perjanjian yang kokoh dan suci (MITSAAQON GHOLIIDHOO), sebagaimana firman Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami istri dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat”. (An-Nisaa’ : 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, diharapkan semua pihak yang terlibat di dalamnya, khususnya suami istri, memelihara dan menjaganya secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam telah memberikan petunjuk yang lengkap dan rinci terhadap persoalan perkawinan. Mulai dari anjuran menikah, cara memilih pasangan yang ideal, melakukan khitbah (peminangan), bagaimana mendidik anak, serta memberikan jalan keluar jika terjadi kemelut dalam rumah tangga, sampai dalam proses nafaqah dan harta waris, semua diatur oleh Islam secara rinci dan detail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya untuk memahami konsep Islam tentang perkawinan, maka rujukan yang paling sah dan benar adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah Shahih (yang sesuai dengan pemahaman Salafus Shalih -pen). Dengan rujukan ini kita akan dapati kejelasan tentang aspek-aspek perkawinan maupun beberapa penyimpangan dan pergeseran nilai perkawinan yang terjadi di masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tidak semua persoalan dapat penulis tuangkan dalam tulisan ini, hanya beberapa persoalan yang perlu dibahas yaitu tentang : Fitrah Manusia, Tujuan Perkawinan dalam Islam, Tata Cara Perkawinan dan Penyimpangan Dalam Perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERKAWINAN ADALAH FITRAH KEMANUSIAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam adalah agama fithrah, dan manusia diciptakan Allah Ta’ala cocok dengan fitrah ini, karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh manusia menghadapkan diri ke agama fithrah agar tidak terjadi penyelewengan dan penyimpangan. Sehingga manusia berjalan di atas fithrahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan adalah fitrah kemanusiaan, maka dari itu Islam menganjurkan untuk nikah, karena nikah merupakan gharizah insaniyah (naluri kemanusiaan). Bila gharizah ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah yaitu perkawinan, maka ia akan mencari jalan-jalan syetan yang banyak menjerumuskan ke lembah hitam.&lt;br /&gt;Firman Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Ar-Ruum : 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Islam Menganjurkan Nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah menjadikan ikatan perkawinan yang sah berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sarana untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang sangat asasi, dan sarana untuk membina keluarga yang Islami. Penghargaan Islam terhadap ikatan perkawinan besar sekali, sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan separuh agama. Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata : “Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”. (Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Islam Tidak Menyukai Membujang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras kepada orang yang tidak mau menikah. Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk nikah dan melarang kami membujang dengan larangan yang keras”. Dan beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Nikahilah perempuan yang banyak anak dan penyayang. Karena aku akan berbangga dengan banyaknya umatku dihadapan para Nabi kelak di hari kiamat”. (Hadits Riwayat Ahmad dan di shahihkan oleh Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika tiga orang shahabat datang bertanya kepada istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang peribadatan beliau, kemudian setelah diterangkan, masing-masing ingin meningkatkan peribadatan mereka. Salah seorang berkata: Adapun saya, akan puasa sepanjang masa tanpa putus. Dan yang lain berkata: Adapun saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan kawin selamanya …. Ketika hal itu didengar oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau keluar seraya bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu, sungguh demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku juga tidur dan aku juga mengawini perempuan. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku”. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai akal dan bashirah tidak akan mau menjerumuskan dirinya ke jalan kesesatan dengan hidup membujang. Kata Syaikh Hussain Muhammad Yusuf : “Hidup membujang adalah suatu kehidupan yang kering dan gersang, hidup yang tidak mempunyai makna dan tujuan. Suatu kehidupan yang hampa dari berbagai keutamaan insani yang pada umumnya ditegakkan atas dasar egoisme dan mementingkan diri sendiri serta ingin terlepas dari semua tanggung jawab”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang membujang pada umumnya hanya hidup untuk dirinya sendiri. Mereka membujang bersama hawa nafsu yang selalu bergelora, hingga kemurnian semangat dan rohaninya menjadi keruh. Mereka selalu ada dalam pergolakan melawan fitrahnya, kendatipun ketaqwaan mereka dapat diandalkan, namun pergolakan yang terjadi secara terus menerus lama kelamaan akan melemahkan iman dan ketahanan jiwa serta mengganggu kesehatan dan akan membawanya ke lembah kenistaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi orang yang enggan menikah baik itu laki-laki atau perempuan, maka mereka itu sebenarnya tergolong orang yang paling sengsara dalam hidup ini. Mereka itu adalah orang yang paling tidak menikmati kebahagiaan hidup, baik kesenangan bersifat sensual maupun spiritual. Mungkin mereka kaya, namun mereka miskin dari karunia Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menolak sistem ke-rahib-an karena sistem tersebut bertentangan dengan fitrah kemanusiaan, dan bahkan sikap itu berarti melawan sunnah dan kodrat Allah Ta’ala yang telah ditetapkan bagi makhluknya. Sikap enggan membina rumah tangga karena takut miskin adalah sikap orang jahil (bodoh), karena semua rezeki sudah diatur oleh Allah sejak manusia berada di alam rahim, dan manusia tidak bisa menteorikan rezeki yang dikaruniakan Allah, misalnya ia berkata : “Bila saya hidup sendiri gaji saya cukup, tapi bila punya istri tidak cukup ?!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan ini adalah perkataan yang batil, karena bertentangan dengan ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah memerintahkan untuk kawin, dan seandainya mereka fakir pasti Allah akan membantu dengan memberi rezeki kepadanya. Allah menjanjikan suatu pertolongan kepada orang yang nikah, dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”.&lt;br /&gt;(An-Nur : 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menguatkan janji Allah itu dengan sabdanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (Hadits Riwayat Ahmad 2 : 251, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits No. 2518, dan Hakim 2 : 160 dari shahabat Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Salafus-Shalih sangat menganjurkan untuk nikah dan mereka anti membujang, serta tidak suka berlama-lama hidup sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu pernah berkata : “Jika umurku tinggal sepuluh hari lagi, sungguh aku lebih suka menikah daripada aku harus menemui Allah sebagai seorang bujangan”. (Ihya Ulumuddin dan Tuhfatul ‘Arus hal. 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN PERKAWINAN DALAM ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia Yang Asasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tulisan terdahulu [bagian kedua] kami sebutkan bahwa perkawinan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan aqad nikah (melalui jenjang perkawinan), bukan dengan cara yang amat kotor menjijikan seperti cara-cara orang sekarang ini dengan berpacaran, kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Untuk Membentengi Ahlak Yang Luhur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran utama dari disyari’atkannya perkawinan dalam Islam di antaranya ialah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji, yang telah menurunkan dan meninabobokan martabat manusia yang luhur. Islam memandang perkawinan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efefktif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Untuk Menegakkan Rumah Tangga Yang Islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya Thalaq (perceraian), jika suami istri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah, sebagaimana firman Allah dalam ayat berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Thalaq (yang dapat dirujuki) dua kali, setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang dhalim”. (Al-Baqarah : 229).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni keduanya sudah tidak sanggup melaksanakan syari’at Allah. Dan dibenarkan rujuk (kembali nikah lagi) bila keduanya sanggup menegakkan batas-batas Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Baqarah lanjutan ayat di atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Kemudian jika si suami menthalaqnya (sesudah thalaq yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dikawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami yang pertama dan istri) untuk kawin kembali, jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkannya kepada kaum yang (mau) mengetahui “. (Al-Baqarah : 230).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agar suami istri melaksanakan syari’at Islam dalam rumah tangganya. Hukum ditegakkannya rumah tangga berdasarkan syari’at Islam adalah WAJIB. Oleh karena itu setiap muslim dan muslimah yang ingin membina rumah tangga yang Islami, maka ajaran Islam telah memberikan beberapa kriteria tentang calon pasangan yang ideal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Harus Kafa’ah&lt;br /&gt;b. Shalihah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kafa’ah Menurut Konsep Islam&lt;br /&gt;Pengaruh materialisme telah banyak menimpa orang tua. Tidak sedikit zaman sekarang ini orang tua yang memiliki pemikiran, bahwa di dalam mencari calon jodoh putra-putrinya, selalu mempertimbangkan keseimbangan kedudukan, status sosial dan keturunan saja. Sementara pertimbangan agama kurang mendapat perhatian. Masalah Kufu’ (sederajat, sepadan) hanya diukur lewat materi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Islam, Kafa’ah atau kesamaan, kesepadanan atau sederajat dalam perkawinan, dipandang sangat penting karena dengan adanya kesamaan antara kedua suami istri itu, maka usaha untuk mendirikan dan membina rumah tangga yang Islami inysa Allah akan terwujud. Tetapi kafa’ah menurut Islam hanya diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta ahlaq seseorang, bukan status sosial, keturunan dan lain-lainnya. Allah memandang sama derajat seseorang baik itu orang Arab maupun non Arab, miskin atau kaya. Tidak ada perbedaan dari keduanya melainkan derajat taqwanya (Al-Hujuraat : 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang-orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Hujuraat : 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka tetap sekufu’ dan tidak ada halangan bagi mereka untuk menikah satu sama lainnya. Wajib bagi para orang tua, pemuda dan pemudi yang masih berfaham materialis dan mempertahankan adat istiadat wajib mereka meninggalkannya dan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang Shahih. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Wanita dikawini karena empat hal : Karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”. (Hadits Shahi Riwayat Bukhari 6:123, Muslim 4:175).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Memilih Yang Shalihah&lt;br /&gt;Orang yang mau nikah harus memilih wanita yang shalihah dan wanita harus memilih laki-laki yang shalih.&lt;br /&gt;Menurut Al-Qur’an wanita yang shalihah ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri bila suami tidak ada, sebagaimana Allah telah memelihara (mereka)”. (An-Nisaa : 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits yang Shahih di antara ciri-ciri wanita yang shalihah ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ta’at kepada Allah, Ta’at kepada Rasul, Memakai jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak untuk pamer kecantikan (tabarruj) seperti wanita jahiliyah (Al-Ahzab : 32), Tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahram, Ta’at kepada kedua Orang Tua dalam kebaikan, Ta’at kepada suami dan baik kepada tetangganya dan lain sebagainya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kriteria ini dipenuhi Insya Allah rumah tangga yang Islami akan terwujud. Sebagai tambahan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih wanita yang peranak dan penyayang agar dapat melahirkan generasi penerus umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Untuk Meningkatkan Ibadah Kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadatan dan amal shalih di samping ibadat dan amal-amal shalih yang lain, sampai-sampai menyetubuhi istri-pun termasuk ibadah (sedekah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah !. Mendengar sabda Rasulullah para shahabat keheranan dan bertanya : “Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala ?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab : “Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa .? Jawab para shahabat :”Ya, benar”. Beliau bersabda lagi : “Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala !”. (Hadits Shahih Riwayat Muslim 3:82, Ahmad 5:1167-168 dan Nasa’i dengan sanad yang Shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Untuk Mencari Keturunan Yang Shalih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan perkawinan di antaranya ialah untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam, Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Allah telah menjadikan dari diri-diri kamu itu pasangan suami istri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?”. (An-Nahl : 72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terpenting lagi dalam perkawinan bukan hanya sekedar memperoleh anak, tetapi berusaha mencari dan membentuk generasi yang berkualitas, yaitu mencari anak yang shalih dan bertaqwa kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya keturunan yang shalih tidak akan diperoleh melainkan dengan pendidikan Islam yang benar. Kita sebutkan demikian karena banyak “Lembaga Pendidikan Islam”, tetapi isi dan caranya tidak Islami. Sehingga banyak kita lihat anak-anak kaum muslimin tidak memiliki ahlaq Islami, diakibatkan karena pendidikan yang salah. Oleh karena itu suami istri bertanggung jawab mendidik, mengajar, dan mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang tujuan perkawinan dalam Islam, Islam juga memandang bahwa pembentukan keluarga itu sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemasyarakatan berdasarkan Islam yang akan mempunyai pengaruh besar dan mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TATA CARA PERKAWINAN DALAM ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara perkawinan berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah yang Shahih (sesuai dengan pemahaman para Salafus Shalih -peny), secara singkat penulis sebutkan dan jelaskan seperlunya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Khitbah (Peminangan)&lt;br /&gt;Seorang muslim yang akan mengawini seorang muslimah hendaknya ia meminang terlebih dahulu, karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain, dalam hal ini Islam melarang seorang muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain (Muttafaq ‘alaihi). Dalam khitbah disunnahkan melihat wajah yang akan dipinang (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi No. 1093 dan Darimi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aqad Nikah&lt;br /&gt;Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi :&lt;br /&gt;a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai.&lt;br /&gt;b. Adanya Ijab Qabul.&lt;br /&gt;c. Adanya Mahar.&lt;br /&gt;d. Adanya Wali.&lt;br /&gt;e. Adanya Saksi-saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menurut sunnah sebelum aqad nikah diadakan khutbah terlebih dahulu yang dinamakan Khutbatun Nikah atau Khutbatul Hajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Walimah&lt;br /&gt;Walimatul ‘urusy hukumnya wajib dan diusahakan sesederhana mungkin dan dalam walimah hendaknya&lt;br /&gt;diundang orang-orang miskin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang mengundang orang-orang kaya saja berarti makanan itu sejelek-jelek makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya saja untuk makan, sedangkan orang-orang miskin tidak diundang. Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah, maka ia durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya”. (Hadits Shahih Riwayat Muslim 4:154 dan Baihaqi 7:262 dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai catatan penting hendaknya yang diundang itu orang-orang shalih, baik kaya maupun miskin, karena ada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Janganlah kamu bergaul melainkan dengan orang-orang mukmin dan jangan makan makananmu melainkan orang-orang yang taqwa”. (Hadist Shahih Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim 4:128 dan Ahmad 3:38 dari Abu Sa’id Al-Khudri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBAGIAN PENYELEWENGAN YANG TERJADI DALAM PERKAWINAN YANG WAJIB DIHINDARKAN/DIHILANGKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pacaran&lt;br /&gt;Kebanyakan orang sebelum melangsungkan perkawinan biasanya “Berpacaran” terlebih dahulu, hal ini biasanya dianggap sebagai masa perkenalan individu, atau masa penjajakan atau dianggap sebagai perwujudan rasa cinta kasih terhadap lawan jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya anggapan seperti ini, kemudian melahirkan konsesus bersama antar berbagai pihak untuk&lt;br /&gt;menganggap masa berpacaran sebagai sesuatu yang lumrah dan wajar-wajar saja. Anggapan seperti ini adalah anggapan yang salah dan keliru. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan dari berintim-intim dua insan yang berlainan jenis, terjadi pandang memandang dan terjadi sentuh menyentuh, yang sudah jelas semuanya haram hukumnya menurut syari’at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dalam Islam tidak ada kesempatan untuk berpacaran dan berpacaran hukumnya haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tukar Cincin&lt;br /&gt;Dalam peminangan biasanya ada tukar cincin sebagai tanda ikatan, hal ini bukan dari ajaran Islam. (Lihat Adabuz-Zafat, Nashiruddin Al-Bani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menuntut Mahar Yang Tinggi&lt;br /&gt;Menurut Islam sebaik-baik mahar adalah yang murah dan mudah, tidak mempersulit atau mahal. Memang mahar itu hak wanita, tetapi Islam menyarankan agar mempermudah dan melarang menuntut mahar yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun cerita teguran seorang wanita terhadap Umar bin Khattab yang membatasi mahar wanita, adalah cerita yang salah karena riwayat itu sangat lemah. (Lihat Irwa’ul Ghalil 6, hal. 347-348).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengikuti Upacara Adat&lt;br /&gt;Ajaran dan peraturan Islam harus lebih tinggi dari segalanya. Setiap acara, upacara dan adat istiadat yang bertentangan dengan Islam, maka wajib untuk dihilangkan. Umumnya umat Islam dalam cara perkawinan selalu meninggikan dan menyanjung adat istiadat setempat, sehingga sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang benar dan shahih telah mereka matikan dan padamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat ironis…!. Kepada mereka yang masih menuhankan adat istiadat jahiliyah dan melecehkan konsep Islam, berarti mereka belum yakin kepada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?”. (Al-Maaidah : 50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang mencari konsep, peraturan, dan tata cara selain Islam, maka semuanya tidak akan diterima oleh Allah dan kelak di Akhirat mereka akan menjadi orang-orang yang merugi, sebagaimana firman Allah Ta’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. (Ali-Imran : 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengucapkan Ucapan Selamat Ala Kaum Jahiliyah&lt;br /&gt;Kaum jahiliyah selalu menggunakan kata-kata Birafa’ Wal Banin, ketika mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Ucapan Birafa’ Wal Banin (=semoga mempelai murah rezeki dan banyak anak) dilarang oleh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Al-Hasan, bahwa ‘Aqil bin Abi Thalib nikah dengan seorang wanita dari Jasyam. Para tamu mengucapkan selamat dengan ucapan jahiliyah : Birafa’ Wal Banin. ‘Aqil bin Abi Thalib melarang mereka seraya berkata : “Janganlah kalian ucapkan demikian !. Karena Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam melarang ucapan demikian”. Para tamu bertanya :”Lalu apa yang harus kami ucapkan, wahai Abu Zaid ?”.&lt;br /&gt;‘Aqil menjelaskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ucapkanlah : Barakallahu lakum wa Baraka ‘Alaiykum” (= Mudah-mudahan Allah memberi kalian keberkahan dan melimpahkan atas kalian keberkahan). Demikianlah ucapan yang diperintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”. (Hadits Shahih Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Darimi 2:134, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad 3:451, dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a yang biasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ucapkan kepada seorang mempelai ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baarakallahu laka wa baarakaa ‘alaiyka wa jama’a baiynakumaa fii khoir”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Artinya : Dari Abu hurairah, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mengucapkan selamat kepada seorang mempelai, beliau mengucapkan do’a : (Baarakallahu laka wabaraka ‘alaiyka wa jama’a baiynakuma fii khoir) = Mudah-mudahan Allah memberimu keberkahan, Mudah-mudahan Allah mencurahkan keberkahan atasmu dan mudah-mudahan Dia mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad 2:38, Tirmidzi, Darimi 2:134, Hakim 2:183, Ibnu Majah dan Baihaqi 7:148).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Adanya Ikhtilath&lt;br /&gt;Ikhtilath adalah bercampurnya laki-laki dan wanita hingga terjadi pandang memandang, sentuh menyentuh, jabat tangan antara laki-laki dan wanita. Menurut Islam antara mempelai laki-laki dan wanita harus dipisah, sehingga apa yang kita sebutkan di atas dapat dihindari semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pelanggaran Lain&lt;br /&gt;Pelanggaran-pelanggaran lain yang sering dilakukan di antaranya adalah musik yang hingar bingar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga yang ideal menurut ajaran Islam adalah rumah tangga yang diliputi Sakinah (ketentraman jiwa), Mawaddah (rasa cinta) dan Rahmah (kasih sayang), Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu hidup tentram bersamanya. Dan Dia (juga) telah menjadikan diantaramu (suami, istri) rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. (Ar-Ruum : 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rumah tangga yang Islami, seorang suami dan istri harus saling memahami kekurangan dan kelebihannya, serta harus tahu pula hak dan kewajibannya serta memahami tugas dan fungsinya masing-masing yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga upaya untuk mewujudkan perkawinan dan rumah tangga yang mendapat keridla’an Allah dapat terealisir, akan tetapi mengingat kondisi manusia yang tidak bisa lepas dari kelemahan dan kekurangan, sementara ujian dan cobaan selalu mengiringi kehidupan manusia, maka tidak jarang pasangan yang sedianya hidup tenang, tentram dan bahagia mendadak dilanda “kemelut” perselisihan dan percekcokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah diupayakan untuk damai sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an surat An-Nisaa : 34-35, tetapi masih juga gagal, maka Islam memberikan jalan terakhir, yaitu “perceraian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita berupaya untuk melakasanakan perkawinan secara Islam dan membina rumah tangga yang Islami, serta kita wajib meninggalkan aturan, tata cara, upacara dan adat istiadat yang bertentangan dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam-lah satu-satunya ajaran yang benar dan diridlai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala (Ali-Imran : 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan yang menyejukkan hati kami, dan jadikanlah kami Imam bagi orang-orang yang bertaqwa”. (Al-Furqaan : 74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’alam bish shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Zawji, Membentuk Keluarga di Atas Kemuliaan Sunnah, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Compiled ebook by Akhukum Fillah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-2521897078872799166?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/2521897078872799166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=2521897078872799166' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2521897078872799166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2521897078872799166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/05/khutbah-nikah.html' title='Khutbah Nikah'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-2749562499106411317</id><published>2008-05-02T22:30:00.000-07:00</published><updated>2008-05-02T22:31:51.520-07:00</updated><title type='text'>Jamuan Allah</title><content type='html'>&lt;span class="penulis"&gt;Oleh : Uwes Fatoni &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Siti Aisyah ra bercerita, suatu malam Rasulullah SAW bertanya kepadanya, ''Apakah engkau rela bila malam ini aku beribadah?'' Aisyah menjawab, ''Sungguh aku senang ada di sisimu, tetapi aku juga rela dengan apa yang engkau senangi.'' Rasulullah kemudian mengambil wudlu untuk shalat dengan membaca Alquran sampai menangis dan ikat pinggangnya basah. Selesai shalat, beliau duduk berdzikir memuji Allah dan air matanya terus bercucuran sampai lantai tempat duduknya basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Masjid, Bilal sedang menunggu Rasulullah, ''Tidak biasanya Rasul terlambat datang ke masjid untuk shalat (sebelum) Subuh. Ada apa gerangan?'' tanya Bilal pada dirinya sendiri. Kemudian, muadzin Masjid Nabawi tersebut mendatangi Rasul yang sedang menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Wahai Rasulullah, mengapa engkau menangis? Bukankah seluruh dosamu telah diampuni Allah?'' tanya Bilal.&lt;br /&gt;''Wahai Bilal, bagaimana aku tidak menangis? Tadi malam, turun wahyu kepadaku: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. (Yaitu) orang yang mengingat Allah, sambil berdiri, duduk, atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, peliharalah kami dari siksa api neraka.''' (QS Ali Imran [3] : 190-191).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat di alam semesta merupakan jamuan Allah. Allah mengundang manusia untuk menelaah ayat-ayat-Nya. Menghadiri undangan Allah berarti menikmati 'santapan' yang telah disediakan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat yang dibaca atau dilihat tersebut merupakan jenis-jenis makanan yang dihidangkan Allah kepada kita. Hidangan tersebut adalah kenikmatan yang sangat tinggi bagi akal kita. Selain diperintahkan mempelajari ayat-ayat Quraniyah, Allah juga menyuruh kita mempelajari ayat-ayat Kauniyah sebagai makanan akal kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, hanya segelintir orang yang mau dan mampu menikmati makanan tersebut. Yaitu, mereka yang mau belajar untuk memahami ayat-ayat Allah berupa alam semesta, langit, dan bumi serta terus memikirkannya di setiap saat dan waktu. Dari pemikirannya itu, kemudian memperteguh keyakinannya dan mendekatkan dirinya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita menikmati jamuan Allah tersebut? Sudahkah kita memikirkan ayat-ayat-Nya yang terbentang luas di alam semesta ini? Bila belum, sesungguhnya kita termasuk orang yang merugi sebagaimana sabda Rasul di atas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-2749562499106411317?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/2749562499106411317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=2749562499106411317' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2749562499106411317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2749562499106411317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/05/jamuan-allah.html' title='Jamuan Allah'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-1045976601119115114</id><published>2008-05-02T22:29:00.002-07:00</published><updated>2008-05-02T22:30:33.982-07:00</updated><title type='text'>Oleh : Karyanto Wibowo</title><content type='html'>"Tiada satu pun karunia yang diperoleh seseorang yang bersikap tawadhu kepada Allah, kecuali Allah meninggikan derajatnya." (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas menjamin ganjaran yang bakal diterima seseorang jika tawadhu. Menghilangkan kesombongan, tinggi hati, merasa hebat, dan segudang penyakit hati lainnya. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun seberat biji sawi." (HR Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Pemahaman yang benar terhadap hal tersebut seharusnya tidak melahirkan orang kaya yang merasa lebih hebat dibanding lainnya. Pejabat merasa lebih terhormat ketimbang rakyat biasa, kiai merasa lebih benar daripada santrinya, atau generasi tua merasa lebih tahu ketimbang yang muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas seharusnya cukup membuat kita sadar dan takut. Shalat, puasa, zakat, haji, dan segudang amal saleh lainnya tidak menjamin kita masuk surga jika di dalam hati kita masih ada setitik kesombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, pejabat setingkat presiden pun tidak berhak sombong. Hal ini dikisahkan dalam hadis riwayat Ibnu Majah. Diceritakan seseorang yang gemetar ketakutan ketika menemui Rasulullah yang dipersepsikan sebagai raja diraja. Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh hina engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, aku bukanlah seorang raja. Aku hanyalah anak seorang wanita yang memakan dendeng di Makkah."  &lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;, betapa agungnya ketawadhuan Nabi SAW. Muhammad bin Abdullah yang seorang Nabi, kepala negara, kepala pemerintahan, raja, panglima militer, pengusaha sukses, pendidik, dan manusia yang dijamin masuk surga tidak membuatnya sombong sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketawadhuan beliaulah yang patut diteladani, diikuti, dan ditiru. Seperti telah disebut dalam Alquran surat Alahzab ayat 21, "Sesungguhnya, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang berharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah membuang jauh-jauh kesombongan dalam menjalani hidup yang singkat ini, seberapa pun hebatnya kita. Karena, sesungguhnya kekayaan, jabatan, ilmu, tubuh yang sempurna, wajah cantik, kecerdasan, dan bahkan anak istri kita adalah milik Allah yang dititipkan pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, orang yang berlaku tawadhu zaman sekarang ini sangatlah sedikit. Apakah kita termasuk di antara mereka?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-1045976601119115114?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/1045976601119115114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=1045976601119115114' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1045976601119115114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/1045976601119115114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/05/oleh-karyanto-wibowo.html' title='Oleh : Karyanto Wibowo'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-8773806343680492901</id><published>2008-05-02T22:29:00.001-07:00</published><updated>2008-05-02T22:29:39.249-07:00</updated><title type='text'>Memaknai Usia</title><content type='html'>&lt;span class="penulis"&gt;Oleh : Muhammad Bajuri &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; ''Belum hilang jejak telapak kaki orang-orang yang mengantarnya ke kubur, seorang hamba (yang telah habis usianya) akan ditanya mengenai empat hal, yaitu hal usianya ke mana dihabiskannya, hal tubuhnya untuk apa digunakannya, hal ilmunya seberapa yang diamalkannya, serta hal hartanya dari mana diperolehnya dan untuk apa dibelanjakannya.'' (HR Tirmidzi). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Karunia Allah yang paling berharga yang diberikan kepada manusia adalah usia. Kekayaan dan kekuatan manusia tidak berarti apa-apa jika usia sudah tiada. Menurut Ar Razi, jika hilangnya masa dipahami sebagai hilangnya modal, sedangkan modal manusia adalah usia yang dimilikinya, manusia pun selalu mengalami kerugian. Sebab, setiap saat, dari waktu ke waktu, usia yang menjadi modal utamanya terus berkurang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Tidak diragukan lagi, jika usia itu digunakan manusia untuk bermaksiat, ia benar-benar mengalami kerugian. Bukan hanya tidak mendapatkan kompensasi apa pun dari modalnya yang hilang, namun lebih dari itu. Apa yang dilakukan dapat membahayakan dan mencelakakan dirinya. Begitu juga jika usianya dihabiskan untuk mengerjakan perkara-perkara yang mubah, ia tetap dikatakan merugi sebab usia sebagai modalnya habis tanpa meninggalkan dan menghasilkan apa pun bagi dirinya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Untuk itu, usia haruslah dimanfaatkan sebaik-baiknya. Suatu hari, seorang murid bertanya kepada mursyidnya, ''Apa makna usia?'' Jawabannya adalah sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah SAW, ''Apabila hari ini amal pekerjaanmu masih sama dengan hari kemarin, berarti kamu merugi. Bila lebih jelek daripada kemarin, terkutuk namanya. Bila lebih bagus, barulah termasuk beruntung.&lt;i&gt;Nah&lt;/i&gt;, apakah usiamu yang setiap saat berkurang telah digantikan oleh hal-hal yang lebih baik atau sebaliknya? Di situlah makna usiamu.''&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Ada dua hal penting mengapa usia harus mendapat perhatian serius. Pertama, Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban atas usia yang Allah karuniakan. Kedua, usia adalah masa yang menentukan baik buruknya manusia. At Tirmidzi meriwayatkan bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, ''Siapa manusia terbaik?'' Beliau bersabda, ''Manusia yang usianya panjang dan dihabiskan untuk kebaikan.'' Ia bertanya lagi, ''Siapa manusia terburuk?'' Beliau bersabda, ''Manusia yang usianya panjang, namun dihabiskan untuk keburukan.'' &lt;i&gt;Wallahu a'lam bish-shawab&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-8773806343680492901?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/8773806343680492901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=8773806343680492901' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/8773806343680492901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/8773806343680492901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/05/memaknai-usia.html' title='Memaknai Usia'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-8469549564908010187</id><published>2008-05-02T22:27:00.000-07:00</published><updated>2008-05-02T22:28:18.792-07:00</updated><title type='text'>Harta Abadi</title><content type='html'>&lt;span class="penulis"&gt;Oleh : Amir Faishol Fath &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Allah SWT selalu menceritakan dalam Alquran mengenai kepastian hancurnya alam dunia. Dalam pembukaan surat Attakwir [81], Al Infithaar [82], dan Al Insyiqaaq [84], digambarkan secara detail bagaimana langit yang kokoh ini kelak akan menjadi rapuh dan terkelupas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Bintang-bintang terlepas dari porosnya, lautan dipanaskan lalu diluapkan dan menelan semua daratan, matahari dipadamkan sehingga tak ada kehidupan lagi di muka bumi. Ini menunjukkan bahwa harta yang selama ini manusia perjuangkan akan berakhir. Alam akhirat telah Allah SWT persiapkan bukan untuk sementara, melainkan untuk selama-lamanya. Tidak ada kematian lagi setelah itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Siapa yang selama di dunia mempersiapkan diri untuk menjadi penghuni surga dengan menaati Allah SWT dan Rasul-Nya, ia akan bahagia selamanya. Sebaliknya, siapa yang mempersiapkan diri untuk menjadi bahan bakar neraka dengan mengingkari ajaran Allah SWT dan Rasul-Nya, ia akan menderita selamanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Dalam Alquran, Allah SWT selalu menceritakan orang-orang yang kelak pasti akan menyesal karena selama di dunia, lalai. Mereka tidak pernah percaya bahwa kelak akan dihisab semua amal dan kekayaan mereka. Akibatnya, mereka terlena dengan kemewahan, bahkan menjadi kikir dan rakus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Mereka tak mau beramal untuk akhirat. Kekayaan ditumpuk hanya untuk kepentingan dunia. Mereka kelak akan berkata seperti yang Allah SWT rekam dalam surat Alhaqqah [69]: 27-28. "Telah hilang kekuasaanku dariku. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; "Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya. Dan orang kafir berkata, 'Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah'." (Annaba' [78]: 40).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Sebelum menyesal, masih ada kesempatan untuk membuat harta kita menjadi abadi. Caranya: transferlah harta anda ke akhirat. Salurkan kekayaan melalui lembaga-lembaga sosial yang membantu fakir miskin dan anak yatim. Lebih dari itu, wakafkan harta untuk pelayanan sosial, seperti masjid, sekolah pendidikan agama, dan rumah sakit. &lt;i&gt;Wallahu a'lam bishshawab&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-8469549564908010187?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/8469549564908010187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=8469549564908010187' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/8469549564908010187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/8469549564908010187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/05/harta-abadi.html' title='Harta Abadi'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-2753247061944262926</id><published>2008-05-02T22:26:00.000-07:00</published><updated>2008-05-02T22:27:05.541-07:00</updated><title type='text'>Insya Allah</title><content type='html'>&lt;span class="penulis"&gt;Oleh : Rahmaji Asmuri &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Ungkapan &lt;i&gt;insya Allah&lt;/i&gt; bukan hal yang asing bagi umat Islam. Ucapan yang termasuk salah satu kalimat &lt;i&gt;thayyibah&lt;/i&gt; atau kalimat baik untuk diamalkan ini, di satu sisi belum dipahami makna dan urgensinya secara benar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Nabi Muhammad SAW pernah ditegur Allah SWT ketika terlupa mengucapkan &lt;i&gt;insya Allah&lt;/i&gt; sewaktu berdialog dengan utusan suku Quraisy bernama An Nadhar bin Al Harits dan 'Uqbah bin Abi Mu'ith. Mereka bertanya kepada Nabi tentang kisah Ashabul Kahfi, Zulkarnain, dan ruh. Beliau menjawab, ''Datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan kepadamu.''&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Sampai batas waktu yang dijanjikan, Allah SWT belum menurunkan wahyu menanggapi tiga pertanyaan itu sehingga Nabi tak dapat menjawab. Setelah 15 hari berlalu, Allah menurunkan ayat yang menjawab seluruh pertanyaan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Teguran Allah SWT itu diabadikan dalam QS Alkahfi [18]: 23-24. ''Dan janganlah sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, 'Aku pasti melakukan itu besok pagi', kecuali (dengan mengatakan), '&lt;i&gt;insya Allah&lt;/i&gt;'. Dan ingatlah kepada Tuhanmu bila engkau lupa dan katakanlah, 'Mudah-mudahan Tuhanku akan memberi petunjuk kepadaku, agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini'.''&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;i&gt;Insya Allah&lt;/i&gt; yang memiliki arti 'Jika Allah menghendaki' seringkali disalahtempatkan dalam penggunaannya, hanya karena lantaran kita merasa sebagai orang yang berbudaya timur, yang tidak pantas untuk berkata tidak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Sebagai contoh, ketika kita diajak atau diundang untuk suatu kegiatan, kita cenderung untuk mengatakan &lt;i&gt;insya Allah&lt;/i&gt;. Padahal, kita sudah mengetahui sejak awal bahwa kita tidak dapat memenuhi ajakan atau undangan tersebut dengan alasan tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Alquran mengabadikan beberapa pelajaran tentang penggunaan kalimat &lt;i&gt;insya Allah&lt;/i&gt; yang dapat kita ambil hikmahnya. Di antaranya, dialog yang sangat santun antara seorang ayah dan putranya. Nabi Ibrahim berkata, ''Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?''&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Ismail menjawab, ''Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu, &lt;i&gt;insya Allah&lt;/i&gt; engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.'' (QS Asshaffat [37]: 102). &lt;i&gt;Wallahu a'lam bish shawab&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7293232356323851690-2753247061944262926?l=klikpsq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klikpsq.blogspot.com/feeds/2753247061944262926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7293232356323851690&amp;postID=2753247061944262926' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2753247061944262926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7293232356323851690/posts/default/2753247061944262926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klikpsq.blogspot.com/2008/05/insya-allah.html' title='Insya Allah'/><author><name>F 1 ( FWan)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_7idO8kNqB5I/SNUf98e-jfI/AAAAAAAAAZU/QgNo1VhGF7E/S220/fotodiri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7293232356323851690.post-4541695149760690063</id><published>2008-05-02T22:24:00.000-07:00</published><updated>2008-05-02T22:26:12.535-07:00</updated><title type='text'>Perbedaan</title><content type='html'>&lt;span class="penulis"&gt;Oleh : Tohirin El Ashry &lt;/span&gt;           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span class="deskripsi"&gt;                            &lt;span class="deskripsi"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Secara kasat mata, apa yang kita lihat sepanjang sejarah manusia adalah paradoks. Ada yang kaya, ada yang miskin. Ada yang rupawan, ada juga yang buruk rupa. Ada yang kasar, ada pula yang lembut hati. Ada yang hidupnya bahagia, ada juga yang dikepung penderitaan. Begitu seterusnya, sampai tak terhingga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Realitas faktual benar-benar plural, dari hal-hal yang terkecil hingga hal-hal yang besar. Namun, semua ini bukan berarti Allah, Sang Pencipta, kurang adil terhadap makhluk-Nya. Perbedaan-perbedaan ini harus dilihat dalam kerangka keterpasangan, bukan ketimpangan (QS Alfathir [35]: 11, Thaha [20]: 53).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Kehidupan ini ibarat perlombaan maraton. Bedanya, dalam perlombaan yang satu ini, kita berada pada garis &lt;i&gt;start&lt;/i&gt; yang berbeda-beda. Tapi, itu bukannya tidak adil. Sebab, Allah telah membuat garis &lt;i&gt;finish&lt;/i&gt; yang sangat memungkinkan untuk dijangkau oleh semua pihak. Garis &lt;i&gt;finish&lt;/i&gt; itu adalah takwa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;Semua pelari, bahkan yang berada di garis paling belakang pun, punya peluang yang sama untuk mencapai garis &lt;i&gt;finish&lt;/i&gt;. Yang berada di belakang pun sangat mungkin sampai terlebih dahulu dan meraih juara pertama. Semua ini tergantung kesadaran, kemauan, dan kesungguhan masing-masing dalam mencapainya.&lt;/span&gt;&lt;/span
